cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pertanian Agros
Published by Universitas Janabadra
ISSN : 14110172     EISSN : 25281488     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Agros (JPA) is published by Faculty of Agriculture, Janabadra University and the Agribusiness Association of Indonesia (AAI). It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of Research, Technology, and Higher Education- Republic of Indonesia JPA is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of agriculture science fields such as crops, horticulture, fisheries, animal husbandary, and forestry.
Arjuna Subject : -
Articles 1,386 Documents
PENERAPAN GOOD MANUFACTURING PRACTICES PADA USAHA LOMPONG SAGU DI KABUPATEN ACEH SINGKIL Zardi Rahman; Maya Indra Rasyid
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 2 (2023): edisi April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i2.2783

Abstract

Lompong sago cake is one of the typical cakes in the Aceh Singkil area which is rarely found, This cake is made from the basic ingredients of sago flour,This cake is made by roasting over coals so that it has a distinctive aroma left over from roasting, one of the producers of lompong sago cakes in the Aceh Singgkil area is Wanhar Lingga Enterprises. The purpose of this research activity is to find out whether or not there is GMP implementation in the production process of lompong sago cakes at the Wanhar Lingga Business, Tanah Bara Village, Gunung Meriah District, Aceh Singkil District, Aceh Province. This research uses field study methods and interviews with Wanhar Lingga business owners to find out the problems that exist. The problem solving method is done by making a questionnaire to the business owner The purpose of implementing Good Manufacturing Practices (GMP) is to improve product quality and employee hygiene when processing products at home businesses and safe for consumption by consumers. Aspects that are considered by consumers to be unfavorable really need to be observed and need to be improved, namely production room facilities, finished product storage, employee hygiene in producing products in the home industry and aspects of product design and packaging to attract consumers' attention.INTISARIKue lompong sagu merupakan salah satu kue khas di daerah Aceh Singkil yang sudah jarang ditemukan keberadaanya. Kue ini terbuat dari bahan dasar tepung sagu, kue ini dibuat dengan cara dipanggang diatas bara sehingga memiliki aroma khas sisa pemanggangan, salah satu produsen kue lompong sagu di daerah Aceh Singgkil adalah Usaha Wanhar Lingga. Tujuan dilakukan kegiatan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidak adanya penerapan GMP pada proses produksi kue lompong sagu di Usaha Wanhar Lingga, Desa Tanah Bara, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh. Penelitian ini menggunakan metode studi lapangan dan wawancara kepada pemilik Usaha Wanhar Lingga untuk mengetahui permasalahan yang ada. Metode pemecahan masalah dilakukan dengan cara membuat koesioner kepada pemilik usaha. Penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) tujuanya adalah untuk meningkatkan kualitas produk dan kehygeinisan para karywan pada saat memproses produk pada usaha rumahan dan aman dikonsumsi oleh konsumen. Aspek yang dinilai oleh konsumen kurang baik sangat perlu untuk diamati dan perlu diperbaiki yaitu fasilitas ruang produksi, tempat penyimpanan produk sudah jadi, kehygeinisan karywan dalam memproduksi produk yang ada di Industri rumahan dan aspek desain produk dan pengemasan untuk menarik perhatian konsumen.
POTENSI DAN KETERSEDIAAN BAHAN PANGAN ALTERNATIF DALAM MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN BANYUMAS Wahyu Adhi Saputro; Indrawan Firdauzi; Fitri Amalinda Harahap
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 2 (2023): edisi April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i2.2712

Abstract

Pemenuhan kebutuhan pangan menjadi penting untuk keberlangsungan hidup sehingga berapa aspek juga harus terpenuhi untuk menjaga nilai ketahanan pangan. Selama ini pangan masyarakat masih didominasi oleh nasi atau beras. Salah satu daerah penghasil komoditas pangan yang cukup baik berada di Kabupaten Banyumas. Pemerintah daerah setempat juga memberikan kebijakan untuk diversifikasi pangan agar masyarakat mau mengonsumsi pangan lain selain nasi. Tujuan dalam penelitian ini adalah Berdasarkan uraian yang telah disebutkan maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dan ketersediaan bahan pangan alternatif beras serta mengetahui ketahanan pangan di Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis dengan penggunana data sekunder time series dari tahun 2016 hingga tahun 2021 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik.Metode analisis data yang digunakan adalah analisis potensi cadangan pangan dan ketahanan pangan. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa perolehan cadangan pangan jagung tertinggi berada pada tahun 2019 dengan catatan lebih dari 32 ribu ton jagung. Pencapaian tertinggi nilai SPSE komoditas jagung berada pada tahun 2019 dengan perolehan nilai 3,73. Cadangan pangan ketela tertinggi berada pada tahun 2016 dengan surplus produksi sebesar 41.259 ton ketela sedangkan nilai SPSE tertinggi berada pada tahun 2019 dengan capaian lebih dari 1 tepatnya 6,73.  Melihat nilai SPSE semua tahun pada komoditas jagung dan ketela bernilai positif. Arti dari nilai tersebut mengindikasikan bahwa setiap tahunnya Kabupaten Banyumas berada pada posisi tahan pangan.
EFEKTIVITAS PENDAMPING SOP PADA PELAKU UMKM RED HOUSE COFFEE GAYO Susanti, Evi; IKhsan, IKhsan; Sari, Nurhaslita
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 1 (2023): edisi JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i1.2739

