cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Hidroteknik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Hidroteknik ini terbit pertama kali pada tahun 2015. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan April dan Oktober. Tujuan utama penerbitan jurnal ini adalah menampung karya tulis mahasiswa dan dosen teknik sipil dengan konsentrasi hidroteknik dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia, yang diterbitkan oleh Laboratorium Keairan dan Teknik Pantai ITS.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2018)" : 6 Documents clear
PERENCANAAN ULANG SISTEM DRAINASE PERUMAHAN SUKOLILO DIAN REGENCY DI SURABAYA TIMUR Lisna Isminingtyas; Umboro Lasminto
Jurnal Hidroteknik Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/jh.v3i1.14029

Abstract

Surabaya merupakan salah satu kota besar  yang ada di Jawa Timur. Luas total Kota Surabaya  adalah  350,5  km²  dengan  jumlah  penduduk  sebanyak 3.057.766 jiwa. Kota Surabaya menjadi  salah satu destinasi masyarakat luar kota yang ingin  berurbanisasi. Hal ini merupakan salah satu faktor  utama  yang  menarik  minat  para  pengembang  perumahan  dan  properti  untuk  membangun  kawasan  perumahan  baru.  Perumahan  Sukolilo  Dian Regency dibangun dengan cara menimbun  lahan sehingga mengubah penggunaan lahan dari  daerah tambak (tampungan sementara)  menjadi  daerah limpasan yang tentunya akan berdampak  pada permasalahan banjir disekitarnya. Tahap  pertama  dari  pengerjaan  penelitian ini adalah melakukan studi lapangan dan  studi  literatur.  Dilanjutkan  dengan  melakukan  pengumpulan  data,  data-data  yang  diperlukan  untuk  penelitian  ini  diantaranya  adalah  data  hidrologi, data peta, dan data hidrolika. Setelah  mendapatkan data, dilakukan analisis debit banjir  rencana sehingga dapat disimpulkan apakah sistem  drainase  eksisting  dapat  menampung  dan  menyalurkan  debit  rencana  yang  telah  diperhitungkan. Berdasarkan  hasil  analisis,  penyebab  adanya genangan  yang terjadi  pada perumahan  dikarenakan  tidak  mampunya  sistem  drainase  menampung  debit  rencana,  selain  itu  adanya  pengaruh  pasang  pada  saluran  sekunder  berdampak pada saluran tersier dalam perumahan.  Sehingga dibutuhkan perencanaan sistem drainase  baru pada perumahan dengan merevitalisasi semua  saluran  pada  perumahan  menggunakan  U-Ditch  dan penambahan fasilitas drainase berupa kolam  tampung dan pompa untuk mencegah pengaruh  pasang dari saluran sekunder.
PERENCANAAN ULANG SISTEM DRAINASE PERUMAHAN SUKOLILO PARK REGENCY DI SURABAYA TIMUR Sharfina Cintantya Purwandani; Umboro Lasminto; Edijatno Edijatno
Jurnal Hidroteknik Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/jh.v3i1.14030

