cover
Contact Name
Prasko
Contact Email
prmik@poltekkes-smg.ac.id
Phone
+622476479188
Journal Mail Official
rmik@poltekkes-smg.ac.id
Editorial Address
Jl. Tirto Agung, Pedalangan, Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah 50268
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
ISSN : 26221863     EISSN : 26227614     DOI : https://doi.org/10.31983/jrmik.v2i1.4391
Core Subject : Health,
It is aimed at all medical record and health information practitioners and researchers and those who manage and deliver medical record and health information services and systems. It will also be of interest to anyone involved in health information management, health information system, and health information technology.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2020): OKTOBER 2020" : 8 Documents clear
Analisis Hubungan Persepsi tentang Mutu Pelayanan Rekam Medis dengan Tingkat Kepuasan di Rumah Sakit Puput Sugiarto; Dwi Wahyu Aprilistiyani; Syafira Atikah Yudianti
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 3, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.222 KB) | DOI: 10.31983/jrmik.v3i2.6433

Abstract

Hospitals must be able to improve the quality of services to maintain patient interest, one of which is improving the quality of medical records. Based on the author's initial survey that at the Ungaran District Hospital research has not been conducted on patient satisfaction regarding the quality of medical record services. To measure a service quality is to know perceptions about the service from the eyes of a consumer or customer. This patient's perception is very important because satisfied patients will adhere to treatment and want to come back for treatment. The purpose of this study was to determine the analysis of the relationship between patients' perceptions about the quality of medical record services with the level of patient satisfaction at Ungaran District Hospital. This study uses a descriptive correlative research method using a survey approach. The results of this study using the chi square test (p 0.05) showed that there was not relationship between perception, especially reliability, assurance, and empathy about the quality of medical record services with the level of patient satisfaction with a p value of reliability of 0.116; guarantee 0.191; empathy of 0.058. There is relationship between perception, especially responsiveness and direct evidence about the quality of medical record services with the level of patient satisfaction.ABSTRAK Rumah sakit harus mampu meningkatkan kualitas pelayanannya untuk mempertahankan minat atau ketertarikan pasien salah satunya peningkatan kualitas pelayanan rekam medis. Berdasarkan survey awal penulis bahwa di RSUD Ungaran belum dilakukan penelitian tentang kepuasan pasien terkait mutu pelayanan rekam medis. Untuk mengukur sebuah kualitas pelayanan adalah dengan mengetahui persepsi tentang pelayanan tersebut dari kaca mata seorang konsumen atau pelanggan. Persepsi pasien ini sangat penting karena pasien yang puas akan mematuhi pengobatan dan bersedia datang berobat kembali. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui analisis hubungan persepsi pasien tentang mutu pelayanan rekam medis dengan tingkat kepuasan pasien di RSUD Ungaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif korelatif dengan menggunakan pendekatan survey. Hasil penelitian ini menggunakan uji chi square (p 0,05) diperoleh hasil tidak ada hubungan antara persepsi khususnya keandalan, jaminan, dan empati tentang mutu pelayanan rekam medis dengan tingkat kepuasan pasien dengan nilai p value keandalan 0,116; jaminan 0,191; empati 0,058. Ada hubungan antara persepsi khususnya ketanggapan dan bukti langsung tentang mutu pelayanan rekam medis dengan tingkat kepuasan pasien. Kata Kunci: Persepsi, Kepuasan, Mutu Pelayanan, Rekam Medis
Perancangan Aplikasi Pemusnahan Rekam Medis “Medical Record Engineering Of Destruction System” (MERCEDES) Subinarto Subinarto; Irmawati Irmawati; Hidayatul Maula
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 3, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.27 KB) | DOI: 10.31983/jrmik.v3i2.6402

