cover
Contact Name
Irma Antasionasti
Contact Email
irmaantasionasti07@unsrat.ac.id
Phone
+6282197285302
Journal Mail Official
irmaantasionasti07@unsrat.ac.id
Editorial Address
PS. Farmasi FMIPA Universitas Sam Ratulangi
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Farmasi Medica (Pharmacy Medical Journal) PMJ
ISSN : 26229463     EISSN : 2654640X     DOI : https://doi.org/10.35799/pmj.v4i1
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmasi Medika merupakan jurnal yang diterbitkan oleh PS. Farmasi FMIPA Universitas Sam Ratulangi dengan frekuensi terbit 2 kali dalam setahun di bulan Juni dan Desember. Tujuan pernebitan jurnal ini adalah untuk memberikan sarana bagi para akademisi, peneliti maupun praktisi untuk mempublikasikan artikel penelitian atau telaah artikel. Jurnal ini menyediakan isi yang dapat diakses secara bebas dan terbuka untuk umum sehingga dapat mendukung pertukaran pengetahuan
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2020)" : 6 Documents clear
SENYAWA FENOLIK DALAM FRAKSI AKTIF KULIT BUAH Eleiodoxa conferta YANG BERPOTENSI ANTIBAKTERI TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans Sasmito, Selvia Pratiwi Tri; Wulandari, Wulandari; Wulansari, Endang Dwi
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.32 KB) | DOI: 10.35799/pmj.3.1.2020.28961

Abstract

ABSTRACTEleiodoxa conferta (Griff.) Buret fruit peel which is a material that is not widely used, hasbeen studied for antibacterial activity against Streptococcus mutans. Extraction was carriedout using solvents with stratified polarity, n-hexane, dichloromethane and methanol. Antibacterialactivity test showed that the methanol extract of Eleiodoxa conferta fruit peel can provideinhibition of bacterial growth greater than n-hexane and dichloromethane extracts.Methanol extract was fractionated using liquid vacuum chromatography (KVC) to obtainedactive fractions containing phenolic compounds. The content of phenolic compounds in theactive fractions of methanolic extract of Eleiodoxa conferta fruit peel produce zone of growthinhibition of Streptococcus mutans bacteria by TLC-contact bioautography test.Keywords: Eleiodoxa conferta, fruit peel, phenolic compounds, antibacterial, StreptococcusmutansABSTRAKKulit buah asam paya (Eleiodoxa conferta (Griff.) Buret.) yang merupakan bahan yang tidakbanyak dimanfaatkan, dilakukan uji aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans.Ekstraksi dilakukan dengan menggunakan pelarut dengan polaritas bertingkat yaitu nheksana,diklorometana, dan metanol. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan ekstrak metanolkulit buah asam paya dapat memberikan daya hambat pertumbuhan bakteri lebih besar dariekstrak n-heksan dan diklorometana. Ekstrak metanol difraksinasi dengan menggunakankromatografi vakum cair (KVC) untuk mendapatkan fraksi aktif yang mengandung senyawafenolik. Kandungan senyawa fenolik dalam fraksi aktif ekstrak metanol kulit buah asam payamenghasilkan zona hambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans dengan uji KLTbioautografikontak.Kata kunci : Eleiodoxa conferta, kulit buah asam paya, senyawa fenolik, antibakteri, Streptococcusmutans
GAMBARAN SERTA KESESUAIAN TERAPI DIARE PADA PASIEN DIARE AKUT YANG MENJALANI RAWAT INAP DI RSUD SLEMAN Jayanto, Imam; Ningrum, Vitarani Dwi Ananda; Wahyuni, Wahyuni
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (911.107 KB) | DOI: 10.35799/pmj.3.1.2020.28957

