cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pertanian Agros
Published by Universitas Janabadra
ISSN : 14110172     EISSN : 25281488     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Agros (JPA) is published by Faculty of Agriculture, Janabadra University and the Agribusiness Association of Indonesia (AAI). It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of Research, Technology, and Higher Education- Republic of Indonesia JPA is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from all area of agriculture science fields such as crops, horticulture, fisheries, animal husbandary, and forestry.
Arjuna Subject : -
Articles 1,386 Documents
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TANAMAN SAYURAN UNTUK PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA Hidayatilqa Azzahra; Sufriadi Sufriadi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 2 (2023): edisi April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i2.2804

Abstract

Liquid organic fertilizer is a solution resulting from the decomposition of organic materials derived from plant residues, animal and human wastes which contain more than one element. The correlation between the incidence of stunting and POC production activities is that stunting is a problem of malnutrition such as protein, carbohydrates and minerals in toddlers. Efforts that need to be made to meet these needs are special handling carried out on foods consumed by toddlers such as vegetables and fruits, so the service we are doing to the people of Alue Ambang Village, Tenom District, Aceh Jaya Regency is to increase the productivity of vegetable crops by carrying out manufacture of liquid organic fertilizer from household waste to increase the availability of vegetables and fruits in Alue Ambang Village. This study aims to analyze the cost of producing liquid organic fertilizer in increasing the productivity of vegetable crops to overcome stunting prevention in toddlers. It is hoped that the Alue Ambang Village community will be able to use organic waste to turn it into compost to reduce the impact of environmental pollution so as to prevent stunting in toddlers. This research was conducted in Alue Ambang Village, Teunom District, Aceh Jaya Regency, using quantitative methods. There are two main problems in this study, namely, first, how much does it cost to produce liquid organic fertilizer using household waste. secondly, there are still many people in Alue Ambang Village who have not utilized organic waste to turn it into compost to overcome the impact of environmental pollution in order to reduce stunting in toddlers. The results of this study indicate that the total business cost of making liquid organic fertilizer (POC) is IDR 144,832/one time of production consisting of fixed costs of IDR 10,332 and variable costs of 134,500/one production. The total revenue from the production of 40 bottles of POC (500 ml volume) is IDR 200,000, so the total income earned is IDR 55,168. Based on the results of the analysis of the R/C ratio, a figure of Rp. 1.38 was obtained, which means that for every Rp. 1 used that is invested in a POC manufacturing business, an income of Rp. 1.38 is obtained, where this business is feasible to do.INTISARIPupuk organik cair adalah larutan dari hasil pembusukan bahan bahan organik yang berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan, dan manusia yang kandungan unsur haranya lebih dari satu unsur. Kolerasi antara kejadian stunting dengan kegiatan pembuatan POC adalah stunting merupakan masalah kurang gizi seperti protein, kabohidrat dan mineral pada balita. Upaya yang perlu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah penanganan khusus yang dilakukan pada makanan yang dikonsumsi balita seperti sayuran dan buah-buahan, maka pengapdian yang kami lakukan pada masyarakat Desa Alue Ambang Kecamatan Tenom Kabupaten Aceh Jaya adalalah meningkatkan produktivitas tanaman sayuran dengan melakukan pembuatan pupuk organic cair dari limbah rumah tangga untuk meningkatkan ketersediaan sayuran dan buah-buahan di Desa Alue Ambang. Penelitian ini bertujuan menganalisis biaya produksi pupuk organik cair dalam meningkatkan produktivitas tanaman sayuran untuk menangulangi pencegahan stunting pada balita. Beserta masyarakat Desa Alue Ambang diharapkan mampu memanfaatkan sampah organik menjadi kompos untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan agar menghambat stunting pada balita. Penelitian ini dilakukan di Desa Alue Ambang Kecamatan Teunom Kabupaten Aceh Jaya, dengan metode kuantitatif, terdapat dua masalah utama dalam penelitian ini yaitu pertama berapa besar biaya produksi pembuatan pupuk organik cair dengan menggunakan limbah rumah tangga. kedua masyarakat Desa Alue Ambang masih banyak yang belum memanfaatkan sampah organik menjadi kompos untuk menanggulangi dampak pencemaran lingkungan agar mengurangi stunting pada balita. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa total  biaya  usaha pembuatan pupuk organik cair (POC) sebesar Rp 144.832/satu kali produksi yang terdiri dari biaya tetap sebesar Rp 10.332 dan biaya variabel sebesar 134.500/satu kali produksi.  Total penerimaan dari hasil pembuatan POC sebanyak  40 botol (vol 500 ml) sebesar Rp 200.000, sehingga total pendapatan yang di peroleh sebesar Rp 55.168. Berdasarkan hasil analisis R/C rasio di peroleh angka sebesar Rp 1,38 yang artinya setiap penggunaan uang Rp 1 yang di tanamkan ada usaha pembuatan POC akan mendapatkan penerimaan sebesar Rp 1,38 atau dapat dikatakan usaha ini layak untuk dilakukan
ANALISIS UHATANI PORANG (Amorphophallus oncophyllus, Prain) DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN PETANI DI KECAMATAN CIPARI KABUPATEN CILACAP Laily Mar’atush Sholihah; Eko Suharyono; Saparto Saparto
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 2 (2023): edisi April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i2.2748

