cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian
Published by Universitas Semarang
ISSN : 16939115     EISSN : 2580846X     DOI : 10.26623
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 16 No. 2 (2021): September" : 6 Documents clear
Karakteristik Sensori Kopi Arabica Dan Robusta Menggunakan Teknik Brewing Berbeda Kinasih, Anggraini; Winarsih, Sri; Saati, Elfis Anis
Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Vol. 16 No. 2 (2021): September
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jtphp.v16i2.4545

Abstract

Kopi Arabica dan Robusta saat ini memiliki daya tarik terutama di kalangan coffee shop. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima panelis melalui uji organoleptik dengan perbedaan teknik brewing terhadap kopi Arabica dan Robusta. Hasil yang didapat dari hasil penelitian yaitu rendemen kopi Arabica lebih besar dibandingkan Robusta yaitu 0,9916 %. Berat biji per 100 gram yang didapat kopi Arabica sebesar 0,175 gr dan jumlah biji kopi Robusta sebanyak 669 biji. Perhitungan jumlah biji yang rusak kopi Robusta lebih banyak, yaitu 196 biji rusak dalam 1 kg. Pengujian citarasa dilakukan oleh 4 orang panelis terlatih seperti barista dan roaster dan 8 panelis lainnya dengan pengujian organoleptic dan cupping test. Hasil uji organoleptic terbaik secara keseluruhan (overall) oleh teknik brewing   yaitu teknik Vietnam Drip pada kopi Robusta dengan score 6 (sangat suka) dengan penambahan susu kental manis pada tekniknya.
Analisis Kadar Pati Dan Impurities Tepung Tapioka Wijayanti, Nanda Rizky Amalia; Rahmadhia, Safinta Nurinda
Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Vol. 16 No. 2 (2021): September
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jtphp.v16i2.4546

Abstract

PT Sinar Pematang Mulia II terletak di daerah Mataram Udik, Lampung Tengah merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri tepung tapioka dengan kapasitas produksi 500 ton/ hari. Proses pembuatan tapioka melalui beberapa tahapan yaitu root peeler, washer, chopper, rasper, extractor, separator, dewatering centrifugal, dryer, shifter, selanjutnya masuk ke dalam proses packing. Tujuan pengamatan pada kerja praktik ini adalah untuk mengetahui analisis kadar pati dan impurities tepung tapioka di PT Sinar Pematang Mulia II. Metode yang digunakan analisis , observasi lapangan, studi pustaka dan wawancara. Analisis kadar pati selama 7 hari dan diperoleh hasil yaitu 86,86% ; 86,87% ; 86,78% ; 86,87% ; 86,88% ; 86,89%; 86,88%. Berdasarkan hasil analisis kada pati tersebut sudah memenuhi standar mutu produk tepung tapioka SNI 3451:2011 dengan kadar minimal tepung tapioka minimal 75%. Jumlah Impurities tepung tapioka di PT Sinar Pematang Mulia II selama 7 hari diperoleh hasil yaitu 0,17, 0,17, 0,14, 0,22, 0,15, 0,17, 0,14 Berdasarkan hasil analisis impurities tersebut sudah memenuhi standar mutu produk tepung tapioka yang ditentukan oleh perusahaan yaitu < 1% dan hasil tersebut juga sudah memenuhi standar SNI 1994 dengan kadar maksimal 0,60 %.
Kualitas Kue Lompong dengan Penambahan Ekstrak Cincau Hitam (Mesona palustris, BL.) sebagai Senyawa Antioksidan Pranata, Franciscus Sinung; Oktaviani, Cecilia Anis; Swasti, Yuliana Reni
Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Vol. 16 No. 2 (2021): September
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jtphp.v16i2.4548

Abstract

Makanan tradisional semakin lama sudah tidak begitu menarik di kalangan konsumen di zaman ini. Kue lompong merupakan makanan khas asal daerah Kutoarjo. Kue lompong ini memiliki kekhasan yaitu pada kemaasan dan pewarna yang digunakan. Kue lompong dibungkus dengan daun pisang kering. Kue lompong memiliki warna hitam khas yang berasal dari abu sekam padi. Abu sekam padi bersifat karsinogenik atau dapat memicu kanker karena hasil dari pembakaran. Peneliti menginovasi pewarna yang digunakan yaitu ekstrak cincau hitam (Mesona palustris BL.). Ekstrak cincau hitam ini berasal dari Tanaman Janggelan   yang berpontensi mengandung senyawa antioksidan yang mampu menangkap radikal bebas. Penambahan ekstrak cincau hitam ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dari produk kue lompong yaitu dari segi kualitas kimia, fisik, total fenolik, aktivitas antioksidan, mikrobiologis dan orgnoleptik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak cincau hitam terhadap kualitas kue lompong dari kualitas fisik, kimia, mikrobiologis dan organoleptik produk serta mengetahi konsentrasi ekstrak yang tepat. Tahapan yang dilakukan yaitu pembuatan ekstrak cincau hitam, pembuatan kue lompong dengan penambahan ekstrak cincau hitam, uji proksimat, ujinfisik, kimia, antioksidan, mikrobiologisndannorganoleptik produk kue   lompong. Penelitian ini menggunakan metode RancangannAcak Lengkap dengan variasi penambahan ekstrak cincau hitam yaitu 0% sebagai kontrol tanpa penambahan ekstrak, 30%, 60% dan 100%. Hasil penelitian terbaik pada konsentrasi 100% menunjukkan kue lompong memiliki kadar air 36,42%, kadar abu 0,30%, kadar lemak 3,93%, kadar protein 3,17%, kadar karbohidrat 57,30%, serat kasar 2,48%, serat larut 5,25%,   kekerasan 302,00 g, kekenyalan 162,03 g, kue lompong memiliki warna cokelat kehitaman, total fenolik 1,34 mg GAE/g DW, antioksidan 61,00%, ALT 1,07 CFU/g, angka kapang 0 CFU/g. Kue lompong dengan penambahan ekstrak cincau hitam yang memiliki kualitas paling baik adalah penambahan ekstrak cincau dengan konsentrasi 100% yang dapat dilihat pada hasil uji organoleptik dengan parameter fisik, kimia, mikrobiologi, aktivitas antioksidan dan organoleptik.
Pembuatan Hand Soap Dengan Proses Saponifikasi Dengan Pemurnian Minyak Jelantah Menggunakan Arang Aktif Bakhri, Syamsul; Mahdang, Anjeli Febriani; Kaseng, Andi Asriani
Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Vol. 16 No. 2 (2021): September
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jtphp.v16i2.4549

