cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
historis.ummat@gmail.com
Editorial Address
http://journal.ummat.ac.id/index.php/historis
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah
ISSN : 26224763     EISSN : 26141167     DOI : https://doi.org/10.31764/historis
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Historis merupakan jurnal yang memuat naskah atau hasil penelitian di bidang kependidikan khususnya sejarah yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UM Mataram dengan ISSN 2549-7332 (Print) dan ISSN 2614-1167 (Online). Terbit pertama kali Juni 2017. Adapun ruang lingkup Jurnal Historis berupa hasil penelitian pendidikan & pengembangan kependidikan di bidang sejarah, sosial, sosiologi, budaya, adat istiadat, permainan rakyat, lembaga kemasyarakatan yang bergerak di bidang sejarah dan sosial dalam pengembangan pemuda, remaja, dan masyarakat secara berkelanjutan. Artikel yang masuk ke meja tim redaksi akan melalui proses seleksi mitra bestari/editor. Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak 2 kali dalam setahun yaitu Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2018): JUNI" : 5 Documents clear
PERJUANGAN ANGKATAN MUDA MASYARAKAT DENA DALAM MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA DI BIMA Safrudin Safrudin; Rustam Rustam
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 3, No 1 (2018): JUNI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.006 KB) | DOI: 10.31764/historis.v3i1.1377

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk a). Mendeskripsikan sejarah perjuangan Masyarakat Dena dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia di Bima, b). Mendeskripsikan tokoh yang berperan dalam mmempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia di Bima. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Bima merupakan barometer perjuangan dan perlawanan terhadap penjajah untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia di Bima,  rakyat Dena memiliki andil yang sangat besar bagi kemerdekaan. Rasa patriotisme dan nasionalisme yang di miliki oleh Masyarakat itu diwujudkan dengan melakukan perlawanan bersenjata yang menjadi pembangkit dan pemicu bagi rakyat hal inilah yang mengakibatkan Masyarakat Dena menjadi barometer perlawanan terhadap penjajah di Desa Dena. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, sedangkan metode yang digunakan adalah metode sejarah yang terdiri dari tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Bima merupakan barometer perjuangan dan perlawanan terhadap penjajah untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia di Bima,  rakyat Dena memiliki andil yang sangat besar bagi kemerdekaan. Rasa patriotis me dan nasionalisme yang di miliki oleh Masyarakat itu diwujudkan dengan melakukan perlawanan bersenjata yang menjadi pembangkit dan pemicu bagi rakyat hal inilah yang mengakibatkan Masyarakat Dena menjadi barometer perlawanan terhadap penjajah di Desa Dena. Hasil penelitian ini mengajukan beberapa saran antara lain yaitu a). Kepada para pendidik khususnya yang memegang mata pelajaran sejarah diharapkan karya tulis ini dapat dijadikan sebagai bahan acuan dalam mengajarkan sejarah daerah agar para peserta didik tidak lupa akan sejarahnya khususnya sejarah daerah Bima. b). Sejarah adalah cerminan masa lalu untuk dijadikan sebagai pedoman dalam menapak masa depan.Untuk itu disarankan bagi peserta didik sebagai generasi muda Daerah Bima diharapkan tekun dalam mempelajari sejarah Daerahnya. Ambil hikmahnya dan buang ampasnya karena tak ada kebanggaan yang patut diwarisi kecuali keteladanan dalam mengembangkan tugas dan tanggung jawab masa depan. c). Kepada peneliti lain disarankan agar melakukan penelitian yang lebih luas dan mendalam dengan buku – buku yaang konkrit agar hasil yang dicapai dapat maksimal dan obyektif.Abstract: The purpose of this research for a). Describing the history of the struggle of Dena society in defending the independence of the Republic of Indonesia in Bima, b). Describing the role of the people who play in the independence of the Republic of Indonesia in Bima. The results of this study concluded that Bima is a barometer of struggle and resistance to the invaders to seize and defend the independence of the Republic of Indonesia in Bima, Dena people have a huge share for independence. The sense of patriotism and nationalism possessed by the society was manifested by the armed resistance that became the generator and the trigger for the people of this matter that resulted in Dena society being a barometer of resistance to The invaders in Dena village. The approach used in this study is a qualitative approach with a descriptive method, whereas the method used is a historical method consisting of heuristic stages, criticism of sources, interpretation and historiography. The results of this study concluded that Bima is a barometer of struggle and resistance to the invaders to seize and defend the independence of the Republic of Indonesia in Bima, Dena people have a huge share for independence. The patriotic sense of me and nationalism possessed by the society was manifested by the armed resistance that became the generator and the trigger for the people of this matter that resulted in Dena society being a barometer of resistance to The invaders in Dena village. The results of this study asked some advice, among others, a). To educators, especially those who hold historical subjects are expected to work this paper can be used as a reference material in teaching the local history so that the learners do not forget about their history in particular the historical area of Bima. b). History is a reflection of the past to serve as a guideline in the future of the future. Therefore, it is recommended for learners as the younger generation of Bima region is expected to be diligent in studying the history of his region. Take the wisdom and dispose of its severity because there is no pride to be inherited except for the accuracy of developing future duties and responsibilities. c). To other researchers it is advisable to do a wider and deeper research with the books of the concrete so that the results achieved can be maximal and objective.
MOTIF DAN CORAK KRE ALANG DALAM PERSPEKTIF NILAI BUDAYA Rosada Rosada; Sinta Purwati
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 3, No 1 (2018): JUNI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (920.797 KB) | DOI: 10.31764/historis.v3i1.1378

