cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
STATOR: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 108 Documents
FABRICATION ALAT UJI ROLLING REISTANCE PADA INNER SINGLE ROW DEEP GROOVE BALL BEARING Ahmad Fittoyo; Digdo Listyadi S.; m. Fahrur Rozy H.
STATOR: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin Vol 1 No 1 (2018): JURNAL STATOR
Publisher : STATOR: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bearing merupakan salah satu bagian dari elemen mesin yang berfungsi untuk menahan beban pada dua elemen mesin saling bergerak. Setiap benda yang bergerak akan menimbulkan gesekan. Setiap gesekan yang terjadi akan mengurangi nilai dari tingkat efisiensi, sehingga gaya rolling yang dibutuhkan sangat besar, selain itu juga akan mempengaruhi umur pemakaian dari elemen tersebut. Gaya rolling resistance adalah tahanan terhadap benda yang berputar akibat adanya gaya gesekan terhadap permukaan. Besarnya gaya rolling yang terjadi tergantung pada besarnya koefesien gesek antara dua permukaan. Pada bearing bagian yang berkontak dengan ball bearing adalah bagian inner race (bagian alur dalam) dan outer race (bagian alur luar). Pembuatan Alat Uji Rolling Resistance Bearing ini digunakan untuk mengukur gaya tangensial dari inner bearing. Alat ini di desain dengan mengkombinasikan antara alat pengujian bearing sesuai standar ISO/IEC 17025, serta sebuah alat uji laboratorium untuk rolling resistance pada ban, dengan menggunakan drum sesuai standar ISO 8767 dan 9948. Hasil pembuatan alat uji rolling resistance ini dengan mengatur kecepatan putar bearing dengan 532 rpm, sedangkan beban radial sebesar 155 Newton, dan beban aksial sebesar 140 Newton didapatkan gaya rolling resistance pada bearing 628 sebesar 0.142444 Newton, pada bearing 6200 sebesar 0.155069 Newton, dan pada bearing 6201 sebesar 0.300619 Newton. Kata Kunci: Alat Uji Rolling Resistance, Bearing, Standar Pengujian Bearing
PENGARUH WAKTU TEMPA DAN TEKANAN TEMPA TERHADAP SIFAT MEKANIK AISI 1045 PADA PROSES FRICTION WELDING Khairul Anam; Ahmad Syuhri; Hary Sutjahjono
STATOR: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin Vol 1 No 1 (2018): JURNAL STATOR
Publisher : STATOR: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Friction welding can be used for solid-shaped workpieces that can not be done by SMAW welding method and gas welding. To know the influence of forging time and forging pressure on the mechanical properties of AISI 1045 in the process of friction welding, then tested that is tensile test and hardness with a parameter of forging time 40,80, and 120 second with forging pressure 50,55, and 60 MPa. And to find the influence or not on both variables, this research method using hypothesis test and analysis of variance. The result of the highest tensile test was obtained at forging time 120 seconds with the pressure of 60 MPa is 690,93 N/mm2. And the lowest average tensile test value is obtained at forging time 40 second with 50 MPa forging pressure of 501.93 N/mm2. For the highest hardness test value obtained 233 bhn on forging time parameter of 120 seconds with pressure forging 60 MPa, and The lowest average value test violence obtained 209 bhn on the parameter forging time 40 seconds with forging pressure 50 mpa. The longer time given, will give the opportunity of forging pressure to compress the surface of the workpiece is welded so that it can form a good bond so that it can strengthen the results of friction welding. Keywords: friction welding, forging time, forging pressure, tensile strength, hardness.
PENGARUH FRAKSI VOLUME SERAT TEBU TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN BENDING KOMPOSIT UNSATURATED POLYESTER-AMPAS KOPI Yanuar Alditya Nugraha; Dedi Dwi Laksana; imam sholahuddin
STATOR: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin Vol 1 No 1 (2018): JURNAL STATOR
Publisher : STATOR: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagasse fiber (BF) can be utilized as a reinforcement on composites especially because it is environmentally friendly and comes from renewable resource. In this case, composites use chooped type fibers and manufacturing processes with hand layup method. The volume fraction of unsaturated polyester (UP) as a matrix fixed at 60%, and the fraction of BF and SCG filler varied by 0:40, 10:30, 20:20, 30:10, 40:0. In the application of composite panels, mechanical properties become the main focus in mixing beside to obtaining other characteristics. Addition of spent ground coffee particles (SCG) which decreases the tensile and flexural properties of composites, can be recovered by adding bagasse fiber. The best fraction composition occurred at 10:30 (10BF30SCG60UP), which increased the tensile strength composite (40SCG60UP) by 35.88% and the bending by 14.97%. Eventually, with the cheap, simple method and utilization of industrial waste show the successful experiment to produce stronger and more useful material. Keywords: Bagasse fiber, Composite panel, Mechanical properties.