Abstract

Big Data in health services will make it difficult for hospital staff to call data (data mining) and information retrieval. Big data can cause data mining and information retention to be stalled and take a long time. This will have a direct impact on the speed of service and the level of patient satisfaction. Therefore, to support the proper, fast and accurate medical record service, management efforts are needed to destroy data or documents. The type of research used is research and development. According to Prof. Dr. Sugiyono research and development is a research method used to produce products and test the effectiveness of these products. This research resulted in a system called MERCEDES (Medical Record Engineering Destruction System). MERCEDES will assist filing officers in retaining and destroying medical records in medical health care. The MERCEDES trial has been conducted twice. The results of first trial show that there are still menu that cannot be used optimally. The results of second trial show that in general MERCEDES can be used to support the activity of destroying medical record documents, but there are still shortcomings, MERCEDES cannot accommodate changes in patient status from inactive to active.  Abstrak Big data atau data yang besar dalam pelayanan kesehatan akan menyulitkan petugas rumah sakit dalam pemanggilan data (data mining) dan pengambilan informasi (Information Retrieval). Big data dapat menyebabkan data mining dan information retieval menjadi tersendat dan membutuhkan waktu lama. Hal tersebut akan berdampak secara langsung terhadap kecepatan pelayanan dan tingkat kepuasan pasien. Oleh karena itu, untuk menunjang pelayanan rekam medis yang tepat, cepat dan akurat diperlukan upaya pengelolaan hingga pemusnahan data atau dokumen.Jenis  penelitian   yang  digunakan   adalah   research   dan   development. Menurut Prof. Dr Sugiyono research dan development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk dan menguji keefektifan produk tersebut.Penelitian ini menghasilkan suatu sistem yang disebut MERCEDES (Medical Record Engineering Destruction System). MERCEDES akan membantu petugas filing dalam melakukan retensi dan pemusnahan rekam medis di rumah sakit. Uji coba MERCEDES telah dilakukan sebanyak dua kali. Hasil uji coba 1 diketahui bahwa masih terdapat menu yang belum dapat digunakan secara optimal. Hasil uji coba 2 menunjukkan bahwa secara umum MERCEDES sudah dapat digunakan dalam menunjang kegiatan pemusnahan, namun masih terdapat kekurangan yaitu MERCEDES belum dapat mengakomodir perubahan status pasien dari in aktif menjadi aktif kembali.
Analisis Desain Map Rekam Medis Heri Hernawan; Kori Puspita Ningsih
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 3, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.727 KB) | DOI: 10.31983/jrmik.v3i2.6331

Abstract

The medical record folder is a cover used for medical record forms in it to not scattered. The RMIK Lab of Jenderal Achmad Yani University Yogyakarta uses a medical record folder for student lab skills. The medical record map was designed in 2013 and has never been evaluated. This study aims to see the medical record folder 's function and analyze the medical record design folder from the physical, anatomical, and content aspects. This research uses descriptive research with a case study approach. The research location is in the Laboratory of Medical Records and Health Information (D-3), Faculty of Health, Jenderal Achmad Yani University, Yogyakarta. The results showed that the medical record folder in the RMIK Lab of Jenderal Achmad Yani University Yogyakarta was used to store and protect medical record forms, which are useful materials for students of the Medical Records and Health Information Study Program (D-3). The results of the analysis of the medical record folder on the physical, anatomical, and content aspects indicate that it is necessary to redesign the medical record folder on the anatomical elements, including: (1) adjusting the logo of the General Achmad Yani University Yogyakarta, (2) the identity of the hospital to become Unjani Yogya Hospital, (3) eliminating registration numbers and (4) adding a vital note column to attach color stickers to identify infectious diseases or write allergies on the medical record folder.ABSTRAKMap rekam medis (folder) merupakan sampul yang digunakan untuk melindungi formulir-formulir rekam medis yang ada di dalamnya agar tidak tercecer. Lab RMIK Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta menggunakan map rekam medis untuk praktikum lab mahasiswa. Map rekam medis di desain pada tahun 2013  dan belum pernah dilakukan evaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi map rekam medis dan menganalisis desain map rekam medis dari aspek fisik, anatomi dan isi. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif, dengan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian ini di Laboratorium Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (D-3) Fakultas Kesehatan Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan map rekam medis di Lab RMIK Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta digunakan untuk menyimpan dan melindungi formulir-formulir rekam medis yang merupakan bahan praktik mahasiswa Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (D-3). Hasil analisis map rekam medis pada aspek fisik, anatomi dan isi menunjukkan perlu dilakukan redesain map rekam medis pada aspek anatomi meliputi: (1) menyesuaikan logo Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta, (2)  identitas rumah sakit menjadi Rumah Sakit Unjani Yogya, (3) menghilangkan nomor registrasi dan (4) menambahkan kolom catatan penting untuk menempelkan stiker warna untuk mengidentifikasi penyakit menular maupun menuliskan alergi pada map rekam medis.
Tinjauan Literatur: Studi Ketidaklengkapan Pengisian Rekam Medis Rawat Inap Kasus Interna Ni Made Periani; I Made Sudarma Adiputra; Ni Nyoman Meryadi
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 3, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.198 KB) | DOI: 10.31983/jrmik.v3i2.5928

