cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Media Agribisnis (MeA)
ISSN : 25487027     EISSN : 25416898     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Media Agribisnis (MEA) dipublikasikan dalam Bahasa Indonesia dan diterbitkan dua kali dalam setahun. Jurnal ini mempublikasikan paper ilmiah hasil penelitian dan review bidang ilmu ekonomi pertanian dan agribisnis secara luas meliputi ekonomi produksi agribisnis, efisiensi dan risiko agribisnis, perubahan teknologi dan kelembagaan agribisnis, penyuluhan dan pengembangan kapasitas pelaku agribisnis, pembiayaan agribisnis dan usaha kecil, perdagangan produk agribisnis, agroindustri dan rantai pasok agribisnis serta aspek penting lainnya yang terkait dengan pengembangan agribisnis.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2017): Oktober" : 5 Documents clear
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INVESTASI PEMERINTAH PADA SEKTOR PERTANIAN DI PROVINSI JAMBI Mulyani Mulyani
Jurnal MeA (Media Agribisnis) Vol 2, No 2 (2017): Oktober
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.821 KB) | DOI: 10.33087/mea.v2i2.26

Abstract

This research was conducted to analyse government investment in agriculture sector at Jambi Province. This research was held  on June - September 2017 by collecting data from several agencies. It used a time series data for 10 years (2006-2015).  This research  applied   multiple linear regression to  analyse the data. The results show that 95.9% of government investment in agriculture sector could  be  explained by  domestic  income variable, export-import growth of agriculture sector, real interest rate, rupiah exchange rate, previous government investment, and growth of agriculture sector. In fact the factors that had a significant effect were domestic  income variable, , export-import growth of agricultural sector, previous government investment and the growth of agriculture sector.Keywords: government investment, agricultural sector, growthPenelitian ini dilakukan untuk menganalisis investasi pemerintah pada sektor pertanian di Provinsi Jambi. Penelitian dilaksanakan di Provinsi Jambi dengan mengumpulkan data dari beberapa instansi terkait, yang dilaksanakan pada bulan Juni 2017 sampai September 2017. Dimana penelitian ini menggunakan data time series, dengan rentang waktu 10 tahun (2006-2015). Analisis data pada penelitian ini menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan 95,9% penyerapan investasi pemerintah pada sektor pertanian dapat dijelaskan oleh variabel pendapatan asli daerah,pertumbuhan ekspor-impor sektor pertanian, tingkat suku bunga riil, nilai tukar rupiah, investasi pemerintah pada tahun sebelumnya, dan pertumbuhan sektor pertanian. Dari faktor-faktor tersebut yang berpengaruh signifikan adalah Pendapatan asli daerah, pertumbuhan ekspor impor sektor pertanian, investasi pemrintah pada tahun sebelumnya dan pertumbuhan sektor pertanian.Kata Kunci : investasi pemerintah, sektor Pertanian, pertumbuhan
EFISIENSI ALOKATIF FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI DAN PENDAPATAN USAHATANI PADI (Oryza sativa L.) (Studi Kasus Di Desa Simpang Datuk Kecamatan Nipah Panjang Kabupaten Tanjung JabungTimur) Asmaida Asmaida
Jurnal MeA (Media Agribisnis) Vol 2, No 2 (2017): Oktober
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.195 KB) | DOI: 10.33087/mea.v2i2.22