PENGARUH VARIASI SUHU SIKLUS THERMAL TERHADAP KEKUATAN BENDING KOMPOSIT UNSATURATED POLYESTER SERAT KELAPA Iqbal Varian Sembada; Waldhy Rifki Dermawan; Ramanda Hifani Aulia; Rakhmad Fajar Pambudi; Qodirun Salam Musaffa
STATOR: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin Vol 1 No 1 (2018): JURNAL STATOR
Publisher : STATOR: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komposit merupakan salah satu material yang digunakan pada bidang keteknikan. Ini dikarenakan komposit memiliki sifat kuat, ringan, tahan korosi, ekonomis dsb. Salah satu komposit serat sabut kelapa. Serat sabut kelapa di Indonesia masih belum dimanfaatkan dengan maksimal untuk meningkatkan nilai ekonomisnya. Salah satu aplikasi penggunaan komposit serat sabut kelapa adalah untuk dinding pengganti kayu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek dari beban termal yang berulang terhadap kekuatan bending dari komposit. Pada penelitian ini bahan yang digunakan adalah serat sabut kelapa arah orientasi acak sebagai reinforced dan unsaturated polyester sebagai matrik dengan fraksi volume serat 5%. Metode produksi yang digunakan adalah press hand lay up. Variasi temperatur 30o C, 50o C, 70o C, dan 90o C dengan jumlah pengulangan 10 kali. Pengujian bending yang dilakukan dengan acuan standar ASTM D790. Hasil dari penelitian menunjukkan kekuatan bending tertinggi pada komposit dengan temperatur thermal 30o C sebesar 39,68 MPa. Sedangkan kekuatan bending terendah terjadi pada temperatur thermal 90o C sebesar 24,60 MPa. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa unsaturated polyester ketika diberi beban panas secara kontinyu akan mengalami penurunan kekuatan bending karena mengalami kegagalan debonding pada matrik. Kata Kunci: Hand Lay Up, Unsaturated Polyester, Siklus Thermal Serat Sabut Kelapa
Analisa Torsi Motor Bakar 4 Langkah Berbahan Bakar LPG Pada Variasi Jarak Celah Elektroda Busi Wasik Khoirul
STATOR: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin Vol 1 No 1 (2018): JURNAL STATOR
Publisher : STATOR: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Busi merupakan salah satu komponen penting dalam sistem pengapian yang berfungsi menyediakan api listrik tegangan tinggi untuk membakar campuran bahan bakar dan udara diruang bakar. Salah satu komponen utama yang mempengaruhi kinerja busi adalah pengaturan jarak celah elektroda busi. ketidaktepatan dalam pemilihan jarak celah elektroda busi dapat menyebabkan backfire dan knocking di dalam ruang bakar. Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jarak celah elektroda busi terhadap nilai torsi mesin dengan menggunakan bahan bakar LPG. Parameter yang diteliti dalam penelitian yaitu jarak celah elektroda busi (0,6 mm, 0,7 mm, 0,8 mm dan 0,9 mm), putaran mesin (3000 rpm, 4000 rpm, 5000 rpm, 6000 rpm dan 7000 rpm) dan sudut pengapian 18o BTDC. Hasil dari penelitian diperoleh bahwa jarak celah 0,8 mm mampu menghasilkan torsi optimal pada bahan bakar LPG. Pada celah yang lebar dapat memperluas area karnel api dan mempercepat kenaikan temperatur pembakaran dan dapat mengurangi kerugian panas, sedangkan celah yang terlalu sempit kerugian panas cenderung lebih besar, menghasilkan inti api kecil karena luas area karnel yang sempit, kecepatan penyebaran api yang lambat dan berakibat pada hilangnya percikan api listrik. Hal tersebut berakibat pada kurangnya tenaga yang dihasilkan oleh mesin. Namun celah yang lebar menuntut rasio kompresi tinggi dan tegangan pengapian dari koil yang besar sehingga penyebaran flame area lebih setabil dan tidak terjadi collab pada percikan api busi. Kata kunci: motor bakar LPG, celah elektroda busi, torsi
PENGARUH PENAMBAHAN Mg DAN Sr TERHADAP KEKERASAN KOMPOSIT ADC12/nano-Al2O3 DENGAN METODE STIR CASTING Ahmad Al Kautsar; Salahuddin Junus; Aris Zainul Muttaqina
STATOR: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin Vol 1 No 1 (2018): JURNAL STATOR
