cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Sahafa Journal of Islamic Communication
ISSN : 26223449     EISSN : 26224313     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 132 Documents
MANAJEMEN KOMUNIKASI PENGURUS BAGIAN PENGGERAK BAHASA OPPM DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA ARAB DAN INGGRIS SANTRI KELAS 5 PONDOK MODERN DARUSSALAM GONTOR Muhammad Aldi Pratama Putra; Nur Aini Shofiya Asy'ari
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol 2, No 1 (2019): Sahafa Journal Of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.168 KB) | DOI: 10.21111/sjic.v2i1.3436

Abstract

Penggunaan Bahasa Arab dan Inggris yang baik merupakan ciri khas ‎khusus Pondok Modern Darussalam Gontor. Untuk itu, dibentuklah sebuah bagian ‎khusus untuk mewujudkan atmosfer pesantren yang aktif berbahasa Arab dan ‎Inggris dalam kesehariannya yaitu Bagian Penggerak Bahasa OPPM. ‎Peningkatkan bahasa bagi santri kelas 5, merupakan hal yang penting, karena santri ‎kelas 5 adalah pengurus rayon yang harus menjadi contoh bagi anggota kelas 1 ‎sampai kelas 4 dalam berbahasa resmi sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk ‎mengetahui bagaimana manajemen komunikasi pengurus bagian penggerak Bahasa ‎OPPM dalam meningkatan kemampuan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris santri ‎kelas 5 PMDG. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif peneliti ‎mengumpulkan data dengan melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi. ‎Selanjutnya, peneliti menganalisis data dengan mereduksi data yang dibutuhkan, ‎menyajikannya dengan Bahasa naratif dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ‎menunjukkan bahwa manajemen komunikasi dilaksanakan dengan merujuk pada ‎empat tahapan manajemen yaitu planning, organizing, actuating dan controlling. ‎Tahap planning dilaksanakan dengan menyusun 4 program kerja yang didapatkan ‎dari hasil musyawarah kerja. Tahap organising dilaksanakan dengan merincikan ‎seluruh perkerjaan, kemudian penugasan kepada setiap anggota organisasi dan ‎mengintegrasikannya dengan seluruh aktifitas organisasi. Tahap actuating ‎dilaksanakan dengan menerapkan reward dan punishment dalam tahap ini ‎kepemimpinan dan motivasi berperan sangat penting. Terakhir controlling ‎dilaksanakan dengan menetapkan standar kerja, menilai kinerja dan melakukan ‎perbaikan. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam kajian keilmuan ‎khususnya manajemen komunikasi.
Manajemen Komunikasi Markas Islamisasi Dalam Menyelenggarakan Kajian Jumat Malam Rilo Pambudi; Rila Setyaningsih
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol 2, No 1 (2019): Sahafa Journal Of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.874 KB) | DOI: 10.21111/sjic.v2i1.3143