Abstract

The research was conducted in “Simpang Datuk” Village, “Nipah Panjang” Sub-district, “Tanjung Jabung Timur” Regency, with several aims e.g: to analyze the income of rice farmers, Analyzing the effect of production factors in rice farming, Analyzing the allocative efficiency of useness on the production factors that influenced the rice production. This location was selected by considering that it was the rice production centre. Survey method was used in this research,  and the collected data (both primary and secondary ) had  acros section type. There were 39  households  as a samples  from a total 259 farmers  population which taken by simple random sampling method. The  description analysis and Cobb Douglas production function were applied in this research. The results showed: (1) the total average of farmers income was Rp.27.507.997,-/period/Ha, the total cost average was Rp.8.630.942,-/period/Ha and the earnings average was Rp.18.877.055,-/period/Ha. R/C ratio was 3.19. This indicates that the rice farming  was quite profitable, because the R/C value was more than 1, The production factors that showed significant effect  toward to the farming activities were seed and fertilizer, The Result of  analysis on  allocative efficiency of  production factors useness on rice farming showed that useness  allocation of seed and fertilizer was  24,65 kg and as 7,650 kg respectively.  The  result of these useness  allocation both seed and fertilizer were more than 1, so it showed an  unefficiently allocation. Keywords: Farming, Rice, Income, Production Function, EfficiencyPenelitian dilaksanakan di Desa Simpang Datuk Kecamatan Nipah Panjang Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dengan tujuan untuk menganalisis pendapatan petani padi, faktor produksi yang berpengaruh dalam usahatani padi, dan efisiensi alokatif penggunaan faktor produksi yang berpengaruh terhadap produksi padi. Metode penelitian menggunakan metode survey, data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder dengan jenis data cros section. Sampel penelitian sebanyak 39 RTP dari total populasi 259 RTP yang diambil secara simple random sampling. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis data kualitatif dan data kuantitatif dengan perhitungan pendapatan petani  dan fungsi produksi Cobb Douglas. Hasil penelitian : Rata-rata total penerimaan petani padi Rp.27.507.997,-/MT/Ha, rata-rata total biaya Rp.8.630.942,-/MT/Ha dan rata-rata pendapatan Rp.18.877.055,-/MT/Ha. Nilai R/C rasio sebesar 3,19. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata usahatani padi di daerah penelitian cukup menguntungkan, karena nilai RC rasionya lebih dari 1. Faktor-faktor produksi yang berpengaruh dalam kegiatan usahatani padi adalah faktor produksi benih dan pupuk. Hasil analisis efisiensi alokatif penggunaan faktor produksi benih sebesar 24,65 kg dan  pupuk sebesar 7,650 kg, hasil penggunaan benih dan pupuk tersebut keduanya  lebih dari 1, sehingga belum efisien secara alokatif.Kata kunci: Usahatani, Padi, Pendapatan, Efisiensi, Fungsi Produksi
KAJIAN PERSEPSI DAN SIKAP MASYARAKAT TANI DALAM PROGRAM GERTAK TANPA DUSTA DI KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR, PROVINSI JAMBI Nida Kemala; Mulyani Mulyani
Jurnal MeA (Media Agribisnis) Vol 2, No 2 (2017): Oktober
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.668 KB) | DOI: 10.33087/mea.v2i2.23

Abstract

This study was conducted in “Tanjung Jabung Timur” Regency , Jambi Province where programs of “Gerakan Serentak Tanam Padi Dua kali Setahun (Gertak Tanpa Dusta)” was  applied. The  research focused on a farmer perception toward to the program, their attitude of independently paddy farming and the relationship between both their perception and their attitude. Total population were 485 so the number of  sample was 73 farmers (15%), and was taken by proportional random sampling methode. While the method of analysis to find out the relation between both variables was done by non parametric statistical tests namely Chi-Square 2x2. The prospect of this research was to give  the government in making a choise of the program sustainability.The result showed that most of farmers had 80,8% showed good perception toward to  the program and  it’s  only 14 farmers (19,2%) showed bad. Their attitude of independently paddy farming showed 63% low and only 37% farmers had high category. Majority of  respondents who have the good pereption  showed low attitude of independently  paddy farming. There were 59 farmers with good perception and it showed  69,5%  had low attitude. In contrary the  majority of bad perception farmers showed high attitude as 64,3%. There were a significantly relation  between the farmer perception toward to the program and their attitude of independently paddy farming in “Gertak Tanpa Dusta” program.Keywords: Program, Perception, Attitude, FarmerPenelitian ini dilakukan di   Kabupaten Tanjung  Jabung Timur,  Provinsi Jambi dimana di lokasi inilah program  Gerakan Serentak Tanam Padi Dua Kali Setahun (Gertak Tanpa Dusta) dilakukan. Penelitian ini difokuskan pada kajian persepsi petani terhadap program, sikap kemandirian  mereka dalam berusahatani padi dan hubungan antara  persepsi dengan sikap kemandirian. Jumlah populasi sebanyak 485 petani maka jumlah sampel sebanyak 73 petani (15%), yang ditentukan dengan metode  “proporsional random sampling”. Sedangkan metode analisis untuk melihat hubungan antara kedua variabel tersebut dilakukan oleh non-parametrik yaitu uji chi-square 2x2. Prospek penelitian ini adalah untuk memberikan pilihan bagi pemerintah dalam menentukan keberlangsungan suatu program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas petani (80,8%) memiliki persepsi yang baik terhadap program dan hanya  14 petani (19,2%) menunjukkan persepsi kurang baik . Sikap kemandirian dalam budidaya padi menunjukkan 63 % rendah dan hanya 37% petani yang memiliki sikap kemandirian tinggi. Kebanyakan responden yang memiliki persepsi baik terhadap program menunjukkan sikap kemandirian dalam berusahatani padi yang rendah. Dari 59 petani dengan persepsi baik terdapat  69,5 % diantaranya yang memiliki sikap kemandirian rendah. Sebaliknya sebagian besar persepsi kurang baik  menunjukkan sikap kemandirian yang tinggi yaitu 64,3 %. Terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi petani terhadap program dan sikap kemandirian  dalam  program Gertak Tanpa Dusta. Kata kunci:  Program, Persepsi, Sikap, Petani
PERBANDINGAN PENDAPATAN PETANI PADI SISTEM SENAM DUPA (SEKALI TANAM DUA KALI PANEN) DENGAN PETANI PADI SISTEM KONVENSIONAL DI KECAMATAN BERBAK KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR Rizki Gemala Busyra; Rogayah Rogayah
Jurnal MeA (Media Agribisnis) Vol 2, No 2 (2017): Oktober
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.519 KB) | DOI: 10.33087/mea.v2i2.24