Abstract

Red House Coffee merupakan salah satu UMKM Aceh Tengah Desa Berghendal Kecamatan Meria Satu Kabupaten Bener Meriah yang dibangun pada 2016 oleh Isra Failani. Usaha ini telah  menerima surat perizinan Besertifikasi Pemenuhan Komitmen Produksi Rumah Tangga (SPP-IRT) dan NIB. Red House Coffee menyediakan coffee Honey, wine, natural, luwak, robusta, dan speciality.  Omzet Red House Coffee pada tahun 2022 terbilang rendah dibandingkan pengeluaran, yakni mencapai 150 juta/bulan dengan pengeluaran 40 juta/bulan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penyusunan SOP Red House Coffee Gayo. Di sini SOP sangat menunjang kesuksesan sebuah usaha. Metode penelitian yang digunakan berupa kualitatif bersifat deskriptif dengan sumber data  primer dan sekunder dan teknik pengumpulan datanya secara kuesioner serta wawancara.  Berdasarkan hasil penelitian SOP Red House Coffee Gayo tidak memenuhi prosedur penyusunan SOP yang benar. Di sini SOP Red House Coffee belum berbentuk dokumen, hanya berupa perintah secara lisan dari atasan kepada bawahan. Hal ini disebabkan oleh faktor administrasi, kepegawaian dan harga penyusunan SOP yang mahal.
EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN KUPU-KUPU DALAM MENGENDALIKAN JAMUR Colletotrichum acutatum PADA CABAI MERAH Ghalda Alvina Fahlevi; Yulianty Yulianty; Salman Farisi; Bambang Irawan
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 2 (2023): edisi April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i2.2773

Abstract

Anthracnose disease caused by Colletotrichum acutatum and often attacks red chilies in Asia. Generally farmers use chemical fungicides in controlling this disease. Utilization of butterfly leaf extract as a natural fungicide can be an alternative for environmentally friendly control. This study aims to determine the effectiveness of ethanol extract of butterfly leaves and determine the best concentration of ethanol extract of butterfly leaves in controlling fungus. Colletotrichum acutatum on red chilies. The study used a RAL with seven concentrations of ethanol extract of butterfly leaves, there are  0%, 0.5%, 1%, 1.5%, 2%, 2.5%, 3%. Each treatment was repeated 4 times. The data obtained were analyzed by ANOVA and continued with the Least Significant Difference (LSD) test with a level of  5% (α = 5%). The results showed that the ethanol extract of butterfly leaves had no significant effect on mushroom colony diameter and weight loss. Significantly affect the incidence of disease and disease severity. The best concentration of ethanol extract of butterfly leaves in inhibiting the incidence and severity of anthracnose disease is 3%.INTISARIPenyakit antraknosa yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum acutatum yang sering menyerang tanaman cabai merah di Asia. Fungisida kimia umumnya digunakan oleh para penati untuk mengendalikan penyakit ini. Pemanfaatan ekstrak daun kupu-kupu sebagai fungisida alami dapat menjadi salah satu alternatif pengendalian yang ramah lingkungan.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol daun kupu-kupu dan mengetahui konsentrasi terbaik ekstrak etanol daun kupu-kupu dalam mengendaikan jamur Colletotrichum acutatum pada buah cabai merah (Capsicum annuum L.). Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tujuh konsentrasi ekstrak etanol daun kupu-kupu, yaitu 0 %, 0,5 %, 1 %, 1,5 %, 2 %, 2,5 %, 3 %. Setiap perlakuan dilakukan 4 kali pengulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf 5 % (α= 5 %). Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun kupu-kupu tidak berpengaruh nyata terhadap diameter koloni jamur dan susut bobot. Berpengaruh nyata terhadap kejadian penyakit dan keparahan penyakit. Konsentrasi terbaik ekstrak etanol daun kupu-kupu dalam menghambat kejadian penyakit dan keparahan penyakit antraknosa adalah 3%.
APLIKASI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA DAN INTERVAL PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN SERTA HASIL TANAMAN PAKCOY Magdalena Sunarty Pareira; Maria Angelina Tuas; Kristina Irnasari Naikofi; Elfrida Knaofmone
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 2 (2023): edisi April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i2.2743