Abstract

 AbstrakKajian Jumat malam merupakan salah satu program bagian markaz islamisasi untuk meningkatkan nilai-nilai keislaman mahasiswa UNIDA Gontor. Merupakan gagasan dari Wakil Rektor 1 UNIDA Gontor Al-Ustadz Hamid Fahmi Zarkasy yang menginginkan adanya kajian keislaman rutin setiap minggunya sehingga diadakanlah Kajian pada hari Jumat Malam. Namun dari data rekapan absensi kehadiran mahasiswa yang diperoleh terlihat adanya kesenjangan antara minat mahasiswa dalam mengikuti kajian jumat malam tersebut, padahal acara ini bersifat wajib bagi seluruh mahasiswa. Tujuan daripada penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana manajemen komunikasi markas islamisasi dalam mengadakan kajian jumat malam di UNIDA Gontor. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dimana peneliti ikut terjun langsung ke lapangan dalam observasi, dalam pengumpulan data peneliti melakukan tiga teknik koleksi data yaitu dengan wawncara, observasi, dan dokumentasi. Teori yang digunakan Planning,Organizing,Actuating,Controlling (POAC) yang biasa digunakan dalam ilmu manajemen organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Markaz Islamisasi unida Gontor sudah melaksanakan POAC dalam manajemen kajian jumat malam meskipun belum optimal, masih ditemui beberapa kendala. Kontribusi penelitian ini berupa manajemen markaz islamisasi dalam penyelenggaraan kajian jumat malam.AbstractIslamization of knowledge is one of the efforts to realize the ideals of the University of Darussalam Gontor, Fountain of Wisdom. “Kajian Jumat Malam” was one of the programs in the markaz Islamization section to enhance the Islamic values of Gontor’s UNIDA students. However, from the recapitulation data, the attendance obtained by the students was seen to be a gap between the interest of students in following the study that “Kajian Jumat Malam”, even though this event was mandatory for all students. The purpose of this study was to find out how the communication management of the Markaz Islamisasi in conducting a study on “Kajian Jumat Malam” at UNIDA Gontor. The method carried out in this research is descriptive qualitative where the researcher participates directly into the field in observation, in the data collection the researcher conducted three data collection techniques, namely by way of interviews, observations, and documentation. Data analysis is analyzed by data reduction, categorization, synthesis, compiling a working hypothesis. The validity of the data used triangulation methods and sources. The results of the study showed that the “Markaz Islamisasi” has carried out all stages Planning, Organizing, Actuating, Controlling in the holding of the “Kajian Jumat Malam” but it has not run optimally. The contribution of this research in the form of markaz Islamization management in the organize Kajian Jumat Malam.
STRATEGI KOMUNIKASI PIMPINAN TOKO BUKU LATANSA GONTOR DALAM MENJAGA KINERJA PEGAWAI abdul rohim
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol 2, No 1 (2019): Sahafa Journal Of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.84 KB) | DOI: 10.21111/sjic.v2i1.3884

Abstract

Abstrak Pada sebuah perusahaan atau organisasi, komunikasi yang baik yang berperan menjaga para anggota yang terdapat didalam organisasi tersebut tetap baik dan dapat mencapai apa yang dicita-citakan dan diharapkan oleh perusahaan. Dalam sebuah perusahaan pemimpin yang berperan sebagai seorang komunikator. Pemimpin yang baik dan efektif umumnya harus memiliki kemampuan komunikasi yang efektif sehingga sedikit banyak akan mampu merangsang partisipasi orang-orang yang dipimpin. Agar dapat membuat komunikasi yang efektif tentunya seorang komunikator harus mempunyai strategi komunikasi yang tepat agar dapat mencapai tujuan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi pimpinan toko buku Latansa Gontor dalam menjaga kinerja pegawai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Adapun  sumber data yang digunakan adalah data-data primer dan sekunder yang disajikan oleh sumber data di toko buku Latansa Gontor dan dari hasil wawancara yang didapatkan melalui beberapa informan yang memenuhi kriteria. Analisis menggunakan analisis deskriptif. Teori yang digunakan adalah teori Harold D. Lasswell mengenai strategi pemilihan komunikator, pesan, media dan komunikan dalam proses komunikasi. Berdasarkan analisa data, diperoleh kesimpulan bahwa pimpinan toko buku Latansa Gontor membuat strategi komunikasi dengan memperhatikan faktor berikut: mengenal khalayak, penyusunan pesan, pemilihan metode, pemilihan media. Mengenal khalayak dengan baik sebelum melakukan komunikasi dengan mereka, menyusun dan mempersiapkan isi pesan sebelum disampaikan kepada komunikan, dan memilih metode penyampaian pesan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi, dan juga memilih media penyampaian pesan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi. AbstractIn a company or organization, good communication that plays a role in keeping the members in the organization remains good and can achieve what is aspired and expected by the company. In a company leader who acts as a communicator. A good and effective leader generally must have effective communication skills so that more or less will be able to stimulate the participation of people who are led. To be able to make effective communication of course a communicator must have the right communication strategy in order to achieve these goals.The purpose of this study was to determine the communication strategy of Latansa Gontor bookstore leaders in maintaining employee performance. This study uses a qualitative method. The data sources used are primary and secondary data presented by data sources at the Latansa Gontor bookstore and from interviews obtained through several informants who met the criteria. Analysis using descriptive analysis. The theory used is Harold D. Lasswell's theory regarding the selection strategy of communicators, messages, media and communicants in the communication process. Based on data analysis, it was concluded that the head of the bookstore Latansa Gontor made a communication strategy by taking into account the following factors: getting to know the audience, composing messages, choosing methods, choosing media. Get to know the audience well before communicating with them, compile and prepare the contents of the message before it is conveyed to the communicant, and choose the method of delivering the message that is appropriate to the needs and conditions, and also choose the media to deliver the message according to the needs and conditions.
ADAPTASI SANTRI BARU LUAR NEGERI DI PONDOK MODERN DARUSSALAM GONTOR Faisal Risaldy
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol 2, No 1 (2019): Sahafa Journal Of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.184 KB) | DOI: 10.21111/sjic.v2i1.3179

