cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau
ISSN : 25034766     EISSN : 25978837     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal akuakulktur sungai dan danau merupakan jurnal ilmiah yang diperuntukkan untuk bidang ilmu perikanan budidaya khusus tema kajian perairan sungai dan danau. Jurnal ini memuat artikel ilmiah hasi-hasil penelitian lingkup bidang ilmu perikanan budidaya yang dapat bersumber dari para penulis dari berbagai instansi. Jurnal ini dibentuk oleh tim redaksi Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Batanghari bersama dengan tim mitra bestari. Jurnal akuakultur sungai dan danau diterbitkan sebanyak 2 (dua) kali dalam satu tahun yakni pada bulan April dan Oktober setiap tahunnya.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2019): April" : 5 Documents clear
KEBERHASILAN DAYA TETAS TELUR IKAN PATINSIAM (Pangasius hypophthalmus) YANG DIRENDAM DENGAN EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper betle. L) Novizal Novizal
Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau Vol 4, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (828.837 KB) | DOI: 10.33087/akuakultur.v4i1.49

Abstract

This study aims to determine the effective concentration of betel leaf extract to attack fungi and bacteria in the process of hatching catfish eggs. The benefits of this study are to improve fisheries production by using natural ingredients of betel leaf extract. The research activity was carried out at the People's Hatchery Unit (UPR) Kelurahan Kenali Besar, Alam Barajo sub-district, Jambi city in March to April 2018. The research was carried out using a completely randomized Stack (RAL) environment design with 4 treatments and 3 replications, each the treatment is: P1: concentration of 1.00 ml / l. P2: concentration of 1.50 ml / l. P3: concentration of 2.00 ml / l. And control without the administration of betel leaf extract. The research parameters observed were: Patent Power of Catfish Eggs and Water Quality. The results of soaking catfish eggs with betel leaf extract showed that the concentration of 1.50 ml / l gave a high hatchability of 94.33%. and the measurement results of water quality temperature 270C, Ph ranged from 7.9 to 8.2, dissolved oxygen ranged from 7.63-7.85 mg / l, carbon dioxide ranged from 0.0411-0.0573 mg / l and ammonia 0.0130- 0.0300. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi yang efektif ekstrak daun sirih terhadap serangan jamur dan bakteri pada proses penetasan telur ikan patin. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil produksi perikanan dengan cara pemanfaatan bahan alami ekstrak daun sirih. Kegiatan  Penelitian ini dilaksanakan di Unit Pembenihan Rakyat (UPR) Kelurahan Kenali Besar kecamatan Alam Barajo kota Jambi pada bulan Maret sampai bulan April tahun 2018. Penelitian yang dilakukan mengunakan rancangan lingkungan Rangcangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, masing-masing perlakuan tersebut adalah : P1 : konsentrasi 1,00 ml/l. P2 : konsentrasi 1,50 ml/l. P3 : konsentrasi 2,00 ml/l. Dan kontrol tanpa pemberian ekstrak daun sirih. Parameter penelitian yang diamati adalah: Daya Tetas Telur Ikan Patin dan Kualitas Air. Hasil perendaman telur ikan patin dengan ekstrak daun sirih menunjukkan bahwa konsentrasi 1,50 ml/l memberikan daya tetas telur yang tinggi sebesar 94,33%. dan hasil pengukuran kualitas air suhu 270C, Ph berkisar 7,9-8,2, oksigen terlarut berkisar 7,63-7,85 mg/l, karbondioksida berkisar 0,0411-0,0573 mg/l dan ammonia 0,0130-0,0300.
UJI INVITRO EKSTRAK BAWANG HUTAN (Eleutherine palmifolia.(Mill) Urb) TERHADAP BAKTERI Vibrio harveyi PENYEBAB PENYAKIT VIBRIOSIS PADA BUDIDAYA IKAN safratilofa safratilofa
Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau Vol 4, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.674 KB) | DOI: 10.33087/akuakultur.v4i1.51

