cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2579891X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil (JATS) E-ISSN 2579-891X, memuat tulisan tentang aplikasi dibidang Teknik Sipil. Aplikasi ini boleh berasal dari semua cabang ilmu teknik sipil baik itu struktural, geoteknik, manajemen konstruksi, hidrologi, transportasi, dan informatika teknik sipil. Sehingga aplikasi ini tidak hanya mengenai urusan pembangunan sebuah proyek bangunan, tetapi juga memungkinkan untuk memodelisasi sebuah bentuk dengan bantuan software.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 2 (2016)" : 5 Documents clear
Analisis Risiko Rantai Pasok Beton Ready Mix pada Proyek Pembangunan Apartemen di Surabaya Nurcahyo, Cahyono Bintang; Wiguna, I Putu Artama
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2016)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.18 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v14i2.3048

Abstract

Makalah ini menyajikan analisis risiko rantai pasok beton ready mix pada proyek pembangunan apatemen di Surabaya. Tahap pertama dilakukan identifikasi risiko untuk menentukan variabel yang berpengaruh pada kegiatan rantai pasok di suatu proyek. Tahap kedua dilakukan penilaian risiko melalui matriks probabilitas & dampak. Tahap terakhir adalah merencanakan respon risiko yang bertujuan untuk mengembangkan tindakan manajemen guna meningkatkan peluang dan mengurangi ancaman terhadap tujuan proyek. Berdasarkan hasil survei pendahuluan, diperoleh 26 variabel risiko yang terbagi dalam 3 aliran yaitu aliran material/fisik, aliran finansial, dan aliran informasi. Dari hasil analisis data diketahui bahwa pihak kontraktor maupun pemasok beton ready mix memilih opsi respon risiko dengan upaya mengurangi risiko baik secara preventif ataupun kuratif, sehingga risiko tersebut tidak mengganggu dan menyebabkan dampak yang besar terhadap tujuan proyek.
Tingkat Pelayanan (Los) Trotoar Pada Ruas Jalan Utama Kota Surabaya (Kasus Jalan Wonokromo, Jalan Raya Darmo, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Urip Sumohardjo, Jalan Embong Malang, dan Jalan Tunjungan) Djoko Sulistiono; Amalia Firdaus Mawardi; Sulchan Arifin
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2016)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.787 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v14i2.3049

Abstract

Pertumbuhan ekonomi yang pesat di kota besar Indonesia, termasuk Surabaya diikuti peningkatan pergerakan orang/barang. Pergerakan ini khususnya pergerakan pejalan kaki harus di fasilitasi oleh Pemerintah dengan penyediaan trotoar yang memadai. Demikian pula yang terjadi di daerah perdagangan, perkantoran di kota Surabaya, seperti trotoar ruas Jalan Wonokromo, Jalan Raya Darmo, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Urip Sumohardjo, Jalan Embong Malang, dan Jalan Tunjungan. Permasalahan, bagaimana tingkat pelayanan (LOS) trotoar tersebut diatas dan bagaimana hubungan kecepatan dan kepadatan arus pejalan kaki, yang hasilnya bisa terjawab melalui pembahasan. Pembahasan mengenai tingkat pelayanan mengacu pada Peraturan Menteri Perkerjaan Umum No 03/PRT/M/2014. Kemudian dengan data yang diperoleh dari survey primer volume pejalan kaki, kondisi setempat dan data sekunder dari instansi yang berwenang seperti fungsi jalan maka dapat ditentukan tingkat pelayanan trotoar.Hasil pembahasan sesuai Peraturan Menteri (2014) diperoleh tingkat pelayanan trotoar pada semua ruas jalan adalah A. Selain itu, diperoleh hubungan antara kecepatan, kepadatan dan volume pejalan kaki. Hubungan tersebut diantaranya yang paling kuat adalah hubungan antara kecepatan dan kepadatan pada trotoar Jalan Urip Sumohardjo sisi barat, dengan persamaan Y = -2176X + 67,53 pada R2 = 0,62 dan r = 0,78. Hubungan antara volume pejalan kaki dan kepadatan sangat kuat pada semua trotoar ruas jalan dengan R2  > 0,95. Salah satu yang terkuat adalah trotoar ruas Jalan Basuki Rahmat sisi barat dengan persamaan Y = -677,14 X2 + 57,349X + 0,0004 pada R2 = 0,99 dan r = 0,998.
Analisis Perkembangan Volume Lalu Lintas dan Manfaat Langsung Sebelum dan Sesudah Operasionalisasi Jembatan Suramadu Achmad Faiz Hadi Prajitno
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2016)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.56 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v14i2.3051