Publisher : STATOR: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metal matrix composites generally use Aluminum (Al) as its matrix because of its low density, high processing, and high ductility. Ductility is an important factor that must be possessed on the metal matrix composite because the amplifier used is rigid and brittle. Alumina (Al2O3) is used as a reinforcing particle in a metal matrix composite because it has good thermal stability and hardness as well as a high Young modulus. Aluminum-silicon alloys (Al-Si) are excellent alloys of good melting, which have a good surface, without brittleness, and are excellent for cast alloys. The addition of magnesium (Mg) resulted in a modified rate of silicone eutectic for Al-Si-Mg, with enhanced magnesium (Mg) levels, increased alloy tensile strength but a decreasing percent elongation value. Strontium (Sr) is a common element used to modify eutectic and Si-shaped phases of rough acicular into finer and rounded fibrous forms. A metal matrix composite with a nano-sized Al2O3 particle amplifier can be fabricated using stir casting method with the addition of Mg as a Al2O3 wetting agent. Test results of the addition of Mg, Sr, and nano-Al2O3 to the highest hardness of ADC12 / nano-Al2O3 composites were found in ADC12-8Mg-0.03Sr / 2.5nano-Al2O3 variation at 78.92 HRB. Keywords : Composite Al/nano-Al2O3, alumina, magnesium, strontium, stir casting, hardness
ANALISA THERMAL KOLEKTOR SURYA PELAT DATAR YANG DILENGKAPI PCM CAMPURAN PARAFIN DENGAN BAHAN BERBASIS MINYAK Nanda Jefri AR; Hary Sutjahjono; Dwi Djumharianto
STATOR: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin Vol 1 No 1 (2018): JURNAL STATOR
Publisher : STATOR: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

World energy demand continue to increase throughout civilization people human. Effort to get alternative energy has long been done to reduce dependency of energy that can not be updated, one of them with solar energy usage as a collector for water heaters. Collector water heater be equipped with the media heat exchanger form Phase Change Material (PCM) to optimize collector performance. There are four ingredients used for PCM is a mixture of paraffin with coconut oil, cooking oli, used coconut oi, and used cooking oil each percentage of the four ingredients with as much paraffin 20% of total volume. Conclusions from this study show that useful energy solar collector be equipped PCM that highest score is solar collector that equipped PCM mix – used coconut oil 20% amount 360,36 watt. With increasing rate of heat transfer on PCM paraffin with a mixture of coconut oil used then temperature change or water also increases so that efficiency sola collector the higher it is. Efficiency solar collektor be equipped PCM the biggest mix is PCM mixed paraffin - used coconout oil 20% amount 62% in the minutes to 360. Keywords : Thermal analysis; Solar collector; An oil-based mixture; PCM
ANALISIS PENGARUH SKALA DIAMETER COMBUSTOR DENGAN SUDDEN EXPANSION PADA PEMBAKARAN GAS LPG (LIQUIFIED PETROLEUM GAS) TERHADAP ENERGI OUTPUT PEMBAKARAN Danang Muharyanto; Santoso Mulyadi; Boy Arief Fachri
STATOR: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin Vol 1 No 1 (2018): JURNAL STATOR
Publisher : STATOR: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi yang begitu pesat dewasa ini sangat mempengaruhi jumlah ketersediaan sumber-sumber energi yang tidak dapat diperbaharui yang ada di permukaan bumi yang disebabkan oleh penggunaan sumber energi tersebut, yang sebagian besar dipergunakan sebagai bahan bakar untuk mendukung setiap aktifitas manusia. Proses pembakaran gas LPG terjadi di dalam combustor yang dibuat dengan menggunakan bahan tembaga (Cu). Combustor skala meso memiliki ukuran diameter dalam inlet 4,5 mm dan ukuran diameter dalam outlet divariasikan pada 5 mm, 5,5 mm dan 6 mm. Sedangkan