Abstract

Dalam bersosialisasi manusia harus dapat beradaptasi dengan lingkungan disekitarnya supaya bisa merasakan kenyamanan dalam suatu lingkungan tertentu. Pondok Modern Darussalam Gontor merupakan pesantren yang memiliki puluhan ribu santri dengan daerah yang bermacam-macam dan budaya yang beragam. Santri baru luar negeri dengan etnis dan budaya yang berbeda dengan yang ada di Pondok Modern Darussalam Gontor diharuskan untuk dapat beradaptasi agar dapat menjalin komunikasi yang efektif serta dapat belajar dengan sempurna. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tahapan adaptasi santri baru luar negeri dengan santri lain yang berasal dari daerah lokal Pondok Modern Darussalam Gontor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data melalui tahapan reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Triangulasi metode dan sumber digunakan untuk mengukur keabsahan data dalam penelitian ini.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses adaptasi komunikasi antarbudaya antara santri baru Pondok Modern Darussalam Gontor yang berasal dari luar negeri dengan santri lokal (hostculture) tidak dapat terjadi secara langsung (instan) karena membutuhkan jangka waktu yang berbeda-beda. Tahap adaptasi komunikasi antarbudaya menurut islam ada 4, yaitu: ta’aruf, tafahum, ta’awun, dan takaful/iitsaar. Dalam proses adaptasi semua santri baru luar negeri sudah melewati empat tahapan meskipun masing masing santri mempunyai cara yang berbeda dalam melalui setiap tahapan tersebut. Tercapainya semua tahapan adaptasi akan dapat menjadikan setiap proses komunikasi semakin efektif.
Analisis Pemanfaatan Media Sosial Twitter oleh Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil Ahmad Suminto; Afif Al Farizi
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol 2, No 2 (2020): Sahafa : Journal of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (960.774 KB) | DOI: 10.21111/sjic.v2i2.4394

