cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2579891X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil (JATS) E-ISSN 2579-891X, memuat tulisan tentang aplikasi dibidang Teknik Sipil. Aplikasi ini boleh berasal dari semua cabang ilmu teknik sipil baik itu struktural, geoteknik, manajemen konstruksi, hidrologi, transportasi, dan informatika teknik sipil. Sehingga aplikasi ini tidak hanya mengenai urusan pembangunan sebuah proyek bangunan, tetapi juga memungkinkan untuk memodelisasi sebuah bentuk dengan bantuan software.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2016)" : 5 Documents clear
Kajian Bundaran Mulyosari Menjadi Simpang Bersinyal Basuki, Rachmad; Novelita, Fiany Dara; Listiari, Endah Tri
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (862.886 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v14i1.3047

Abstract

Bundaran Mulyosari menjadi penghubung kawasan permukiman, pendidikan dan pusat perbelanjaan di wilayah Kecamatan Mulyosari dan sekitarnya. Pembangunan pusat-pusat kegiatan baru di kawasan tersebut membawa konsekwensi terhadap meningkatnya volume kendaraan di Bundaran Mulyosari. Pada makalah ini akan disajikan hasil evaluasi terhadap kinerja Bndaran Mulyosari. Data yang digunakan meliputi data geometrik, arus lalu-lintas, kondisi lingkungan, peta lokasi, jumlah penduduk, dan pertumbuhan kendaraan bermotor. Selanjutnya dianalisis sesuai dengan metode yang ada pada MKJI 1997 dengan bantuan program KAJI untuk menghitung volume pada kondisi eksisting. Hasil yang didapatkan pada tahun 2017 didapatkan DS > 0,75 pada salah satu bagian jalinan bundaran, sehingga dilakukan perubahan kinerja menjadi simpang bersinyal. Dengan perbaikan menjadi 3 fase, didapatkan DS > 0,75 pada semua pendekat dan Level of Service (LOS) simpang adalah C. Sedangkan pada proyeksi tahun 2019-2021 didapatkan LOS D, lalu pada tahun 2022 didapatkan LOS E.
Pola Distribusi Hujan Kota Surabaya S Kamilia Aziz; Ismail Sa'ud
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1975.459 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v14i1.3046

Abstract

Kota Surabaya mengalami hujan pada bulan-bulan tertentu. Dari data curah hujan diketahui curah hujan tinggi terjadi pada bulan Desember- Januari. Sedangkan curah hujan rendah terjadi pada bulan Juli - September. Karena di Surabaya ini terdapat 11 stasiun hujan yang ditempatkan secara terpencar, maka tinggi hujan yang tercatat pada masing-masing stasiun tidak sama. Tujuan dari studi ini yaitu untuk mendapatkan suatu pola/gambaran penyebaran hujan rencana dan intensitas hujan yang terjadi dengan periode ulang 2 tahun, 5 tahun, dan 10 tahun. Manfaat dari studi ini yaitu bisa dijadikan acuan awal dalam perencanaan sistem drainase di pengembangan wilayah di Kota Surabaya. Hasil yang didapatkan yaitu dari pola intensitas hujan rencana 2 tahun, 5 tahun dan 10 tahun menunjukkan semakin besar periode ulangnya maka semakin kecil kerapatan garis isohyetnya. Intensitas hujan yang terbesar periode ulang 2 tahun, 5 tahun terjadi di Stasiun Simo sebesar 28 mm/jam dan 40 mm/jam, sedangkan periode ulang 10 tahun terjadi di Stasiun Wonorejo sebesar 47 mm/jam. Intensitas hujan yang terkecil periode ulang 2 tahun, 5 tahun, dan 10 tahun terjadi di Stasiun Kedung Cowek sebesar 15 mm/jam, 26 mm/jam, dan 33 mm/jam. Berdasarkan wilayah kecamatan Intensitas hujan yang terbesar periode ulang 2 tahun, 5 tahun terjadi di Kecamatan Sawahan dan periode ulang 10 tahun terjadi di Kecamatan Rungkut. Sedangkan intensitas hujan yang terkecil periode ulang 2 tahun, 5 tahun, dan 10 tahun terjadi di Kecamatan Kenjeran.
Studi Kestabilan Lereng Alam Tambang Terbuka (Studi kasus: lereng tambang batu kapur Lamongan dan Madura) Mohammad Muntaha
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.478 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v14i1.3041