Abstract

Perumahan  merupakan  salah  satu  contoh  pertumbuhan fisik yang menjadi kebutuhan papan manusia.  Akses jalan yang semakin baik di wilayah Surabaya Timur,  membuat  pengembang  properti  mendirikan  Perumahan  Sukolilo  Park  Regency.  Perubahan  tata  guna  lahan  yang  sebelumnya merupakan daerah tambak dan kondisi drainase  yang kurang memadai mengakibatkan di lokasi studi masih  terjadi banjir. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, perlu  dilakukan  perencanaan  ulang  sistem  drainase  dengan  cara  mengevaluasi saluran eksisting.Analisis yang dilakukan dalam pengerjaan tugas akhir ini  yaitu  analisis  hidrologi  untuk  mendapatkan  debit  banjir  rencana  dan  analisis  hidrolika  untuk  mengevaluasi  debit  saluran eksisting dengan debit rencana. Untuk menghitung  curah hujan rencana menggunakan metode distribusi Normal,  Log Normal, Log Pearson III, dan Gumbel. Hasil pengolahan  data  hujan  diperoleh  metode  uji  parameter  terpilih  yaitu  Distribusi  Normal  dengan  besarnya  curah  hujan  5  tahun  sebesar  127,981  mm.  Setelah  dilakukan  kontrol  kapasitas,  saluran  eksisting  tidak  mampu  mengalirkan  debit  banjir  rencana sehingga direncanakan penampang baru serta analisis  kolam tampung dan pompa air. Berdasarkan hasil analisis hidrologi, didapatkan curah hujan  rencana periode ulang 5 tahun sebesar 127,981 mm. Kapasitas  saluran  eksisting  tidak  mampu  mengalirkan  debit  banjir  rencana  sehingga  direncanakan  penampang  baru  menggunakan U-ditch. Dimensi terbesar U-ditch untuk saluran  tersier 1,0 meter × 1,2 meter sedangkan untuk saluran sekunder  1,0 meter × 1,2 meter. Dimensi kolam tampung eksisting 50,35  meter  ×  175,5  meter  dengan  kedalaman  1,38  meter.  Pengoperasian kolam tampung direncanakan dilengkapi pintu  air dan pompa berkapasitas 0,139 m 3 /detik dan 0,100 m 3 /detik  Dengan  demikian  masalah  banjir  yang  terjadi  dapat  diselesaikan.  
SIMULASI KESTABILAN KONSOLIDASI-DAM DI HILIR SYPHON LEMURUNG KALI KONTO TERHADAP FUNGSI BEBAN STATIS DAN DINAMIS Ahmad Na’im Musyafiq; Wasis Wardoyo; Danayanti Azmi Dewi Nusantara
Jurnal Hidroteknik Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/jh.v3i1.14031

Abstract

Gunung Kelud yang berada di wilayah Kabupaten Kediri Jawa Timur. Pasca erupsi pada awal tahun 2014, Gunung Kelud menyisakan sejumlah material vulkanik yang masih tertahan di lereng gunung berupa abu, pasir, pasir dan kerikil. Material tersebut apabila bercampur dengan air akan membentuk suatu aliran yang disebut lahar dingin. Bangunan konsolidasi dam di hilir syphon lemurung merupakan salah satu upaya menghindari bencana yang diakibatkan oleh bahaya aliran lahar Gunung Kelud yang melewati aliran Kali Konto. Dari hasil analisa didapatkan kapasitas volume tampngan sedimen maksimum konsolidasi dam syphon lemurung adalah 30926,25 m3. Laju sedimen pada kali konto adalah 67,1875 m3/hari. Waktu untuk memenuhi tampungan sedimen adalah u460 hari. Dari hasil simulasi kestabilan diketahui semakin tinggi massa jenis material (W) maka semakin rendah kestabilan bangunan. Syarat kestabilan mempengaruhi  ketinggian tampungan sedimen pada kondisi kritis. Dari hasil simulasi rasio kelangsingan didapatkan dimensi rencana yang memenuhi syarat kestabilan adalah tinggi dam (h1) = 1m – 5m dan lebar dam (b) = 8m - 10m. Sehingga dimensi eksisting konsolidasi dam syphon lemurung merupakan dimensi yang sudah efektif.
OPTIMASI PEMANFAATAN EMBUNG TLAMBAH DI KECAMATAN KARANG PENANG, KABUPATEN SAMPANG MADURA UNTUK JARINGAN IRIGASI DAN KEBUTUHAN AIR BAKU Mohamad Fajrin Hernata; Nadjadji Anwar; Nastasia Festy Margini
Jurnal Hidroteknik Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/jh.v3i1.14027