Abstract

 The study was conducted to determine the amount of FMA, the influence and interaction of FMA as well as the right watering time with the drip irrigation system on the growth and yield of pakcoy plants. The study was conducted from November 2022 to January 2023, in the greenhouse of the Faculty of Agriculture, University of Timor. Using a complete factorial random design consisting of two factors, the first factor of arbuscula mycorrhizal fungi consists of three levels, namely 100% entisol soil without FMA, 40 grams of FMA inoculants and 60 grams of FMA inoculants while the second factor of watering arrangements consists of 3 levels, namely regular watering in the morning in the afternoon, two once in the morning and four in the morning in the afternoon,  repeated 4 times. The results showed that the administration of FMA 40 grams, FMA 60 grams and regular watering arrangements in the morning and evening gave the best results on the parameters of soil temperature, soil moisture content, soil pH, plant height, number of leaves, fresh weight of the plant and fresh weight of the roots.INTISARI  Penelitian dilakukan untuk mengetahui takaran FMA, pengaruh dan interaksi FMA serta waktu penyiraman yang tepat dengan sistem irigasi tetes terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2022 sampai Januari 2023, di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Timor. Menggunakan rancangan acak lengkap faktorial yang terdiri dari dua faktor, faktor pertama fungi mikoriza arbuskula terdiri dari tiga taraf yakni 100% tanah entisol tanpa FMA, 40 gram inokulan FMA dan 60 gram inokulan FMA sedangkan faktor kedua pengaturan penyiraman terdiri dari 3 taraf yakni penyiraman rutin pagi sore, dua sekali pagi sore dan empat hari pagi sore, diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan dengan pemberian FMA 40 gram, FMA 60 gram dan pengaturan penyiraman rutin pagi dan sore memberikan hasil terbaik pada parameter suhu tanah, kadar lengas tanah, pH tanah, tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar tanaman dan berat segar akar
ANALISIS MUTU KERNEL PRODUKSI KELAPA SAWIT PADA KERNEL DRYER DI PT. SOCFIN INDONESIA KEBUN SEUNAGAN Irwansyah Irwansyah; Lia Angraeni
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 2 (2023): edisi April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kernel quality is one of the important considerations to produce good quality kernel oil. This study aims to determine the quality of kernel production contained in the kernel dryer at PT. Socfin Indonesia Seunagan Gardens. Parameters of kernel quality produced from the kernel dryer unit analyzed were moisture content and dirt content. The average moisture content of production kernels ranges from 6.10% -7.53%. The average dirt content of kernel production is 6.57% -7.53%. Statistical test results showed that there was no significant difference in the moisture content and impurities in the production kernels between each sampling time starting from the 1st sampling to the 18th sampling. The results of the analysis showed that the moisture content and impurities content met PT. Socfin Indonesia Seunagan Gardens. The water content meets SNI standards, but the impurities do not meet SNI standards.INTISARIMutu kernel merupakan salah satu pertimbangan penting untuk menghasilkan minyak kernel yang berkualitas baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu kernel produksi yang terdapat pada kernel dryer di PT. Socfin Indonesia Kebun Seunagan. Parameter mutu kernel produksi dari unit kernel dryer yang di analisis adalah kadar air dan kadar kotoran. Rata-rata kadar air kernel produksi yaitu berkisar antara 6,10%-7,53%. Rata-rata kadar kotoran kernel produksi yaitu 6,57%-7,53%. Hasil uji secara statistika menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata terhadap kadar air dan kadar kotoran kernel produksi antara setiap waktu pengambilan sample mulai dari pengambilan ke 1 hingga pengambilan sampel ke 18. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar air dan kadar kotoran telah memenuhi standar perusahaan PT. Socfin Indonesia Kebun Seunagan. Kadar air telah memenuhi standar SNI, namun kadar kotoran tidak memenuhi standar SNI.
ANALISIS MUTU KERNEL PRODUKSI KELAPA SAWIT PADA KERNEL DRYER DI PT. SOCFIN INDONESIA KEBUN SEUNAGAN Irwansyah Irwansyah; Lia Angraeni
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 2 (2023): edisi April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i2.2778