Abstract

The research aims to determine: (1) Income; (2) Financial feasibility; and (3) contribution income of porang farming in Cipari District, Cilacap Regency. This research is descriptive in nature, which presents a complete picture of porang farming and its contribution to farmers' income. Technique sampling is used by simple random sampling with a sample of 38 respondents from 153 porang farmers in February - June 2022. Data collection method was interviewd by  questionnaire guide and direct observation. Data was analyzing by calculating: Income, Farming Feasibility: R/C ratio, Break Even Point consisting of BEP (Q) and BEP (Rp), Return of Investment (ROI) and Porang Farming Income Contribution. The results of the research: (1) Porang farming income is IDR 242,070,189 per ha per season (2 years); R/C ratio = 3.89; BEP (Q) of tubers = 8,417 kg (real = 24,794 kg); BEP(Rp) price of tubers = IDR 3,395/kg (real = IDR 10,000/kg) and ROI = 288%; (3) Porang farming contributes 28,32% to farmers' income. Conclusion: Porang farming in Cipari District, Cilacap Regency is profitable, financially feasible to cultivate and make a positive contribution (28,32%) to farmers' income.INTISARI Penelitian bertujuan untuk mengetahui : (1) Pendapatan; (2) Kelayakan finansial; dan (3) Besar kontribusinya pendapatan usahatani porang di Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap. Penelitian ini bersifat deskriptif, yang menyajikan gambaran lengkap mengenai usahatani porang serta kontribusinya terhadap pendapatan petani. Penelitian survei menggunakan metode simple random sampling dengan sampel sebanyak 38 responden dari 153 petani porang pada bulan Februari - Juni 2022. Metode pengambilan data melalui wawancara dengan panduan kuisioner, pengamatan langsung. Data dianalisis dengan menghitung : Pendapatan, Kelayakan Usahatani : R/C ratio, Break Event Point terdiri dari BEP (Q) dan BEP (Rp), Return of Investment (ROI) dan Kontribusi Pendapatan usahatani porang. Hasil penelitian : (1) Pendapatan usahatani porang sebesar Rp 242.070.189,- per ha per musim  (2 tahun);  R/C rasio = 3,89; BEP (Q) umbi = 8.417 kg (riilnya = 24.794 kg); BEP(Rp) harga umbi = Rp 3.395,-/kg (riilnya = Rp 10.000/kg) dan ROI = 288%; (3) Usahatani porang memberikan kontribusi pendapatan petani sebesar 28,32%. Kesimpulan: Usahatani porang di Kecamatan Cipari Kabupaten Cilacap menguntungkan, layak secara finansial untuk diusahakan dan memberikan kontribusi positif (28,32%) terhadap pendapatan petani
AKTIVITAS KUNJUNGAN SERANGGA HAMA PENGHISAP BUAH KAKAO (Helopeltis sp.) PADA TANAMAN KAKAO Shavira Dwi Livita Reza; Dwi Suci Rahayu; Wiwin Windriyanti Wiwin Windriyanti; Sri Wiyatiningsih
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 2 (2023): edisi April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i2.2815