Abstract

Pelayanan publik adalah suatu kegiatan pemenuhan kebutuhan masyarakat dalam bentuk jasa maupun barang, namun saat ini buruknya pelayanan publik yang dirasakan masyarakat adalah pelayanan yang berbelit-belit, keterampilan pelayan publik yang kurang profesional, serta waktu pelayanan yang kurang efektif dan efisien. Permasalahan ini muncul dalam rangka untuk memberikan evaluasi kepada pelayan publik supaya lebih baik. Pelayan publik dituntut dapat menciptakan suatu ide atau inovasi pelayanan supaya kepuasan suatu masyarakat dapat terjamin. Media sosial menjadi solutif-alternative yang sangat berperan penting untuk optimalisasi sebuah sistem kerja pemerintah, salah satunya melalui media sosial twitter. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara akademik dan ilmiah tentang pemanfaatan media sosial twitter dalam birokrasi pemerintahan sebagai upaya peningkatan pelayanan prima dengan berbagai informasi peristiwa yang penulis dapatkan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif, sedangkan teknik analisis yang digunakan adalah analisis isi (content analysis) yang memuat metode induksi, deduksi, dan komparasi. Objek penelitian ini adalah media sosial akun twitter @ganjarPranowo dan akun twitter @ridwanKamil sebagai akun twitter resmi kepemilikan Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil. Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan media sosial twitter dalam birokrasi pemerintahan Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil sebagai upaya peningkatan pelayanan prima sudah memenuhi aspek variabel teori pelayanan prima. Dalam mewujudkan pelayanan prima melalui media sosial twitter telah menerapkan standar: kemampuan (ability), sikap (attitude), penampilan (appearance), perhatian (attention), tindakan (action), dan tanggung jawab (accountability). Dengan adanya media sosial twitter ini pemerintah menjadi lebih mudah untuk mengakses suatu informasi yang timbul di masyarakat, sehingga interaksi masyarakat dengan pemerintah menjadi mudah dan efektif. AbstractPublic service is an activity to meet the needs of the community in the form of services and goods, but currently the poor public services that are felt by the community are convoluted services, the skills of public servants who are less professional, and service time that is less effective and efficient. This problem arises in order to provide an evaluation to public servants to be better. Public servants are required to create an idea or service innovation so that the satisfaction of a community can be guaranteed. So, social media becomes a solutive alternative that plays an important role in optimizing a government work system, one of which is through social media Twitter. The purpose of this study is to describe academically and scientifically about the use of social media Twitter in the government bureaucracy as an effort to improve excellent service with various information events that the author gets. This research method uses a qualitative-descriptive approach, while the analytical technique used is content analysis which contains the methods of induction, deduction, and comparison. The object of this research is the social media account @ganjarPranowo and @ridwanKamil twitter account as the official twitter account of Ganjar Pranowo and Ridwan Kamil. The results showed the use of social media Twitter in the government bureaucracy of Ganjar Pranowo and Ridwan Kamil as an effort to improve excellent service had fulfilled variable aspects of excellent service theory. In realizing excellent service through social media, Twitter has implemented standards: ability, attitude, appearance, attention, action and accountability. With the existence of Twitter social media, the government becomes easier to access information that arises in the community, so that community interaction with the government becomes easy and effective.
Strategi Komunikasi Pimpinan dalam Menanamkan Nilai-Nilai Panca Jiwa Kepada Santri Baru di Pondok Modern Darussalam Gontor 2 Achmad Ramadhani
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol 2, No 2 (2020): Sahafa : Journal of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/sjic.v2i2.4197

Abstract

AbstrakPanca jiwa merupakan nilai Pondok Pondok Modern Darussalam Gontor yang wajib dimiliki dan dipraktikan oleh setiap elemen yang berada di dalam pondok, termasuk bagi para santri baru yang masih awam tentang kehidupan di pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti strategi komunikasi pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor kampus 2 dalam menanamkan nilai-nilai panca jiwa kepada santri baru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deksriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara, obbservasi dan dokumentasi. Wawancara dilakukan pada pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 2, staf pengasuhan santri, bagian keamanan pusat organisasi pelajar Pondok Modern dan ketua asrama santri baru. Observasi dilakukan dengan pengamatan kehidupan santri baru dipondok. Dokumentasi merupakan data penelitian yang diperloleh dari sekretaris organisasi pelajar Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 2. Analisis data dilakukan dengan metode analisis data Milles dan Huberman.  Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi komunikasi Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 2 dilakukan melalui kerangka refrensi berupa latar belakang pendidikan dan melakukan komunikasi interpersonal,  faktor situasi dan kondisi berupa pemilihan event yang tepat menanamkan nilai panca jiwa seperti event Khutbatul ‘Arsy, pemilihan media komunikasi berupa buku diktat pekan perkenalan Khutbatul ‘Arsy, menentukan tujuan pesan berupa penggunaan bahasa yang mudah dipahami oleh santri baru dan peranan komunikator berupa memberikan uswah hasanah dalam rangka membuat kredibilitas komunikator.AbstractPanca Jiwa are the values of the Gontor Modern Pondok Pondok which must be owned and practiced by every element within the boarding school, including for new students who are still unfamiliar about life in the boarding school. This study aims to examine the communication strategies of Pondok Modern Darussalam Gontor campus 2 leaders in instilling the values of the five souls to new students. The method used in this research is descriptive qualitative. Data collection techniques are done by conducting interviews, observations and documentation. Interviews were conducted with the leadership of Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 2, the santri care staff, the security section of the Pondok Modern student organization center and the head of the new santri hostel. The observations were made by observing the lives of the newly enrolled students. Documentation is research data obtained from the secretary of the student organization Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 2. Data analysis was performed using the Milles and Huberman data analysis methods. The results of this study indicate that the Pondok Modern Darussalam Gontor Campus 2 communication strategy is carried out through a reference framework in the form of educational background and interpersonal communication, situation and condition factors in the form of choosing the right event to instill the value of the five souls such as the Khutbatul 'Arsy event, the choice of communication media in the form of books the introduction of Khutbatul 'Arsy week dictates, determining the purpose of the message in the form of using language that is easily understood by new students and the role of the communicator in the form of giving uswah hasanah in order to make the communicator credibility.
Makna Kasih Sayang Ayah dalam Film Keluarga Cemara Rahmatullah Rasyid Winarko
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol 2, No 2 (2020): Sahafa : Journal of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.836 KB) | DOI: 10.21111/sjic.v2i2.4086

