cover
Contact Name
Lucky Purwantini
Contact Email
lppm.unismabekasi@gmail.com
Phone
+6282138581177
Journal Mail Official
soul@unismabekasi.ac.id
Editorial Address
Redaksi SOUL Jl. Cut Meutia No. 83 Bekasi Jawa Barat 17113 Email: soul@unismabekasi.ac.id Telp. 021-8808851
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
SOUL : Jurnal Ilmiah Psikologi
ISSN : 1979259X     EISSN : 2716134X     DOI : https://doi.org/10.33558/soul.v14i1.5951
SOUL: Jurnal Ilmiah Psikologi merupakan sebuah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam 45. Jurnal ini mengejar eksplorasi dalam bidang Psikologi, mencakup Psikologi Pendidikan, Psikologi Sosial, Psikologi Industri dan Organisasi, serta tidak menutup akses pada Psikologi Olahraga, Psikologi Politik, Psikologi Seni, dan lain-lain. Artikel yang diterima oleh SOUL: Jurnal Ilmiah Psikologi hanya artikel hasil penelitian ilmiah.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2012): SOUL" : 5 Documents clear
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI (SELF EFFICACY) DAN STRES KERJA DENGAN KEJENUHAN KERJA (BURNOUT) PADA PERAWAT IGD DAN ICU RSUD KOTA BEKASI Prestiana, Novita Dian Iva; Purbandini, Dewanti
SOUL : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 5 No 2 (2012): SOUL
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.688 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara self efficacy, stres kerja, dan burnout pada perawat di ruang ICU dan IGD RSUD Kota Bekasi.Metode dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh atau sensus. Sampel berjumlah 37 orang yang terdiri atas 20 orang perawat di ruang IGD dan 17 orang perawat di ruang ICU. Hasil analisa data menunjukkan bahwa hubungan antara self efficasy dengan burnout menunjukkan hasil koefisien korelasi sebesar r=-0.470 dan tingkat signifikansi 0.003 (p<0.05), artinya semakin tinggi tingkat self efficacy perawat maka semakin rendah burnoutnya. Hubungan antara stres kerja dengan burnout menunjukkan hasil koefisien korelasi sebesar r=0.596 dan tingkat signifikansi 0.000 (p<0.05) artinya semakin tinggi tingkat stres kerja seseorang maka semakin tinggi pula burnoutnya
KEBAHAGIAAN LANSIA DITINJAU DARI DUKUNGAN SOSIAL DAN SPIRITUALITAS Nurhidayah, Siti; Agustini, Rini
SOUL : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 5 No 2 (2012): SOUL
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.546 KB)

Abstract

Kebahagiaan merupakan tujuan utama dari eksistensi manusia di dunia. Kebahagiaan yang demikian sudah pasti dipengaruhi oleh kehadiran orang lain. Kebahagian juga sebuah perlindungan terhadap stress dan pandangan hidup duniawi yang tercipta dari rasa penuh harap, tidak mudah putus asa, harapan masa depan yang baik di dunia dan hari kemudian, perasaan penerimaan yang tinggi, dan rasa rileks dan tenteram karena berdoa dan beribadah kepada Tuhan merupakan ritual dari spiritualitas atau keagamaan. Kebahagiaan mungkin akan terjadi pada lansia secara perlahan-lahan dan memerlukan peranan dukungan sosial dari lingkungan di mana ia tinggal serta spiritualitas yang dimiliki. Tempat tinggal adalah kenyataan objektif seseorang kebanyakan menjalani hidupnya sehari-hari. Tempat tinggal juga menggambarkan dengan siapa seseorang itu hidup bersama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan kebahagiaan lansia tinggal di luar dan dalam panti ditinjau dari dukungan sosial dan spiritualitas sehingga selain melakukan uji perbedaan, penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui hubungan serta pengaruh antara dukungan sosial dan spiritulitas dengan kebahagiaan. Hasil penelitian menemukan dukungan sosial memiliki korelasi positif dengan kebahagiaan. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara kebahagiaan lansia di Desa Mekarsari dengan di PSTW ?Budhi Dharma? Bekasi. Dukungan sosial memiliki pengaruh nyata positif terhadap kebahagiaan lansia
AGRESIFITAS DITINJAU DARI LOCUS OF CONTROL INTERNAL PADA SISWA SMK NEGERI 1 BEKASI DAN SISWA DI SMK PATRIOT 1 BEKASI Muslimah, Alfiana Indah; ., Nurhalimah
SOUL : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 5 No 2 (2012): SOUL
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.964 KB)

