cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil Unika Soegijapranata : G-SMART (Geoteknik, Struktur, Manajemen Konstruksi, Sumber Daya Air, Transfortasi)
ISSN : 26205297     EISSN : 26205297     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal G - SMART : Jurnal Teknik Sipil Unika Soegijapranata yang meliputi Geoteknik, Struktur, Manajemen Konstruksi, Sumber Daya Air dan Transportasi.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2: Desember 2020" : 6 Documents clear
Efektivitas Kolam Retensi Terhadap Pengendalian Banjir Alexander Nugi Pramono; Prasetyo Tri Saputro
G-SMART Vol 4, No 2: Desember 2020
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v4i2.2331

Abstract

Kecamatan Semarang Utara merupakan salah satu wilayah di Kota Semarang yang sampai saat ini masih dihadapkan dengan permasalahan banjir, khususnya saat musim penghujan. Pada tanggal 19 Ferbruari 2008 banjir besar telah merendam Staisun Tawang dan sekitarnya dengan ketinggian banjir mencapai 50 cm. Hal ini sangat memprihatinkan mengingat pada wilayah tersebut terdapat beberapa bangunan penting yang notabene harus dihindarkan dari resiko banjir. Perubahan tata guna lahan diduga menjadi salah satu penyebab wilayah ini menjadi langganan terendam banjir saat musim penghujan. Dengan maraknya pembangunan di wilayah tersebut mengakibatkan lahan yang semula memiliki daya resap air yang besar menjadi lahan masive dengan daya resap air yang kecil. Selain itu diperparah dengan sistem drainase yang buruk, dimana kolam retensi yang terletak di depan Stasiun Tawang ternyata belum mampu menghindarkan Stasiun Tawang dari genangan banjir. Semestinya dengan adanya kolam retensi Polder Tawang ini diharapkan mampu mengeringkan Stasiun Tawang dan sekitarnya dari banjir, mengingat fungsi kolam retensi sebagai pengendali debit puncak banjir. Tujuan dari penelitian ini ialah menganalisa deit puncak aliran yang masuk ke kolam retensi Polder Tawang. Sehingga dengan menggunakan Program EPA SWMM hasil simulasi akan memunjukan debit puncak aliran pada masing-masing saluran. Dengan diketahuinya debit aliran tersebut dapat dilakukannya kajian mengenai optimalisasi kolam retensi Polder Tawang. Dengan dilakukannya optimalisasi kolam retensi ini diharapkan dapat mengeringkan atau membebaskan Stasiun Tawang dan sekitarnya dari resiko banjir.
Kajian Kawasan Risiko Banjir Di Sungai Banjir Kanal Barat Dengan Mempertimbangkan Penurunan Muka Tanah (Land Subsidence) Ivan Kurniawan; Maria Marcellina Harnita Permatasari; Budi Santosa
G-SMART Vol 4, No 2: Desember 2020
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v4i2.2332

Abstract

Kota Semarang sebagai ibu kota Provinsi Jawa Tengah memiliki curah hujan tinggi yang mempengaruhi peningkatan muka air. Kota Semarang tak jarang dilanda bencana banjir karena sungai tidak lagi mampu menampung air sehingga melimpas ke daratan di daerah sekitarnya. Selain itu, penurunan muka tanah menjadi salah satu faktor terjadinya banjir di Kota Semarang. Oleh sebab itu, dilakukan pengkajian terhadap pemodelan kawasan risiko banjir pada Sungai Banjir Kanal Barat dengan menggunakan perangkat lunak HEC-RAS.Tujuan utama dari peneltian ini adalah mengetahui tingkat risiko banjir pada area di sekitar Sungai Banjir Kanal Barat. Penelitian ini melakukan kegiatan perhitungan curah hujan harian maksimum, mencari hidrograf aliran dan melakukan pemodelan Sungai Banjir Kanal Barat dengan menggunakan metode unsteady flow.Hasil analisis dari penelitian ini berupa peta risiko banjir kawasan Sungai Banjir Kanal Barat sebelum dan sesudah penuran muka tanah selama 10 tahun. Wilayah yang memiliki tingkat risiko banjir tertinggi dalam penelitian ini adalah Panggung Lor. Selama 10 tahun, peningkatan jumlah penduduk terpapar naik sebesar 5,52% pada kawasan Sungai Banjir Kanal Barat.
Pengaruh Jumlah Pemasangan Soil Nailing Terhadap Peningkatan Faktor Keamanan Lereng Liong Andreas Setiawan Budiharjo; David Christian Mahardhika; Maria Wahyuni; Rinda Karlinasari
G-SMART Vol 4, No 2: Desember 2020
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v4i2.2465

