cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2579891X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil (JATS) E-ISSN 2579-891X, memuat tulisan tentang aplikasi dibidang Teknik Sipil. Aplikasi ini boleh berasal dari semua cabang ilmu teknik sipil baik itu struktural, geoteknik, manajemen konstruksi, hidrologi, transportasi, dan informatika teknik sipil. Sehingga aplikasi ini tidak hanya mengenai urusan pembangunan sebuah proyek bangunan, tetapi juga memungkinkan untuk memodelisasi sebuah bentuk dengan bantuan software.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2011)" : 5 Documents clear
Evaluasi Struktur Gedung Student Centre dan Sport Centre STAIN Malang Husin, Nur Achmad
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 9, No 2 (2011)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.821 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v9i2.2776

Abstract

Student Centre dan Sport Centre merupakan bagian dari Proyek Pembangunan Kampus STAIN Malang. Pada awalnya Student Centre dan Sport Centre merupakan 2 gedung yang terpisah secara struktur. Didalam pembangunan Student Centre dan Sport Centre dibangun menjadi satu kesatuan struktur. Kondisi ini menyebabkan penyandang dana pembangunan Kampus STAIN yakni Islamic Development Bank (IDB) minta dilakukan evaluasi struktur terhadap perubahan tersebut sebagai pertimbangan IDB terhadap keamanan struktur gedung Sport Centre dan Student Centre. Tahapan yang dilakukan adalah dengan melakukan analisa struktur Student Centre, Sport Centre secara terpisah dan struktur Student Centre dengan Sport Centre menjadi satu kesatuan struktur. Hasil Evaluasi menunjukkan penggabungan struktur Student Centre dan Sport Centre menghasilkan struktur menjadi lebih kaku sehingga aman secara struktur.  
Pola Pengendalian Banjir pada Bagian Hilir Saluran Primer Wonorejo Surabaya S Kamilia Aziz
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 9, No 2 (2011)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.337 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v9i2.2777

Abstract

Sub-Sistem drainase Wonorejo-Rungkut merupakan bagian dari sistem drainase Jambangan sebagai bagian dari sistem drainase Surabaya yang mempunyai wilayah banjir terparah karena sepanjang daerah alirannya seringkali terjadi banjir. Sub-Sistem Wonorejo-Rungkut mempunyai dua saluran primer yaitu Primer Wonorejo dan Primer Rungkut. Saluran Primer Wonorejo dan Primer Rungkut sebenarnya memiliki pintu laut sendiri-sendiri, akan tetapi sekarang saluran Primer Rungkut dihubungkan dengan Primer Wonorejo, dengan demikian menambah inflow yang masuk ke saluran Primer Wonorejo. Permasalahannya adalah pada kapasitas sistem drainase yang ada belum mampu menampung debit rencana 10 tahunan terutama pada saat banjir terjadi bersamaan dengan pasang air laut. Penelitian ini difokuskan untuk menyelesaian persoalan banjir pada bagian hilir Saluran Primer Wonorejo. Dengan bantuan program hecras dapat disimulasi berapa debit yang mengalir pada bagian hilir saluran. dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa untuk menyelesaikan persoalan banjir pada bagian hilir saluran primer wonorejo, terutama ketika banjir terjadi bersamaan dengan pasang air laut, perlu memperluas busem yang sudah ada yaitu yang semula 20 ha menjadi 58 ha dengan  kedalaman air 2 m. Sedangkan rumah pompa tetap dengan kapasitas 10 m3/dt.Akan tetapi untuk menghidari konflik sosial di masyarakat, dibutuhkan studi AMDAL agar solusi yang diambil, dapat dilaksanakan dilapangan.
Perbandingan Penggunaan Pasir Lumajang dengan Pasir Gunung Merapi terhadap Kuat Tekan Beton Dewi Pertiwi; Boedi Wibowo; Endang Kasiati; Triaswati MN; Ari Gandhi Sabban
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 9, No 2 (2011)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.25 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v9i2.2686