Abstract

Film merupakan sarana hiburan yang mempunyai daya tarik yang cukup tinggi dalam berbagai kalangan masyarakat. Film sebagai medium pesan memiliki sifat menghibur yang membuat penonton tidak sadar bahwa pesan dari tersebut merasuk ke alam bawah sadar yang dapat mempengaruhi pola pikir dan sikap penonton. Film Keluarga Cemara merupakan salah satu film keluarga yang sukses mengawali tahun 2019 dengan jumlah 1.683.756 penonton, maka dapat dikatakan bahwa film Keluarga Cemara dapat diterima baik oleh masyarakat Indonesia. Keluarga merupakan salah satu komponen terkecil dari masyarakat. Dari keluarga yang harmonis maka akan menghasilkan masyarakat yang harmonis pula. Keharomonisan sebuah keluarga salah satunya karena hadirnya kasih sayang seorang ayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa makna kasih sayang ayah dalam Film Keluarga Cemara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes yang menganalisis suatu tanda kedalam makna denotatif, konotatif, dan mitos. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makna denotasi dan konotasi dari karakter Abah adalah bahwa seorang Ayah akan selalu berusaha memberikan ketenangan dan kenyamanan kepada anggota keluarganya, yang ditunjukkan dengan beberapa sikap Abah, yaitu dengan memberikan kelembutan dan sentuhan kasih sayang, menjelaskan yang baik dan buruk, memberi perhatian, dan menghargai bakat serta potensi anak.aBSTRACTFilm is a mean of entertainment that has a high enough appeal in various circles of society. Film as a medium of message has an entertaining nature that makes the viewer unaware that the message from it penetrates into the subconscious that can affect the mindset and attitude of the audience. The Keluarga Cemara film is one of the successful family films that started in 2019 with 1,683,756 viewers, so it can be said that the film Cemara Family has been well received by the people of Indonesia. The family is one of the smallest components of society. From a harmonious family, it will produce a harmonious society as well. One family's sweetness is due to the presence of a father's affection. This study aims at finding out what interpretation of father's love in the Keluarga Cemara film. This study uses qualitative research methods with Roland Barthes's semiotic analysis method which analyzes a sign into denotative, connotative, and mythic meanings. The results of this study indicate that the meaning of the denotation and connotation of Abah's character is that a father will always try to provide peace and comfort to his family members, this is indicated by several attitudes of Abah, Abah will always try to provide calm and comfort to his family members, this is indicated by some Abah attitudes, namely by giving tenderness and a touch of affection, explaining the good and bad, giving attention, and valuing the talents and potential of children. 
Strategi Komunikasi Pemerintah Ponorogo dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Masyarakat Melalui KIM Muhammad Resqi; Rila Setyaningsih
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol 2, No 2 (2020): Sahafa : Journal of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/sjic.v2i2.4237