Abstract

Serangan penyakit bakterial merupakan satu kendala utama dalam peningkatan produksi kegiatan budidaya ikan seperti Vibrio harveyi yang dapat menyebabkan penyakit Vibriosis. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis terbaik dari aplikasi pemanfaatan ekstrak bawang hutan secara invitro sebagai upaya pencegahan dan pengobatan pada bakteri penyebab penyakit dalam budidaya ikan. Kosentrasi ekstrak bawang hutan yang digunakan yaitu 5 mg/ml, 10 mg/ml, 20 mg/ml, 40 mg/ml, kontrol negatif (K-) dengan menggunakan akuades steril, dan kontrol positif (K+) dengan menggunakan antibiotik Chloramphenicol 5 mg/ml dan 30 mg/ml. Berdasarkan zona bening yang diperoleh pada uji daya hambat ekstrak bawang hutan bahwa konsentrasi terbesar yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri V. Harveyi sebesar 1.3 cm pada konsentrasi 40 mg/ml. Semakin tinggi konsentrasi daya hambat yang dihasilkan semakin besar.Kata Kunci:  Daya  Hambat, Eleutherine palmifolia.(Mill) Urb, Vibrio harveyi,in vitro
LAMA WAKTU DAN PERKEMBANGAN TELUR IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypophtalmus) DALAM CORONG PENETASAN DENGAN KEPADATAN YANG BERBEDA Donly Sitinjak; Muhammad Sugihartono; Muarofah Ghofur
Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau Vol 4, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.134 KB) | DOI: 10.33087/akuakultur.v4i1.42

Abstract

Ikan patin adalah salah satu komiditi ikan air tawar introduksi dari Thailand yang pesat perkembangan budidayanya di Indonesia (Hamid dan Setyowibowo, 2010). Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan pada masa pembenihan, salah satunya adalah tingkat kepadatan telur pada saat penetasan, kepadatan yang tinggi dapat menyebabkan rendahnya daya tetas dan lambatnya fase perkembangan telur, hal ini disebabkan karena semakin tinggi kepadatan telur maka semakin sempit/kecil kesempatan embrio telur untuk berkembang hal ini bisa menghambat perkembangan telur (Marzuki, 2013). Adapun manfaaf dari kegiatan ini adalah meningkatkan hasil produksi perikanan terutama dari komuditas ikan patin melalui penggunaan teknologi budidaya yang tepat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan maret-april tahun 2018 di di UPR (Unit Pembenihan Rakyat)  Kenali Besar. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap ( RAL ) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, dimana masing-masing perlakuan tersebut adalah : perlakuan A 1000 butir/liter, perlakuan B 1200 butir/liter, perlakuan C 1400 butir/liter dan perlakuan D 1600 butir/liter. Parameter yang diamati adalah : Lama waktu penetasan, Morfologi telur dan kualitas air. Hasil penelitian yang diperoleh untuk perlakuan terbaik lama waktu penetasan adalah perlakuan B 25,35 jam, morfologi telur diapatkan dari warna dan ukuran setiap perlkuan tidak berbeda.
KELANSUNGAN HIDUP LARVA IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypopthalmus) HASIL PENETASAN TELUR YANG DIRENDAM EKSTRAK DAUN TEH Muhlis Muhlis; Muarofah Ghofur; Muhammad Sugihartono
Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau Vol 4, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.648 KB) | DOI: 10.33087/akuakultur.v4i1.46

