cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2579891X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil (JATS) E-ISSN 2579-891X, memuat tulisan tentang aplikasi dibidang Teknik Sipil. Aplikasi ini boleh berasal dari semua cabang ilmu teknik sipil baik itu struktural, geoteknik, manajemen konstruksi, hidrologi, transportasi, dan informatika teknik sipil. Sehingga aplikasi ini tidak hanya mengenai urusan pembangunan sebuah proyek bangunan, tetapi juga memungkinkan untuk memodelisasi sebuah bentuk dengan bantuan software.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 1 (2015)" : 5 Documents clear
Jombok Slope Stabilty Monitoring System: an Overview Muntaha, Mohammad
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.732 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v13i1.1589

Abstract

Longsor adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan masa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Aktifitas pembangunan dan pemenuhan kebutuhan hidup menyebabkan banyak perbukitan harus berubah menjadi perumahan dan lahan pertanian, sehingga memicu kejadian longsor. Perkembangan teknologi pada ICT telah banyak digunakan untuk slope stability monitoring. Keuntungan penggunaan ICT adalah untuk mengurangi resiko terutama terhadap bangunan-bangunan umum, untuk meminimalisasi biaya baik saat construction/operation/maintenance dan untuk memperbaiki dan mengembangkan metode desain bangunan geoteknik sehingga bisa meningkatkan kinerja bangunan saat operasi (performancaike based design). Dengan menggunakan sensor kadar air, sensor kemiringan (tilting), inclinometer, dan data logger maka data-data kondisi tanah secara real time dapat dikirimkan ke pusat data. Pusat data akan mengolah data dan mengirim kembali data ke lokasi sebagai antisipasi kelongsoran lereng.
Penggunaan Angka Keterkaitan untuk Penentuan Tingkat Aksesibilitas Kota/Kabupaten di Wilayah Propinsi Kalimantan Barat Djoko Sulistiono; Amalia Firdaus Mawardi; Ami Asparini; Endang Kasiati
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.457 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v13i1.1588

Abstract

Jaringan jalan mempunyai fungsi yang cukup penting dalam sistem transportasi, karena mampu menghasilkan pergerakan barang/orang, sehingga jaringan jalan tersebut harus bisa diukur kinerjanya untuk mendukung pergerakan orang/barang. Pengukuran kinerja jaringan jalan dapat dilakukan melalui Indeks Aksesibilitas dan Indeks Mobilitas yang sesuai dengan Standar Pelayanan Minimum (SPM) Departemen PU. Permasalahan yang mungkin terjadi antara lain adalah bagaimana tingkat aksesibilitas kota/kabupaten di wilayah Propinsi Kalimantan Barat dan bagaimana prioritas pembangunan jaringan jalan sehubungan kondisi aksesibilitas tersebut. Tujuan penelitian adalah mengetahui tingkat aksesibilitas kota/kabu­paten di wilayah provinsi Kalimantan Barat dan prioritas pembangunan jalan untuk meningkatkan aksesibilitas di kota/kabupaten wilayah tersebut. Hasil analisa jaringan yang berupa matrix jarak tempuh terpendek antar kota/kabupaten, kemudian ditentukan angka keterkaitan seluruh jaringan jalan. Angka keterkaitan setiap kota/kabupaten dicari rata-ratanya, kemudian dinilai tingkat aksesibilitas masing-masing kota/kabupaten, apabila angka keterkaitan kota/kabupaten diatas rata-ratanya, maka tingkat aksesibilitasnya rata-rata rendah, demikian sebaliknya. Hasil analisa angka keterkaitan didapatkan angka keterkaitan rata-rata 531 km, sehingga bila angka keter­­­kaitan/kabupaten yang lebih besar dari rata-ratanya, maka kota/kabupaten tersebut mempunyai aksesibilitas rendah. Urutan prioritas pananganan  untuk mengatasi masalah aksesibilitas ini adalah Putus Sibau (681 km), Ketapang (681 km), Sambas (594 km), Singkawang (568 km), Sukadana (563 km), dan Mempawah (556 km).
Pengaruh Limbah Produksi Pabrik Genteng Sebagai Pengganti Sebagian FlyAsh pada Campuran Beton Terhadap Kuat Tekan Beton Tri Wardoyo; Boedi Wibowo; Srie Subekti; Triaswati Triaswati; Fernao Soares Reis
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.954 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v13i1.1592