Abstract

Cocoa is one of the plantation commodities that are the mainstay of the economy in Indonesia. However, the fact is that cocoa production in Indonesia continues to decline. One of the causes of the decline in cocoa production in Indonesia is due to the attack of Helopeltis sp. The attack of Helopeltis sp. on cocoa resulted in a decrease in production up to 50% and an increase in production costs up to 40%. Therefore, to minimize the damage caused by Helopeltis sp. control measures must be taken. If we have information or knowledge about the activity of pest, control will be more effective and targeted. Observations were made directly and using focal animal sampling method. Observations were carried out in three time periods, namely in the morning (06.00 - 08.30 WIB), afternoon (10.00 - 12.00 WIB) and afternoon (13.00 - 15.00 WIB). Parameters in this observation include the activity of visiting Helopeltis sp., time of visit and observing the presence or absence of Helopeltis sp. who visited the cacao flower. The result is Helopeltis sp. shows the duration and time of the most active visit in the morning and there is no Helopeltis sp. who visited the cacao flower. INTISARIKakao merupakan satu dari komoditas perkebunan yang menjadi andalan perekonomian di Indonesia. Namun, faktanya adalah produksi kakao di Indonesia terus mengalami penurunan. Salah satu penyebab turunnya produksi kakao di Indonesia dikarenakan adanya serangan Helopeltis sp. Adanya serangan Helopeltis sp. pada tanaman kakao mengakibatkan penurunan produksi hingga 50% dan peningkatan biaya produksi sampai 40%. Oleh karena itu, untuk meminimalisir kerusakan yang terjadi akibat dari serangan hama Helopeltis sp. harus dilakukan upaya pengendalian. Apabila kita memiliki informasi atau pengetahuan tentang aktivitas dari suatu hama, pengendalian akan lebih efektif dan tepat sasaran. Pengamatan dilakukan secara langsung dan menggunakan metode  focal animal sampling.  Pengamatan dilaksanakan pada tiga periode waktu, yakni pagi hari (06.00 – 08.30 WIB), siang hari (10.00 – 12.00 WIB) dan  sore hari (13.00 – 15.00 WIB). Parameter pada pengamatan ini meliputi aktivitas kunjungan Helopeltis sp., waktu kunjungan serta mengamati ada tidaknya Helopeltis sp. yang berkunjung pada bunga kakao. Hasilnya adalah Helopeltis sp. menunjukkan durasi serta waktu kunjungan paling aktif di pagi hari serta tidak terdapat Helopeltis sp. yang berkunjung pada bunga kakao.
STUDI ANALISIS USAHA TANI BERBAGAI TANAMAN SEREALIA DAN HORTIKULTURA SEBAGAI TANAMAN SELA PADA AREAL TANAMAN BELUM MENGHASILKAN (TBM) KELAPA SAWIT Rika Fitri Ilvira; Khairul Saleh; Sari Damayanti Batubara
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 2 (2023): edisi April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i2.2791