Abstract

One of the efforts to improve rice production and productivity In Provinsi Jambi is by using Senam Dua (Sekali Tanam Dua Kali Panen). Senam Dupa means one-time cultivation with two harvests, a rice-farming approach in tidal land that combines traditional rice cultivation systems (Crop Index 100 local rice varieties) with intensive farming (high-yielding variety) in one overlay to achieve Crop Index 180. Kecamatan Berbak is one of the rice production centers in Tanjung Jabung Timur, Jambi. Senam Dupa has been introduced in order to increase rice production In Kecamatan Berbak. This is due to the tidal type of rice field in Kecamatan Berbak, and difficult water regulation, so it is not possible to plant two times. The increased rice production and productivity will be followed by increased farmers income. The purpose of this research are to know the income of rice farming that using Senam Dupa system and conventional system, and to see the difference of farmer income. This research uses primary data that obtained from farmer interviews with a questionnaire guide. Then the obtained data is tabulated and processed with SPSS software. The analysis methode used in this research is the difference of two means test methode. The results of this research indicate that Zhitung (5,099) ≥ Ztabel (1,645), so that the hypothesis stating that the income of Senam Dupa is higher than the conventional rice farmers is acceptable. Senam Dupa rice farmers income Rp. 2,050,588,7 /ha/month at 95% degree of confidence significantly higher than the income of conventional rice farmers that is equal to Rp. 1.770.083.06 /Ha/month.Keyword : Senam Dupa, Kecamatan Berbak, Farmer Income.Salah satu upaya peningkatan produksi dan produktivitas padi Di Provinsi Jambi adalah dengan cara Senam Dupa (Sekali Tanam Dua Kali Panen). Teknologi Senam Dupa diistilahkan dengan sekali menanam dua kali panen, yaitu sebuah pendekatan usaha tani padi di lahan pasang surut yang memadukan sistem budidaya padi tradisional (IP 100 varietas padi lokal) dengan pertanian intensif (varietas unggul) dalam satu hamparan sehingga mencapai IP 180. Kecamatan Berbak merupakan salah satu kecamatan sentra produksi padi yang terdapat pada Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi. Guna peningkatan produksi padi Di Kecamatan Berbak  telah diperkenalkan sistem Senam Dupa. Hal ini dikarenakan jenis sawah pada Kecamatan Berbak adalah sawah pasang surut, dan pengaturan tata air tidak mudah, sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan penanaman dua kali. Peningkatan produksi dan produktivitas padi akan diikuti dengan peningkatan pendapatan petani. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui besarnya pendapatan usaha tani padi yang menerapkan sistem Senam Dupa dan sistem konvensional, serta melihat perbedaan pendapatan petani yang menerapkan sistem Senam Dupa dan petani yang menerapkan sistem konvensional. Penelitian ini menggunakan data primer yang didapatkan dari wawancara petani dengan panduan kuesioner, kemudian data yang diperoleh ditabulasi, dan diolah dengan software SPSS. Metode analisis yang digunakan adalah metode uji beda dua rata-rata. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Zhitung(5,099) ≥ Ztabel (1,645) sehingga hipotesis yang menyatakan bahwa pendapatan petani padi sistem Senam Dupa yang lebih tinggi dari petani padi sistem Konvensional dapat diterima. Pendapatan petani padi sistem Senam Dupa Rp. 2.050.588,7 /Ha/bulan secara signifikan pada derajat kepercayaan 95% lebih tinggi dari pendapatan petani padi sistem Konvensional yaitu sebesar Rp. 1.770.083,06 /Ha/bulan.Kata Kunci : Senam Dupa, Kecamatan Berbak, Pendapatan Petani Padi
ANALISIS SALURAN TATANIAGA DAN MARJIN TATANIAGA KELAPA DI KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR Siti Abir Wulandari; Rogayah Rogayah
Jurnal MeA (Media Agribisnis) Vol 2, No 2 (2017): Oktober
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.495 KB) | DOI: 10.33087/mea.v2i2.25