Abstract

Abstrak: Dalam penelitian ini rumusan masalah yang diajukan yakni bagaimana motif dan corak dalam tenunan Kre alang dan bagaimana perspektif nilai budaya yang terkandung dalam tenunan Kre alang?. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana motif dan corak dalam tenunan Kre alang dan bagaimana perspektif nilai budaya yang terkandung dalam tenunan Kre alang. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi, yang bertujuan untuk mempelajari kebudayaan dari suku bangsa. Pendekatan etnografi sendiri mempelajari pola-pola kelakuan yang terdapat dalam struktur kehidupan masyarakat seperti adat istiadat, perkawinan, sistem mata pencaharian, sistem politik, agama, struktur kekerabatan, cerita rakyat, musik dan bagaimana perbedaan diantara pola-pola tersebut dalam masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kre alang merupakan kain tenun khas Sumbawa yang memiliki makna dalam setiap motif-motifnya. Motif-motif dalam Kre alang memiliki sebuah arti yang berkaitan dengan kehidupan agraris warga masyarakat, kemudian pengembangan kain tenun Kre alang dalam segi model, bentuk dan desain tidak ada perubahan hingga saat ini dikarenakan penenun masih mempertahankan cara pemakaian orang-orang terdahulu. Masyarakat Sumbawa menyadari kalau kain songket Kre alang dijadikan salah satu ikon kota Sumbawa dilihat dari nilai-nilai budaya yang terkandung dalam kain songket Kre alang nilai dan panutan hidup orang-orang Sumbawa terdahulu yang disampaikan melalui hasil karya. Kre alang merupakan bentuk karya manusia yang bisa dirubah seiring berjalannya waktu, tergantung dari tuntutan zaman pada saat itu.Abstract: In this study formulated the problem that is how the motives and patterns in the woven Kre Alang and how the perspective of cultural value contained in the woven Kre Alang?. The purpose of this research is to know how the motives and patterns in the woven Kre Alang and how the perspective of cultural values contained in the woven Kre Alang. The study used qualitative research with an ethnographic approach, which aims to study the culture of the ethnic group. The ethnographic approach itself examines the patterns of behaviour contained in the structure of people's lives such as customs, marriages, livelihood systems, political systems, religions, kinship structures, folklore, music and how Differences between the patterns in the community. The results of this research show that Kre Alang is a typical weaving cloth of Sumbawa which has meaning in each of its motives. The motifs in Kre Alang has a meaning related to the life of agrarian community, then the development of woven cloth Kre Alang in terms of model, shape and design is no change until now because weavers still To maintain the way people use them. Sumbawa Community recognizes that the songket fabric of Kre Alang is used as one of Sumbawa's city icons as seen from the cultural values contained in the fabric of Songket Kre Alang value and the role of life of the previous Sumbawa people delivered through the results Works. Kre Alang is a form of human work that can be changed over time, depending on the demands of the times at that time.
PENGARUH IMF (INTERNATIONAL MONETARY FUND) DALAM PENGAMBILAN KEBIJAKAN EKONOMI- POLITIK INDONESIA PADA MASA PEMERINTAHAN ORDE BARU (1967-1974) Dewita Harthanti; Nuryana Nuryana
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 3, No 1 (2018): JUNI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.205 KB) | DOI: 10.31764/historis.v3i1.1379