Abstract

Kernel quality is one of the important considerations to produce good quality kernel oil. This study aims to determine the quality of kernel production contained in the kernel dryer at PT. Socfin Indonesia Seunagan Gardens. Parameters of kernel quality produced from the kernel dryer unit analyzed were moisture content and dirt content. The average moisture content of production kernels ranges from 6.10% -7.53%. The average dirt content of kernel production is 6.57% -7.53%. Statistical test results showed that there was no significant difference in the moisture content and impurities in the production kernels between each sampling time starting from the 1st sampling to the 18th sampling. The results of the analysis showed that the moisture content and impurities content met PT. Socfin Indonesia Seunagan Gardens. The water content meets SNI standards, but the impurities do not meet SNI standards.INTISARIMutu kernel merupakan salah satu pertimbangan penting untuk menghasilkan minyak kernel yang berkualitas baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu kernel produksi yang terdapat pada kernel dryer di PT. Socfin Indonesia Kebun Seunagan. Parameter mutu kernel produksi dari unit kernel dryer yang di analisis adalah kadar air dan kadar kotoran. Rata-rata kadar air kernel produksi yaitu berkisar antara 6,10%-7,53%. Rata-rata kadar kotoran kernel produksi yaitu 6,57%-7,53%. Hasil uji secara statistika menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata terhadap kadar air dan kadar kotoran kernel produksi antara setiap waktu pengambilan sample mulai dari pengambilan ke 1 hingga pengambilan sampel ke 18. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar air dan kadar kotoran telah memenuhi standar perusahaan PT. Socfin Indonesia Kebun Seunagan. Kadar air telah memenuhi standar SNI, namun kadar kotoran tidak memenuhi standar SNI.
ALOKASI PENDAPATAN RUMAH TANGGA UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DI DESA ARONGAN KECAMATAN KUALA PESISIR KABUPATEN NAGAN RAYA Dea Santi; Sufriadi Sufriadi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 2 (2023): edisi April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i2.2814

Abstract

Stunting is a short or very short body condition that exceeds -2 SD (standard) below the median length based on height for age. Stunting describes a state of chronic malnutrition in which children need time to develop and recover to a state of normal child height. Malnutrition can be caused by inadequate and unbalanced nutritional intake patterns caused by unfavorable household economic conditions. The purpose of this study was to determine the amount of household income allocation in Arongan Village, Kuala Pesisir District, Nagan Raya Regency as an effort to prevent stunting. The results showed that there were 50 stunted children in the mild category in the household group whose income was greater than the average overall income of the respondent's household, and as many as 5 stunted children in the moderate category in the household group whose income was greater than the average overall household income. respondent 2) Expenditure allocation for Carbohydrate, Protein, Vitamin and Mineral needs in the low-income household group is smaller than the overall average expenditure of the respondent's household, namely 81.5% Carbohydrate, 84% Protein and 93% Vitamin respectively and minerals, whereas in the high-income household group the total expenditure for each needs for carbohydrates was 173%, protein 162%, vitamins and minerals 128% higher than the average total expenditure for all respondents..INTISARIStunting  merupakan keadaan tubuh yang pendek atau sangat pendek hingga melampaui -2 SD (Standar) di bawah median panjang berdasarkan tinggi badan menurut usia. Stunting menggambarkan suatu keadaan malnutrisi yang kronis dimana anak memerlukan waktu untuk berkembang serta pulih kembali munuju keadaan tinggi badan anak yang normal. Malnutrisi ini dapat disebabkan oleh kesalahan pola asupan gizi yang tidak cukup dan tidak seimbang yang disebabkan oleh keadaan ekonomi rumah tangga yang kurang baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui besarnya alokasi pendapatan rumah tangga Di Desa Arongan Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya sebagai upaya pencegahan stunting. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 50 orang anak stunting kategori ringan pada kelompok rumah tangga berpenghasilan lebih besar dari rata-rata pendapatan keseluruhan rumah tangga responden, dan sebanyak 5 orang anak stunting kategori sedang pada kelompok rumah tangga berpenghasilan lebih besar dari rata-rata pendapatan keseluruhan rumah tangga responden 2) Alokasi pengeluaran untuk kebutuhan Karbohidrat, Protein, Vitamin dan Mineral pada kelompok rumah tangga berpendapatan rendah lebih kecil dari pengeluaran rata-rata keseluruhan dari rumah tangga responden yaitu masing-masing sebesar 81,5% Karbohidrat, 84% Protein dan 93% Vitamin dan mineral, sedangkan pada kelompok rumah tangga berpenghasilan tinggi total pengeluaran untuk masing-masing kebutuhan Karbohidrat sebesar 173%, Protein 162%, Vitamin dan Mineral 128% lebih tinggi dari Total pengeluaran rata-rata seluruh responden.
STRATEGI PENGEMBANGAN UMKM PRODUK LOKAL DI KABUPATEN TEBO PROVINSI JAMBI Efi Deni Piyana; Lora Triana; Rina Sari
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 2 (2023): edisi April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i2.2790

