cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Sahafa Journal of Islamic Communication
ISSN : 26223449     EISSN : 26224313     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 132 Documents
Sa’adah Dalam Perspektif Komunikasi Islam (Filsafat Miskawaih dan Al-Ghazali) Ali Musa Harahap
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol 3, No 1 (2020): Sahafa Journal of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/sjic.v3i1.4661

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keingintahuan untuk membahas aksiologi, dari ilmu komunikasi yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa dan calon peneliti dalam memahami sifat hakikat ilmu komunikasi, cara membangun ilmu komunikasi, dan berikut aplikasinya dalam kaidah-kaidah moral. Peneliti memilih tema ini karena banyak individu, masyarakat dan golongan yang masih mengesampingkan filsafat Islam untuk menjawab permasalahan sosial termasuk komunikasi. Minimnya pengetahuan publik tentang konsep komunikasi yang dijelaskan oleh tokoh-tokoh filsafat Muslim menjadi pertimbangan selanjutnya mengapa penelitian ini dilakukan. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui konsep sa'adah dalam etika komunikasi menurut pandangan Miskawaih dan Al-Ghazali. Dengan menggunakan pendekatan analitis, artikel ini berfokus pada faktor-faktor kebahagiaan yang terkait erat dengan etika berkomunikasi dan menelaahnya dengan metodologi interpretasi Islam tentang Quran dan Sunnah yang digunakan oleh para ulama klasik yang berpengaruh dan terkenal yaitu Miskawaih dan Al-Ghazali. Dari hasil analisa ditemukan bahwa manusia dengan komunikasi yang tidak baik dan tidak bermoral dikarenakan kurang memiliki bimbingan dan arahan. Oleh karena itu, mereka tidak dapat mencapai kebahagiaan nyata karena kegagalan mengkomunikasikan pesan mereka. Terakhir, penelitian ini merekomendasikan beberapa langkah komunikasi yang diterangi dengan pemahaman bahwa Islam mendukung pandangan komunikasi yang benar.
Representasi Demagogi pada Film PK (Peekay) Wildan Syaeful Muharram; Nur Aini Shofiya Asy'ari
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol 3, No 2 (2021): Sahafa : Journal of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/sjic.v3i2.5408

Abstract

Abstrak Film merupakan media massa yang menjadi suatu gambar kehidupan realistik dan mempresentasikan miniatur kehidupan. Seperti halnya Film Peekay (PK), sebuah film karya Rajkumar Hirani yang bergenre komedi ini menjadi salah satu objek peneliti dalam merepresentasikan seorang demagog yang menggunakan agama untuk kepentingan dirinya sendiri di masyarakat india. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana representasi demagogi dalam film PK melalui simbol dan lambang yang ditampilkan dalam adegan film. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis semiotika triangel meaning Charles Sanders Peirce yaitu  sign, object, dan interpretant. Adapun teknik pengumpulan data dengan observasi terhadap scene-scene dalam film PK yang sesuai dengan fokus penelitian. Peneliti juga melakukan document research sebagai teknik pengumpulan data, menelaah dan mengkaji berbagai buku, jurnal internet dan literature-literatur lainnya yang memiliki relevansi dengan penelitian. Berdasarkan analisa data yang sudah dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa film PK mempresentasikan  pesan demagogi yang terdapat dalam beberapa scene yang ada di film tersebut. Beberapa scene tersebut menunjukan bahwa demagogi tercermin dalam sikap yakni memanipulasi informasi untuk pencitraan, membangun kharisma untuk memperkaya diri, serta mekanisme demagogi dalam menggerakan massa.Abstract The Film is a mass media that became an image of realistic life, which presenting the miniature of life. As well as the Peekay (PK), a film by Rajkumar Hirani genre is comedy. It became an objects of the researcher in representing a demagogue who using a religion to interest himself in Indian society. This study aims to determine the representation of demagogy in the film PK through symbols and emblems displayed in the scenes of the film. This research using analysis of semiotic triangle theory by Charles Sanders Peirce, there are meaning of the sign, object, and interpretant. The data collection techniques is analyzed the scenes shown in the film PK as the research focus. The researcher also conducted document research as data collection techniques, such us: 1) study and examine various books, 2). journals, 3) the internet, and 4). literatures that relevant to the research. Based on data analysis that has been done, the conclusion that the film PK presented the message demagogy contained in some of the scenes in the film. The scenes show that the demagogue is reflected in the attitude of manipulating the information for imaging, build charisma to enrich themselves, as the mechanisms of demagogy in awakening society.
Persepsi Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Orang Tua Siswa pada Madrasah Tsanawiyah Tarbiyatul Islam Tabanan Afdal Afdal; Yackie Yackie; A.A. Istri Putri Dwi Jayanti
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol 3, No 1 (2020): Sahafa Journal of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/sjic.v3i1.4607

