cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pertanian Agros
Published by Universitas Janabadra
ISSN : 14110172     EISSN : 25281488     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Agros (JPA) is published by Faculty of Agriculture, Janabadra University and the Agribusiness Association of Indonesia (AAI). It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of Research, Technology, and Higher Education- Republic of Indonesia JPA is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of agriculture science fields such as crops, horticulture, fisheries, animal husbandary, and forestry.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2012): edisi Januari" : 13 Documents clear
RENCANA TINDAK SEKTOR KEHUTANAN PADA KAWASAN USAHA AGRIBISNIS TERPADU DI KALIMANTAN BARAT Ikin Sadikin; Rusli Burhansyah
Agros Journal of Agriculture Science Vol 14, No 1 (2012): edisi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.91 KB)

Abstract

Program Kawasan Usaha Agribisnis Terpadu  merupakan salah satu pendekatan program pembangunan pertanian di Kalimantan Barat. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi sumber daya di daerah program, kondisi sosial, ekonomi, budaya masyarakat, dan (2) merumuskan strategi dan kebijakan sektor kehutanan untuk menjadi Rencana Tindak program ini. Penelitian ini dilaksanakan di area program meliputi 12 kabupaten atau kota di Kalimantan Barat. Penelitian dilakukan bulan April hingga Desember 2006, menggunakan data primer dan sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi,  wawancara,  dan RRA. Hasil penelitian menunjukkan: (1) tidak semua wilayah memiliki kawasan hutan, sehingga diperlukan pengelompokkan wilayah; (2) secara umum dari sisi adiministratif,  penetapan wilayah lokasi memperoleh respon posisitf dari pemerintah kabupaten atau kota; (3) perecanaan pengembangan komoditas unggulan sudah baik, dilihat dari ketersediaan air baku yang memadai terutama untuk tanaman pangan dan perikanan, (4) sebagian besar kawasan aman dari bahaya kekeringan
DARI KETAHANAN PANGAN MENUJU KEDAULATAN PANGAN Sulistiya Sulistiya
Agros Journal of Agriculture Science Vol 14, No 1 (2012): edisi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.525 KB)

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang sering mengalami krisis atau kerawanan pangan. Walaupun sejak 1985 Indonesia telah mencapai swasembada beras, namun keberhasilan itu belum bisa membebaskan dari impor pangan di tahun-tahun berikutnya.  Industrialisasi dalam proses pembangunan menunjukkan arah yang kurang berpihak pada sektor pertanian, khususnya pangan. Semangat agraris yang berpusat pada kedaulatan ekonomi rakyat tani terasa semakin pudar, sehingga bermuara pada rapuhnya kedaulatan pangan. Karena tidak dibangun atas semangat agraris, terciptalah sistem ketahanan pangan yang memiliki karakter Import Based. Ketergantungan yang besar pada import pangan dan tanpa dukungan kekuatan produksi domestik yang kuat,  hanya akan menciptakan ketahanan pangan yang semu. Oleh karena itu perlu ada perubahan cara pandang atau paradigma dalam membangun ketahanan pangan, yaitu pembangunan ketahanan pangan yang memperhatikan aspek kedaulatan bangsa.  Konsep kedaulatan pangan perlu dijadikan solusi alternatif untuk meningkatkan kepastian akan hak atas pangan : the right food. Pendekatan kedaulatan pangan merupakan solusi menjanjikan untuk lebih memastikan penguatan hak atas pangan.
USAHA TANI KEDELAI DAN POTENSI AREAL PENGEMBANGANNYA DI JAWA BARAT (Studi Kasus di Kabupaten Cianjur) Ishaq, Iskandar; Sadikin, Ikin
Agros Journal of Agriculture Science Vol 14, No 1 (2012): edisi Januari
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.499 KB)