Abstract

ABSTRACTDiarrhea defined as bowel movements that does not form or in a liquid consistency with increasingfrequency. According to the data of World Health Organization (WHO), diarrhea isthe number one cause of infant mortality in the world. This research aims to describe thepharmacological use of antidiarrheal therapy and rehydration in the management hospitalizeddiarrheal patients in Sleman District Hospital according with SPM in this case using the SPMSardjito Hospital, Yogyakarta. This research carried out with the observational analytic crosssectional design (cross-sectional) and a prospective collecting data on patients hospitalizeddiarrhea in Sleman District Hospital during June to September 2012. Sampling used purposivesampling techniques that meets inclusion criteria. Type of data in this research is secondarydata and primary data taken from the demographic data and patient medical records aswell as interviews with relevant patients. Analysis the research data done in 2 ways, that isusing descriptive analysis to describe the demographic distribution of diarrhea in SlemanDistrict Hospital. Then continued with the inferential analysis using SPSS test a logisticsBinner and chi-square test. The results are was 34% the suitability treatment in the form ofantibiotic therapy for diarrhea; was 16.68% in the form of diarrhea rehydration therapy; was100% in the form of antidiarrheal therapy.Keywords : Acute diarrhea, therapeutic efficacy, binary logisticABSTRAKDiare didefinisikan sebagai buang air besar yang tidak berbentuk atau dalamkonsistensi cair dengan frekuensi yang meningkat. Menurut data Badan Kesehatan Dunia(WHO), diare adalah penyebab nomor satu kematian balita di seluruh dunia. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui gambaran terapi farmakologi penggunaan antidiare dan rehidrasidalam penanganan pasien diare rawat inap di RSUD Sleman dengan mengacu pada SPMRSUP Sardjito, Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan secara observasional dengan rancangananalitik cross sectional (potong lintang) dan pengambilan data secara prospektif pada pasiendiare rawat inap di RSUD Sleman selama Juni – September 2012. Pengambilan sampelmenggunakan teknik purposive sampling yang telah memenuhi kriteria inklusi. Jenis datayang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan data primer yang diambil daridata demografi dan data rekam medik pasien serta wawancara langsung dengan pasienterkait. Analisis data hasil penelitian dilakukan dengan 2 cara, yaitu memakai analisisdeskriptif untuk mengetahui gambaran distribusi demografi pasien diare di RSUD Sleman.Lalu dilanjutkan dengan analisis inferensial dengan memakai uji SPSS berupa logistik binnerdan uji chi-square. Hasilnya terdapat kesesuaian terapi sebesar 34% yang berupa terapiantibiotik untuk diare; sebesar 16,68% yang berupa terapi rehidrasi diare; sebesar 100% yangberupa terapi antidiare.Kata Kunci : Diare akut, kemanjuran terapi, logistik biner
DUA ISOMER SENYAWA FLAVONOID DARI BATANG Sesbania grandiflora Tjahjandarie, Tjitjik Srie; Saputri, Ratih Dewi; Putri, Nathasa Aquila; Dewi, Bella Kurniawati; Tanjung, Mulyadi
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.124 KB) | DOI: 10.35799/pmj.3.1.2020.28962

Abstract

ABSTRACTTwo isomer flavonoids, 7,4´-dihydroxyflavanon (1) and 7,4´-dihydroxyisoflavanon (2) were isolatedfrom the bark of Sesbania grandiflora L. Their structures were determined based on spectroscopicdata such as UV, IR, MS, 1D and 2D NMR.Keywords : Sesbania grandiflora L., flavonoid, 7,4´-dihydroxyflavanon, 7,4´-dihydroxyisoflavanonABSTRAKDua isomer senyawa flavonoid, 7,4´-dihidroksiflavanon (1) dan 7,4´-dihidroksiisoflavanon(2) telah berhasil dipisahkan dari batang Sesbania grandiflora L. Kedua struktur senyawaisomer ditetapkan berdasarkan analisis spektroskopi UV, IR, MS, 1D dan 2D NMR.Kata kunci : Sesbania grandiflora L., flavonoid, 7,4´-dihidroksiflavanon, 7,4´-dihidroksiisoflavanon
TOKSISITAS AKUT KOMBUCHA DAUN TIN (Ficus carica) DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT) Uswatun, Uswatun; Wijayanti, Ernanin Dyah
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.149 KB) | DOI: 10.35799/pmj.3.1.2020.28958

Abstract

ABSTRACTFig leaves (Ficus carica) contain secondary metabolites such as flavonoids, tannins, alkaloids,saponins and triterpenoids, which potentially toxic in a certain amount. Fermentation of figleaves using kombucha produce healthy drink with various bioactivities. The aim of this researchwas to observe acute toxicity of fig leaves kombucha using Brine Shrimp LethalityTest (BSLT) method. Toxixity test againts Artemia salina Leach larvae using 7 variations infig leaves kombucha concentration from 100 ppm to 30000 ppm. The results showed that figleaves kombucha LC50 value of 139,99 ppm, so that fig leaves kombucha is potentially toxic.Key words: acute toxicity, BSLT, fermentation, fig leavesABSTRAKDaun tin (Ficus carica) mengandung metabolit sekunder antara lain flavonoid, tanin, alkaloid,saponin dan triterpenoid yang berpotensi toksik dalam jumlah tertentu. Fermentasi dauntin oleh kultur kombucha menghasilkan minuman kesehatan dengan berbagai bioaktivitas.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas akut kombucha daun tin menggunakanmetode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Pengujian toksisitas terhadap larva Artemia salinaLeach menggunakan 7 variasi konsentrasi kombucha daun tin antara 100 ppm sampai30000 ppm. Hasil penelitian menunjukkan nilai LC50 kombucha daun tin sebesar 139,99ppm, sehingga disimpulkan bahwa kombucha daun tin berpotensi toksik.Kata kunci: BSLT, daun tin, fermentasi, toksisitas akut
PERBANDINGAN KADAR FENOLIK DAN AKTIVITAS ANTIMIKROBA RIMPANG JERINGAU (Acorus calamus) SEGAR DAN TERFERMENTASI Hardiansi, Fitri; Afriliana, Dwi; Munteira, Anita; Wijayanti, Ernanin Dyah
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.534 KB) | DOI: 10.35799/pmj.3.1.2020.28959