Abstract

Abstrak Pendidikan merupakan jasa yang dalam hal ini adalah jasa yang diberikan oleh pihak pengelola jasa pendidikan kepada pihak yang menerima secara langsung sesuai dengan standar mutu tertentu. Kualitas dari jasa dalam artian relatif adalah kualitas pelayanan yang sesuai dengan harapan pihak-pihak yang memerlukan dan kepentingan dengan jasa tersebut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui persepsi orang tua siswa terhadap kualitas pelayanan yang diberikan oleh Madrasah Tsanawiyah Tarbiyatul Islam Tabanan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Responden dalam penelitian ini sebanyak 47 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Aapaun teknik analisis data tiap indikator pertanyaan menggunakan Important Performance Analysis. Hasil penilitian ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan persepsi orang tua siswa terhadap kualitas pelayanan Madrasah Tsanawiyah Tarbiyatul Islam Tabanan adalah memuaskan. Ini ditunjukkan dari rata-rata nilai item pertanyaan sebesar 3,82. Adapun prioritas utama yang perlu ditingkatkan oleh Madrasah Tsanawiyah Tarbiyatul Islam Tabanan  adalah ruang belajar yang nyaman, mushola yang memadai, dan peralatan belajar mengajar yang memadai.  AbstractEducation is a service which in this case is a service provided by the management of education services to those who receive it directly according to certain quality standards. The quality of services in the relative sense is the quality of services in accordance with the expectations of those who need them and the interests of these services. The purpose of this study was to determine students 'perceptions of students' quality of service provided by Madrasah Tsanawiyah Tarbiyatul Islam Tabanan. This research method uses a quantitative approach. Respondents in this study were 47 people. Data collection using a questionnaire. Any data analysis technique for each question indicator uses Important Performance Analysis. The results of this study indicate that overall the perception of parents of students towards the quality of service in Madrasah Tsanawiyah Tarbiyatul Islam Tabanan is satisfactory. This is indicated by the average value of the question items of 3.82. The main priorities that need to be improved by the Tabanan Tsbiawiyah Tarbiyatul Islam Madrasah are a comfortable study room, adequate prayer rooms, and adequate teaching and learning equipment.
Virtual Ethnography on the Ngalah Islamic Boarding School Instagram Business Account Alfian Adi Saputra; Daniel Susilo; Harliantara Harliantara
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol 3, No 2 (2021): Sahafa : Journal of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/sjic.v3i2.4823

Abstract

AbstrakPenelitian ini mendeskripsikan fenomena dakwah di media sosial yang terjadi pada akun bisnis Instagram santri tahun 1985. Akun bisnis santri Instagram berhasil dikalahkan pada tahun 1985. Pesantren Ngalah menggunakan teknologi sebagai media dakwahnya, seperti media dakwah. Akun bisnis Instagram. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan metodologi etnografi virtual. Model etnografi ini adalah metode utama dan terpenting dalam melihat fenomena budaya-siber di Internet. Fenomena dakwah pengasuh Pondok Pesantren Ngalah pada akun Instagram bisnis ngalah santri tahun 1985 dapat dilihat dari empat tingkatan yaitu di ruang media, Instagram yang digunakan oleh Pondok Pesantren Ngalah adalah akun bisnis pendidikan Instagram. Yang digunakan sebagai media prediksi. Dalam dokumen media tersebut, konten Pondok Pesantren Ngalah di akun bisnis Instagram berupa tulisan, foto, dan video. Dalam objek media, mad’u pengasuh Pondok Pesantren Ngalah di akun Instagram bisnis bisa berinteraksi dengan mad’u lain. Di level media, Pesantren Ngalah menggunakan akun Instagram bisnis sebagai media dakwah untuk memperluas jangkauan dakwahnya. AbstractThis study describes the phenomena of da’wah on social media that occurred in the students ‘Instagram business accounts in 1985. The students’ Instagram business accounts were defeated in 1985. The Ngalah Islamic boarding school uses technology as a medium of preaching, such as the media of preaching. Instagram business account. The research approach used in this research is a descriptive qualitative approach using virtual ethnographic methodology. This ethnographic model is the main and most important method of looking at cyber-cultural phenomena on the Internet. The phenomenon of the da’wah of the Ngalah Islamic Boarding School caregivers on the Instagram account of the student ngalah business in 1985 can be seen from four levels, namely in the media room, Instagram which is used by Pondok Pesantren Ngalah is an Instagram education business account. which is used as a prediction medium. In the media document, the content of the Ngalah Islamic Boarding School on the Instagram business account is in the form of writings, photos, and videos. In the media object, the mad’u who cared for Pondok Pesantren Ngalah on the business Instagram account could interact with other mad’u. At the media level, the Ngalah Islamic Boarding School uses a business Instagram account as a da’wah medium to expand its preaching reach.
Bias Pemberitaan Media Online dan Mainstream di Indonesia Nanang Mizwar Hasyim
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol 3, No 2 (2021): Sahafa : Journal of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/sjic.v3i2.5477