Abstract

Kedelai merupakan satu komoditas unggulan tanaman pangan di Cianjur, seperti ditunjukkan kontribusi produksinya 5.352 ton per tahun atau 21,85 persen  produksi kedelai Jawa Barat. Ada dua jenis usaha tani kedelai di Kabupaten Cianjur, yaitu (a) Usaha tani produk polong atau biji muda dan (b) Usaha tani produk polong atau biji tua atau kering, di sini tingkat keuntungan atas biaya tunai masing-masing Rp.3,71 juta per ha (R/C 2,42) dan Rp 4,35 juta per ha (R/C 2,2). Daerah utama pengembangan kedelai dengan usaha tani pola (a) berada di Wilayah Pembangunan Utara (WPU): Kecamatan Ciranjang, Sukaluyu, dan Kecamatan Bojongpicung. Adapun daerah utama pengembangan kedelai dengan usaha tani pola (b) berada di Wilayah Pembangunan Selatan (WPS): Kecamatan Leles, Cidaun, Karangtengah, dan Sindangbarang. Berdasarkan kesesuaian agroekosistem dan daya dukung lahan, disarankan sebaiknya pengembangan areal produksi (ekstensifikasi) kedelai di Kabupaten Cianjur berturut-turt adalah di Kecamatan Leles (LQ1,83); Cidaun (LQ 1,20); Karangtengah (LQ 1,06); dan Sindangbarang (LQ 1,04). Adapun peningkatan produksi melalui peningkatan produktivitas (intensifikasi), sebaiknya dikembangkan di Kecamatan Ciranjang (LQ 7,64); Sukaluyu (LQ 5,58); dan Bojongpicung (LQ 3,53).
DISTRIBUSI SPASIAL TIMBAL DI LAHAN PERTANIAN DAN BIOAKUMULASI DALAM TANAMAN KABUPATEN BANTUL S.Y. Jatmiko; Edhi Martono; Djoko Prajitno; Suratman Worosuprojo
Agros Journal of Agriculture Science Vol 14, No 1 (2012): edisi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.186 KB)

Abstract

Logam berat dalam tanah, air, dan tanaman patut diperhatikan karena sifat racun dan potensi karsinogeniknya, mobilitasnya cepat berubah, cenderung kumulatif dalam tubuh manusia. Tujuan penelitian: mengidentifikasi tingkat cemaran, bentuk sebaran ruang, korelasinya dengan sifat kimia tanah, dan risikonya terhadap kesehatan. Penelitian dilakukan tahun 2010 secara survei di lahan pertanian Bantul (144 titik grid). Alat untuk menentukan kadar timbal adalah AAS. Hasil: frekuensi timbal di sawah 97,9 persen dan frekuensi terdeteksi di air sawah 62,9 persen, kadar maksimum 21,34 mg per kg dan 0,128 mg per l, melebihi baku mutu. Sebaran timbal berautokorelasi keruangan lemah (nugget/sill >75 persen). Sifat kimia tanah yang berkorelasi nyata (p<0,05) adalah kadar C-organik dan potensial redoks (Eh) dengan keberadaan timbal dalam tanah. Nilai indeks bahaya (IB) > 1 cemaran timbal ditemukan di sembilan lokasi produsen beras, satu lokasi produsen jagung, dan tiga lokasi produsen kacang tanah. Lokasi produsen kedelai, kacang hijau, dan bawang merah IB<1. Lokasi produsen pertanian dengan IB>1 mengindikasikan produk pertanian berisiko mengganggu kesehatan jika dikonsumsi jangka panjang, sebaliknya lokasi dengan indeks bahaya (IB) <1, tidak berisiko terhadap kesehatan sehingga aman dikonsumsi
ANALISIS PRODUKSI GULA DI PG SRAGI KABUPATEN PEKALONGAN Eko Prisanto; Cungki Kusdarjito; Ichwani Kruniasih
Agros Journal of Agriculture Science Vol 14, No 1 (2012): edisi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.551 KB)

Abstract

Gula merupakan salah satu sumber kalori dalam struktur konsumsi masyarakat selain bahan pangan. Kebutuhan gula terus meningkat, sementara produksi gula dalam negeri tidak mampu mencukupinya sehingga impor gula tidak dapat dihindarkan. Ttujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor yang memengaruhi produksi gula,   penurunan jumlah produksi gula, efisiensi faktor produksi gula, dan titik impas produksi gula di PG Sragi. Penelitian dilakukan di Pekalongan dengan alasan bahwa PG Sragi merupakan PG (pabrik gula) yang menghasilkan produksi gula yang relatif besar dibandingkan dengan pabrik gula  yang ada di Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Analisis yang digunakan adalah analisis produksi dengan uji R,Uji T dan Uji F,analisis derajad skala hasil,analisis efisiensi dan analisis BEP. Kesimpulan: bahan baku, tenaga kerja tetap, dan belerang berpengaruh nyata, sedangkan luas lahan, tenaga kerja tidak tetap, bahan bakar, dan kapur tidak berpengaruh nyata terhadap proses produksi. Derajat skala hasil selama 10 tahun terakhir dalam kondisi increasing return to scale. Efisiensi penggunaan factor  produksi tidak efisien. Nilai BEP dari tahun 1998 sampai 2007 berada pada posisi di atas garis BEP dan beberapa berada di bawah garis BEP.
UJI ADAPTASI GALUR HARAPAN PADI GOGO EKOSISTEM DATARAN RENDAH DI DELI SERDANG Amrizal Yusuf
Agros Journal of Agriculture Science Vol 14, No 1 (2012): edisi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.704 KB)