Abstract

One of the local product based on agribusiness in Tebo District is Tempe Chips. Developing strategy of Tempe Chip SMEs is important, because there are high competition between snack products. This study aims to formulate a strategy for developing Tempe Chips SMEs that will be recommended to the district government. We conducted interviews with seven Tempe Chip entrepreneurs, government, and expert to identify the internal and external environment of the business. The data were analyzed qualitatively using Miles and Huberman model. Strategy formulation tools using SWOT and QSPM matrices. The strategy we recommend is to make Tempe Chips as local superior product. Product innovation is very important so that tempe chips have product competitiveness. In addition, government support is also important in business development.INTISARISalah satu produk lokal berbasis agribisnis di Kecamatan Tebo adalah Keripik Tempe. Persaingan yang tinggi antar produk makanan ringan, menjadi dasar yang penting untuk perumusan strategi pengembangan UMKM yang memproduksi Keripik Tempe. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi strategi pengembangan UMKM Keripik Tempe yang akan direkomendasikan kepada pemerintah setempat. Wawancara dilakukan terhadap tujuh pelaku usaha Keripik Tempe, pihak dinas, dan pakar untuk mengidentifikasi lingkungan internal dan eksternal bisnis. Analisis data dilakukan  secara kualitatif menggunakan model Miles and Huberman. Formulasi strategi menggunakan matriks SWOT dan matriks QSPM. Strategi yang direkomendasikan adalah menjadikan Keripik Tempe sebagai produk unggulan lokal. Dalam hal ini, perlu dukungan pemerintah setempat dalam pengembangan UMKM Keripik Tempe.
STUDI IN VITRO: KARAKTERISASI PLANLET PISANG CAVENDISH (Musa acuminata Colla) TAHAN CEKAMAN GARAM (NaCl) Khairunnisa Rizqika A.P; Endang Nurcahyani; Sri Wahyuningsih; Bambang Irawan
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 2 (2023): edisi April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i2.2745

Abstract

Bananas are one of the horticultural commodities that are consumed by many people. The increase in banana cultivation is inseparable from various obstacles, one of which is salt stress. Salt stress is an environmental condition that is harmful to plants because it can increase osmotic pressure so that the roots are unable to take water from the environment. The development of biotechnology that can be used to improve the character and resistance of a plant is by using in vitro techniques. The purpose of this study was to determine the tolerant concentration of NaCl in cavendish banana plantlets resistant to salt stress and the expression characteristics of cavendish banana plantlets in the form of chlorophyll and carbohydrate analysis. This study used a completely randomized design (CRD) method with the addition of 5 levels of NaCl concentration treatment on MS medium (0%), (0.25%), (0.50%), (0.75%), (1%) with 5 repetitions. Quantitative data for each parameter were statistically analyzed by one way ANOVA, then TUKEY tested at 5% level of significance. The results showed that the tolerant concentration of NaCl for cavendish banana growth was 1% NaCl. The results of specific expression characters with increasing concentration of NaCl in the form of decreased content of chlorophyll a, b and total and increased carbohydrates.INTISARI  Pisang merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dikonsumsi masyarakat. Peningkatan budidaya pisang tidak terlepas dari berbagai kendala salah satu nya cekaman garam. Cekaman garam  merupakan suatu kondisi lingkungan yang membahayakan tanaman karena dapat meningkatkan tekanan osmotik sehingga akar tidak mampu mengambil air dari lingkungan. Perkembangan bioteknologi yang dapat digunakan untuk memperbaiki karakter serta ketahanan suatu tanaman yaitu dengan menggunakan teknik in vitro. Tujuan penelitian ini untuk menentukan konsentrasi NaCl yang toleran pada planlet pisang cavendish tahan cekaman garam serta karakter ekspresi planlet pisang cavendish berupa analisis klorofil dan karbohidrat. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan penambahan konsentrasi NaCl 5 taraf perlakuan (0%), (0,25%), (0,50%), (0,75%), (1%) dengan 5 kali pengulangan. Data kuantitatif dari setiap parameter dianalisis secara statistik one way ANOVA, kemudian diuji TUKEY pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi NaCl yang toleran bagi pertumbuhan pisang cavendish yakni 1% NaCl. Hasil karakter ekspresi spesifik dengan peningkatan konsentrasi NaCl berupa kandungan klorofil a,b dan total menurun dan karbohidrat meningkat.

Page 66 of 139 | Total Record : 1386