Abstract

Oil palm is an important crop for plantations in Indonesia. In addition to increasing the country's foreign exchange through exports, oil palm plantations are also used as the main source of livelihood for farmers. North Sumatra Province in terms of palm oil production ranks is the fourth level  after Riau, North Kalimantan and West Kalimantan. The problem is when the oil palm plants are immature (TBM), that is, within 2-5 years the farmers have not yet received any results from their farming activities. Several studies have shown that during TBM conditions, oil palm land can be used to grow food crops and horticulture. Searching journals and articles is a method used to obtain secondary data. Case studies of corn and barangan banana plants as intercrops in the oil palm TBM area of smallholder plantations were obtained from interviews with 12 farmers of corn and 8 farmers of Barangan bananas. The results of the study show that the cultivation of food crops and horticulture is possible as intercrop in the TBM area of smallholder oil palm plantations.INTISARI Kelapa sawit merupakan tanaman komoditas perkebunan yang penting di Indonesia. Selain menambah devisa negara melalui eksport, perkebunan kelapa sawit juga dijadikan sebagai mata pencaharian pokok petani. Provinsi Sumatera Utara dari segi produksi kelapa sawit berada diposisi keempat setelah Riau, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat. Permasalahannya pada saat tanaman kelapa sawit belum menghasilkan (TBM) yaitu pada 2-5 tahun, petani belum mendapatkan hasil dari kegiatan usahataninya. Beberapa penelitian menunjukkan saat kondisi TBM, lahan kelapa sawit dapat manfaatkan dengan budidaya tanaman serealia dan hortikultura. Penelusuran jurnal dan artikel merupakan metode yang digunakan untuk mendapatkan data sekunder.  Studi kasus tanaman jagung dan pisang barangan sebagai tanaman sela pada areal TBM kelapa sawit perkebunan rakyat diperoleh dengan wawancara pada 12 petani yang dengan tanaman sela jagung hibrida P21 dan 8 petani dengan tanaman sela pisang barangan. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan budidaya tanaman serealia dan hortikultura layak diusahakan sebagai tanaman sela pada area TBM kelapa sawit perkebunan rakyat. 
PEMATAHAN DORMANSI BENIH AREN (Arenga pinnata Merr) DENGAN BERBAGAI PERLAKUAN SKARIFIKASI DAN KONSENTRASI GIBERELIN (GA3) Noprizal Noprizal; Aswaldi Anwar; Nalwida Rozen
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 2 (2023): edisi April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i2.2765

Abstract

Procurement of quality seeds and seedlings quickly available for consumers in sugar palm plantations still has many obstacles. Sugar palm seeds take a long time to germinate due to the dormancy period. One effort that can be done is scarification physically and chemically, including using gibberellins. This study aimed to determine the effect of scarification treatment and various concentrations of gibberellin (GA3) on breaking dormancy and germination of sugar palm seeds. This research was carried out in the Seed Technology Laboratory, Faculty of Agriculture, Andalas University, from March to August 2022. The design was used by completely randomized design (CRD) in factorial 3x4x3. The first factor was the scarification technique which consisted of three levels with using sandpaper, hand grinding, and sitting grinding. The second factor was soaking the seeds in GA3 solution with four levels which consisted of 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm, and 150 ppm. The results of this reseach showed that the seed scarification technique had effected on the seeds water content and the electrical conductivity of the sugar palm seeds, while seed scarification and gibberellin immersion had effected the dormancy time of the sugar palm seeds, but it didnot effect the germination ability of the sugar palm seeds. Seed scarification used a sitting grinding machine and gibberellins with concentration of 100 ppm would have efficiented the fastest breaking dormancy of sugar palm seeds in 18.67 days.INTISARIPengadaan benih bermutu dan bibit yang cepat tersedia bagi konsumen pada tanaman aren masih memiliki banyak kendala. Benih tanaman aren memerlukan waktu yang cukup lama untuk berkecambah yang disebabkan terjadinya masa dormansi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan skarifikasi secara fisik dan kimia diantaranya dengan penggunaan giberelin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan skarifikasi dan berbagai konsentrasi giberelin (GA3) terhadap pematahan dormansi dan perkecambahan benih aren. Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih Fakultas Pertanian Universitas Andalas pada bulan Maret hingga Agustus 2022. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dalam faktorial 3x4x3. Faktor pertama adalah teknik skarifikasi yang terdiri dari tiga taraf yaitu menggunakan kertas amplas, gerinda tangan dan gerinda duduk dan faktor kedua adalah perendaman benih dalam larutan GA3 dengan empat taraf yaitu: 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm dan 150 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik skarifikasi benih berpengaruh terhadap kadar air benih dan daya hantar listrik benih aren, sedangkan skarifikasi benih dan perendaman giberelin berpengaruh terhadap waktu patah dormansi benih aren, namun tidak mempengaruhi daya berkecambah benih aren. Skarifikasi benih menggunakan mesin gerinda duduk dan giberelin konsentrasi 100 ppm menghasilkan waktu pematahan dormansi benih aren tercepat yaitu 18,67 hari.
PENGARUH PEMBERIAN AIR KELAPA MUDA TERHADAP PERKECAMBAHAN DAN VIGOR BENIH PINANG YANG TELAH DISKARIFIKASI Pitri Jannah; Tantri Palupi; Purwaningsih Purwaningsih
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 2 (2023): edisi April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i2.2810

