cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Hidroteknik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Hidroteknik ini terbit pertama kali pada tahun 2015. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan April dan Oktober. Tujuan utama penerbitan jurnal ini adalah menampung karya tulis mahasiswa dan dosen teknik sipil dengan konsentrasi hidroteknik dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia, yang diterbitkan oleh Laboratorium Keairan dan Teknik Pantai ITS.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2018)" : 6 Documents clear
EVALUASI JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH WILAYAH ZONA 2 PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM SURYA SEMBADA KOTA SURABAYA DENGAN PROGRAM WATERGEMS V8I Evieq Riyanto; Wasis Wardoyo
Jurnal Hidroteknik Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/jh.v3i2.14036

Abstract

Surabaya memiliki pertumbuhan penduduk dan pembangunan infrastruktur yg pesat. Dengan meningkatnya jumlah penduduk dan fasilitas umum maka kebutuhan air bersih akan meningkat. Sebagai contoh kasus di wilayah Surabaya Timur sering terjadi kekurangan air pada saat jam puncak. Wilayah Surabaya Timur dan sekitarnya termasuk dalam zona 2 PDAM Kota Surabaya . IPAM Ngagel III sebagai penyedia air bersih di wilayah zona 2 memiliki kapasitas produksi 1750 lt/dt dengan cakupan pelayanan 92.65 % dan kehilangan air 24.79 %. Dalam penelitian ini akan ditinjau kebutuhan air di wilayah zona 2 untuk 20 tahun ke depan.Untuk mencapai tujuan penelitian ini dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: analisa pertumbuhan penduduk, analisa kebutuhan air, dan analisa hidraulik dari jaringan yang sudah ada. Analisa pertumbuhan penduduk digunakan 3 metode yaitu aritmatik, geometrik, dan least square. Analisa kebutuhan air dihitung berdasarkan kebutuhan air domestik, non domestik dan kehilangan air. Untuk analisa parameter hidraulik menggunakan software WaterGEMS v8i.Hasil dari analisa penduduk digunakan metode geometrik dengan pertumbuhan penduduk 1.88 % didapatkan jumlah  penduduk pada tahun 2036 sebesar 897867 jiwa. Kebutuhan harian rata-rata air bersih pada tahun 2016 adalah 1931.83 lt/dt dan pada tahun 2036 kebutuhan harian rata-rata sebesar 2816.47 lt/dt. Dari analisa menggunakan debit pelanggan  dan jaringan pipa eksisting didapatkan besarnya tekanan pada saat jam puncak   (-1.19 atm – 3.32 atm) dan kecepatan aliran  (0.04 m/dt – 3.86  m/dt).
PENGARUH SEDIMENTASI TERHADAP KOEFISIEN DEBIT PADA MODEL ALAT UKUR FAIYUM Dede Rianto; Wasis Wardoyo; Danayanti Azmi Dewi Nusantara
Jurnal Hidroteknik Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/jh.v3i2.14041

Abstract

Alat ukur ambang lebar tipe Faiyum mulai banyak dikenal dan digunakan di jaringan Irigasi di Indonesia. Perbedaan alat ukur Faiyum dengan alat ukur ambang lebar terletak pada posisi bangunan ukur yang dipasang langsung melintang saluran tanpa adanya saluran pengarah seperti pada alat ukur ambang lebar.Setiap alat ukur yang dipasang di jaringan irigasi di Indonesia seharusnya memenuhi standarisasi jenis alat ukur yang dikeluarkan oleh pihak Pemerintah dalam Standard Perencanaan Irigasi Departemen PU, 1986 dan memenuhi ISO Standart Hanbook 16 tahun 1983. Sedangkan alat Ukur Faiyum baik penggunaan maupun alatnya belum ada ketentuan peraturan yang memuat.Maka dari itu perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai penerapan penggunaan alat ukur tipe Faiyum, terutama pada penetapan koefisien debit (Cd) yang digunakan. Semakin besar nilai Cd yang di dapatkan makan semakin efektif pula alat ukur tersebut. Besarnya koefisien debit ini sangat dipengaruhi oleh kondisi geometri penampang dan sedimen yang ada pada alat ukur. Sehingga dilakukan suatu studi dengan membuat model eksperimental dilaboratorium dengan skala 1 : 2.667 beserta dengan kondisi sedimentasi yang terjadi. Model tersebut dibuat dengan mengacu pada kondisi di lapangan sehingga duharapkan model tersebut dapat menggambarkan kondisi yang sesungguhnya. Selanjutnya dilakukan perbandingan antara hasil koefisien debit alat ukur Faiyum dengan alat lain yaitu dengan alat ukut Thompson. Alat ukur Thompson juga berfungsi sebagai kalibrator untuk mengetahui keakuratan dari alat ukur Faiyum karena selain sudah terkalibrasi dengan baik, letak alat ukur Thompson sejajar dan tidak terlalu jauh (satu saluran)  dengan alat ukur Faiyum.
EVALUASI SISTEM DRAINASE PERUMAHAN BUMI MARINA EMAS DI SURABAYA TIMUR Muh. Fikri Ardwian; Umboro Lasminto; Edijatno Edijatno
Jurnal Hidroteknik Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/jh.v3i2.14037