Abstract

Tanah longsor terjadi pada lereng yang tidak stabil. Lereng pada Jalan Burangrang Raya, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang merupakan salah satu lokasi yang mengalami tanah longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah pemasangan soil nailing terhadap peningkatan faktor keamanan lereng. Soil nailing berdiameter 10 cm dipasang dengan panjang 11 m. Baja tulangan untuk soil nailing berdiameter 25 mm dengan kuat leleh sebesar 390 MPa. Pemasangan soil nailing divariasi dengan jumlah 2 baris, 3 baris, dan 5 baris. Jarak pemasangan soil nailing kearah horisontal sebesar 2 m, sedangkan kearah vertikal untuk soil nailing 2 baris, 3 baris, dan 5 baris secara berurutan sebesar 4,74 m; 4,74 m; dan 2,37 m. Hasil penelitian menunjukkan nilai faktor keamanan lereng sebelum diperkuat sebesar 1,06. Faktor keamanan lereng dengan perkuatan soil nailing sebanyak 2 baris, 3 baris, dan 5 baris pada jangka pendek secara berurutan sebesar 3,18; 3,27; dan 3,43. Pada jangka panjang faktor keamanan lereng dengan perkuatan soil nailing sebanyak 2 baris, 3 baris, dan 5 baris secara berurutan sebesar 2,31; 2,62; dan 2,76. Faktor keamanan lereng dengan perkuatan soil nailing meningkat lebih dari dua kali nilai faktor keamanan lereng tanpa perkuatan. Besarnya faktor keamanan lereng berbanding lurus dengan jumlah soil nailing yang terpasang pada lereng.
Evaluasi Perlintasan Sebidang Jalan Rel Dengan Jalan Raya Di Kota Semarang Gita Mustika Dewi Kelo; Gloryani Fransiska N Jehudu; Rudatin Ruktiningsih
G-SMART Vol 4, No 2: Desember 2020
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v4i2.1876

Abstract

Perkembangan sarana transportasi membentuk pertemuan antara jalan raya dengan dengan jalan rel. Masalah yang sering timbul akibat pertemuan kedua sarana transportasi ini adalah kecelakaan dan kemacetan.Oleh karena itu dibutuhan peranan sistem kontrol pada perlintasan sebidang. Perlintasan sebidang adalah persilangan antara jalan raya yang  berpotongan dengan jalan rel kereta api pada ketinggian yang sama. Pembuatan perlintasan sebidang harus memenuhi Peraturan Dirjen Perhubungan SK 770 tahun 2005. PadaJalan Sadewa, Jembawan Raya, dan Jalan Stasiun Jrakah terdapat jalur kereta double track dengan perlintasan sebidang tanpa pintu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, antara lain survei volume lalu lintas, survei frekuensi kereta api, survei sarana dan prasarana, survei spot speed, menghitung panjang antrian dan menghitung tundaan. Berdasarkan hasil analisis ketentuan teknis perlintasan sebidang perlintasan sadewa (308.307,49 smpk), perlintasan stasiunjrakah (216.666,39 smpk) dan perlintasan jembawan raya (66.903,09 smpk) tidak  memenuhi standar teknis perlintasan sebidang ( 35.000 smpk) sehingga sebaiknya ditingkatkan menjadi perlintasan tak sebidang. Meskipun dari analisis panjang antrian dan tundaan, kapasitas jalan yang ada masih memenuhi syarat (DS0,75), namun berdasarkan analisis volume , kapasitas jalan pada Jalan Sadewa, Stasiun Jrakah sudah tidak memenuhi syarat (DS0,75) sehingga perlu penanganan ulang yaitu pelebaran jalan pada Jalan Sadewa dan Jalan Stasiun Jrakah.
Pemanfaatan Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) Untuk Kemajuan Desa Ekowisata Di Sekitar Danau Rawa Pening Michael Oktavianus Hartanto
G-SMART Vol 4, No 2: Desember 2020
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v4i2.3102

