cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau
ISSN : 25034766     EISSN : 25978837     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal akuakulktur sungai dan danau merupakan jurnal ilmiah yang diperuntukkan untuk bidang ilmu perikanan budidaya khusus tema kajian perairan sungai dan danau. Jurnal ini memuat artikel ilmiah hasi-hasil penelitian lingkup bidang ilmu perikanan budidaya yang dapat bersumber dari para penulis dari berbagai instansi. Jurnal ini dibentuk oleh tim redaksi Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Batanghari bersama dengan tim mitra bestari. Jurnal akuakultur sungai dan danau diterbitkan sebanyak 2 (dua) kali dalam satu tahun yakni pada bulan April dan Oktober setiap tahunnya.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2018): Oktober" : 5 Documents clear
OPTIMASI KUALITAS PAKAN DENGAN FERMENTASI MENGGUNAKAN Effective Microorganisms 4 (EM4) BAGI PENINGKATAN PRODUKSI BENIH IKAN PATIN (Pangasianodon hypophtalmus) Syahrizal Syahrizal; Safratilofa Safratilofa; Wahyu Wahyuni
Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau Vol 3, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.243 KB) | DOI: 10.33087/akuakultur.v3i2.38

Abstract

Catfish (Pangasius hypopthalmus) is widely cultivated in floating net cages, floating net and kept in the ponds. Efforts to accelerate growth must be through improving the quality of food. Alternative can be done by improving the composition of feed by fermentation with Effective Microorganisms 4 (EM4) so that the composition of protein and fat in the feed to be optimal. The research design used was complete randomized design (RAL) 4 (four) treatment 3 (three) replications with Anova anlisis. Treatment P0 without EM4 (control), P1 EM4 0.5 ml, P2 1 ml, and P3 1.5 ml. The results of the best daily average growth of catfish were significantly different (P <0.5%) P1 1.89 gram followed by P2 1.86 gram, P3 1.84 gram, and P0 1.77 gram. Absolute growth P1 1.23 gram, P2 1.20 gram, P3 1.16 gram and P0 1.05 gram. The survival of catfish can be categorized either because it is at a death rate above 95%. Normal feed conversion 0.77% - 1.85%. best P1 0.77% and low P0 1.85%, P2 1.24% and P3 1.77%. The quality of water is relatively normal during temperature experiment 26.5oC, pH 7.98, DO 5.68 ppm, NH3 0.085 -0.24 ppm, and CO2 0.26 ppm.Keyword: Effective Microorganisms 4 (EM4), Feed and Catfish AbstrakIkan patin (Pangasius hypopthalmus) banyak dibudidayakan dalam keramba jaring apung, hapa dan  di kolam-kolam. Upaya untuk percepatan pertumbuhan harus melalui perbaikan mutu makanan. Alternatif dapat dilakukan dengan cara perbaikan komposisi pakan melalui fermentasi dengan Effective Microorganisms 4 (EM4) agar komposisi  protein dan lemak dalam pakan menjadi optimal. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) 4 (empat) perlakuan 3 (tiga) ulangan dengan anlisis Anova. Perlakuan P0 tanpa EM4 (kontrol), P1 EM4 0,5 ml,  P2 1 ml, dan P3 1,5 ml. Hasil penelitian pertumbuhan harian terbaik rata-rata ikan patin berbeda nyata (P<0,5%) P1 1,89  gram diikuti P2 1,86 gram, P3 1,84 gram dan  P0 1,77 gram.  Pertumbuhan mutlak P1 1.23 gram, P2 1.20 gram, P3 1.16 gram dan P0 1.05 gram.  Kelangsungan hidup ikan patin dapat dikatagorikan baik karena berada pada tingkat kematian diatas 95%.  Konversi pakan normal 0.77% – 1.85%. terbaik P1 0.77% dan yang rendah P0 1.85%,  P2 1.24% dan P3 1.77%. Kualitas air relatif normal selama percobaan  suhu 26.5oC, pH 7.98, DO 5.68 ppm, NH3 0,085 -0,24 ppm, dan CO2  0,26  ppm.Kata Kunci : Effective Microorganisms 4 (EM4), Pakan  dan  Ikan Patin
PERBEDAAN WAKTU PEMELIHARAAN TELUR DAN LARVA OLEH INDUK JANTAN TERHADAP DAYA TETAS DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN CUPANG (Betta splendens) M Fauzan; Muhammad Sugihartono; M Yusuf Arifin
Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau Vol 3, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.345 KB) | DOI: 10.33087/akuakultur.v3i2.40