pada combustor skala makro memiliki ukuran diameter dalam inlet 10 mm dan ukuran diameter dalam outlet divariasikan pada 11 mm, 12 mm dan 13 mm. Pengujian dilakukan dengan metode eksperimental untuk memperoleh data yang berupa temperatur dinding combustor dan temperatur nyala api. Data temperatur diolah menjadi data energi, selanjutnya dilakukan analisis energi output pembakaran menggunakan metode regresi berganda dengan menggunakan software minitab 16. Diperoleh hasil efisiensi 97,74% dengan besar energi output 328102 Watt pada skala meso dan diperoleh hasil efisiensi 2,26% dengan energi output 7602 Watt pada skala makro. Kata Kunci: combustor, meso, makro, energi, seminar nasional, teknik mesin, universitas jember
PENGENDALIAN LAJU ALIRAN SERBUK ALUMINIUM TERHADAP FABRIKASI ALUMINA DENGAN MENGGUNAKAN METODE DC THERMAL PLASMA Agung Budi C; Imam Sholahuddin; Salahuddin Junus; m. Fahrur Rozy R; Novi Nur H
STATOR: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin Vol 1 No 1 (2018): JURNAL STATOR
Publisher : STATOR: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alumina (Al2O3) merupakan bahan rekayasa struktural paling hemat biaya dan banyak digunakan sebagai material keramik. Alumina dapat digunakan sebagai media pelapisan dan anoda korban karena alumina mempunyai sifat tahan korosi serta tahan terhadap asam dan basa. Metode penelitian ini menggunakan metode DC thermal plasma arus 20A dengan waktu 10 detik. Tujuan dari penelitian ini adalah dapat mengetahui warna alumina dari setiap variasi laju aliran serbuk aluminium dan mengetahui hasil rata-rata dari laju aliran serbuk aluminium. Dari hasil penelitian ini dengan pengendalian laju aliran serbuk yang meningkat dapat berpengaruh terhadap warna serbuk alumina dan laju aliran serbuk dari aluminium. Kata Kunci: DC thermal plasma, Laju Aliran Serbuk Aluminium, Alumina.
PENGARUH DIAMETER ANNULUS KONSENTRIS PADA HCS (Hydrocarbon Crack System) DENGAN BAHAN BAKAR BIOETANOL TERHADAP UNJUK KERJA MOTOR HONDA SUPRAX 125 Ahmad Mahrus; Aris Zainul Muttaqin; M. Edoward R.
STATOR: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin Vol 1 No 1 (2018): JURNAL STATOR
Publisher : STATOR: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepeda motor merupakan salah satu alat transportasi yang banyak digunakan oleh penduduk Indonesia. Alasannya sepeda motor lebih praktis dan lebih hemat jika dibandingkan angkutan umum. Dalam beberapa tahun terakhir, energi merupakan salah satu permasalahan yang krusial, dikarenakan nilai produksi minyak bumi berbanding terbalik dengan nilai konsumsinya serta semakin menipisnya deposit sumber cadangan minyak dunia. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari tentang pemanfaatan hydrocarbon pada bahan bakar dengan cara dipecah menjadi atom hydrogen (H2) dan carbon (C) menggunakan pipa katalisator yang dipanaskan terhadap unjuk kerja motor bensin SupraX 125. Bahan bakar dipanaskan menggunakan katalis yang memiliki panjang 20 cm dengan pengaruh diameter annulus konsentris pada HCS (Hydrocarbon Cracking System). Hasil dari penelitian menyebutkan metode HCS (Hydrocarbon Cracking System) sangat efektif digunakan sebagai power suplemen untuk menghemat bahan bakar. Selisih nilai SFCe bahan bakar premium terhadap variasi perlakuan HCS sebesar 0.5 kg/HP.Jam. Pemasangan HCS mempengaruhi terjadinya penguraian atom Hydrogen (H) yang membuat pembakaran lebih cepat. Hasil uji emisi secara keseluruhan menunjukkan peningkatan kualitas pada emisi gas buang. Prosentase CO menurun yang diakibatkan peningkatan O2 dalam pembakaran yang sesuai dengan penurunan kadar HC. CO berkurang pada ruang annulus konsentris yang semakin besar. Ini menunjukkan adanya masalah pada mesin yang dikarenakan adanya ketidaktepatan waktu penyalaan bahan bakar. Kata kunci : katalis, annulus konsentris, dan HCS (Hydrocarbon Cracking System).

Page 3 of 11 | Total Record : 108