Abstract

Completeness of medical records is very important because it affects the patient's treatment process and insurance claims. In fact, there are still many incomplete medical records. The purpose of this study was to determine the results of the completeness of filling in inpatient medical records for internal cases. The method used is a literature review method. Strategies in searching for Indonesian language studies relevant to the topic are carried out using Google Scholar. The keywords used were the study of completeness of filling in inpatient medical records for internal cases, analysis of completeness of medical records. In the search phase, journal articles are limited to publications from 2015-2020. Identification review on entry and exit summary form and anesthesia report was 99%. Review important reports on the return summary form 88.89%. Authentication Review is 60%. Documenting that is not correct on the disease course sheet 36.11%. The results of journal analysis show that the completeness of medical records has not reached 100% and there are still many incomplete items. Suggestions for doctors and nurses to better understand the importance of completeness of medical records, especially the completeness of the medical resume form. ABSTRAKKelengkapan rekam medis sangat penting karena berpengaruh terhadap proses pengobatan pasien dan klaim asuransi. Kenyataan masih banyak rekam medis yang belum terisi lengkap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil kelengkapan pengisian rekam medis Rawat inap kasus interna. Metode yang digunakan adalah metode telaah literature review. Strategi dalam pencarian studi berbahasa Indonesia yang relevan dengan topik dilakukan dengan menggunakan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan adalah studi kelengkapan pengisian rekam medis rawat inap kasus interna, analisis kelengkapan rekam medis. Pada tahap pencarian artikel jurnal dibatasi terbitan dari tahun 2015-2020. Hasil review identifikasi pada formulir ringkasan masuk dan keluar serta laporan anastesi yaitu 99%. Hasil review laporan penting pada formulir ringkasan pulang 88,89%. Hasil review Autentifikasi yaitu 60%. Pendokumentasian yang tidak benar pada lembar perjalanan penyakit 36,11%. Hasil analisis jurnal menunjukkan bahwa Kelengkapan rekam medis belum mencapi 100% dan masih banyak terdapat item yang tidak lengkap. Saran bagi dokter dan perawat agar lebih memahami petingnya kelengkapan rekam medis terutama kelengkapan pada formulir resume medis.
Analisis Mutu Formulir di Unit Rekam Medis Arifatun Nisaa; Sapurni Dian Safitri; Ferdian Kurniawan; Nevi Isdha Wulan Jaya
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 3, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.043 KB) | DOI: 10.31983/jrmik.v3i2.5958