Abstract

Rendahnya hasil padi gogo di tingkat petani  karena teknik budidaya belum optimal diantaranya varietasnya masih lokal dan berumur panjang. Tujuan pengkajian ini untuk memperoleh tiga galur unggul padi gogo dataran rendah dengan produktivitas empat t per ha. Kegiatan berupa introduksi enam galur harapan dan dua varietas unggul, yaitu Situ Bagendit dan Towuti, sebagai pembanding di lahan kering.  Menggunakan Rancangan Acak Kelompok  dengan tiga ulangan untuk menempatkan enam galur unggul dan dua varietas unggul padi gogo. Hasil menunjukkan bahwa  ada empat galur padi gogo mampu memberikan hasil di atas emapat  t per ha GKG. Hasil yang diperoleh dari varietas Towuti dan Situ Bagendit 4,11 dan 4,16 t per ha GKG. Dalam pengkajian ini diperoleh tiga galur yang berpotensi hasil mendekati varietas pembanding, yaitu CIRAD 141, SEB. 8FA-281-2, dan SEB.BSL-4-2. Potensi hasil di bawah empat t per ha ada pada galur SEB. 8FA-67-5, SEB.8FA-300-2,  dan SEB. 8FA-37-2. Galur yang berumur panen pendek (di bawah 100 hari) adalah galur  SEB. 8FA-281-2 dan galur SEB. 8FA-300-2, sedangkan umur panen varietas pembanding Towuti dan Situ Bagendit adalah 107 dan 109 hari.
PEMANFAATAN LIMBAH TERNAK SEBAGAI PUPUK PADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS KACANG MERAH Sri Karyaningsih
Agros Journal of Agriculture Science Vol 14, No 1 (2012): edisi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.254 KB)

Abstract

Pemupukan dengan pupuk organik bisa memperbaiki struktur tanah, kimia, dan sifat biologi tanah. Tujuan penelitian: mengetahui pertumbuhan dan hasil kacang merah yang diberi pupuk limbah ternak. Metode penelitian menggunakan rancangan factorial  berbasis RAKL, terdiri atas tiga faktor dan empat ulangan. Faktor pertama konsentrasi pupuk, faktor kedua adalah penggunaan pupuk kandang, faktor ketiga adalah penggunaan pupuk kimia ponskha. Setiap faktor terdiri empat level konsentrasi pupuk: (1) pupuk cair organic limbah kambing, (2) pupuk kandang, (3) pupuk kimia. Penelitian dilakukan April hingga Agustus 2010 di Desa Tuksari, Temanggung. Hasil: limbah kambing potensial sebagai pupuk alternatif kacang merah. Jenis pupuk organik cair urine kambing, pupuk kandang kambing, dan pupuk kimia ponskha, berpengaruh tidak berbeda dalam menentukan pertumbuhan dan hasil kacang merah. Dosis efektif pertumbuhan kacang merah di lahan kering adalah pupuk kambing 20 ml per l, pupuk kandang 10 ton per ha, dan pupuk ponskha 100 kg per ha. Proporsi berat polong terhadap berat brangkasan segar 15,19  hingga 17,48 persen, berat brangkasan kering 12,15 hingga 17,41 persen. Proporsi berat polong dapat memberikan petunjuk terhadap kualitas dan kuantitas hasil panen.
TANGGAP SEJUMLAH GENOTIPE PADI TERHADAP TIGA TINGKAT KEPADATAN TANAMAN Bambang Sutaryo; Tri Sudaryono
Agros Journal of Agriculture Science Vol 14, No 1 (2012): edisi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.823 KB)