Abstract

The expansion of betel nut plantation in order to meet the export needs is facing obstacle, namely the long time period of seed germination due too its dormancy behaviour.  Efforts that can be taken to break the seed dormancy is by doing preliminary treatment through scarification and soaking the seed in to the young coconut water, as source of plant-growth regulators. The optimum concentration will give positive impact to germination. The purpose of the research was to find the best concentration of young coconut water for breaking the seed dormancy and increasing the seed germination of scarified seeds. The research was conducted in Complete Randomized Design with one factor, the concentration of young coconut water with 5 levels of treatment (control-without soaking, 25%, 50%, 75%, and 100% of young coconut water). Seeds were soaked for 24 hours in each treatment except control. Each treatment consist of 5 replication that there were 25 experimental units. 10 seeds were planted in each experimental unit, therefore the total of betel nut seed planted were 250 seeds. The variables observed in this study were seed water content, vigor index, simultaneity of germination, germination capacity, germination speed, shoot length and root length. The result showed that 25% of young coconut water was an effective concentration to break the dormancy of scarified betel nut seeds based on an average value of vigor index and germination speed what not different compared with high concentrate.INTISARI                Usaha pengembangan perkebunan pinang untuk memenuhi kebutuhan ekspor mengalami kendala yaitu waktu tumbuh yang cukup lama karena sifat dormansi yang dimiliki. Upaya yang dapat dilakukan untuk mematahkan dormansi benih pinang yaitu dengan perlakuan pendahuluan seperti skarifikasi dan perendaman dengan air kelapa muda sebagai zat pengatur tumbuh alami. Konsentrasi yang optimum akan memberikan dampak positif pada perkecambahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi air kelapa muda yang terbaik dalam upaya pematahan dormansi dan meningkatkan perkecambahan benih pinang yang telah diskarifikasi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap non faktorial, yaitu konsentrasi kelapa muda dengan 5 taraf perlakuan yang terdiri atas: kontrol-tanpa perendaman (k0), 25% air kelapa muda (k1), 50% air kelapa muda (k2), 75% air kelapa muda (k3), dan 100% air kelapa muda (k4). Benih direndam selama 24 jam pada setiap perlakuan kecuali kontrol. Setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan sehingga terdapat 25 unit percobaan. Setiap unit percobaan ditanam sebanyak 10 benih sehingga total benih yang ditanam adalah 250 benih. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi kadar air benih, indeks vigor, keserempakan tumbuh, daya berkecambah, kecepatan berkecambah, panjang tunas, dan panjang akar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian air kelapa muda konsentrasi 25% merupakan konsentrasi yang efektif dalam upaya pematahan dormansi benih pinang yang telah diskarifikasi yang ditunjukkan dengan nilai rerata variabel indeks vigor dan kecepatan tumbuh yang sama baiknya apabila dibandingkan dengan konsentrasi yang lebih pekat.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI KELAPA SAWIT (Elaeis Guineensis Jacq) DI PT. AGRO SINERGI NUSANTARA KEBUN BATEE PUTEH Istiqal Makfirah; Sufriadi Sufriadi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 2 (2023): edisi April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i2.2785