Abstract

Struktur geologi wilayah Jawa Timur yang tersusun atas Zona Pegunungan, Zona Kendeng, dan Zona Rembang menyebabkan wilayah ini memiliki topografi yang terbentuk oleh batu gamping, batu vulkanik, dan sering dijumpai karst. Secara struktur tanah dengan struktur geologi seperti ini tidak dapat digunakan untuk kegiatan produksi seperti perkebunan, pertanian, dll. Sehingga masyarakat menggunakan wilayah ini untuk pertambangan rakyat. Dalam penambangan kapur terbuka khususnya penambangan yang dikelola oleh masyarakat, desain lereng dan kestabilannya seringkali tidak dianalisa, padahal masalah kestabilan lereng pada suatu tambang terbuka merupakan masalah yang sangat penting karena menyangkut masalah keselamatan manusia, peralatan penambangan, dan infrastruktur lainnya yang berada disekitar lereng galian. Tujuan penelitian ini adalah mengukur karakteristik fisik (kadar air, berat volume, spesifik gravity), dan mekanis batuan (pengujian Unconfined Compressive Strength, Tes Point Load, dan Uji Keausan). Hasil uji karakteristik fisik dan mekanis akan digunakan untuk analisa kestabilan galian (perhitungan angka keamanan), dimana dalam analisa ini dilakukan variasi kemiringan lereng dan getaran dinamis (akibat beban dinamis kendaraan) dengan menggunakan bantuan program Plaxis. Hasil pengujian menunjukkan bahwa dari segi kepadatan batuan, batuan lokasi Lamongan lebih padat daripada batuan di lokasi Madura; demikian juga dari segi angka pori, batuan Lamongan lebih kecil daripada batuan Madura. Hasil analisa stabilitas galian lokasi penambangan, untuk lokasi Madura, kondisi aman dicapai apabila pertambangan setinggi H 10 m, maksimal sudut galian adalah 50° dan apabila pertambangan setinggi H 20 m, maksimal sudut galian adalah 30°. Untuk lokasi Lamongan, kondisi aman dicapai untuk seluruh kondisi penggalian, baik H 10 m s/d H 45 m dan sudut galian 30° s/d 90°.
Kekuatan Momen Penampang Komposit Girder I Sungkono Sungkono
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1153.918 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v14i1.3044

Abstract

Perilaku bagian komposit balok sederhana maupun menerus dalam perkembangan pengetahuan telah banyak dipublikasikan. Publikasi oleh Wittry (1983) telah menjadi bagian penting dalam spesifikasi RSNI (Rencana Standar Nasional Indonesia) T-03-2005, mengacu pada BMS-1992 dan AASHTO (1994). Perencanaan jembatan komposit baja beton yang mengacu pada spesifikasi tersebut, membutuhkan Alternatif baru. Permasalahan, pada spesifikasi RSNI T-03-2005 mengandung kendala yang membatasi pemakaian jenis-jenis baja berkekuatan leleh tinggi dalam pembangunan konstruksi jembatan. Metode usulan Aaron JY yang ditinjau, telah dikembangkan oleh Yakel AJ dan Azizinami A dan diusulkan untuk digunakan dalam spesifikasi AASTHO. Hasil studi ini menunjukkan bahwa momen nominal yang dihitung dengan metode usulan Aaron JY lebih besar daripada metode AASHTO 1994 atau RSNI T-03-2005, sehingga bisa dikatakan bahwa metode AASTHO (1994) lebih konservatif dari metode yang diusulkan oleh Aaron JY (2005). Rasio daktilitas Hp/H' dari AASHTO lebih besar daripada metode Aaron JY, 1,36 > 1,105. Untuk baja struktural A709 Mutu 345, ini bisa dilihat dari perbedaan penggunaan faktor modifikasi daktilitas yaitu 0,7/7,5 = 0,09 untuk AASTHO (1994) dan 1/8,7 = 0,11 untuk metode usulan. Oleh karena itu, akan mempengaruhi nilai kuat momen nominal. Faktor reduksi kekuatan momen=(????_????−????′)/(10????_????−5????′)  ";1 ≤ Hp /H′ ≤ 5;"  rentang nilai r adalah 0% sampai dengan 9%.
Studi Potensi Air Tanah untuk Penanggulangan Bencana Asap di Kabupaten Kapuas Hendra Wahyudi
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.774 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v14i1.3043

Abstract

Indonesia mempunyai dua musim yaitu musim hujan dan kemarau, pada saat musim kemarau sering terjadi bencana asap dan kekeringan, hal ini disebabkan banyak dilakukan pembukaan lahan dan terjadinya kebakaran hutan dan lahan gambut. Salah satu daerah yang sering terjadi kebakaran hutan adalah daerah kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah.Kabupaten Kapuas yang ada saat ini berdasarkan Undang undang nomer 5 tahun 2002 merupakan kabupaten hasil pemekaran dengan Kabupaten Gunung Mas dengan luas wilayah sebesar 14.999 km2 mempunyai kondisi topografi sebelah utara berupa daerah perbukitan dengan kemiringan 8º-15º sedangkan bagian selatan merupakan daerah rawa.Kabupaten Kapuas ini merupakan salah satu daerah andalan sektor pertanian karena hampir 65% produksi beras Kalimantan Tengah dipasok dari Kabupaten Kapuas, potensi lahan pertanian yang ada seluas 76,80 ribu hektar dan masih ada 277 ribu hektar lagi lahan yang potensial untuk dikembangkan, sehingga setiap tahun sering muncul bencana asap akibat pembukaan lahan.Studi ini melihat potensi air tanah yang ada di Kabupaten Kapuas untuk mengatasi masalah kabut asap dengan melakukan penyelidikan geolistrik untuk melihat potensi air tanah yang ada. Penyelidikan geolisrik yang dipergunakan untuk melihat potensi air tanah yang ada di Kabupaten Kapuas dengan metode geolistrik resistivitas.Berdasarkan pemetaan geolistrik yang dilakukan di Kabupaten Kapuas pada daerah Batuah, Lamunti, Dadahup, Bungai Jaya, dan Palingkau, maka hasilnya dapat dipergunakan untuk mengatasi kabut asap walaupun potensinya sangat kecil antara 0.3 l/dt sampai dengan 3 l/dt.

Page 1 of 1 | Total Record : 5