Abstract

Abstrak  Pemahaman literasi media secara tradisional diartikan sebagai suatu kemampuan untuk mengakses, menganalisis, dan menciptakan pesan media. Berkaitan dengan literasi media, Pemerintah Kabupaten Ponorogo mempunyai program KIM (Kelompok Informasi Masyarakat) yaitu kelompok yang dibentuk oleh, dari, dan untuk masyarakat secara mandiri dan kreatif yang aktivitasnya melakukan pengelolaan informasi dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka meningkatkan nilai tambah untuk desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi Pemerintah Kabupaten Ponorogo dalam mensosialisasikan program literasi masyarakat melalui Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data penelitian menggunakan teknik analisis data lapangan Milles dan Hubberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi Pemerintah Kabupaten Ponorogo dalam mensosialisasikan literasi masyarakat dilakukan melalui Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang difasilitasi oleh Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Ponorogo. Strategi komunikasi Pemerintah Kabupaten Ponorogo guna mensosialisasikan literasi masyarakat dilakukan dengan cara mengenal khalayak, menyusun pesan, dan menetapkan metode, meskipun pelaksanaan secara keseluruhan belum maksimal. Kontribusi penelitian ini berupa strategi komunikasi pemerintah kabupaten Ponorogo dalam mensosialisasikan literasi masyarakat dapat dimaksimalkan melalui KIM. AbstractUnderstanding media literacy has traditionally been interpreted as an ability to access, analyze, and create media messages. In connection with Media Literacy, Ponorogo Government has a KIM (Community Information Group) Program, which is a group formed by, from, and for the community independently and creatively whose activities are managing information and empowering the community in order to increase added value for the village. This study aims to analyze the communication strategy of the Ponorgo Government in disseminating public literacy programs through the Community Information Group (KIM). This study uses a qualitative method. Data collection is done through observation, interviews, and documentation. Analysis of research data using Milles and Hubberman's field data analysis techniques. The results showed that the communication strategy of the Ponorogo Government in disseminating public literacy was carried out through the Community Information Group (KIM) facilitated by the Ponorogo District Informatics and Statistics Office. The Communication Strategy of the Ponorogo Government to disseminating public literacy is condusted by getting to know the audience, composing messages, and setting methods, even though the overall implementation has not been maximized. The contribution of this research in the form of a communication strategy of the Ponorogo Government in disseminating public literacy can be maximized through KIM.
Strategi Literasi Media Mahasantri Gontor 2 Dalam Mencegah Isu Hoax Gusti Sayyid Abyan
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol 2, No 2 (2020): Sahafa : Journal of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/sjic.v2i2.4138