Abstract

One of the tasks of the medical record unit is to create a form design that is tailored to the needs of the hospital. To make a good form design, one must pay attention to the aspects of the form and quality data characteristics. A good form design will make it easier to fill in and further data processing. The research method used is descriptive qualitative research with a case study design. While the research instrument used was the observation checklist sheet and interview guide. Research results: the title of the form has not been included on the form analyzed as an introduction and there is also no instruction. In terms of the contents of the RM-01 form, it is necessary to add date of birth items, and Phone Number on the patient's identity, on the column for filling No. In RM, six columns are sufficient to fill in the six-digit medical record number. Conclusion: It is necessary to update the design on each form by adding the month / year of publication that appears on each form. The form numbering is placed after the last form code was published and then Rev-0 (if the form is new or Rev-1 if the form is revised. ABSTRAK Salah satu tugas unit rekam medis adalah membuat suatu desain formulir yang disesuaikan dengan kebutuhan di rumah sakit. Untuk membuat suatu desain formulir yang baik harus memperhatikan aspek-aspek formulir dan karakteristik data yang berkualitas. Desain formulir yang baik akan mempermudah pengisian dan pengolahan data selanjutnya. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian deskriptif Kualitatif dengan Rancangan Studi Kasus. Sedangkan instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar checklist observasi dan panduan wawancara. Hasil penelitian: judul formulir belum dicantumkan pada formulir yang dianalisis sebagai introduction serta  juga tidak terdapat instruction. Dilihat dari segi isi formulir RM-01 perlu ditambahkan item TTL, dan No. HP pada identitas pasien, pada kolom untuk pengisian No. RM cukup diberikan enam kolom untuk pengisian enam digit nomor rekam medis. Kesimpulan: Perlu dilakukan pembaruan desain formulir dengan menambahkan bulan/ tahun penerbitan yang muncul pada setiap formulir. Penomoran formulir dituliskan setelah kode formulir lalu bulan terbit , kemudian keterangan Rev-0 (jika Formulir baru atau Rev-1 jika formulir di revisi)
Tinjauan Literatur: Faktor-Faktor Penyebab Kelengkapan Pengisian Rekam Medis Rawat Inap Rumah Sakit Putu Adiz Siwayana; Ika Setya Purwanti; Putu Ayu Sri Murcittowati
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 3, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.995 KB) | DOI: 10.31983/jrmik.v3i2.5927

Abstract

Every health facility, whether it is primary, secondary, tertiary, is required to maintain medical records in order to achieve administrative order. Incomplete (incomplete) medical records will affect the service process provided by health workers and have an impact on the quality of service of a hospital. This study aims to determine the factors causing the incomplete filling of inpatient medical records. This study uses a literature review method. The strategy in searching literature reviews is using Google Scholar. In the search phase, articles are limited to publications from 2015-2020. The keywords used are the factors causing incomplete medical record filling. The search results obtained 10 articles and then 5 articles were taken. The results of the literature review show that the factors causing the incompleteness of filling in medical records as a whole can be seen from the lack of knowledge, motivation and awareness of medical personnel about medical records. The meeting as a means of communication between caregivers and management has not yet been implemented to discuss evaluation and monitoring as well as sanctions for officers who do not complete medical records. lack of socialization on filling out medical records. Unsystematic arrangement of medical record forms. Limited availability of funds or budget to support medical record service activities. Conclusion Hospitals need to pay attention to the factors causing the incompleteness of filling in medical records so that filling in medical records is complete according to standards. So that the quality of service, especially the quality of patient medical records.AbstrakSetiap fasilitas kesehatan baik tingkat primer, sekunder, tersier wajib menyelenggarakan rekam medis agar tercapainya tertib administrasi. Ketidaklengkapan (Incomplete) rekam medis akan berpengaruh terhadap proses pelayanan yang diberikan oleh petugas kesehatan dan berdampak pada kualitas pelayanan suatu rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab ketidaklengkapan pengisian rekam medis rawat inap. Penelitian ini menggunakan metode literatur review. Strategi dalam pencarian literatur review menggunakan Google Scholar. Pada tahap pencarian artikel dibatasi terbitan dari tahun 2015-2020. Kata kunci yang digunakan adalah Faktor Penyebab ketidaklengkapan pengisian rekam medis. Hasil penelusuran artikel didapatkan 10 artikel dan selanjutnya diambil 5 artikel. Hasil dari literatur review didapatkan faktor penyebab ketidaklengkapan pengisian rekam medis secara keseluruhan, penyebabnya dapat dilihat dari kurangnya pengetahuan, motivasi dan kesadaran dari petugas rekam medis tentang rekam medis. Belum terlaksananya rapat sebagai wadah komunikasi antara pemberi asuhan dan manajemen yang membahas evaluasi dan monitoring serta sanksi bagi petugas yang tidak mengisi rekam medis dengan lengkap. kurangnya sosialisasi pengisian rekam medis. Susunan formulir rekam medis yang tidak sistematis. Terbatasnya ketersediaan dana atau anggaran untuk mendukung kegiatan pelayanan rekam medis. Kesimpulan Rumah sakit perlu memperhatikan  faktor penyebab ketidaklengkapan pengisian rekam medis sehingga pengisian rekam medis menjadi lengkap sesuai dengan standar. Sehingga  mutu dari pelayanan terutama mutu rekam medis pasien.
Evaluasi Penilaian Pelaksanaan Standar Manajemen Informasi dan Rekam Medis (MIRM) di Rumah Sakit Elise Garmelia; Siswati Siswati; Sri Sugiarsi
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 3, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.077 KB) | DOI: 10.31983/jrmik.v3i2.6432