Abstract

Abstrak Tema terorisme tidak akan pudar dari wacana publik selama tindakan teror masih terjadi. Dari beberapa dekade isu terorisme sering menghiasi pemberitaan di media cetak, online maupun media elektronik. Dalam konteks ini tugas media adalah mendefinisikan realitas sebagai informasi yang dibutuhkan masyarakat. Namun pada realitanya dengan disandarkan pada kepentingan pemilik media, media diposisikan sebagai instutisi ekonomi dan institusi yang mempunyai ideologi. Dalam ranah ini, penekanan dan penonjolan terhadap aktor pemberitaan yang konsisten dengan karakteristik yang mengiringinya dalam pemberitaan dapat berdampak pada munculnya penilian terhadap aktor yang diberitakan. Artikel ini mengekplorasi tentang bias media massa melalui konstruksi wacana terorisme pada pemberitaan media massa. Hal ini dilandasi dengan hubungan saling ketergantungan antara media massa dengan pelaku terorisme itu sendiri. Melalui analisis wacana menghasilkan bagaimana pergeseran kontruksi wacana media massa dipengaruhi oleh faktor ekternal berupa konteks politik nasional yang dipengaruhi oleh isu global. Selain itu bias dari pemberitaan terhadap tindak terorisme berupa pelabelan terhadap islam sehingga berdampak pada terciptanya islamophobia. Temuan penelitian paling menonjol melalui konstruksi wacana terorisme adalah terdapat hubungan yang kuat antara pelaku teror dengan media massa. Bagi media massa aksi terorisme dianggap sebagai magnitute dalam menjalankan fungsi ekonomi media massa. Bagi pelaku teror, pemberitaan media massa yang terus menerus tentang aksi teroris merupakan media untuk mempertahankan eksistensinya di tengah masyarakat.AbstractThemes of terrorism will not fade from public discourse as long as acts of terror are still occurring. From several decades of terrorism issues often decorate the news in the print media, online and electronic media. In this context, the task of the media is to define reality as the information that the public needs. But in reality, based on the interests of media owners, the media is positioned as an economic and institutional institution that has an ideology. In this realm, the emphasis and promotion of the actor's coverage that is consistent with the characteristics that accompany it in the news can have an impact on the emergence of the judging of the actor reported. This article explores the bias of the mass media through the construction of terrorism discourse on mass media coverage. This is based on the interdependent relationship between the mass media and the perpetrators of terrorism itself. Through discourse analysis produces how the shift in the construction of mass media discourse is influenced by external factors in the form of national political contexts influenced by global issues. Also, the bias of the preaching against acts of terrorism in the form of labeling against Islam so that has an impact on the creation of Islamophobia. The most prominent research finding through the construction of terrorism discourse is that there is a strong relationship between terror perpetrators with the mass media. For the mass media acts of terrorism are considered as magnitude in carrying out the economic functions of the mass media. For terror perpetrators, the continuous mass media coverage of terrorist acts is a medium to maintain its existence in the community.
Strategi Radio Dakwah Islam Semarang Dalam Meningkatkan Pendengar Khoerul Bakhri
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol 3, No 1 (2020): Sahafa Journal of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/sjic.v3i1.4608

