cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
telaah.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1, Pagesangan, Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Telaah
ISSN : 24772429     EISSN : 26206226     DOI : 10.31764
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Telaah adalah wadah publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Mataram. Artikel/karya tulis yang dimuat dalam jurnal ini adalah karya tulis hasil penelitian dan hasil pemikiran (telaah kritis) mengenai pendidikan, bahasa, serta sastra indonesia. Kontributor yang dapat mempublikasikan tulisanya pada jurnal ini adalah para akademisi (dosen dan guru), praktisi, dan pemerhati dibidang pendidikan, bahasa, dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2: Juli 2018" : 6 Documents clear
KESANTUNAN TINDAK TUTUR INTROGATIF DOSEN DALAM PEMBELAJARAN DI KELAS: STUDI KASUS DI PRODI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FKIP UM MATARAM Habiburrahman Habiburrahman
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 3, No 2: Juli 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v3i2.605

Abstract

Dalam komunikasi, kesantunan merupakan aspek penting dalam kehidupan untuk menciptakan komunikasi yang baik di antara penutur dan mitra tutur. Kaitan hubungan bahasa dengan realitas sosial tercermin pula pada proses pembelajaran di kelas dalam menciptakan suasana kampus yang harmonis.  Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur introgatif dosen dalam pembelajaran di kelas, dan 2) untuk mendeskripsikan kesantunan tindak tutur introgatif dosen dalam pembelajaran di kelas. Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini berkaitan dengan hal-hal sebagai berikut: (1) persiapan pengumpulan data, (2) teknik observasi, dan (3) teknik wawancara. Hasil penelitian menunjukkan beberapa bentuk klasifikasi tindak tutur introgatif (pertanyaan). Tindak tutur introgatif yang diungkapkan oleh dosen dibagi menjadi dua, yaitu: 1) bentuk tindak tutur introgatif berdasarkan maksud pengajuannya dapat diklasifikasikan menjadi empat jenis, yaitu: pertanyaan permintaan, pertanyaan retoris, pertanyaan mengarahkan atau menuntun, dan pertanyaan menggali; dan 2) bentuk tindak tutur introgatif berdasarkan tingkat kesulitan jawaban yang diharapkan dapat diklasifikasikan menjadi enam, yaitu: pertanyaan pengetahuan, pertanyaan pemahaman, pertanyaan aplikatif, pertanyaan analisis, pertanyaan sintesis, dan pertanyaan evaluasi. Sedangkan bentuk kesantunan tindak tutur introgatif dapat dibedakan menjadi strategi kesantunan negatif dan strategi kesantunan positif. Strategi kesantunan negatif ada tiga, yaitu 1) kesantunan dengan menggunakan pagar; 2) kesantunan dengan meminimalkan paksaan; dan 3) kesantunan dengan memberikan penghormatan. Sementara strategi kesantunan positif ada dua, yaitu 1) kesantunan dengan menghindari ketidaksetujuan dengan pura-pura setuju, persetujuan yang semu (psedo agreement), menipu untuk kebaikan (mhite lies), atau pemagaran opini (hedging opinicon); dan 2) kesantunan dengan menunjukkan keoptimisan.
ISTILAH-ISTILAH YANG DIGUNAKAN DALAM RITUAL SORONG SERAH AJI KRAMA MASYARAKAT SUKU SASAK: SEBUAH KAJIAN ETNOLINGUISTIK Baiq Yuliatin Ihsani; Nina Nina
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 3, No 2: Juli 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v3i2.601

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan makna yang terkandung dalam ritual sorong serah Aji Krama masyarakat suku Sasak di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Metode yang digunakan dalam mencapai tujuan tersebut, meliputi 1) metode penentuan subjek penelitian, 2) metode pengumpulan data, dan 3) metode analisis data. Metode penentuan subjek penelitian menggunakan purposive sampling yaitu memilih informan sesuai dengan tujuan penelitian. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, metode wawancara, dan metode dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan membuat reduksi data dengan cara abstraksi yaitu mengambil data yang sesuai dengan konteks penelitian dan mengabaikan data yang tidak diperlukan. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa bentuk-bentuk leksikon yang terdapat dalam ritual SSAK masyarakat suku Sasak di Kecamatan Pujut terdiri dari kata dasar, kata jadian, dan kelompok kata (frasa). Makna leksikon yang terdapat dalam penelitian ini meliputi 1) makna linguistik yaitu makna leksikal dan makna gramatikal (kata berimbuhan, kata ulang, dan kelompok kata), 2) makna kultural (budaya), yaitu lebih mengutamakan nilai-nilai agama dan moral. Secara umum makna kultural yang terdapat dalam leksikon tersebut berupa nilai religi, sosial, dan moral. Ritual SSAK berfungsi sebagai pedoman kehidupan bersama, yaitu untuk mengatur masyarakat dalam bertindak dan berbuat dalam menentukan sikap.
KRITIK SOSIAL DALAM PUISI NYANYIAN ANGSA KARYA W.S RENDRA: TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA Linda Ayu Darmurtika
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 3, No 2: Juli 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v3i2.602