Abstract

Rawa Pening adalah salah satu dari sekitar 500 danau di Indonesia yang cukup terkenal sebagai destinasi wisata favorit di Jawa Tengah. Sebagai destinasi wisata, Rawa Pening memiliki keunikan yang cukup menganggu pemandangan yaitu populasi eceng gondok yang menutupi sebagian besar permukaan danau. Hal ini terjadi karena pertumbuhan eceng gondok yang sangat cepat sehingga tanaman ini dianggap gulma di kawasan Rawa Pening. Belum lagi hal ini diperparah dengan adanya pendangkalan danau yang pada tahun 1990 Rawa Pening memiliki kedalaman sekitar 15 meter dan saat ini hanya memiliki kedalaman sekitar 3 meter akibat pendangkalan. Rawa Pening sedianya memang memiliki potensi agrowisata memanjakan mata. Di satu sisi juga menjadi lahan pencaharian petani dan nelayan bagi warga sekitar. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan pengumpulan data dari beberapa sumber terpercaya dan studi literatur. Penelitian ini bertujuan untuk memajukan sisi Rawa Pening sebagai desa ekowisata yang maju dengan mengelola eceng gondok agar tidak merugikan dari sisi estetika dan fungsional Rawa Pening itu sendiri. 
Kajian Kuat Tekan Beton Ringan Menggunakan Karang, Pasir Pantai, dan Bahan Tambah Polymer Concrete (Polcon) Herry Yulianto; Sylviana Dewi Sulaksono
G-SMART Vol 4, No 2: Desember 2020
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v4i2.2282

Abstract

Masyarakat yang tinggal di daerah pantai sangat berlimpah dengan material pasir pantai dan karang yang sudah mengalami pemutihan. Material karang yang sudah mengalami pemutihan dan pasir pantai mungkin dapat digunakan sebagai material pembuat beton dengan ditambah dengan admixture polymer concrete untuk menambah kuat tekan beton tersebut. Beton dengan material agregat kasar karang, agregat halus pasir pantai, dan menggunakan bahan tambah polymer concrete merupakan beton ringan dengan berat massa rata-rata 1966,737 kg/m3 untuk benda uji berumur 7 hari, 1856,688 kg/m3 untuk benda uji berumur 14 hari, dan 1828,025 kg/m3 untuk benda uji berumur 28 hari. Agregat halus yang digunakan merupakan pasir pantai yang memiliki modulus kehalusan 3,96 dan termasuk jenis pasir kasar, selain itu pasir pantai memiliki persen penyerapan air yaitu 42,166%, berat jenis dalam kondisi kering 1,324 gr/cm3, berat jenis saat kondisi SSD (Saturated Surface Dry) sebesar 1,883 gr/cm3, dan memiliki kadar air sebesar 15,373%. Agregat kasar karang memiliki keausan 93,04% setelah melalui uji los angeles. Penggunaan admixture polymer yang digunakan pada penelitian ini adalah 0%, 2%, dan 4%. Penelitian ini menggunakan semen PPC (Portland pozooloan cement). Air yang digunakan menggunakan air yang diambil dari sumur artetis laboratorium bahan bangunan Teknik Universitas Katolik Soegijapranata. Benda uji beton akan di tes kuat tekan menggunakan mesin UTM ( Universal Testing Machine). Beton dengan material karang, pasir pantai, dan bahan tambah polymer concrete merupakan beton ringan yang hanya dapat digunakan untuk komponen non struktur sebuah bangunan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6