Abstract

The development of the palm oil industry in Indonesia has progressed rapidly, especially the increase in land area and production of palm oil. This research was conducted at PT. Agro Synergy Archipelago. PT. Agro Sinergi Nusantara (ASN) is a plantation company where the main commodity cultivated is oil palm. One of the orientations of PT. Agro Sinergi Nusantara in increasing company revenue is by increasing production, productivity and quality of oil palm plants. The purpose of this study was to determine the factors that influence palm oil production in the Batee puteh plantation of PT Agro Sinergi Nusantara in terms of land area, number of bunches, and bunch weight. Data collection was carried out using secondary data obtained from previous research such as BPS, Journals, Thesis, while primary data was obtained from existing production data in the plantation. The method used in processing and analyzing the data used in this study is a quantitative analysis method with a path approach to statistical analysis, namely multiple linear regression analysis. The assumption test carried out in this study met all the criteria. The results obtained partially X1, X2, X3 have a positive effect on palm oil production in the Batee Puteh Plantation, PT Agro Sinergi Nusantara, and simultaneously it is known that simultaneously the variables X1, X2, X3 are able to influence palm oil production.INTISARI              Perkembangan industri kelapa sawit di Indonesia mengalami kemajuan yang pesat, terutama peningkatan luas lahan dan produksi kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan di PT. Agro Sinergi Nusantara. PT. Agro Sinergi Nusantara(ASN) merupakan sebuah perusahaan perkebunan dimana komoditas utama yang diusahakan adalah kelapa sawit. Salah satu orientasi PT. Agro Sinergi Nusantara dalam meningkatkan pendapatan perusahaan adalah dengan cara meningkatkan produksi, produktivitas dan mutu dari tanaman kelapa sawit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi produksi kelapa sawit di kebun Batee puteh PT Agro Sinergi Nusantara yang ditinjau dari luas lahan, jumlah tandan, dan berat tandan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari penelitian terdahulu seperti BPS, Jurnal, Skripsi, sedangkan data primer diperoleh dari data produksi yang ada di kebun.  Metode yang digunakan dalam mengolah dan menganalisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode analisis kuantitatif dengan pendekatan jalur analisis statistik yaitu analisis regresi linear berganda. Uji Asumsi yang dilakukan pada penelitian ini sudah memenuhi semua kriteria. Hasil yang diperoleh secara parsial X1,X2,X3 berpengaruh positif terhadap produksi klapa sawit di Kebun Batee Puteh, PT Agro Sinergi Nusantara, dan secara simultan diketahui bahwa secara bersamaan variabel X1,X2,X3 mampu mempengaruhi produksi kelapa sawit.
PENGARUH DOSIS PUPUK ORGANIK AMPAS TEBU DAN VOLUME PENYIRAMAN AIR TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT DI PRE-NURSERY Ahmad Fahroji Sinaga; Ety Rosa Setyawati; Wiwin Dyah Ully P
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 2 (2023): edisi April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Production waste that uses sugarcane plants if left unchecked will cause bad things to the environment and chemical fertilizers that are increasingly expensive make it more difficult for farmers. This study aims to determine the effect of the dose of bagasse organic fertilizer and the volume of water sprinkling on the growth of oil palm seedlings in the pre-nursery. The method used was a factorial experiment arranged in a completely randomized design (CRD) which consisted of two factors, the dose of bagasse organic fertilizer which consisted of 3 levels, namely control, 200 g, 300 g, and the volume of water sprinkling consisted of 4 levels, namely 100 ml. , 150 ml, 200 ml, 250 ml. research data were analyzed by means of variance at a significant level of 5%, data that were significantly different were further tested with a DMRT of 5%. The results showed that there was no significant interaction between the dose of bagasse organic fertilizer and the volume of water sprinkling on the growth of oil palm seedlings in the pre-nursery. Dosage of organic bagasse fertilizer did not significantly affect the growth of plant height, number of leaves, leaf area, stem diameter, root fresh weight, root dry weight, fresh plant weight and dry weight of oil palm seedlings in pre-nursery. This shows that bagasse organic fertilizer can be a substitute for inorganic fertilizers. Giving a dose of 200 g of organic bagasse fertilizer gave the best effect on the growth of the root length of the oil palm seedlings in the pre-nursery. The volume of water sprinkling treatment had no effect on all parameters except plant height. A watering volume of 150 ml is the most efficient volume and is sufficient for the high growth of oil palm seedlings.INTISARILimbah produksi yang menggunakan tanaman tebu jika dibiarkan akan menyebabkan hal buruk bagi lingkungan serta pupuk kimia yang semakin mahal membuat petani semakin kesulitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk organik ampas tebu dan volume penyiraman air terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre-nursery. Metode yang digunakan yaitu percobaan faktorial yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor, dosis pupuk organik ampas tebu yang terdiri dari 3 aras yaitu kontrol, 200 g, 300g, dan volume penyiraman air terdiri dari 4 aras yaitu 100 ml, 150 ml, 200 ml, 250 ml. data hasil penelitian dianalisis dengan sidik ragam pada jenjang nyata 5%, data yang berbeda nyata diuji lanjut dengan DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada interaksi nyata antara dosis pupuk organik ampas tebu dengan volume penyiraman air terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre-nursery. Pemberian dosis pupuk organik ampas tebu tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, diameter batang, berat segar akar, berat kering akar, berat segar tanaman dan berat kering tanaman bibit kelapa sawit di pre-nursery. Hal ini menunjukkan pupuk organik ampas tebu bisa menjadi pengganti pupuk anorganik. Pemberian dosis pupuk organik ampas tebu 200 g memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan panjang akar bibit kelapa sawit di pre-nursery. Perlakuan volume penyiraman air tidak berpengaruh pada semua parameter kecuali tinggi tanaman. Volume penyiraman 150 ml adalah volume terefisien dan sudah cukup untuk pertumbuhan tinggi bibit kelapa sawit.
DAMPAK KENAIKAN HARGA KEDELAI TERHADAP PENDAPATAN PENGRAJIN TEMPE DI UD. KAUMAN JAYA SURABAYA Nafisah Qurrota A’yyun; Hamidah Hendrarini; Mubarokah Mubarokah
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 2 (2023): edisi April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i2.2809

