cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2579891X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil (JATS) E-ISSN 2579-891X, memuat tulisan tentang aplikasi dibidang Teknik Sipil. Aplikasi ini boleh berasal dari semua cabang ilmu teknik sipil baik itu struktural, geoteknik, manajemen konstruksi, hidrologi, transportasi, dan informatika teknik sipil. Sehingga aplikasi ini tidak hanya mengenai urusan pembangunan sebuah proyek bangunan, tetapi juga memungkinkan untuk memodelisasi sebuah bentuk dengan bantuan software.
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2012)" : 4 Documents clear
Penggunaan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk Menilai Alternatif Sumur Resapan, Long Storage, dan Tampungan Air sebagai Pengendali Banjir di Surabaya Ismail Sa'ud
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.827 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v10i2.2668

Abstract

Perubahan tata guna lahan di Surabaya, dari lahan terbuka hijau menjadi pemukiman, pergudangan, dan perdagangan, dapat menaikkan koefisien dan debit aliran permukaan. Akibatnya, hal tersebut meningkatkan resiko terjadinya banjir dan genangan di wilayah Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk menilai mana yang terbaik diantara Sumur Resapan, Long Storage, dan Tampungan Air, sebagai pengendali banjir untuk masing-masing wilayah Surabaya Pusat, Surabaya Barat, Surabaya Timur, Surabaya Utara, dan Surabaya Selatan. Pemilihan tiga alternatif pengendali banjir tersebut diperoleh dari sebelas kuisioner yang diajukan pada expert dibidang pengendalian banjir. Kriteria penilaian yang digunakan meliputi aspek teknis, pelaksanaan, dan operasi dan pemeliharaan, hal terebut berdasarkan studi literatur dan sebelas kuisioner yang diajukan kepada expert. Pengambilan keputusan menggunakan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dengan perhitungan pembobotan menggunakan pair wise comparison. Dengan pair wise comparison diperoleh bobot untuk aspek teknis adalah 39%, aspek pelaksanaan 23%, dan aspek operasi dan pemeliharaan 38%. Hasil akhir pilihan pengendali banjir untuk masing-masing wilayah beserta bobotnya adalah sebagai berikut; Surabaya Pusat adalah Sumur Resapan (0,474), Surabaya Barat adalah Tampungan Air (0,658), Surabaya Timur adalah adalah Tampungan Air (0,569), Surabaya Utara adalah Tampungan Air (0,394) dan Surabaya Selatan adalah Tampungan Air (0,547).
Evaluasi Struktur Bangunan Cagar Budaya di Jl. Rajawali No. 3– 5, Surabaya Akhmad Yusuf Zuhdy; R Buyung Anugraha; Sungkono Sungkono
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.696 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v10i2.2671

Abstract

Studi ini bertujuan mengevaluasi kelayakan struktur bangunan cagar budaya yang ber­alamatkan di Jl. Rajawali No. 3-5, Surabaya, untuk mengetahui apakah masih memenuhi syarat secara teknis. Parameter teknis yang digunakan mengacu pada SNI 03-1726-2002 yang menjelaskan tentang persyaratan batas kerja layan dan ultimate suatu komponen struktur bangunan. Analisa struktur dilakukan pada komponen pondasi, dinding, balok, kolom gedung tersebut. Hasil analisa menunjukkan bahwa secara umum struktur bangunan masih layak untuk difungsikan sebagai gedung perkantoran, namun memerlukan perbaikan dan perkuatan pada pelat lantai, balok anak, balok induk, dan kolom.
Pengaruh Kehalusan Pasir terhadap Kuat Tekan Beton Boedi Wibowo; Endang Kasiati; Triaswati Triaswati; Dewi Pertiwi
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.2 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v10i2.2667

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi kuat tekan beton adalah kehalusan material pasir yang digunakan dalam campuran beton. Penelitian ini ditujukan untuk mengukur perbedaan kuat tekan beton akibat pengunaan bahan pasir zone I dan Zone III. Faktor Air Semen (FAS) divariasi sebesar 0,3, 0,5, dan 0,6 serta campuran fly ash ditetapkan sebesar 20% untuk semua sampel. Kuat tekan rencana ditetapkan sebesar 300 kg/cm2 dengan benda uji berbentuk silinder yang memiliki diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Hasil pengujian kuat tekan sampel pada umur 28 hari adalah sebagai berikut: Untuk FAS 0,6, sampel dengan campuran pasir zone I dan zone III menghasilkan kuat tekan lebih kecil dari 300 kg/cm2. Untuk FAS 0,5, sampel dengan campuran pasir zone I menghasilkan kuat tekan 402,57  kg/cm2 dan zone III menghasilkan kuat tekan 351,56 kg/cm2. Sedangkan untuk FAS 0,3, sampel dengan campuran pasir zone I menghasilkan kuat tekan 560,476 kg/cm2 dan zone III menghasilkan kuat tekan 663,83 kg/cm2.
Analisis Pola Hujan dan Musim di Jawa Timur Sebagai Langkah Awal Untuk Antisipasi Bencana Kekeringan Harijanto, FX Didik; Kuntjoro, Kuntjoro; Saptarita, Saptarita; Aziz, Siti Kamilia
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.473 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v10i2.2672

Abstract

Keselarasan pola hujan dan musim dengan penggunaan air oleh masyarakat adalah sangat penting untuk mencegah terjadinya bencana kekeringan pada suatu daerah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pola hujan dan musim di Jawa Timur. Hasil analisa pola hujan menunjukkan bahwa di lokasi yang terpilih curah hujan rerata pada 5 menit pertama adalah 1,4 mm/menit, pada 5 menit kedua adalah 1,6 mm/menit, pada 10 menit setelahnya adalah 1,5 mm/menit, pada 37 menit setelahnya lagi adalah 0,13 mm/menit, dan terakhir pada 24 menit kemudian adalah 0,12 mm/menit. Sedangkan pola musimnya adalah; permulaan musim kemarau adalah bulan Maret, puncak musim kemarau adalah bulan Juni, mulai terjadi hujan adalah pertengahan bulan September, puncak musim hujan adalah bulan Januari. 

Page 1 of 1 | Total Record : 4