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui formulasi komposisi antara minyak jelantah dan KOH yang mana dari tiga formulasi komposisi yang memiliki daya hambat pertumbuhan bakteri yang bagus di kulit. Pada Proses Pembuatan Hand Soap, menggunakan metode hot process, yang tentunya diawali dengan pemurnian minyak jelantah menggunakan arang aktif. Pengujian daya hambat pertumbuhan bakteri dengan menggunakan cemaran bakteri Staphylococcus Aureus, dan pengujan organoleptik dilakukan dengan cara menggunakan hand soap yang dihasilkan   kepada sepuluh koresponden. Hasil yang diapai dalam peneitian ini adalah Hand Soap dengan formulasi 375 gr minyak jelantah dan 125 gr KOH memiliki daya hambat pertumbuhan bakteri di kulit, nyaman digunakan, wangi, dan tidak iritasi.
Penetapan Kadar Aflatoksin B1, B2, G1, dan G2 pada Olahan Kacang Tanah dengan Metode HPLC Salsabila, Andalusia Trisna; Wardhani, Rike Maya; Chodijayanti, Ary; puryani, Puryani; damat, Damat; Anggriani, Rista
Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Vol. 16 No. 2 (2021): September
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jtphp.v16i2.4544

Abstract

Kacang tanah (Arachis hypogaea  L) memiliki banyak manfaat seperti mencegah peningkatan kadar kolesterol, pencegahan keriput, kandungan serat tinggi, sumber energi dan pencegahan kanker. Akan tetapi jika dalam proses pemanenan, penyimpanan serta pengolahannya yang tidak sesuai, maka kacang tanah terkontaminasi aflatoksin yang berbahaya bagi kesehatan. Batas kadar cemaran aflatoksin pada kacang tanah dan hasil olahannya diatur dalam Peraturan Badan POM Nomor 18 Tahun 2018. Penelitian ini bertujuan menetapkan kadar kontaminasi aflatoksin B1, B2, G1 dan G2 pada olahan kacang tanah dengan prinsip ekstraksi menggunakan immunoaffinity column dengan instrumen High Performance Liquid Cromatogram (HPLC) detektor fluoresen. Hasil menunjukkan bahwa kromatogram baku kerja Aflatoksin G1, G2, B1, dan B2 berturut-turut menunjukkan respon terbentuknya peak pada waktu retensi 6,966 menit, 8,395 menit, 12,806 menit dan 10,395 menit. Hasil kromatogram sampel yang diuji tersebut memberikan respon terbentuknya peak pada waktu retensi yang berbeda dengan baku aflatoksin. Sehingga kedua sampel tersebut dapat disimpulkan tidak terdeteksi mengandung aflatoksin B1, B2, G1 dan G2 dengan nilai LOD aflatoksin G1 sebesar 0,8311 ng/mL, aflatoksin G2 sebesar 0,0941 ng/mL, aflatoksin B1 sebesar 0,3046 ng/mL dan aflatoksin B2 sebesar 0,3143 ng/mL.
Evaluasi Penerapan Prinsip-Prinsip Sanitasi Industri Dan Higiene Karyawan Pamukti, Kevin Bagus; Juwitaningtyas, Titis
Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Vol. 16 No. 2 (2021): September
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jtphp.v16i2.4550

Abstract

Industri pangan merupakan industri yang mengolah hasil hasil pertanian sampai menjadi produk yang siap dikonsumsi oleh masyarakat. Oleh karena itu, industri pangan lebih berkiprah pada bagian hilir dari proses pembuatan produk tersebut. Fungsi utama suatu industri pangan adalah untuk menyelamatkan, menyebarluaskan, dan meningkatkan nilai tambah produk produk hasil pertanian secara efektif dan efisien. Sanitasi adalah suatu usaha yang mengawasi beberapa faktor lingkungan yang berpengaruh kepada manusia terutama terhadap hal-hal yang mempengaruhi efek, merusak perkembangan fisik, kesehatan, dan kelangsungan hidup atau upaya menjaga pemeliharaan makanan, tempat kerja atau bebas pencemaran yang diakibatkan oleh bakteri, serangga, atau binatang lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sanitasi industri dan higiene karyawan berdasarkan acuan Peraturan Menteri Perindustrian RI No. 75/M-IND/PER/7/2010 tentang Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik. Metode analisis yang digunakan yaitu menggunakan check sheet, analisis statistik deskriptif dan diagram fishbone. Hasil Analisis didapatkan bahwa penerapan sanitasi industri dan higiene karyawan pada Sweet Sundae sudah baik, dengan presentase penerapan yaitu 85% sudah diterapkan dan 15% belum diterapkan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6