Abstract

According to the Ministry of Health that accreditation is a step to ensure hospitals to prioritize the service, safety and protection of the community. Hospitals as one of the health care institutions are required to provide quality services including in the implementation of medical records and health information that are in the standard of Information Management and Medical Records ( MIRM). The purpose of the research is to want to know the value of accreditation in standard MIRM instruments 8-15 namely medical record management from hospitals in 3 (three) regions in Indonesia. Quantitative descriptive research with a sample count of 14 hospitals. Data processing through scoring elements in SNARS 1.1 edition and processing with SPSS to analyze the value value relationship scoring elements of assessment in government and non-government hospitals. Analysis with Anova, independent simple test and multiple comparison. The result is that there is a significant difference of p=0.00 (p0.05) of scores or assessment elements between the 3 hospital areas, but there is no significant difference (o.788) p0.05) standard value (8-15) between government and non-government hospitals. The conclusion is the assessment standard of KARS that the fulfillment of MIRM (8-15) standards of both facilities, infrastructure and human resources has not been evenly distributed in every hospital in the 3 regions, while the use of every element of the assessment of MIRM standard ( 8-15) is standard for government hospitals of various classes as well as for non-government hospitals.  ABSTRAKMenurut Kementerian kesehatan bahwa  akreditasi adalah langkah untuk menjamin rumah sakit agar mengutamakan pelayanan, keselamatan dan perlindungan masyarakat. Rumah sakit sebagai salah satu institusi pelayanan kesehatan dituntut untuk memberikan pelayanan yang bermutu termasuk dalam penyelenggaraan rekam medis dan informasi kesehatan yang tersebut pada standard Manajemen Informasi dan Rekam Medis ( MIRM). Tujuan penelitian adalah ingin mengetahui nilai akreditasi pada instrumen MIRM standar 8-15 yakni manajemen rekam medis dari rumah sakit di 3 (tiga) wilayah di Indonesia. Penelitian deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel 14 rumah sakit. Pengolahan data melalui Skor setiap elemen penilaian yang ada pada buku SNARS edisi 1.1 dan pengolahan dengan SPSS untuk menganalisis hubungan nilai skor elemen penilaian di rumah sakit pemerintah dan non pemerintah. Analisis dengan Anova, uji independent simple test dan multiple comparison. Dengan hasil ada perbedaan signifikan p=0,00 (p0.05) skor atau elemen penilaian diantara 3 wilayah rumah sakit, namun tidak ada perbedaan (o,788) p0,05) yang signifikan nilai standard (8-15)  antara RS pemerintah dan non pemerintah. Kesimpulan adalah adanya standar penilaian dari KARS bahwa pemenuhan standar MIRM (8-15) baik sarana, prasarana dan SDM belum merata di setiap rumah sakit di 3 wilayah tersebut, sedangkan penggunaan setiap elemen penilaian dari standard MIRM ( 8-15) adalah baku bagi rumah sakit pemerintah berbagai kelas maupun untuk rumah sakit non pemerintah.
Manajemen Data Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit Sigid Nugroho Adhi; Kori Puspita Ningsih
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 3, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.141 KB) | DOI: 10.31983/jrmik.v3i2.6288