Abstract

Puisi Nyanyian Angsa karya W.S Rendra bertemakan penolakan tokoh utama/Maria dalam lingkungan sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsika bentuk-bentuk penolakan yang dialami oleh Maria, seorang perempuan yang bekerja sebagai wanita malam (pelacur) dengan mengkajinya menggunakan pendekatan sosiolagi sastra dengan memokoskan penelitian pada aspek agama. Kritik sosial dalam puisi ini kental terlihat, terutama yang dilakukan oleh pastor. Puisi Nyanyian Angsa mengandung pesan dan kritik terhadap agama terlihat melalui alur dan penokohan tokoh Marai dan pastor. Agama idealnya membawa penganutnya ke arah yang lebih baik, namun Marai sebagai umat yang beragama mendapatkan perlakauan yang tidak baik dalam lingkungan sosialnya, karena statusnya sebagai wanita malam. Agama dalam kajian ini diartikan sebagai sebuah ajaran yang dipegang oleh Maria yang tidak mencerminkan sikap seseorang yang beragama, yang senantiasa bersabar dalam kondisi/keadaan ekonomi yang tidak mendukung.
PRODUKSI UJARAN ANAK DOWN SYNDROME DI SLB NEGERI PEMBINA KOTA MATARAM Ahyati Kurniamala Niswariyana; Baiq Desi Milandari
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 3, No 2: Juli 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v3i2.603

Abstract

 Down syndrome merupakan kelainan yang terjadi pada manusia akibat dari jumlah kromosom berbeda dengan manusia pada umumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) bentuk kata dan kalimat yang mampu diujarkan anak down syndrome, dan 2) pengaruh lingkungan terhadap perkembangan produksi ujaran anak down syndrome. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ini, peneliti akan memfokuskan pada bentuk kata dan kalimat, serta pengaruh lingkungan terhadap perkembangan produksi ujaran. Subjek penelitian adalah anak penyandang down syndrome usia 5-10 tahun di SLB Negeri Pembina Kota Mataram. Data diperoleh melalui metode observasi, metode simak, metode cakap, dan metode perekaman. Analisis data dilakukan dengan reduksi data yang kemudian dilanjutkan dengan penyajian data, dan terakhir verifikasi.
PENGGUNAAN ROI DALAM BAHASA BIMA DI KECAMATAN SAPE KABUPATEN BIMA (KAJIAN SOSIOPRAGMATIK) Munawir munawir
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 3, No 2: Juli 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v3i2.604

Abstract

Roi merupakan bagian dari kekayaan linguistik yang dimiliki oleh masyarakat Bima pada umumnya. Karena hal ini bagian dari kekayaan linguistik untuk itu perlu dilakukan penelitian yang berkaitan dengan bentuk, fungsi, dan faktor penyebab terjadinya roi. Berdasarkan permasalahan di atas, peneliti  merasa perlu untuk meneliti penggunaan roi yang terdapat dalam masyarakat Bima. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori bentuk, fungsi dan faktor penyebab terjadinya tindak tutur dalam berbahasa. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu simak dan catat, rekam, kerja sama dengan informan, dan instrospeksi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan oleh peneliti dapat disimpulkan hasilnya sebagai berikut ini. a) Penggunaan roi dalam masyarakat Bima di Kecamatan Sape dapat dikelompokkan menjadi beberapa bentuk, yaitu: (1) kata; (2) frase; (3) klausa. b) Penggunaan roi dalam masyarakat Bima di Kecamatan Sape berfungsi untuk: (1) kekaguman, (2) mengolok-olok, (3) kegembiraan, (4) menghaluskan, (5) menyuruh, (6) mengabrabkan, (7) menasihati, (8) meminta, dan (9) mempertegas, (10) mengiaskan, dan (11) kekesalan. c) Faktor-faktor penyebab terjadinya roi dalam masyarakat Bima di Kecamatan Sape yaitu (1) faktor psikologi dan (2) faktor sosial yang meliputi status sosial, tingkat pendidikan,  usia, dan  jenis kelamin.
MAKNA UNGKAPAN TRADISIONAL DALAM MASYARAKAT BIMA Nurmiwati Nurmiwati; Fahidah Fahidah
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 3, No 2: Juli 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.73 KB) | DOI: 10.31764/telaah.v3i2.1229

Abstract

Makna penggunaan ungkapan bergantung pada pilihan kata atau kalimat yang digunakan oleh masyarakat dalam melakukan interaksi dalam kehidupan sosial masyarakat. Penggunaan ungkapan dalam kehidupan sehari-hari hanya  digunakan jika penutur ingin menyampaikan tujuan dan maksud dalam hal yang positif maupun yang negatif. Penyampain sindiran dapat disampaikan dengan ungkapan yang halus maupun ungkapan yang tidak halus seperti ungkapan yang digunakan dalam masyarakat Bima.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang makna ungkapan yang disampaikan oleh masyarakat Bima. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif dalam melakukan analisis data. Sedangkan untuk penggumpulan data peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara, catat, rekam, dokumentasi dan teknik terjemahan. Langkah-langkah penganalisisan data dengan menggunakan  yakni reduksi, penyederhanaan, penyajian, deskripsi dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini ditemukan adanya penggunaan makna ungkapan diantaranya; 1) menasehati, 2) memotifasi, 3) memberikan dukungan, 4) mengingatkan, 5) menyadarkan,dan 6) melengkapi, dan 7) menyemangati

Page 1 of 1 | Total Record : 6