Abstract

Ornamental fish is a type of fish that lives in both fresh and sea water which has attractive and beautiful body shapes or colors. One type of ornamental fish with its own uniqueness compared to other ornamental fish is Betta fish (B. splendens.). As an alternative, the test was carried out for a long time the male parent who cared for larvae at different times on the effect of survival of betta fish larvae on the type of plaque (B. splendens). The parent used in this study is a parent of 4 months old which is prepared as many as 1 pair / container of maintenance and in total there are 12 pairs. The research container used in this study was an aquarium with a water level of 10 cm, 12 pieces. Each container is labeled according to randomization and is equipped with aeration with a small pressure. The water used in this study is water originating from excavated wells. Before use water is first deposited to remove sedimentation. For the best treatment, the highest survival rate of betta (B. splendens) larvae was found in treatment A, which was 11.56%, followed by treatment B (8.44%), then treatment C (7.51%) and treatment D (4.81%). The highest absolute length growth is found in treatment D, which is equal to 14.33 mm, followed by treatment C (14.00 mm), then treatment B (12.83 mm) and treatment A (11.17 mm).Keywords: Plaque Betta Fish, Maintenance Length by Male Parent, Survival, Growth, Water Quality.AbstrakIkan hias merupakan jenis ikan yang hidup di air tawar maupun laut yang mempunyai bentuk atau warna tubuh menarik dan indah. Salah satu jenis ikan hias dengan keunikan tersendiri dibandingkan ikan hias lainnya adalah ikan cupang (B. splendens.). Sebagai alternatif uji yang dilakukan adalah lama induk jantan yang mengasuh larva dengan waktu yang berbeda terhadap pengaruh kelangsungan hidup larva ikan cupang jenis plakat (B.  splendens).Induk yang digunakan dalam penelitian ini adalah induk yang berumur 4 bulan yang di persiapkan sebanyak 1 pasang / wadah pemeliharaan dan secara total berjumlah 12 pasang.Wadah penelitian yang digunakan dalampenelitian ini adalah akuarium dengan ketinggian air 10 cm, sebanyak 12 buah. Masing-masing wadah diberi label sesuai dengan pengacakan dan dilengkapi aerasi dengan tekanan yang kecil. Air yang digunakan dalam penelitian ini adalah air yang berasal dari sumur galian. Sebelum digunakan air terlebih dahulu diendapkan untuk menghilangkan sedimentasi. Untuk perlakuan yang terbaik menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup larva ikan cupang (B. splendens) tertinggi terdapat pada perlakuan A yaitu sebesar 11,56% selanjutnya diikuti perlakuan B (8,44%), kemudian perlakuan C (7,51%) dan perlakuan  D (4,81%). Pertumbuhan panjang mutlak tertinggi terdapat pada perlakuan D yaitu sebesar 14,33 mm selanjutnya diikuti oleh perlakuan C (14,00 mm), kemudian perlakuan B (12,83 mm) dan perlakuan  A (11,17 mm).Kata Kunci :Ikan cupang Plakat, Lama Waktu Pemeliharaan Oleh Induk Jantan, Kelangsungan Hidup, Pertumbuhan, Kualitas air.
KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN PATIN (Pangasius hypophthalmus) PADA SISTEM AKUAPONIK DENGAN KEPADATAN TANAMAN AIR YANG BERBEDA Muarofah Ghofur; Muhammad Yusuf Arifin
Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau Vol 3, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.626 KB) | DOI: 10.33087/akuakultur.v3i2.32

Abstract

The purpose of this research is to know the optimum plant density of water for the maintenance of fish catfish (P. hypophthalmus) on akuaponik system in order to produce a high fish survival. As for the benefits of this activity is to improve the production results mainlyfrom the  fishery  commodity  fish catfish  (P. hypophthalmus).  This research plan will be implemented in March and July of 2018 in the porch Area Fish Seed Telanaipura the province of Jambi. Research conducted using Complete Random Design environmental design (RAL) with four (4) treatment and three replicates, each treatment are: A treatment: 5 bar/hole, B treatment: 10bar/hole, the treatment C: 15 shaft/hole,  D treatment: 20 bar/hole.  The  research of the parameters observedwere: survival rates of fish and water quality. Keywords: Aquatic plants, fish catfish, akuaponik AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kepadatan optimum tanaman air untuk pemeliharaan ikan patin (P. hypophthalmus) pada sistem akuaponik agar dapat menghasilkan kelangsungan hidup ikan yang tinggi. Adapun manfaat dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan hasil produksi perikanan terutama dari komoditas ikan patin (P. hypophthalmus). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai bulan Juni tahun 2018 di Balai Benih Ikan Daerah Telanaipura Provinsi Jambi. Penelitian yang dilakukan menggunakan rancangan lingkungan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 (empat) perlakuan dan 3 (tiga)  ulangan, masing – masing perlakuan tersebut adalah : perlakuan A : 5 batang/lubang, perlakuan B : 10 batang/lubang, perlakuan C : 15 batang/lubang, perlakuan D : 20 batang/lubang. Parameter penelitian yang diamati adalah: Tingkat Kelangsungan Hidup Ikan dan Kualitas Air. Hasil penelitian yang diperoleh adalah tingkat kelangsungan hidup ikan patin selama dipelihara dengan system akuaponik sebesar 84,68 persen dan hasil pengukuran kualitas air menunjukkan suhu berkisar antara 28,7-31,5, pH berkisar 5-7, oksigen terlarut sekitar 3-7 mg/L dan karbondioksida 0,345-0,803 mg/L. Sedangkan nitrat sebesar 0,005-0,028 mg/L, nitrat berkisar antara 0,12-0,25 mg/L dan amoniak sekitar 0,0111-0,033 mg/L.Kata kunci : tanaman air, ikan patin, akuaponik
SUHU OPTIMAL UNTUK KELANGSUNGAN HIDUP PEMELIHARAAN LARVA IKAN BOTIA (Chromobotia macrachantus) Muarofah Ghofur; Muhammad Sugihartono; Husna Daya Aulia
Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau Vol 3, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.168 KB) | DOI: 10.33087/akuakultur.v3i2.34