Abstract

Surabaya  berkembang  pesat  dalam  sektor  pembangunan perumahan menyebabkan daerah berupa  sawah, tambak dan lahan kosong berubah fungsi menjadi  perumahan. Dengan adanya perubahan tata guna lahan  maka besarnya  koefisien  pengaliran akan  meningkat.  Perumahan Bumi Marina Emas dahulunya merupakan  daerah tambak. Pada saat terjadi hujan dan air pasang,  saluran di perumahan tidak mampu untuk mengalirkan  air hujan dan mengakibatkan terjadinya genangan di  saluran  perumahan.  Berdasarkan  kondisi  eksisting  saluran  Perumahan  Bumi  Marina  Emas  dapat  disimpulkan  bahwa  sistem  jaringan  drainase  perlu  dievaluasi kembali agar genangan yang terjadi dapat  teratasi.Evaluasi  sistem  drainase  diawali  dengan  melakukan analisis hidrologi untuk mendapatkan debit  banjir rencana. Kemudian mengontrol kapasitas saluran  eksisting antara debit banjir rencana dengan kapasitas  penampang. Setelah dilakukan kontrol, kapasitas saluran  eksisting tidak dapat mengalirkan debit banjir rencana.  Sehingga  perlu  direncanakan  penampang  baru  yang  dilengkapi dengan perencanaan fasilitas drainase berupa  kolam tampung, pompa dan pintu air untuk mengatur  debit  pembuangan  agar  tidak  membebani  saluran  eksisting.Berdasarkan  hasil  perhitungan  saluran  baru  diperoleh dimensi terbesar dalam kawasan sebesar 1,2 x  1,4 m. Kolam tampung Bumi Marina Emas Utara dengan  volume tampungan sebesar 2019,260 m3, direncanakan  berdimensi 30 x 50 m dengan kedalaman 1,8 m dan kolam  tampung Bumi Marina Emas Selatan dengan volume  tampungan  sebesar  3796,176  m3,  direncanakan  berdimensi 30 x 60 m dengan kedalaman 2,3 m. Masing- masing kolam tampung dilengkapi pompa dengan debit  0,522 m3/s dan 0,522 m3/s ditambah 0,350 m3/s serta  dilengkapi juga dengan pintu air. Dengan adanya fasilitas  drainase seperti diatas diharapkan dapat menanggulangi  genangan yang terjadi di kawasan perumahan.
PERENCANAAN BANGUNAN PENGAMAN PANTAI UNTUK MENGATASI ABRASI DI PANTAI PULAU DERAWAN Brama Lesmono; Umboro Lasminto; Bambang Sarwono
Jurnal Hidroteknik Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/jh.v3i2.14038

Abstract

Pulau Derawan adalah salah satu pulau terbaik di Indonesia yang banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Sehubungan dengan banyaknya wisatawan yang datang dari dalam negeri maupun luar negeri, fasilitas komunikasi, penginapan, dan resort pun mulai dibangun. Resort dan penginapan yang ada di Pulau Derawan banyak tersebar di pinggir pantai yang menjadikan kestabilan dinamis pantai mulai terganggu akibatnya proses abrasi mulai terjadi.Salah satu dari masalah yang ada di daerah pantai adalah abrasi pantai. Abrasi pantai dapat menimbulkan kerugian sangat besar dengan rusaknya kawasan pemukiman, resort dan fasilitas-fasilitas yang ada di pantai Pulau Derawan. Untuk menanggulangi abrasi pantai, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencari penyebab terjadinya abrasi. Dengan mengetahui penyebabnya maka selanjutnya dapat ditentukan cara penanggulangannya.Untuk mengatasi masalah tersebut dilakukan perencanaan bangunan pengaman pantai dengan bantuan software SMS8.0. Dari hasil analisis software SMS8.0 pola arus dominan yang terjadi adalah dari arah barat menuju timur dan angkutan sedimen yang terjadi adalah angkutan sedimen sepanjang pantai dari arah barat menuju timur. Dari hasil analisis gelombang didapatkan letak dari gelombang pecah untuk panjang bangunan pengaman pantai. Dari hasil analisa-analisa tersebut maka dapat disimpulkan bangunan yang sesuai adalah groin dengan panjang groin tipe 1 adalah 70 m, groin 2 adalah 55 m, groin 3 adalah 60 m dan groin 4 adalah 25 m. Lebar pada kepala groin adalah 3,3 m dan lebar pada lengan groin adalah 3,2 m. Material yang dipakai yaitu batu yang disusun. Berat satu batu untuk lapisan I untuk kepala yaitu 2,286 ton dan lengan 2,090, lapisan II untuk kepala 0,229 ton dan lengan 0,209 ton, lapisan inti untuk kepala 0,011 ton dan lengan 0,01 ton. Sedangkan tebal lapisan untuk kepala dan lengan yaitu lapisan  I 2,5 m, lapisan II 1,5 m, lapisan II 1 m dan lapisan geotekstile 0,5 m.
PERENCANAAN BENDUNG AMOHALO DI KECAMATAN BARUGA KOTA KENDARI Bagus Pramono Yakti; Edijatno Edijatno; Nadjadji Anwar
Jurnal Hidroteknik Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/jh.v3i2.14039