Abstract

Penelitian untuk mempelajari  tanggap sejumlah genotype padi terhadap tiga tingkat kepadatan tanaman dilakukan di Kebon Agung, Bantul, Mei hingga Oktober 2009.  Rancangan percobaan berupa petak terpisah, tiga ulangan. Petak utama adalah 12 genotipe: WCR021, WCR032, WCR041, WCR073, WCR107, WCR115,  WCR137, WCR140,  WCR152, Batang Samo, Intani-2, dan Ciherang. Anak petak berupa tiga kepadatan tanaman: 250.000; 2000.000, dan 160.000 tanaman per ha atau jarak tanam 20x20 cm, 20x25 cm, dan 25x25 cm. Bibit berumur 21 hari ditanam pada tiga tingkat kepadatan dengan jumlah bibit satu per lubang tanam pada plot berukuran 4x5 m.  Data menunjukkan bahwa hasil gabah tertinggi diraih oleh  WCR152 dan WCR140, masing-masing 11,00 dan 10,90 t per ha, keduanya dicapai  pada kepadatan 200,000 tanaman per ha, dengan jumlah malai per rumpun untuk WCR152 dan WCR140 adalah 16,40 dan 16,55 batang. Umur tanaman paling genjah ditemukan pada WCR041 dan WCR107 pada tiga tingkat kepadatan tanaman. Pada kepadatan 250.000; 200.000; dan 160.000 tanaman per ha, umur tanaman WCR041 adalah 104,5; 106,5; dan 107,5  hari; umur WCR107 adalah  103,5; 105,5 dan 108,5 hari. Kepadatan tanaman tidak berpengaruh terhadap bobot 1000 butir
STRATEGI PEMBANGUNAN PERTANIAN PADA KAWASAN “SINGBEBAS” KALIMANTAN BARAT Rusli Burhansyah; Ikin Sadikin
Agros Journal of Agriculture Science Vol 14, No 1 (2012): edisi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.123 KB)

Abstract

Kawasan Singkawang, Bengkayang, dan Sambas, salah satu pusat pertumbuhan ekonomi yang mengalami kekurangan air bersih, banjir, tidak meratanya penyebaran populasi, renadahnya kualitas sumber daya manusia, tidak terintegrasinya pembangunan, dan kurangnya infrastruktur dasar. Potensi sumber daya air cukup baik untuk pengembangan pangan, sebagian besar kondisi perikanan darat dan laut belum optimal. Padi diusahakan dalam skala subsisten, untuk jagung, jeruk, ayam buras, karet, sapi, babi, dan perikanan diusahakan dalam skala semintensif dan komersial. Potensi manusia cukup memadai secara jumlah, tetapi bagaimana meningkatkan kualitas dan pola pikirnya, perlu skenario. Faktor pendukung dan key factor to succes sangat diperlukan pada masing-masing tahap. Pendekatan bisa melalui strategi produksi, pemasaran, dan finansial. Forum pembangunan Singbebas merupakan wadah aspirasi masyarakat, pemerintah, dan pengusaha dalam mensinergiskan rencana pembangunan di masing-masing kawasan
KAJIAN MACAM DAN DOSIS PUPUK KANDANG TERHADAP KARAKTER AGRONOMIS TANAMAN TOMAT Subeni, Subeni
Agros Journal of Agriculture Science Vol 14, No 1 (2012): edisi Januari
Publisher : Faculty of Agriculture, Janabadra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.424 KB)

Abstract

Tanaman tomat merupakan sayuran buah yang makin lama makin disukai dan banyak dibudidayakan rakyat Indonesia karena manfaatnya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh macam dan dosis pupuk kandang terhadap karakter agronomis tanaman tomat, baik pertumbuhan maupun hasilnya, serta mencari dosis optimal dari masing-masing jenis pupuk kandang terhadap hasil tanaman tomat. Penelitian ini dilaksanakan secara faktorial yang disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua factor.      Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Pemberian pupuk kandang dengan dosis 25 ton per ha cenderung menghasilkan pertumbuhan tanaman yang lebih baik, (2) Pemberian pupuk kandang ayam dengan dosis 15 ton per ha dapat mempercepat munculnya bunga, memperbanyak jumlah bunga, dan jumlah buah yang dihasilkan, (3) Pemberian pupuk kandang sapi 25 ton per ha mampu menghasilkan bobot buah tomat rata-rata per tanaman seberat 553,170 g, sedangkan pemberian pupuk kandang ayam 13,69 ton per ha mampu menghasilkan bobot buah tomat seberat 519,479 g per tanaman.

Page 1 of 2 | Total Record : 13