Abstract

The purpose of this research is to analyze the impact of rising soybean prices on the income of tempe producers, to find out the efforts made by tempe producers in responding to changes in soybean prices, and to analyze the business feasibility of tempe producers at UD. Kauman Jaya Surabaya. Methods of data analysis in the form of analysis of R/C ratio and descriptive analysis. The research results show that UD. Kauman Jaya Surabaya continues to produce soybeans even though there is a difference in income before, which is IDR 3,805,318 and after the increase in soybean prices, which is IDR 3,716,218. Efforts made by tempe producers in response to rising soybean prices include increasing tempe production by 13.3%, selling it around and marketing their products at the nearest market, optimizing work performance, using social media or e-commerce as a means of promotion, reducing labor , as well as utilizing tempeh that does not turn into processed other tempeh products. Business Feasibility Analysis stated that UD. Kauman Jaya Surabaya before and after the increase in soybean prices had a Revenue Cost value of more than one, therefore UD. Kauman Jaya Surabaya can be declared feasible. INTISARITujuan riset ini untuk menganalisis dampak kenaikan harga kedelai terhadap pendapatan pengrajin tempe, mengetahui upaya yang dilakukan pengrajin tempe dalam menyikapi kenaikan harga kedelai, dan menganalisis kelayakan usaha pengrajin tempe di UD. Kauman Jaya Surabaya. Metode analisis data berupa analisis R/C rasio dan analisis deskriptif. Hasil riset memperlihatkan bahwa UD. Kauman Jaya Surabaya tetap memproduksi kedelai meskipun terdapat perbedaan pendapatan sebelum yakni sebesar Rp 3.805.318 dan sesudah kenaikan harga kedelai yaitu Rp 3.716.218. Upaya yang dilakukan pengrajin tempe dalam menyikapi kenaikan harga kedelai yaitu meningkatkan produksi tempe sebesar 13,3% yang digunakan, menjual secara keliling dan memasarkan produknya di pasar terdekat, mengoptimalkan kinerja pekerjaan, menggunakan media sosial atau e-commerce sebagai sarana promosi, mengurangi tenaga kerja, serta memanfaatkan tempe yang tidak jadi menjadi olahan produk tempe lainnya. Analisis Kelayakan Usaha menyatakan bahwa UD. Kauman Jaya Surabaya sebelum dan sesudah kenaikan harga kedelai mempunyai nilai Revenue Cost nya lebih dari satu maka dari itu UD. Kauman Jaya Surabaya dapat dinyatakan layak usaha.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya) TERHADAP INTENSITAS SERANGAN ULAT GRAYAK PADA KANGKUNG DARAT (Ipomoea reptans Poir) Martia Aryati Noorsidah; Pramono Hadi; Libria Widiastuti
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 2 (2023): edisi April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i2.2784