Abstract

AbstrakRadio merupakan salah satu media massa konvensional dengan karakteristik tertentu yang tetap eksis ditengah masyarakat, meskipun sudah memasuki era digital. Salah satu radio dengan karakter dakwah yang tetap eksis di masyarakat adalah radio Dakwah Islam Semarang.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi radio Dakwah Islam Semarang dalam meningkatkan jumlah pendengarnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriktif. Data diproleh dari hasil wawancara dan observasi selama periode November – Desember 2019. Hasil temuan penelitian  menunjukkan bahwa strategi yang digunakan radio Dakwah Isam Semarang dalam meningkatkan jumlah pendengarnya adalah menentukan khalayak sasaran, penyusunan program acara yang sesuai khalayak sasaran, pembawaan penyiar yang lembut dan penggunaan media internet sebagai penunjang dalam menyampaikan isi siaran. Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi yang digunakan radio Dakwah Islam Semarang saling memiliki keterkaitan antara satu dengan yang lain. Temuan dalam penelitian ini diharapkan menjadi sumbangan pemikiran bagi pengembangan strategi radio dakwah.     AbstractRadio is one of the conventional mass media with certain characteristics that still exist in the midst of society, even though it has entered the digital era. One of the radio with propaganda characters that still exist in the community is the Islamic Da'wah radio in Semarang. This study aims to analyze the Semarang Islamic Da'wah radio strategy in increasing the number of listeners. The method used in this study uses a descriptive qualitative approach. Data obtained from interviews and observations during the period November - December 2019. The research findings show that the strategy used by the Da'wah Isam Semarang radio in increasing the number of listeners is to determine the target audience, the preparation of programs according to the target audience, the soft nature of the announcer and the use of media internet as a support in delivering broadcast content. The results of the analysis show that the strategy used by the Islamic Da'wah radio in Semarang is interrelated with one another. The findings in this study are expected to contribute to the development of da'wah radio strategy  
Tahapan Literasi Media Pengurus Darussalam Pos Di Pondok Modern Darussalam Gontor Sean Filo Muhamad; Rila Setyaningsih
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol 3, No 2 (2021): Sahafa : Journal of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/sjic.v3i2.5363

Abstract

AbstrakDi era informasi seperti sekarang ini, informasi sangat mudah menyebar kepada khalayak. Namun, era informasi bukanlah sebuah juru selamat yang hanya memberikan dampak baik. Berdasarkan survey, 44% masyarakat Indonesia belum bisa mendeteksi kebenaran sebuah informasi. Demikian juga dengan Darussalam Pos. Darussalam Pos merupakan sebuah instansi yang ada di Pondok Modern Darussalam Pos yang bergerak untuk pendidikan santri dalam bidang jurnalistik yang rutin mengedarkan berita di PMDG. Namun, berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Aspen Media Literacy Leadership Institute, sebelum membuat sebuah media, seseorang harus mengalami tahapan-tahapan tertentu. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah tahapan literasi media pengurus Darussalam Pos telah sesuai dan adakah upaya dari Darussalam Pos untuk meningkatkan kemampuan literasi media pengurusnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena peneliti tidak fokus kepada angka atau nilai dalam pengukuran variabelnya. Objek penelitian diambil dari seluruh pengurus Darussalam Pos yang berjumlah 9 orang dan 1 orang pembimbing Darussalam Pos. Observasi dilakukan selama 4 bulan. Sedangkan metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Hail penelitian menunjukkan bahwa pengurus Darussalam Pos telah sampai kepada tahap produksi media meskipun dalam tahapan sebelumnya pengurus Darussalam Pos tidak mengalaminya secara langsung. Begitupula upaya yang dilakukan oleh Darussalam Pos dalam meningkatkan literasi media pengurusnya masih kurang maksimal karena seluruh upaya yang dilakukan cenderung untuk meningkatkan kemampuan jurnalistik pengurusnya, bukan untuk meningkatkan kemampuan literasi medianya.AbstractIn this era of informatics, information is very easy to spread to the public. However, the informatics era is not a savior with only good effects. Based on a survey, 44% of Indonesians have not been able to detect the truth of information. Even so with the Darussalam Pos. Darussalam Pos is an agency in the Darussalam Modern Islamic Boarding School (PMDG) which is engaged in students education in the journalistic field and routinely circulates news at PMDG. However, based on the theory put forward by the Aspen Media Literacy Leadership Institute, before creating a media, a person must experience certain stages. Therefore, this study aims to see whether the media literacy stages of the Darussalam Pos managers are appropriate and are there any efforts from Darussalam Pos to improve the media literacy skills of its managers. This study used a qualitative approach because researcher did not focus on numbers or values in measuring the variables. The research object was taken from all the managers of Darussalam Pos, totaling 9 people and 1 Darussalam Pos advisor. Observations were made for 4 months. While the sampling method used was purposive sampling. Based on this research, the researchers found that the Darussalam Pos managers had reached the media production stage although in the previous stages the Darussalam Pos management did not experience it directly. Likewise, the efforts made by Darussalam Pos in increasing media literacy of its managers are still not maximal because all efforts made tend to improve the journalistic abilities of the administrators, not to improve their media literacy skills.
Determinisme Teknologi: Perayaan Idul fitri di Saat Pandemi Rinda - Aunillah
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol 3, No 1 (2020): Sahafa Journal of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/sjic.v3i1.4616