Abstract

Bendung Amohalo berlokasi di Kecamatan Baruga Kota Kendari. Dengan luasan DAS (daerah aliran sungai) 38,63 km2. Adapun sungai yang dibendung adalah sungai Amohalo. Alasan yang mendasari perlunya dibangun bendung tersebut antara lain tingginya elevasi sebagian area sawah yang ada di DAS sungai Amohalo, sehingga tidak dapat langsung diairi. Maka dalam hal ini dengan adanya bendung tersebut, diharap areal sawah seluas 577 ha dapat terairi. Dampak sebelum adanya bendung berakibat buruk terhadap pertanian dan kondisi ekonomi penduduk.Perencanaan bendung didasarkan pada debit banjir rencana dengan periode ulang T=100 tahun, Dalam hal ini, pembahasan meliputi analisa hidrologi, perhitungan kebutuhan air sawah, perencanaan teknis tubuh bendung, dan perhitungan stabilitas bendung.Dari perhitungan digunankan metode Nakayasu yang kemudian didapat besar debit banjir periode ulang 100 tahun (Q100) = 149,368 m3/dtk, elevasi muka air banjir pada ketinggian +17,686 m, elevasi mercu bendung pada ketinggian +16,7 m, elevasi dasar sungai pada ketinggian +13,45 m, pola tanam padi-palawija-bero, kebutuhan air untuk lahan sebesar 1,0187 m3/dtk. Mercu bendung direncanakan tipe bulat, kolam olak tipe ambang ujung dan bangunan ukur yang digunakan adalah ambang lebar. Dari analisis stabilitas tubuh bendung dalam kondisi stabil terhadap geser, guling, retak dan bangunan tidak turun.
PERENCANAAN ULANG SALURAN SEKUNDER BABATAN SURABAYA Fitranda Firdaus; Wasis Wardoyo
Jurnal Hidroteknik Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/jh.v3i2.14040

Abstract

Kawasan Surabaya Barat terutama daerah Menganti, Babatan UNESA dan Babatan Indah merupakan daerah yang sering terjadi banjir. Hal ini terjadi karena pengalihan tata guna lahan terutama untuk pembangunan pemukiman baru. Pembangunan pemukinan tersebut mengakibatkan limpasan air menuju sistem drainase meningkat dan membuat saluran eksisting tidak dapat menampung air yang mengalir. Terutama di kawasan padat sekitar Saluran Sekunder Babatan.Untuk itu dilaksanakan perencanaan ulang sistem drainase di wilayah Saluran Sekunder Babatan. Perencanaan ulang diawali dengan pengambilan data kondisi eksisting dan data hujan disaluran. Data kondisi eksisting digunakan untuk mengetahui titik-titik genangan dan kapasitas saluran eksisiting. Data hujan digunakan untuk mendapatkan debit inflow yang masuk disaluran. Debit inflow dihitung dengan menggunakan analisa hidrologi sedangkan kapasitas eksisting dihitung menggunakan analisa hidrolika. Disaat kapasitas saluran eksisting melebihi debit yang masuk, maka saluran eksisting tidak bermasalah. Jika kapasitas eksisting kecil dari debit yang masuk, akan ada genangan dan ditanggulangi dengan pembangunan kolam tampung dan perbaikan saluran. Pada analisa awal beberapa saluran eksisting tidak dapat menampung debit yang masuk sehingga dilakukan perbaikan untuk daerah saluran tersier dan penambahan kolam tampung di kawasan sekunder. Perencanaan kolam tampung dilengkapi menggunakan tambahan pompa, dan dalam operasional kolam tampung dilengkapi dengan pintu air.Dari hasil analisa didapatkan luas kolam tampung yang didesain sebesar 40 m x 400 m x 1.8 m. Kolam tampung juga didesain dilengkapi dengan 2 pompa dengan kecepatan 1 m3/dtk dan 1.5 m3/dtk. Pintu air direncanakan memiliki lebar 2.2 m, tinggi 1.2 m dan tinggi bukaan 0.47 m.

Page 1 of 1 | Total Record : 6