Abstract

Kecamatan Karang Penang merupakan salah satu  kecamatan  di  Kabupaten  Sampang-Madura  yang  selalu  mengalami banjir dan kekeringan tiap tahunnya. Berdasarkan  data tahun 2016, Kecamatan Karang Penang sendiri memiliki  luas wilayah 84,25 km2 dengan jumlah penduduk 67.549 jiwa  (BPS  Sampang,  2016).  Disisi  lain  peningkatan  jumlah  penduduk juga menuntut cukupnya ketersediaan air baku dan  irigasi baik dimusim penghujan terlebih dimusim kemarau.  Salah  satu  solusi  untuk  mengatasi  kekeringan  adalah  pembangunan  Embung  Tlambah  di  Kecamatan  Karang- Penang, Sampang-Madura. Dimana embung tersebut memiliki  volume tampungan sebesar 409.207 m3 , dengan luas genangan  air sebesar 0,98 ha. Sehubungan dengan adanya permasalahan  dalam pemenuhan kebutuhan irigasi dan air baku, maka perlu  adanya  optimasi  pemanfaaatan  Embung  Tlambah  untuk  kebutuhan irigasi dan air baku.Analisa awal yang dilakukan adalah menentukan debit  inflow Operasi Embung Tlambah yaitu debit hujan tersedia  metode FJ Mock, di DAS Embung Tlambah yang disesuaikan  terhadap  data  hujan  dari  stasiun  hujan  yang  berpengaruh  menggunakan  metode  Poligon  Thiessen.  Selanjutnya  debit  inflow tersebut dibangkitkan selama tahun proyeksi minimal  setengah  umur  operasi  embung  (Tahun  2016-2045)  menggunakan metode Data Bangkitan Inflow Thomas-Fiering.  Analisa berikutnya merupakan analisa debit outflow untuk  kebutuhan  air  baku  sesuai  dengan  jumlah  penduduk  yang  diproyeksikan menggunakan metode Geometrik. Sedangkan  untuk outflow kebutuhan irigasi disesuaikan dengan pola tanam  eksisting.  Kemudian  dilanjutkan  dengan  evaluasi  kondisi  tampungan Embung Tlambah yang mengacu pada pola operasi  water balance inflow-outflow selama tahun proyeksi.Hasil evaluasi pola operasi/ water balance kondisi  tampungan Embung Tlambah selama tahun proyeksi untuk  kebutuhan  air  baku  (kondisi  jam  puncak  sebesar  128,36  liter/detik) dan kebutuhan irigasi eksisting (padi sebesar 151,14  liter/detik;  polowijo  sebesar  5,86  liter/detik  dan  tembakau  sebesar  31,56  liter/detik)  menunjukkan  rasio  keandalan  pemenuhan kebutuhan air tiap periode operasi embung sebesar  63,89%.  Sehingga  untuk  meningkatkan  rasio  keandalan  pemenuhan  kebutuhan tersebut dilakukan optimasi  melalui  simulasi beberapa alternatif pola-tanam irigasi menggunakan  program bantu POM-QM for Windows 3 metode Program  Linier, dengan hasil terbaik pola tanam alternatif 2 (musim  hujan : polowijo-tembakau, musim kemarau I : padi-tembakau,  musim kemarau II : bero) yang menghasilkan keuntungan  pertanian  pertanian  terbesar  sebesar  Rp  7.914.367.550,  sehingga terjadi peningkatan keandalan sebesar 69,17%. Selain  itu dilakukan juga opsi optimasi melalui simulasi penambahan kapasitas volume embung/ peninggian tubuh embung setinggi 7 m dengan hasil volume baru embung sebesar 1.177.143 m3 dan luas  genangan baru sebesar 1,74 ha, sehingga terjadi  peningkatan rasio keandalan pemenuhan kebutuhan sebesar  84,54%.
STUDI KESTABILAN BENDUNGAN MARANGKAYU DENGAN CUTOFF TRENCH DI HULU TUBUH BENDUNGAN Guntarto Achmadi; Bambang Sarwono; A.A.N. Satria Damarnegara
Jurnal Hidroteknik Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/jh.v3i1.14032