Abstract

Limbah pabrik produksi genteng beton (LPPGB) adalah limbah yang didapatkan dari hasil sisa produksi genteng beton di PT. Varia Usaha Beton yang terletak di daerah Sidoarjo. Limbah ini memiliki unsur oksida SiO2 yang reaktif bereaksi dengan kalsium hidroksida menjadi kalsium silikat hidrat sehingga menambah kuat tekan beton. Dalam penelitian ini, Limbah pabrik produksi genteng beton ditambahkan sebagai pengganti sebagian abu terbang (fly ash) pada campuran beton. Desain komposisi campuran beton menggunakan tata cara pembuatan rencana campuran beton normal, SNI 03-2834-1993. Benda uji silinder yang digunakan dengan ukuran diameter 15 cm, dan tinggi 30 cm. Variasi porsentase tambahan LPPGB pada komposisi campuran beton mulai dari 0%, 5%, 10%, dan 15% dengan menggantikan sebagian fly ash. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tambahan LPPGB mempunyai pengaruh pada kuat tekan beton, semakin banyak kadar LPPGB yang digunakan dalam campuran beton semakin turun kuat tekan beton. Seperti pada mutu K225 dengan proporsi limbah 0% (Umur 28 hari)  menghasilkan kuat tekan sebesar 350.91 kg/cm² dibandingkan dengan komposisi limbah 5% kuat tekan turun menjadi 296.22 kg/cm². Hal ini menunjukkan kuat tekan turun sebesar 16%.
Studi Alternatif Campuran Aspal Beton AC WC dengan Menggunaan Pasir Seruyan Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah Endang Kasiati; Rachmad Basuki; Denny Setiawan
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.027 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v13i1.1591

Abstract

Jaringan jalan mempunyai fungsi yang cukup penting dalam sistem transportasi, karena Kabupaten Seruyan sebagai salah satu kabupaten baru di Provinsi Kalimantan Tengah. Struktur perkerasan jalan yang lazim di Kabupaten Seruyan Propinsi Kalimantan Tengah adalah perkerasan lentur.  Pada struktur perkerasan lentur banyak aspek yang harus ditinjau, salah satunya adalah material. Material sering didatangkan dari daerah tempat lain. Hal ini tentunya tidak menguntungkan dari segi biaya, penelitian ini adalah untuk menguji penggunaan material lokal sebagai bahan perkerasan yaitu pasir alam Seruyan yang akan di manfaatkan sebagai campuran agregat halus Laston Sebagai Lapis Aus Aspal Concrete – Wearing Course (AC-WC).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat dan karakteristik campuran AC-Wearing Course jika menggunakan pasir alam seruyan sebagai agregat halus, yaitu khusus pada sifat stabilitas   dan karakteristik pengujian Marshall. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengujian Marshall, dimana percobaan dilakukan dengan menggunakan variasi pasir.Hasil penelitian marshall menunjukkan bahwa pasir Seruyan dapat  digunakan  sebagai  bahan  campuran  beton  aspal  AC  WC dengan hasil kombinasi agregatnya yaitu 6% untuk fraksi agregat halus Pasir Seruyan, 65,80% untuk fraksi agregat Kasar, 22,20% untuk fraksi Abu Batu, dan 6% untuk fraksi filler pada kadar aspal optimum 5,27% dengan nilai (stabilitas, flow; VIM,   VMA, VFA, MQ) memenuhi standar Bina Marga.
Material Inovatif Ramah Lingkungan: Pemanfaatan Komposit Abu Serabut Kelapa dan Fly Ash pada Pasta Semen Ridho Bayuaji; Riky Wahyu Kurniawan; Abdul Karim Yasin; Herta Ahsani Takwim; Faizah Maulidya Afifah
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.538 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v13i1.1590

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan material lokal yang berlimpah dan belum dimanfaatkan secara maksimal pada teknologi beton. Beton adalah material utama di bidang konstruksi. Konsep utama material beton tersusun dari bahan pengikat dan pengisi. Semen, bahan pengikat utama beton yang disorot oleh pemerhati lingkungan sebagai salah industri yang tidak ramah lingkungan oleh karena pembakaran bahan baku semen di kiln memerlukan energi sampai dengan suhu 1450o C dan keluarannya adalah limbah udara CO2. Di sisi lain, senyawa kandungan semen yang dapat dimanfaatkan dalam inovasi adalah Kalsium Hidroksida (CaOH), senyawa ini akan bereaksi dengan material pozzolan dan menghasilkan produk kekuatan dan keawetan tambahan pada beton, Kalsium Silikat Hidrat (C-S-H). Material pozzolan yang akan diteliti adalah abu serabut kelapa dan fly ash sebagai bahan pozzolan komposit pada kekuatan pasta semen dengan standar SNI-03-1974-1990 pada umur hidrasi 3 dan 7 hari. Hasil penelitian ini memberi kesimpulan bahwa komposisi optimum komposit limbah sabut kelapa dan fly ash berhasil mensubtitusi 30% semen dengan komposisi: 25% abu serabut kelapa dan 5% fly ash.

Page 1 of 1 | Total Record : 5