Abstract

Ikan patin siam adalah jenis ikan yang secara taksonomi termasuk species Pangasius  hypophthalmus yang hidup di perairan tropis Indo Pasific SNI (2000).   Di Indonesia ikan patin mempunyai prospek yang baik dalam pemasaran, karena mempunyai nilai ekonomis yang tinggi  baik pada tingkat benih sebagai ikan hias maupun pada tingkat dewasa sebagai ikan konsumsi. Adapun salah satu penghambat keberhasilan dalam usaha budidaya ikan patin siam (P.  hypophthalmus) adalah serangan penyakit baik pada ikan dewasa, benih, bahkan pada fase telur. Daun teh mengandung senyawa antibakteri dan jamur yaitu tanin dan flavonoid yang mampu menghambat seranggan bakteri dan jamur (Martono dan Setiyono, 2014). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada pembenih dengan cara pemanfaatan ekstrak daun teh (C.  sinensis) yang diberikan pada telur ikan patin siam (P.  hypohthalmus ) sebagai antibakteri pada proses penetasan telur ikan patin siam (P.  hypohthalmus). Kegiatan penelitian ini dilakukan di unit pembenihan rakyat (UPR) kenali besar kota jambi yang  dilaksanakan selama 1 bulan. Rencana Penelitian ini menggunakan rancangan lingkungan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulanagan, dengan masing-masing perlakuan tersebut adalah : (Perlakuan A) Konsentrasi 0,4 ml/L, (Perlakuan B) Konsentrasi 0,6 ml/L, (Perlakuan C) Konsentrasi 0,8 ml/L, (Perlakuan D) Konsentrasi 0 ml/L. Parameter yang diamati adalah : Tingkat kelansungan hidup larva dan kualitas air. Hasil penelitian yang diperoleh untuk perlakuan terbaik didapat pada perlakuan B dengan persentase sebesar 89,27%.
Optimalisasi Suhu Terhadap DayaTetas (Hatching Rate) Telur Ikan Komet (Carassius auratus) Edi Candra
Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau Vol 4, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.413 KB) | DOI: 10.33087/akuakultur.v4i1.48

Abstract

Comet fish is one type of ornamental fish that has been widely cultivated because it has an attractive body shape and color. The main obstacle in the development of comet fish farming is the limited number of seeds, both in quality and quantity. Egg quality is a major factor in the success of fish hatcheries. According to Andriyanto et al, (2013) quality eggs have a high level of fertilization and hatching (high fertility and hatching rate). Putri et al. (2013) stated that water quality factors, especially temperature, were very important factors in the life of the organism. The study was conducted for 1 month which was implemented April to May 2018. The place of research was carried out at the UPR (Rakyak hatchery unit). big. environmental design Completely Randomized Design (CRD) with 4 (four) treatments and 3 (three) replications, each treatment is: Treatment A: Temperature 26 oC + Eggs 100 grains, Treatment B: Temperature 28oC + Eggs 100 grains, Treatment C: Temperature 30 oC + Egg 100 grains, Treatment D: Temperature 32oC + Eggs 100 grains. The parameters observed were: Egg hatchability and water quality. The results obtained for the best temperature treatment were treatment B with a temperature treatment of 28oC with hatchability of 73.33%.Ikan komet merupakan salah satu jenis ikan hias yang telah banyak dibudidayakan karena memiliki bentuk tubuh serta warna yang menarik.Kendala utama dalam pengembangan budidaya ikan komet adalah terbatasnya benih, baik dalam kualitas maupun kuantitasnya.Kualitas telur merupakan faktor utama keberhasilan dalam pembenihan ikan. Menurut Andriyanto et al, (2013) telur yang berkualitas memiliki tingkat pembuahan dan penetasan yang tinggi (fertilitas dan hatching rate tinggi). Putri et al, (2013) menyatakan bahwa faktor kualitas air terutama suhu merupakan faktor yang sangat penting dalam kehidupan organisme, Penelitian ini dilaksanakan selama 1 bulan yang telah dilaksanakan april  sampai dengan bulan mei 2018. Tempat penelitian dilaksanakan di UPR (unit pembenihan rakyak) kenali besar.rancangan lingkungan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 (empat) perlakuan dan 3 (tiga) ulangan, masing-masing perlakuan tersebut adalah :Perlakuan A : Suhu 26 oC + Telur 100 butir, Perlakuan B : Suhu 28oC + Telur 100 butir, Perlakuan C : Suhu 30 oC + Telur 100 butir, Perlakuan D : Suhu 32oC + Telur 100 butir. Parameter yang diamati adalah : Daya tetas telur dan kualitas air. Hasil penelitian yang diperoleh untuk perlakuan suhu yang terbaik adalah perlakuan B dengan perlakuan suhu 28oC dengan daya tetas sebesar 73,33%.

Page 1 of 1 | Total Record : 5