Abstract

Temperature is one of the most dominant water quality parameters on the survival of fish, and almost every living organism has the optimum temperature for its life. One of the obstacles in the cultivation activity is the high level of death in the most critical phase of the larvae so that the handling and carrying capacity of optimal environmental conditions can minimize the death of the larvae as well as the extreme temperature changes will also cause higher death rates of larvae. In the maintenance effort, the quality and quantity of the resulting larva becomes an important factor, as the success of production support to reach the next phase. Therefore, to find out the larval synthesis is done research about the optimum temperature with treatment temperature 240C, 260C, 280C and 300C to the survival of maintenance of botia larvae (Chromobotia macrachantus). The water quality parameters of CO2, NH3, DO, and pH are carried out at the beginning and end of the study for 28 days. The results showed that the highest survival rate at temperature treatment 240C and 260C with a value of 100%.Keywords : Botia Larvae, Temperature, Survival Rate AbstrakSuhu merupakan salah satu parameter kualitas air yang sangat dominan terhadap kelangsungan hidup ikan, dan hampir setiap organisme yang hidup didalamnya memiliki suhu optimum untuk kehidupannya. Salah satu kendala dalam kegiatan budidaya adalah tingginya tingkat kematian pada fase paling kritis yaitu larva sehingga penanganan dan daya dukung kondisi lingkungan yang optimal dapat meminimalisir kematian larva demikian pula dengan perubahan suhu yang ekstrim juga akan menyebabkan tingkat kematian larva semakin tinggi. Dalam upaya pemeliharaan, kualitas dan kuantitas larva yang dihasilkan menjadi faktor penting, sebagai penunjang keberhasilan produksi  hingga mencapai fase selanjutnya. Oleh karena itu, untuk mengetahui sintasan larva dilakukan penelitian mengenai suhu optimal dengan suhu perlakuan 240C, 260C, 280C dan 300C terhadap kelangsungan hidup pemeliharaan larva ikan botia (Chromobotia macrachantus). Parameter kualitas air yitu CO2, NH3, DO, dan pH dilakukan pada awal dan akhir penelitian yang dilakukan selama 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup tertinggi pada perlakuan suhu 240C dan 260C dengan nilai sebesar 100%.Kata Kunci : Larva Botia, Suhu,Tingkat Kelangsungan Hidup
UJI DAYA HAMBAT BAWANG HUTAN Eleutherine palmifolia DENGAN METODE EKSTRAKSI BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Aeromonas hydrophila safratilofa safratilofa; Muhammad Sugihartono
Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau Vol 3, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.625 KB) | DOI: 10.33087/akuakultur.v3i2.36

Abstract

The purpose of this research is to know the difference of inhibitory power of onion (Eleutherine palmifolia) with different extraction method to Aeromonas hydrophila bacteria growth. Extraction method that done in this research there are four that is infusion, dekoksi, maserai with 96% alcohol and maceration with 96% ethanol. The method used to look at the inhibitory power of E. palmifolia on the growth of A. hydrophila bacteria is the method of disc diffusion by looking at the inhibit zone results around the disc paper. The hypothesis proposed is the effect of inhibitory power of different methods of extracting E. palmifolia on the growth of A. hydrophila bacteria. The results showed the widest resistor zone found in the treatment of maceration with alcohol that is the amount of 3,5 mmKeywords : Inhibitory potential test,  Extraction Method,  Eleutherine palmifolia, Aeromonas hydrophila.  AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan daya hambat bawang hutan (Eleutherine palmifolia) dengan metode ekstraksi berbeda terhadap pertumbuhan bakteri Aeromonas hydrophila. Metode ekstraksi yang dilakukan pada penelitian ini ada empat yaitu infusi, dekoksi, maserai dengan alkohol 96% dan maserasi dengan etanol 96%. Metode yang digunakan untuk melihat daya hambat E. palmifolia terhadap pertumbuhan bakteri A. hydrophila adalah metode disc diffusion yaitu dengan melihat hasil zona hambat disekitar kertas cakram.  Hipotesis yang diajukan yaitu adanya pengaruh daya hambat dari perbedaan metode ektraksi E. palmifolia terhadap pertumbuhan bakteri A. hydrophila. Hasil yang didapat menunjukkan zona hambat terluas terdapat pada perlakuan maserasi dengan alkohol yaitu sebesar 3,5 mmKata Kunci : Uji Daya Hambat, Metode Ekstraksi, Eleutherine palmifolia, Aeromonas hydrophila.

Page 1 of 1 | Total Record : 5