Abstract

Abstrak  Pandemi Covid-19 mengubah kehidupan warga dunia secara dramatis pada 2020. Di Indonesia, perubahan sangat terasa saat pemerintah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). PSBB mengubah pola interaksi social melalui konsep physical distancing maupun social distancing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan teknologi yang dilakukan masyarakat selama berada di rumah, terutama pada saat pelaksanaan ritual dan tradisi perayaan hari raya Idul Fitri. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggabungkan sejumlah data kuantitatif dan kualitatif terkait penggunaan teknologi komunikasi pada pelaksanaan ritual dan tradisi perayaan Idulfitri yang dikaitkan dengan Teori Determinisme Teknologi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi komunikasi yang dilakukan umat muslim di Indonesia pada pelaksanaan ritual dan tradisi Idulfitri merupakan bentuk adaptasi atas perubahan cepat di masa pandemi Covid-19. Informan dengan sangat cepat mengubah cara berpikir atas pandemi; cara pandang mereka tentang ibadah dan tradisi, serta kemampuan mereka dalam memproduksi pesan Idul Fitri. AbstractThe Covid-19 pandemic dramatically changed the lives of global citizens in 2020. In Indonesia, the change was most felt when the government imposed Large-Scale Social Restrictions (PSBB). PSBB has changes the pattern of social interaction through the concepts of physical distancing and social distancing. This situation forces the community to optimize the use of communication technology while at home, even during Ramadan and Eid. This is a descriptive research that combines a number a quantitative and qualitative data related to the use of communication technology in the implementation of Idulfitri’s rituals and tradions are form of adaptation of the rapid changes in the Covid-19 pandemic. Informants very quickly change the way they think abot pandemics; their perspective on worship and tradition, and their ability to produce Idulfitri’s message. 
Penerapan fungsi manajemen dalam melaksanakan konvergensi media Abdurrahman Rahman Bayhaqi
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol 4, No 1 (2021): Sahafa : Journal of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/sjic.v4i1.6044

Abstract

Tren usaha penyiaran radio yang semakin menurun disikapi radio Songgolangit dengan menerapkan konvergensi dalam penyiarannya. Untuk mewujudkan tujuan organisasi, penting bagi radio Songgolangit untuk melaksanakan konvergensi dengan manajemen yang tepat. Maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana radio Songgolangit menerapkan fungsi manajemen dalam melaksanakan konvergensi. Dengan menggunakan metode kualitatif peneliti mengumpulkan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi-fungsi manajemen telah diterapkan dalam pelaksanaan konvergensi di radio Songgolangit meski masih memiliki beberapa kelemahan.Fungsi perencanaan dilaksanakan dengan menetapkan tujuan, SDM dan metode. Pada fungsi pengorganisasian, secara formal belum ada struktur organisasi dan pembagian tugas khusus terkait konvergensi media. Selanjutnya pada fungsi pengarahan, motivasi tidak hanya dilaksanakan pimpinan pada bawahannya namun antar karyawan juga saling memotivasi, komunikasi pimpinan dilakukan melalui tatap muka dan menggunakan media sosial, pemimpin mengakui andil karyawan dengan menerima masukan-masukan, kepemimpinan dijalankan dengan menggunakan teknik penyiapan dan pematangan pengikut, teknik human relations, teknik kebutuhan, teknik menjadi teladan, teknik persuasi dan pemberian perintah, teknik penggunaan sistem komunikasi dan teknik penyediaan. Teknik human relation dan teknik persuasi merupakan teknik yang cukup sering digunakan pimpinan, sedangkan masih terdapat kelemahan pada teknik kebutuhan, teknik menjadi teladan, teknik penggunaan sistem komunikasi. Sementara itu, fungsi pengawasan yang terdiri dari efektifitas dan efisiensi belum sepenuhnya dijalankan karena radio Songgolangit belum menetapkan target-target jangka pendek terkait pelaksanaan konvergensi, belum memiliki ukuran atau indikator efektifitas dan efisiensi kerja, termasuk belum memiliki standart operational procedure (SOP) dalam melaksanakan konvergensi.  
Strategi Daya Tarik Wisata Telaga Ngebel Ponorogo dalam Menghadapi Krisis pada Masa Pandemi COVID-19 Boy Ghozy Fadholi; Rila Setyaningsih
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol 4, No 2 (2022): Sahafa : Journal of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/sjic.v4i2.7547