Abstract

This study was conducted to test papaya leaf extract against armyworm in ground kale plants. This research has been carried out in January - February 2022 on CV. Pendawa Kencana Multifarm Cangkringan with an altitude of 400 - 700 meters above sea level. This study used a factorial method with a complete random design pattern (RAL) consisting of two treatment factors, namely the concentration of papaya leaf extract (K) consisting of four levels (K0 = without papaya leaf extract, K1 = papaya leaf extract 20 ml/L, K2 = papaya leaf extract 25 ml/L, K3 = papaya leaf extract 30 ml/L) and the frequency of giving extract (F) consisting of two levels (F1 = frequency of giving extract once a day,  F2 = frequency of giving extracts once every three days). Data analysis is carried out using an analysis of variance with the F test at the level of 5% and 1% and if the results of the F test were significally different then followed by the Duncan Multiple Range Test (DMRT) at the level of 5%. The results showed the best concentration of papaya leaf extract on the growth and yield of ground kale plants in K1 (concentration of 20 ml/L) and the best frequency in F1 (frequency of giving extract once a day). The best interaction between the concentration and frequency of giving extract to armyworm was obtained in K1 F2 with a pest intensity of attack is 0.14%.INTISARIPenelitian ini dilakukan untuk menguji ekstrak daun pepaya terhadap hama ulat grayak pada tanaman kangkung darat. Penelitian ini telah terlaksana pada bulan Januari – Februari 2022 di CV Pendawa Kencana Multifarm Cangkringan dengan ketinggian 400 - 700 mdpl. Penelitian ini menggunakan metode faktorial dengan pola rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas dua faktor perlakuan yaitu konsentrasi ekstrak daun pepaya (K) yang terdiri dari empat taraf (K0 = tanpa ekstrak daun pepaya, K1 = ekstrak daun pepaya 20 ml/L, K2 = ekstrak daun pepaya 25 ml/L, K3 = ekstrak daun pepaya 30 ml/L) dan frekuensi pemberian ekstrak (F) yang terdiri dari dua taraf (F1 = frekuensi pemberian ekstrak satu hari sekali, F2 = frekuensi pemberian ekstrak tiga hari sekali). Analisis data dilakukan dengan menggunakan sidik ragam dengan uji F pada taraf 5% dan 1% dan bila hasil uji F berbeda nyata maka dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berbagai taraf konsentrasi ekstrak daun pepaya (K), berbagai taraf frekuensi pemberian ekstrak (F), dan kombinasi perlakuan konsentrasi ekstrak daun pepaya dan frekuensi pemberian ekstrak tidak berbeda nyata terhadap kelima parameter pengamatan.

Page 67 of 139 | Total Record : 1386