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan Mendeskripsikan  pengaruh IMF (international  monetary   fund) dalam pengambilan kebijakan ekonomi pada masa pemerintahan Orde Baru (1967-1974).dan Mendeskripsikan pengaruh IMF (international monetary   fund)  dalam pengambilan kebijakan politik Indonesia pada masa Orde Baru (1967-1974). Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan kajian kepustakaan  dengan menggunakan metode historis karena penelitian ini diarahkan untuk meneliti, mengkaji dan menjelaskan peristiwa masa lalu melalui metode sejarah yang bersifat kualitatif. Susunan penelitian menggunakan kualitatif yaitu penelitian yang tidak menggunakan statistik dengan ciri khas tersendiri. Hasil yang diperoleh dari penelitian adalah Ketergantungan Indonesia terhadap pihak asing membuat negeri ini tergadaikan perekonominya. IMF bisa dikatakan sebagai penghubung antara pemerintah dengan para investor. Pemerintah hanya sebagai fasilitator masuknya para pemodal asing untuk mengeksploitasi kekayaan alam yang ada di Indonesia, baik berupa barang maupun  jasa.  2). Pengaruh IMF (International Monetary Fund) dalam hal pemotongan subsidi terhadap kebutuhan dasar rakyat (BBM, Listrik, dan Air). Dengan memotong subsidi bagi kehidupan rakyat, maka rakyat akan berontak, atau akan terjadi huru-hara dalam kehidupan sosial masyarakat, kegiatan ekonomi akan macet, produktivitas akan menurun,  kegiatan ekspor turun, tidak punya devisa, dan utang luar negerinya tidak akan terbayar dan inilah terjadi pada masa pemerintahan Orde Baru. 3). Pengaruh IMF (International Monetary Fund) dalam hal deregulasi dunia usaha. Soeharto juga membawa kembali investasi asing dari luar negeri yang praktis menghilang  dibawah pemerintahan Soekarno karena alasan ideologis, ketidakstabilan politik, dan pengelolaan perekonomian yang salah. Secara bijak, Soeharto berkonsentrasi pada pembangunan dalam negeri dan pembangunan ekonomi. Dan ia tidak memiliki banyak pilihan karena keterbatasan Indonesia dihampir semua bidang setelah pertualangan internasional Soekarno. Masyarakat internasional mendukung program-program Soeharto dalam menjadwal ulang utang Indonesia di Tokyo. Melalui IGGI ( Inter goverenmental group on Indonesia.Abstract: This research aims to describe the influence of IMF (International Monetary Fund) in the economic policy of the New Order (1967 – 1974). And describing the influence of IMF (International Monetary Fund) in the Indonesian political policy during the New Order (1967-1974). The research methods used in this study are qualitative research with the study of literature using historical methods because the research is aimed at researching, reviewing and explaining past events through Qualitative method of history. The research arrangement uses qualitative research that does not use statistics with its own distinctive characteristics. The results obtained from the research are Indonesia's dependence on foreigners to make the country is the economy. The IMF can be said to be a liaison between governments and investors. The Government is only the facilitator in the entry of foreign investors to exploit the natural wealth in Indonesia, both in the form of goods and services.  2). Influence of IMF (International Monetary Fund) in the case of withholding subsidies to the basic needs of the people (BBM, electricity, and water). By cutting subsidies for people's lives, the people will be guided, or there will be riots in the social life of the community, economic activities will be jammed, productivity will decline, export activities down, no foreign exchange, and debt outside His country would not have paid off and this was the case during the New Order administration. 3). Influence of IMF (International Monetary Fund) in terms of deregulation of the business world. Suharto also brought back foreign investments from abroad that practically disappeared under Sukarno's rule for ideological reasons, political instability, and incorrect economic management. Wisely, Suharto concentrated on domestic development and economic development. And it does not have much choice because Indonesia's limitations are almost all fields after the international adventure of Sukarno. The international community supported Suharto's programmes in rescheduling Indonesia's debts in Tokyo. Through IGGI (Inter goverenmental Group on Indonesia.
ANALISIS DAN ADAPTASI MASYARAKAT MAYORITAS BUDHA DI DUSUN LENEK BENTEK Sipa Sasmanda; Bunyamin Bunyamin; Sri Wahyunanik
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 3, No 1 (2018): JUNI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.954 KB) | DOI: 10.31764/historis.v3i1.1380