Abstract

This research was conducted in  “Tanjung Jabung Timur” Regency, Jambi Province.  Jambi Province produce coconut with a total production as 105. 255 tonnes and gave  average productivity as 0.9 tonnes/ha  in the total land area of 120. 254 ha.   “Tanjung Jabung Timur” Regency  had coconut production as 50.254 tons with an average productivity of 0.85 tons /ha. The low coconuts price at the farmer level became the main barrier  in the marketing sector.The farmers did not have any power to determine the selling price. The research purpose  was to determine the channe and  margin marketing and its  marketing efficiency of the coconut both in marketing agent and among  different marketing  channel. Snowball sampling method was used in this study. This research was conducted by survey method and descriptive analysis (both qualitative and quantitative). The marketing margin was known by noting the coconut price a long the channel since the farmer to the end  site of  marketing system. The result showed that there are two different kind of channels.  The marketing margin of the firsh channel was RHp. 600,-/unit and the second channel margin gave Rp. 1.931/unit. The firsh channel showed more efficient than the second one, because it had the lower margin.Keywords: marketing  channel, marketing  margin, marketing  agent.Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur Propinsi Jambi,  Propinsi Jambi menghasilkan kelapa dengan total produksi sebesar 105.255 ton dan produktivitas rata-rata sebesar 0.9 ton/ha dari 120.254 ha luas areal. Kabupaten Tanjung Jabung Timur menghasilkan 50.254 Ton kelapa dengan produktivitas rata-rata sebesar 0.85 Ton/ha. Rendahnya harga kelapa butiran di tingkat petani menjadi kendala utama di bidang tataniaga. Petani tidak memiliki kekuatan dalam menetukan harga jual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui saluran tataniaga  dan Marjin tataniaga serta efisiensi saluran tataniaga kelapa baik di tingkat pedagang perantara maupun di saluran tataniaga yang berbeda. Pada penelitian ini pengambilan sampel dilakukan dengan metode Snowball Sampling. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey dan dianalisis secara deskriptif (baik kualitatif maupun kuantitatif). Untuk melihat margin tataniaga digunakan pencatatan   harganya sepanjang saluran sejak produsen sampai konsumen akhir   dalam sistem pemasaran. Hasil dari penelitian menunjukkan terdapat 2 (dua)saluran tataniaga kelapa yang memberikan nilai marjin tataniaga yang berbeda. Marjin saluran I sebesar Rp. 600,-/btr dan marjin saluran II sebesar Rp. 1.931/btr. Terlihat saluran tataniaga I lebih efisien dari saluran tataniaga II karena memiliki marjin yang lebih kecilKata Kunci: saluran tataniaga, margin tataniaga, lembaga tataniaga           

Page 1 of 1 | Total Record : 5