Abstract

Hospitals as Regional Public Service Bodies (BLUDs) must make and submit documents as administrative requirements, one of which is the Minimum Service Standards (MSS). Therefore, the hospital is required to show its accountability by always meeting the MSS. The purpose of this study was to determine the Hospital Minimum Service Standard data management,. To describe the management of MSS data, the researchers used a descriptive type of research with a qualitative approach. They are collecting data in this study by observation and interviews with the Head of the Nursing and Quality Division and 21 quality coordinators in each unit of the Panembahan Senopati Bantul Hospital. Researchers maintain the validity of qualitative data by using triangulation techniques. The results of the study show that the regulations governing the implementation of the MSS RSUD Panembahan Senopati Bantul refer to (Bantul Regent Regulation Number 74 of 2017 concerning Guidelines for Financial Management of Regional Public Service Bodies (BLUD) at Panembahan Senopati Hospital Bantul, 2017). The flow of data collection for RSSMS went through a relatively long stage, involving 21 unit quality coordinators to be reported to the Quality Section and Clinical Audit. Furthermore, the Head of the Quality and Clinical Audit Section will present the SPM data for the unit into the RS SPM report. RS SPM data processing is still done conventionally using the Ms. program. Excel. MSS data is reported to the Top Management and then to the Regent of Bantul along with the hospital performance reports every semester and annually no later than two months after the reporting period ends. There are 32% (8 of 21 services) that reach the standard indicator. Utilization of hospital SPM data to fulfill statutory requirements, customer requirements, BLUD requirements, service quality measurements according to the SNARS PMKP chapter, and as a benchmark for hospital performance.ABSTRAKRumah sakit sebagai Badan layanan Umum Daerah (BLUD) mempunyai kewajiban membuat dan menyampaikan dokumen sebagai syarat administrasi, yang salah satu adalah Standar Pelayanan Minimal (SPM). Oleh karena itu, rumah sakit dituntut untuk menunjukkan akuntabilitasnya dengan senantiasa memenuhi SPM RS. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui manajemen data Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit (SPM RS) di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Untuk dapat mendiskripsikan manajemen data SPM RS, maka peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data pada penelitian ini dengan observasi dan wawancara kepada Kepala Bidang Keperawatan dan Mutu, dan 21 koordinator mutu di masing-masing unit RSUD Panembahan Senopati Bantul. Untuk menjaga validitas penelitian kualitatif, maka dilakukan metode triangulasi sumber, teknik dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan regulasi yang mengatur implementasi SPM RS di RSUD Panembahan Senopati Bantul mengacu pada (Peraturan Bupati Bantul Nomor 74 Tahun 2017 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di RSUD Panembahan Senopati Bantul, 2017). Alur perolehan data SPM RS melalui tahap yang cukup panjang, dengan melibatkan 21 koordinator mutu unit untuk dilaporkan kepada kepada Seksi Mutu dan Audit Klinik. Selanjutnya Kepala Seksi Mutu dan Audit klinik akan menyajikan data SPM unit tersebut menjadi laporan SPM RS. Pengolahan data SPM RS masih dilakukan secara konvensional dengan menggunakan program Ms. Excel. Data SPM RS dilaporkan kepada Top Manajemen untuk selanjutnya disampaikan ke Bupati Bantul bersamaan dengan laporan kinerja rumah sakit setiap semester dan tahunan paling lambat 2 bulan setelah periode pelaporan berakhir. Terdapat 32% (8 dari 21 pelayanan) yang mencapai satandar indikator. Pemanfaatan data SPM RS untuk memenuhi persyaratan perUndangan, persyaratan pelanggan, persayaratan BLUD, pengukuran mutu peayanan sesuai pada SNARS bab PMKP dan sebagai tolak ukur kinerja rumah sakit.

Page 1 of 1 | Total Record : 8