Abstract

Abstrak: Indonesia adalah satu Negara yang memiliki beranekaragam etnis dan agama. Keanekaragamaan ini menjadi salah satu kekayaan kehidupan berbudaya dan relegi banyaknya etis dan agama tersebut tidak terlepas dari sejarah kebudayaan Indonesia pada masa lalu. Kedatangan agama budha bersamaan dengan agama hindu, Kedatangannya disambut baik oleh warga Negara Indonesia disebabkan karna agama hindu dan budha tidak datang disertai dengan pemberontakan melainkan dengan berdagang diantarany benang wol an sutra. Banyak dari mereka yang menetap di Indonesia kemudian menikahi masyarakat pribumi, kesempatan ini tidak disia-siakan, melainkan mereka berlomba-lomba untuk menyebarkan agama di Indonesia. Dalam penelitian ini akan meneliti berbagai hal tentang. 1) Bagaimanakah masyarakat agama budha didusun lenek desa bentek  , bersosialisasi dan beradaptasi dengan masyarakat agama non budha disekitarnya 2). Bagaimanakah cara masyarakat menyikapi perbedaan  pendapat dalam menyelesaikan masalah antaraa masyarakat kususnya didusun bertetangga 3). Mengapa masyarakat yang beragama budha kususnya didusun lenek desa bentek   hidup berkelompok tidak berbaur dengan agama. Dalam penelitian tentang sosialisasi dan adaptasi masyarakat minoritas sebagai interaksi social masyarakat desa lenek dusun lenek   ini peneliti menggunakan metode fenomenologi pendekatan kualitatif deskritip.Abstract: Indonesia is a country that has a diverse ethnic and religious. This Keanekaragamaan is one of the wealth of cultural life and the ethical and religious strategy is not separated from the history of Indonesian culture in the past. The arrival of Buddhism along with Hinduism, his return was welcomed by the Indonesian citizen because of the Hinduism and Buddhism does not come accompanied by rebellion but by trading on the thread of wool and silk. Many of those who settled in Indonesia then married indigenous peoples, this opportunity is not wasted, but they are competing to spread religion in Indonesia. In this study will examine various things about. 1) How Buddhist society is the village of Bentek villages in the Ganges district of North Lombok, socializing and adapting to the non-Buddhist religious community around 2). How the community is involved in addressing disagreements in solving the problem between the people who have a neighbor's the neighboring 3). Why is the Buddhist Society of the religion of the village of Bentek Fortress in the district Ganges North Lombok living groups do not mingle with religion. In the research on socialization and adaptation of minority communities as social interaction of villagers Lenek Village Lenek District Ganges District North Lombok researchers use the method phenomenological qualitative approach Deskritip.
KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT KERAJAAN PEKAT PASCA LETUSAN GUNUNG TAMBORA TAHUN 1815 DI KECAMATAN PEKAT KABUPATEN DOMPU Ahmad Afandi; Ilmiawan Mubin; Dedy Julkarnain
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 3, No 1 (2018): JUNI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.247 KB) | DOI: 10.31764/historis.v3i1.1376