Abstract

ABSTRACTCalamus rhizome contain phenolic as antimicrobial agent. Fermentation can increase thereleasing of phenolic content from plant cells. The aim of this research was to observe thecomparison of phenolic content and antimicrobial activity between fresh and fermentedcalamus rhizome extract. Phenolic content was determined by using Folin-Ciocalteu method,and antimicrobial test by agar well diffusion. Phenolic content of fresh and fermentedcalamus rhizome extract respectively are 97,272±0,525 and 223,553±3,542 mgGAE/gram.Inhibiton zone against Staphylococcus aureus are 4,04±0,05 and 8,24±0,58 mm, whileagainst Candida albicans are 14,90±0,57 and 18,16±1,47 mm. Fermentation increase phenoliccontent and antimicrobial activity of calamus rhizome.Key words: antimicrobial, calamus rhozome, fermentation, phenolicABSTRAKRimpang jeringau memiliki kandungan senyawa fenolik sebagai antimikroba. Fermentasidapat meningkatkan pelepasan senyawa fenolik pada sel tanaman. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui perbandingan kadar fenolik dan aktivitas antimikoba ekstrak rimpangjeringau segar dan terfermentasi. Penetapan kadar fenolik dilakukan dengan metode Folin-Ciocalteu dan uji antimikroba dengan metode difusi sumuran. Kadar fenolik ekstrak jeringausegar dan fermentasi secara berurutan sebesar 97,272±0,525 dan 223,553±3,542mgGAE/gram. Daya hambat rimpang jeringau segar dan terfermentasi terhadapStaphylococcus aureus sebesar 4,04±0,05 dan 8,24±0,58 mm, sedangkan terhadap Candidaalbicans sebesar 14,90±0,57 dan 18,16±1,47 mm. Fermentasi dapat meningkatkan kadarfenolik dan aktivitas antimikroba rimpang jeringau.Kata kunci: antimikroba, fenolik, fermentasi, rimpang jeringau
UJI TOKSISITAS AKUT INFUSA DAUN SIRSAK (Annona muricata) PADA LARVA Artemia salina MENGGUNAKAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST Mayang, Arinta; Santoso, Bilal S A
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.712 KB) | DOI: 10.35799/pmj.3.1.2020.28960

Abstract

ABSTRACTAnnona muricata is a family of Annonaceae that has been known as a medicinal plant. Sirsakleaves contain alkaloids, tannins, and several other chemical contents including acetogenin.The aim of this study was to determine the acute toxicity of the infusion of Sirsak leaves onthe Artemia salina larvae by the Brine Shirmp Lethality Test (BSLT) method. This experimentalstudy used 5 treatment concentrations (10 mg/L, 50 mg/L, 100 mg/L, 500 mg/L, 1000mg/L) and 1 negative control. All treatments were repeated 3 times. The number of Artemiasalina larvae used for each concentration was 10 larvae. The number of dead larvae wascounted after 24 hours of treatment. Based on probit analysis, the LC50 value of Sirsak leafinfusion was 38,73 mg/L. The conclusion of this research is the infusion of Sirsak leaves istoxic.Keywords: Sirsak leaves, toxicity, BSLTABSTRAKSirsak (Annona muricata) adalah keluarga Annonaceae yang telah dikenal sebagai tanamanobat. Daun Sirsak mengandung alkaloid, tanin, dan beberapa kandungan kimia lainnya termasukacetogenin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan toksisitas akut dari infusdaun Sirsak pada larva Artemia salina dengan metode Brine Shirmp Lethality Test (BSLT).Studi eksperimental ini menggunakan 5 konsentrasi perlakuan (10 mg/L, 50 mg/L, 100 mg/L,500 mg/L, 1000 mg/L) dan 1 kontrol negatif. Semua perawatan diulang 3 kali. Jumlah larvaArtemia salina yang digunakan untuk setiap konsentrasi adalah 10 larva. Jumlah larva matidihitung setelah 24 jam perlakuan. Berdasarkan analisis probit, nilai LC50 infus daun Sirsakadalah 38,73 mg/L. Kesimpulan penelitian ini adalah infus daun Sirsak bersifat toksik.Kata kunci: daun sirsak, toksisitas, BSLT

Page 1 of 1 | Total Record : 6