Abstract

Informasi atau berita saat ini menyebar pesat dengan perantara media sosial seperti facebook, twitter, dan instagram. Tingginya tingkat penetrasi media menimbulkan berbagai dampak negatif, diantaranya adalah hoaks. Oleh karena itu, masyarakat harus memiliki kemampuan literasi media agar bisa memahami, menganalisis, menilai, dan mengkritik setiap informasi yang dibawa oleh media sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi mahasantri UNIDA Gontor Kampus 2 dalam mencegah isu hoaks. Aspek yang digunakan untuk melihat strategi ketrampilan literasi media dikalangan mahasantri menggunakan aspek literasi yang dikemukan oleh Jenkins, yaitu play, performance, simulation, appropriation, multitasking, distributed cognition, collective intelligence, judgment, transmedia navigation, networking, negotiation. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data penelitian dikumpulkan menggunakan metode observasi dan wawancara mendalam. Analisis data penelitian menggunakan teknik analisis data lapangan Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan strategi Mahasantri UNIDA Gontor Kampus 2 mengatasi hoaks antara lain melakukan langkah verifikasi tentang kebenaran berita dan informasi tersebut dengan cara mengecek sumber berita, membandingkan dengan realita, dan melihat komentar-komentar yang ada pada berita tersebut. Kontribusi dalam penelitian yang berkaitan dengan strategi literasi media pada mahsantri UNIDA Gontor Kampus 2 adalah untuk mencegah isu hoaks dengan menumbuhkan kecerdasan, sikap kritis, melakukan verifikasi, dan berhati-hati dalam menyebarkan (sharing) berita yang didapatkan dari media sosial.AbstractSocial media such as Facebook, Twitter, and Instagram are the most common social media which used to spread hoax. Along with the circulating information in social media, digital media literacy has significant role to it. As an educated mahasantri at UNIDA Gontor Campus 2, it is mandatory to understand, analyze, judge, and criticize every information on social media. The aim of this research is to know the strategy mahasantri at UNIDA Gontor Campus 2 in preventing hoax. The aspects this research uses to know the media literacy among mahasantri as stated by Jenkins are: play, performance, simulation, appropriation, multitasking, distributed cognition, collective intelligence, judgment, transmedia navigation, networking, negotiation. Descriptive qualitative method was used to complete this research. The research data were gathered by using observation and in-depth interview. This research uses Miles and Huberman’s field data analysis technique. As the result, the research concluded that in order to resolve the hoaks issue, mahasantri need to verify the truth, re-check the source, and compare the news to actual fact. The benefit of this research is to contribute the media literacy strategy in preventing hoax by growing the critical thinking and awareness toward social media. 
Analisis Komunikasi Organisasi Dalam Membangun Loyalitas Mahasiswa Guru Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 2 Muhammad Harun Al-Rosyid
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol 2, No 2 (2020): Sahafa : Journal of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.269 KB) | DOI: 10.21111/sjic.v2i2.3181

Abstract

AbstrakLoyalitas mahasiswa guru merupakan salah satu faktor pendukung dalam upaya mencapai tujuan Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 2. Dalam menumbuhkan sikap loyal mahasiswa guru, komunikasi organisasi menjadi salah satu aspek penting yang terapkan dalam setiap aktivitas organisasi yang dijalankan. Penelitian ini memfokuskan permasalahan pada komunikasi organisasi Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 2 dalam  membangun loyalitas mahasiswa guru beserta hambatan-hambatannya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subyek penelitian delapan orang yang ditetapkan melalui metode purposive sampling. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi organisasi dalam meningkatkan loyalitas mahasiswa guru Pondok Modern Darussalam Gontor kampus 2 melalui komunikasi wakil pengasuh kepada staf pengasuhan, komunikasi mahasiswa guru kepada wakil pengasuh secara langsung, dan komunikasi diantara sesama mahasiswa guru. Penelitian ini memberikan kontribusi positif dalam kajian komunikasi organisasi khususnya komunikasi organisasi yang dilakukan oleh Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 2 dalam membangun loyalitas mahasiswa guru. AbstractLoyalty of mahasiswa guru is one of the supporting factors in efforts to achieve the goal of Pondok Modern Darussalam Gontor Campus 2. In fostering a loyal attitude of mahasiswa guru, organizational communication is one of the important aspects that is applied in every organizational activity carried out. This study focuses the problem on organizational communication at Pondok Modern Darussalam Gontor Campus 2 in building loyalty of mahasiswa guru and its obstacles. The study used a qualitative descriptive approach with eight research subjects determined through the purposive sampling method. Data collection through in-depth interviews, observation and documentation study. The results showed that organizational communication in increasing the loyalty of mahasiswa guru at Pondok Modern Darussalam Gontor Campus 2 through communication between the caregiver representatives to the care staff, mahasiswa guru communication to the caregiver representatives directly, and communication between fellow mahasiswa guru. This research gives a positive contribution in the study of organizational communication, especially organizational communication conducted by Pondok Modern Darussalam Gontor Campus 2 in building loyalty of mahasiswa guru. 

Page 3 of 14 | Total Record : 132