Abstract

Abstrak: Kerajaan Pekat merupakan salah satu dari tiga kerajaan yang tertimbun oleh letusan Gunung Tambora pada tahun 1815. Wilayah bekas kerajaan Pekat sekarang sudah ditempati kembali setelah lama tidak terpakai. Maka dari itu, perlu diteliti apa yang menyebabkan runtuhnya kerajaan Pekat pada tahun 1815, bagaimana kehidupan sosial ekonomi masyarakat kerajaan Pekat pasca letusan gunung Tambora, serta apa saja yang menjadi peninggalan dari kerajaan Pekat. Penelitian ini bertujuan untuk mendetulisankan dan menjelaskan penyebab runtuhnya kerajaan Pekat pasca letusan gunung Tambora, dan bagaimanakah kehidupan sosial ekonomi dari masyarakat kerajaan Pekat pasca letusan gunung Tambora, serta untuk mengetahui peninggalan-peninggalan dari kerajaan Pekat. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif.Lokasi penelitian bertempat di Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.Teknik analisis data; 1) reduksi data, 2) penyajian dan 3) penarikan kesimpulan. Kesimpulannya yakni, kerajaan Pekat adalah salah kerajaan yang hilang saat kejadian meletusnya gunung Tambora pada tahun 1815, dengan jumlah penduduknya yang paling banyak tertimbun dibandingkan dengan kerajaan Sanggar dan kerjaan Tambora. Pekat sendiri berasal dari kata Papekat yang berarti “burung kakak tua”. Bekas wilayah dari kerajaan Pekat sekarang sudah ditempati setelah lama tidak terpakai pasca letusan Tambora 1815, dan diberi nama dengan nama yang sama dari kerajaan Pekat yaitu Kecamatan Pekat. Kecematan Pekat ditempati oleh berbagai macam suku, dan mata pencaharian mereka pun berbeda-beda. Kehidupan sosial ekonomi masyarakatnya begitu baik dan maju. Adapun peninggalan yang merupakan bukti nyata akan keberadaan kerajaan Pekat di Pulau Sumbawa yang sampai saat ini masih terjaga kelestariannya yakni; 1) tare/Nampan, 2) peti emas, 3) tempat rempah dan penumbuk sirih, dan 4) tempat rempah-rempah.Abstract: The concentrated kingdom was one of three kingdoms that were buried by the eruption of Mount Tambora in 1815. The territory of the former concentrated kingdom is now reoccupied after a long unused. Therefore, it should be examined what caused the collapse of the concentrated kingdom in 1815, how the social economic life of the people of the concentrated Kingdom post the eruption of Mount Tambora, as well as anything that became a relic of the concentrated kingdom. This research aims to Mendetulisankan and explain the cause of the collapse of the concentrated kingdom after the eruption of Mount Tambora, and how the socio-economic life of the people of the concentrated Kingdom post the eruption of Mount Tambora, and to know the relics of the dense kingdom. This method of research uses qualitative methods of descriptive. The research site is located in concentrated district of Dompu district. Data collection techniques using observation techniques, interviews, and documentation. Data analysis techniques; 1) data reduction, 2) presentation and 3) withdrawal of conclusion. In conclusion, the concentrated kingdom is one of the kingdoms lost in the event of the eruption of Mount Tambora in 1815, with the most populous population buried in comparison with the Kingdom of Sanggar and the work of Tambora. Concentrated itself is derived from the word Papekat which means "old bird". The former territory of the concentrated Kingdom is now occupied after a long unused post-eruption of Tambora 1815, and was given the name of the same name from the concentrated kingdom of the concentrated district. Concentrated jealousy is occupied by a wide variety of tribes, and their livelihoods also vary. The socio-economic life of the people is so good and advanced. The relic that is the apparent evidence of the existence of the concentrated kingdom on Sumbawa Island is still preserved in its sustainability, namely; 1) tare/tray, 2) Gold crates, 3) place spices and betel nut, and 4) place spices.

Page 1 of 1 | Total Record : 5