Abstract

AbstrakDaya Tarik Wisata (DTW) Telaga Ngebel adalah salah satu sektor pariwisata terdampak akibat penyebaran COVID-19. Hal ini menyebabkan krisis kepariwisataan di DTW Telaga Ngebel. Manajemen krisis merupakan cara yang digunakan untuk menghadapi krisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen krisis kepariwisataan di DTW Telaga Ngebel pada menghadapi situasi COVID-19. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif menggunakan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi serta dokumentasi. Teknik analisis data yang dipergunakan pada penelitian ini ialah reduksi data, penyajian data, serta menarik kesimpulan. Triangulasi pada penelitian ini menggunakan triangulasi sumber serta triangulasi teknik. hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan krisis di DTW Telaga Ngebel melalui empat tahapan yaitu tahap prodromal, akut, kronis, dan penyembuhan. Manajemen krisis dilakukan oleh Disbudparpora Kab. Ponorogo dan satgas COVID-19 Kec. Ngebel dengan langkah 1) Identifikasi dan analisis krisis yang menyebutkan bahwa krisis yang terjadi di DTW Telaga Ngebel merupakan krisis SDM Pariwisata dan krisis pemasaran. 2) Isolasi krisis dengan memberlakukan buka-tutup dan pembatasan kunjungan wisatawan DTW Telaga Ngebel. 3) Pemilihan strategi untuk menanggulangi krisis bencana non-alam dengan strategi adaptif yang diterapkan oleh pengelola DTWTelaga Ngebel. 4) Program pengendalian guna menjadikan DTW Telaga Ngebel menjadi destinasi daya tarik wisata yang aman pada masa COVID-19. AbstractThe vacationer attraction (DTW) of Ngebel Lakeis one of thetourism sectorsstricken by theincomplete spread of COVID-19. This has caused a tourism disaster in DTW Telaga Ngebel. disaster control is a way used in dealing with crises. Thisstudy goalsto determinethe management of thetourism crisis at Ngebel Lake in managing the COVID-19 state of affairs. This studies makes use of a qualitative method with a case take a look at method. records turned into accrued via interviews, commentary and documentation. information evaluation techniques used on thisstudies arefactsreduction,records presentation, and drawing conclusions. Triangulation in thislook at usessupply triangulation and approach triangulation. The consequences confirmed thattheranges of the crisisin Telaga Ngebel DTW went thru four degrees, namely the prodromal level, the acute stage, the chronic degree, and the recovery degree. disaster management is finished through Disbudparpora Kab. Ponorogo and the COVID-19 assignment force inside the district. Ngebel with steps 1) disaster identity and analysis which states that the crisis that took place in Telaga Ngebel DTW is a tourism HR crisis and a advertising crisis. 2) Isolation of the disaster by means of imposing beginning and ultimate and restrictions on tourist visits to Telaga Ngebel DTW. three) selection of techniques to cope with non-natural catastrophe crises with adaptive strategies implemented through the supervisor of the Telaga Ngebel DTW. 4) control program to make Telaga Ngebel DTW a safe vacationer attraction at some stage in the COVID-19 length.

Page 5 of 14 | Total Record : 132