Abstract

Beton merupakan fungsi dari bahan penyusunnya yang terdiri dari bahan semen hidrolik, agregat kasar, agregat halus, air, dan bahan tambahan. Dalam penelitian ini ada dua jenis agregat halus yang dipergunakan yakni pasir lumajang dan pasir gunung merapi. Pasir gunung Merapi merupakan pasir dengan kualitas baik, dikarenakan partikelnya yang memiliki sudut. Pola partikel yang memiliki sudut itulah yang membuat ikatan pasir gunung merapi degan semen menjadi lebih kuat. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini mencoba untuk melakukan perbandingan pasir lumajang dengan pasir gunung merapi terhadap kuat tekan beton. Metode pembuatan benda uji menggunakan beton silinder (Ø15 cm, tinggi 30 cm) dengan kuat tekan rencana 30 Mpa, menggunakan variasi Faktor Air Semen (FAS) 0.6, 0.5, 0,4 dan 0,3 serta dicampurkan dengan Fly Ash 20%. Dari hasil penelitian didapatkan hasil pada FAS 0,6 kuat tekan beton untuk pasir Lumajang sebesar 273,964 dan pasir Gunung Merapi  270,094 ini semua tidak memenuhi kuat tekan rencana ,yang memenuhi kuat tekan beton rencana yakni pada FAS 0,5 pasir Lumajang mengalami peningkatan sebesar 27% yakni 411,499 kg/cm2, sedangkan pasir Gunung Merapi mengalami peningkatan sebesar 22,9% yakni 389,351 kg/cm2. Pada FAS 0,4 pasir Lumajang mengalami peningkatan sebesar 32,6% yakni 445,728 kg/cm2, sedangkan pasir Gunung Merapi mengalami peningkatan sebesar 36,5% yakni 472,716 kg/cm2. Pada FAS 0,3 pasir Lumajang mengalami peningkatan sebesar 48,3% yakni 580,432 kg/cm2, sedangkan Pasir Gunung Merapi mengalami peningkatan sebesar 54,7% yakni 663,224 kg/cm2. 
Concrete Structures Life Span Based on Carbonation Rate Using Artificial Neural Network MF Nuruddin; ABM Diah; TR Biyanto; M Sigit Darmawan; Ridho Bayuaji
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 9, No 2 (2011)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.501 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v9i2.2774

Abstract

The study on the influence of carbonation on concrete is critical as it affects the life span of the concrete structure when corrosion of reinforcement takes place. This research elucidates the carbonation effect on concrete from different environments and concrete samples of grades 15, 20, 25, 30, 35, 40, and 50 MPa. Two set of samples were considered namely controlled sample in the laboratory and on sites samples. In conclusion, it was found that across the board on average, carbonation improved the concrete integrity by 11%. The development of the model using neural networks for the prediction of a carbonation penetration, which consists of two input variables and one output variable were presented. 
Tipe Kerusakan Dinding Beton Non Pasir dengan Tulangan Horisontal Akibat Beban Lateral Bolak Balik Ridho Bayuaji
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 9, No 2 (2011)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v9i2.2775

Abstract

Pembuatan dinding dengan metode pasangan perlu ditinjau dengan metode pengecoran, yang mempunyai tujuan untuk membuat mutu material dinding sama/isotropik sehingga kelemahan yang terjadi pada dinding pasangan bisa teratasi, yaitu lemahnya sambungan antara material pasangan dengan mortar. Material yang dipilih adalah material yang mempunyai kekuatan di atas material pasangan dan tidak perlu mempunyai kekuatan yang signifikan seperti beton normal karena sifatnya hanya sebagai pengisi. Penelitian ini mengambil beton non pasir sebagai material pengecoran, memperhatikan berat jenisnya yang lebih ringan dari beton normal dan mendekati berat jenis dinding pasangan bata.Untuk mengetahui perilaku kerusakan dinding beton non pasir dan pengaruh perkuatan tulangan horisontal pada dinding beton non pasir, maka dilakukan penelitian terhadap dinding beton non pasir dengan pembebanan bolak-balik. Dua buah model struktur dinding beton non pasir dengan variasi yaitu satu buah dinding beton non pasir (Light Concrete Wall, LCW) dan satu buah dinding beton non pasir dengan tulangan horisontal (Light Concrete Wall with Horizontal Bars, LCWHB-200).Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola keruntuhan pasca elastik pada dinding beton non pasir didominasi kerusakan rocking failure.

Page 1 of 1 | Total Record : 5