Abstract

Bendungan Marangkayu di Kabupaten Kutai Kertanegara, Propinsi Kalimantan Timur dibangun diatas tanah lunak, serta didesain dengan cutoff trench pada hulu tubuh bendungan, karena pada as pondasi bendungan sudah direncanakan dipasang PVD (Prefabricated Vertical Drain) yang berfungsi mempercepat proses konsolidasi. Studi bendungan  dengan cutoff trench pada sisi hulu ini akan menghitung stabilitasnya dibandingkan bendungan tanpa dipasang cutoff trench, menganalisa stabilitas saat bendungan selesai dibangun dalam keadaan kosong, saat bendungan dalam kondisi tampungan penuh (fullbank) dan saat terjadi penurunan muka air secara mendadak (Rapid Drawdown), perencanaan perbaikan pondasi dengan PVD, serta menganalisa biaya untuk pembangunan bendungan tersebut.Dari hasil perhitungan didapat angka keamanan bendungan tanpa cutoff trench sebesar 1,24. Terjadi peningkatan angka keamanan pada bendungan dengan cutoff trench menjadi 1,46. Sedangkan biaya untuk pembangunan bendungan dan  perbaikan pondasi sebesar Rp. 76.876.608.742,-
PERENCANAAN EMBUNG BANGLE KECAMATAN LENGKONG KABUPATEN NGANJUK Ardelia Arlimasita; Umboro Lasminto; Edijatno Edijatno
Jurnal Hidroteknik Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/jh.v3i1.14028

Abstract

Desa  Bangle  merupakan  desa  yang  terletak  pada  Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk. Saat kemarau desa  tersebut mengalami kekeringan, sedangkan saat hujan datang air  akan mengalir dan terbuang percuma tanpa dimanfaatkan. Pada  desa  tersebut  terdapat  Sungai  Kedungpawon  yang  bermuara  menuju  Sungai  Roh  Buntu.  Sungai  Kedungpawon  memiliki  potensi sebagai sumber daya air untuk memenuhi kebutuhan air  penduduk sekitar. Sebagai upaya untuk peningkatan penyediaan  air baku bersih untuk warga dan kebutuhan irigasi, maka perlu  direncanakan  suatu  bangunan  penampung  air  pada  daerah  tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan air Desa Bangle, maka  direncanakan Embung Bangle dengan kedudukan as bendung  yang telah ditentukan pada analisa sebelumnya. Analisa yang  dilakukan meliputi analisa hidrologi, untuk mengetahui curah  hujan menggunakan Log Pearson III dan mengetahui debit banjir  rencana dengan Metode Hidrograf Satuan Sintetis Nakayasu.  Kemudian  dilanjutkan  dengan  menghitung  ketersediaan  air  menggunakan metode F.J. Mock dan kebutuhan air. Menghitung  tampungan air pada embung dengan metode Kesetimbangan Air.  Analisa hidrolika dihitung untuk mendapatkan angka desain dari  tubuh  embung,  bangunan  pelimpah  embung  dan  banguan  pemecah energi. Dari desain yang sudah dihitung perlu dihitung  juga kontrol stabilitasnya. Dari hasil analisa yang telah dilakukan  diperoleh besar debit banjir rencana yang digunakan dengan  periode ulang 100 tahun adalah 23,450 m 3 /s dengan elevasi muka  air banjir di atas pelimpah adalah +56,18 m. Ketersediaan air  pada Sungai Kedungpawon dengan debit andalan rerata 0,103  m 3 /s. Sedangkan kebutuhan air di Dusun Bangle sebesar 70.935  l/hari untuk air domestik dan 15.030 l/hari untuk non domestik.  Tampungan air dapat memenuhi kebutuhan air irigasi dengan  pola  tanam  palawija-palawija-palawija.  Dari  analisa-analisa  tersebut, direncanakan tubuh embung tipe urugan dengan inti  tegak  berada  pada  elevasi  dasar  +50,00  sedangkan  elevasi  puncaknya +57,00, lebar puncak 4 m dan lebar dasar 3,5 m.  Kemiringan hulu tubuh embung direncanakan 1: 2,50 sedangkan  kemiringan  hilirnya  1:  2,00.  Selain  itu  direncanakan  pula  pelimpah depan dengan tipe Ogee dengan lebar saluran 6 m.  Kolam olak untuk meredam energi direncanakan menggunakan  USBR Tipe III. Konstruksi tubuh embung dan pelimpah telah  dianalisis keamanannya dan dinyatakan aman dalam  kondisi  muka air normal dan muka air banjir.  

Page 1 of 1 | Total Record : 6