Abstract

Jembatan Suramadu, yang menghubungkan Surabaya dengan Pulau Madura melalui jalan darat, diharapkan pergerakan menjadi efektif dan efisien serta ketimpangan sosial dapat segera direduksi. Arus transportasi yang cepat dan efektif akan membuat perkembangan Madura segera melejit, bersaing dengan daerah-daerah lain. Tata wilayah dan tata guna lahan juga akan terbentuk secara proporsional, dan juga bertujuan untuk menciptakan jaringan jalan yang handal dalam mengantisipasi perkembangan lalu lintas pada masa mendatang. Pada penelitian ini dibahas mengenai perkembangan volume lalu lintas yang menggunakan penyeberangan Ferry sebelum dibangunnya jembatan Suramadu dan setelah dioperasikannya jembatan Suramadu pada tahun 2009 yang lalu serta manfaat langsung yang diperolehnya. Penelitian ini sebagai tolok ukur awal untuk mempercepat pergerakan transportasi penumpang maupun barang dari Surabaya ke Pulau Madura. Tinjauan perkembangan volume lalu lintas dilakukan pada 11 tahun terakhir dan 30 tahun setelah dioperasikannya jembatan Suramadu.Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa volume lalu lintas penumpang dan barang yang terjadi sebelum dibangunnya Jembatan Suramadu perkembangannya adalah sebesar -0,659 % untuk penumpang, 6,523 % roda 2 dan 0,930 % untuk kendaraan roda 4 dengan jumlah minimum sebesar 10.095.643 Png/th, 1.731.195 unit kend/th roda 2 dan 1.514.696 unit kend/th untuk roda 4. Sedangkan setelah dioperasikannya jembatan Suramadu pada th 2009 jumlah volume lalu lintas terbesar adalah, 34.294.786 unit kend/th untuk roda 2 dan 9.929.491 unit kend/th untuk roda 4. Hal ini berarti bahwa pembangunan jembatan Suramadu sangat efektif untuk meningkatkan volume lalu lintas dan manfaat langsung berupa penghematan waktu perjalanan sangat signifikan.
Studi Evaluasi Sistem Saluran Sekunder Drainase Tambaksari kota Surabaya Edy Sumirman; Ismail Sa'ud; Akhmad Yusuf Zuhdi
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2016)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.096 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v14i2.3052

Abstract

Pada musim hujan genangan terjadi disebagian Kota Surabaya khususnya di kawasan Tambaksari. Pada saat curah hujan yang tinggi sering terjadi genangan pada badan jalan dan bangunan disekitarnya. Permasalahan banjir yang terjadi berasal dari permasalahan saluran sekunder drainase sehingga perlu dilakukkan studi untuk mengevaluasi kembali sistem drainase yang ada. Sistem drainase yang dievaluasi hanya pada saluran sekunder Tambaksari. Dimana yang dievaluasi meliputi dimensi saluran, tata guna lahan dan kapasitas saluran sekunder.Tahapan perhitungan meliputi perhitungan intensitas hujan, perhitungan debit banjir rencana kemudian dibandingkan dengan kapasitas saluran yang ada. Perhitungan dimensi saluran rencana berdasarkan debit hujan rencana pada periode ulang 5 tahun dan tata guna lahan pada kawasan Tambaksari.Berdasarkan hasil perhitungan antara debit rencana dengan debit saluran sekarang ada 11 saluran yang terjadi genangan. Solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan merencanakan kembali dimensi saluran sekunder sehingga tidak terjadi genangan baik di jalan raya maupun di pemukiman sekitar.
Analisis Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Dalam Penilaian Kinerja Sistem Jaringan Irigasi Pada Daerah Irigasi Wawotobi di Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara Amriyadi Amriyadi; Edijatno Edijatno; Theresiah Sri Sidharthi
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2016)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (861.87 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v14i2.3053

Abstract

Kabupaten Konawe dikenal sebagai daerah yang berperan penting dalam produksi pertanian di Provinsi Sulawesi Tenggara khusunya padi dan palawijaSebagian Jaringan Irigasi (JI) yang ada di Indonesia belum optimal dalam pengelolaan karena dipengaruhi beberapa faktor yang perlu dikaji, salah satu diantaranya yang belum optimal dalam pengelolaan kinerjanya adalah Daerah Irigasi (DI) Wawotobi. Saat ini DI Wawotobi pengelola teknisnya dilaksanakan oleh BWS Sulawesi IV, Ditjen SDA, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. DI Wawotobi  mendapat suplai air dari Bendung Wawotobi pada sungai Konaweha dengan luas DI 16.572,26 Ha. Tujuan penelitian adalah menganalisa kondisi eksisting  kinerja JI di DI Wawotobi dan menganalisa Faktor-faktor yang Mempengaruhi dalam Penilaian Kinerja Sistem JI pada DI Wawotobi oleh masyarakat pengguna/petani. Menentukan skoring dan indikator yang sangat signifikan terhadap Faktor-faktor yang Mempengaruhi dalam Penilaian Kinerja Sistem JI pada DI Wawotobi.Penelitian dilakukan pada penilaian kinerja Sistem JI yang mencakup Air Irigasi, Prasarana Fisik Irigasi, Sistem Pengelolaan Irigasi, Institusi Pengelola Irigasi dan Pengelola diTingkat Utama/SDM dengan mengacu pada Permen PUPR No. 30/PRT/M/2015. Metode Penelitian dilakukan dengan cara observasi langsung, kuisoner dan pengujian, alat analisis yang digunakan dalam penelitian adalah metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Berdasarkan hasil penilaian pada DI Wawotobi yang melibatkan petani (P3A) dengan pengambilan sampel sebanyak 115 responden pada 3 Sub Sistem yang ada di DI Wawotobi maka dapat diperoleh hasil sebagai berikut : Sub Sistem III Wilayah Intake Kiri Bungguosu memiliki kinerja  baik  dengan nilai 77,88, Sub Sistem II Wilayah Intake Kiri Unaaha A dan Unaaha B memiliki kinerja baik dengan nilai 74,9 dan Sub Sistem I Wilayah Intake Kanan Uepai Tawamelewe memiliki kinerja baik dengan nilai 72,84. Berdasarkan penilaian pada ke 3 Sub Sistem yang ada di Daerah Irigasi Wawotobi rata–rata karekteristik permasalahan yang dihadapi sama satu dengan  yang lainnya yaitu sistem pola tanam yang belum optimal, sebagian lahan potensial belum diolah manjadi lahan fungsional karena keterbatasan dana baik dari pusat maupun daerah, sebagian masyarakat masih mempertahankan lahan mereka sebagai lahan perkebunan untuk tanaman lainnya, alat pengolah sawah masih terbatas, serta alih fungsi lahan potensial khususnya di Sub Sistem II. 

Page 1 of 1 | Total Record : 5