Abstract

Locus of control internal merupakan salah satu faktor kepribadian yang berpengaruh terhadap perilaku agresif. Locus of control (LOC) berperan dalam mempengaruhi dan menentukan pusat kendali individu, dimana proses mendekati atau menjauhi perilaku agresif memerlukan tanggung jawab pribadi dan keberanian dalam mengambil keputusan. Remaja yang memiliki locus of control internal tinggi biasanya akan mengambil tanggung jawab pribadi dan lebih berani dalam mengambil tindakan dibandingkan dengan individu yang LOC internalnya rendah. Individu dengan LOC internal tinggi akan lebih percaya diri dan berani untuk mengambil tindakan menjauhi perilaku agresif. Siswa SMK sebagai remaja yang sedang dalam masa penuh gejolak seringkali dihadapkan dengan situasi yang dapat mencetuskan perilaku agresif, terutama jika tidak didukung oleh penegakan aturan dan disiplin yang memadai. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara locus of control internal dengan agresivitas dan mengetahui perbedaan agresivitas antara siswa SMK Negeri 1 Bekasi dan siswa SMK Patriot Bekasi.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X jurusan Teknik pemesinan di SMK Negeri 1 bekasi yang berjumlah 116 anak dan seluruh siswa kelas X jurusan Teknik pemesinan di SMK Patriot 1 Bekasi yang berjumlah 106 anak, dengan teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling sehingga di ambil 30 sampel di SMK Negeri 1 Bekasi dan 30 sampel di SMK patriot 1 Bekasi.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara, observasi dan dua skala yaitu skala locus of control internal dan skala agresivitas. Sedangkan metode analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi Sperman dan Uji Mann whitney.Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa ada hubungan yang berlawanan atau negatif antara locus of control internal dengan agresivitas pada siswa SMK Negeri 1 Bekasi dan siswa SMK Patriot 1 Bekasi. Hal ini ditunjukan dengan perolehan nilai r sebagai koefisien korelasi sebesar -0,346: dengan nilai signifikansi (p) = 0,007. Artinya jika locus of control internal tinggi maka agresivitas rendah begitu pula sebaliknya jika locus of control internal rendah maka agresivitas tinggi. Locus of control internal dalam penelitian ini memberikan sumbangan efektif sebesar 34,6 % terhadap agresivitas, sehingga masih terdapat 65,4 % sumber lain yang mempengaruhi agresivitas, yang tidak di ukur secara empirik dalam penelitian ini. Hasil penelitian kedua menyebutkan bahwa tidak terdapat perbedaan agresivitas antara siswa SMKN 1 dan siswa SMK Patriot 1 Bekasi. Berdasarkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) adalah 0,057 > 0,05
KONTROL DIRI DAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN COPING STRESS PADA REMAJA Ekasari, Agustina; Yuliyana, Suhertin
SOUL : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 5 No 2 (2012): SOUL
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.64 KB)

Abstract

Coping stress ini adalah kemampuan yang sangat penting untuk dimiliki setiap individu sebelum ia menguasai keterampilan coping stress. Kemampuan ini perlu dimiliki remaja untuk peka terhadap perasaan atau respon-respon psikologis dan peristiwa tertentu terutama saat mengalami masalah ataupun kesulitan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kontrol diri dan dukungan teman sebaya dengan coping stress pada remaja. Hasil penelitian ini tingkat dukungan teman, kontro diri dan pada remaja di SMP PGRI Klapanunggal Bogor sebagian besar pada kategori sedang. Terdapat hubungan positif antara dukungan teman sebaya dan kontrol diri dengan kemampuan coping stress pada remaja di SMP PGRI Klapanunggal Bogor
PENGASUHAN, PEER GROUP, SELF EFFICACY DAN PERILAKU SEKS PADA REMAJA PERILAKU SEKS PADA REMAJA DI KOTA BEKASI Nurhidayah, Siti; Prestiana, Novita Dian Iva; Bayani, Irma
SOUL : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 5 No 2 (2012): SOUL
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.861 KB)

Abstract

Remaja adalah individu yang berada dalam masa peralihan. Masa remaja juga sebagai masa perkembangan psikoseksual. Pada tahap ini, perubahan yang sangat menonjol adalah ketika terjadinya kematangan fungsi seksual yang ditampakkan melalui perubahan perilaku. Adanya minat seksual dan ketertarikan terhadap lawan jenis ini kemudian muncul dalam bentuk pacaran. Pacaran dan Seks memiliki hubungan yang dapat menjadi dekat tetapi dapat pula menjadi jauh. Bila seorang remaja tidak memiliki pertahanan yang kuat untuk menahan gejolak libido seksualnya maka bukan tidak mungkin perilaku seks diantara sepasang remaja akan sangat mudah terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh gaya pengasuhan, peer group, self efficacy terhadap perilaku seks pada remaja. Hasil penilitian ini menemukan bahwa tidak ada hubungan yang nyata antara pendapatan keluarga dan pendidikan orang tua dengan perilaku seks. Faktor religiusitas yang dimiliki remaja tidak berhubungan langsung dengan perilaku seks. Terdapat hubungan yang signifikan antara memiliki pacar dengan perilaku seks. Remaja yang mempersepsikan orang tua memberikan pengasuhan Authoritative, permissive, dan Authotoritarian memiliki hubungan dengan perilaku seks. Gaya pengasuhan yang semakin permissive dan Authotoritarian semakin tinggi pula perilaku seks pada remaja. Peer group dan self efficacy memiliki hubungan dengan perilaku seks remaja. Pengasuhan (authoritarian, permissive dan autoritatif) , peer group, self efficacy mempunyai pengaruh terhadap perilaku seks. Self Efficacy mempunyai pengaruh negatif terhadap perilaku seks. Peer group dan gaya pengasuhan authoritarian berpengaruh positif terhadap perilaku seks

Page 1 of 1 | Total Record : 5