cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara
Published by Universitas Galuh
ISSN : 23562269     EISSN : 26142945     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Ilmiah Dinamika merupakan media publikasi Karya Tulis Ilmiah di bidang Ilmu Administrasi Negara yang berada di lingkungan Program Studi Ilmu Administrasi Negara Universitas Galuh dengan ISSN: 2356-2269 (Print) dan eISSN: 2614-2945 (Online) yang mempublikasikan hasil penelitian mahasiswa dan dosen, dengan fokus kajian Ilmu Administrasi Negara. Jurnal ini terbit setiap tiga bulan sekali, yaitu: Maret, Juni, September, dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2017): Dinamika" : 17 Documents clear
Pelaksanaan Pembangunan Fisik Oleh Kepala Desa di Desa Tanjungsari Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis didin nurdiansyah
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 4, No 2 (2017): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dinamika.v4i2.491

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan pada pembangunan fisik yang dilakukan oleh Kepala Desa Tanjungsari Kecamatan Rajadesa yang kinerjanya dianggap belum sesuai dengan yang diharapkan oleh masyarakat dalam melakukan pembangunan fisik secara menyeluruh.. Hal ini terlihat dari kurang optimalnya kinerja kepala desa tanjungsari dalam menyusun program kerja untuk membenahi infrastruktur desa tanjungsari, pembangunan yang dilakukan oleh kepala desa hanya sebagian sehingga tidak merat, dan rendahnya kemampuan (kompetensi) yang dimiliki oleh kepala desa sehingga pembangunan kurang berjalan sesuai dengan rencana. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka rumusan masalahnya adalah: 1) Bagaimana pelaksanaan pembangunan yang dilakukan oleh kepala desa tanjungsari?; 2) Bagaimana hambatan-hambatan yang mempengaruhi dalam pelaksanaan pembangunan oleh kepala desa sehingga pembangunan tidak merata dan belum terlaksana sesuai dengan program kerja yang sudah di tentukan oleh pemerintah desa tanjungsari?; 3) Bagaimana upaya-upaya untuk mengatasi hambatan-hambatan dalam pelaksanaan pembangunan oleh kepala desa tanjungsari sehingga tidak dikategorikan sebagai desa tertinggal di kecamatan rajadesa?; Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dengan jumlah informan sebanyak 19orang namun dalam kenyataanya hanya melakukan wawancara yang berjumlah 7 orang. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan dan studi lapangan yang terdiri dari observasi, dan wawancara.  Tekhnik analisis data yang digunakan adalah secara univarit ( analisis suatu variabel) yang dinterprestasikan secara kualitatif yang bersumber dari hasil observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa pelaksanaan pembangunan fisik oleh kepala desa tanjungsari belum berjalan dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan masih adanya hambatan-hambatan yang dialami kepala desa yaitu kurangnya anggaran untuk melaksanaakn pembangunan, rendahnya kompetensi kepala desa sehingga proses pembangunan belum berjalan dengan baik dan kurangnya kesadaran masyarakat guna membangun desa bersama-sama secara gotong royong. Adapun upaya-upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut, yaitu membuat rencana usulan anggaran untuk melaksanakan pembangunan secara bertahap, mengadakan evaluasi terhadap kinerja kepala desa dan mengadakan penyuluhan atau sosialisasi terkait  pembangunan yang dilakukan oleh kepala desa kepada masyarakat, oleh karena itu bahwa proses pelaksanaan pembangunan fisik oleh kepala desa dapat berjalan apa bila didukung oleh seluruh elemen penting seperti aparatur pemerintah dan masyarakat. Dengan adanya upaya-upaya yang dilaksanakan oleh kepala desa bisa menimalisir hambatan-hambatan yang terjadi terhadap pembangunan fisik oleh kepala desa tanjungsari kecamatan rajadesa kabupaten ciamis
Efektifitas Promosi Wisata Pada Objek Wisata Site Museum Tambaksari di Desa Tambaksari Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis Susi Maryati
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 4, No 2 (2017): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dinamika.v4i2.494

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemajuan dan perkembangan dunia kepariwisataan yang semakin hari semakin meningkat dan menjadi salah satu andalan untuk mendongkrak devisa negara. Terlebih lagi bagi Kabupaten Ciamis yang kehilangan aset pariwisata terbesarnya pasca terpisahnya wilayah Pangandaran dan sekitarnya menjadi kabupaten baru. Hal ini merupakan tantangan bagi Kabupaten Ciamis untuk terus menggali berbagai objek wisata yang tersebar di berbagai daerah untuk dijual kepada wisatawan, dan salah satu dari objek pariwisata tersebut adalah Site Museum Tambaksari yang banyak mengoleksi fosil purba. Peneliti yang tinggal kurang dari 1 kilometer dari objek wisata Site Museum Tambaksari dan hampir setiap hari melewati objek wisata tersebut merasa tertarik untuk melakukan penelitian tentang efektifitas promosi wisata yang selama ini dilakukan, mengetahui hambatan yang dihadapi, dan upaya mengatasi hambatan tersebut dengan harapan melalui penelitian ini dapat berguna bagi perkembangan objek wisata tersebut. Setelah melalui berbagai kajian berbagai teori tentang efektifitas promosi wisata yang dilanjutkan dengan  observasi lapangan serta melakukan wawancara dengan beberapa nara sumber, peneliti menyimpulkan bahwa:1.    Efektifitas promosi wisata Site Museum Tambaksari yang selama ini dilakukan sudah termasuk dalam kategori baik, terbukti dengan hasil observasi lapangan yang menunjukkan bahwa kunjungan wisatawan dalam 10 tahun terakhir terus meningkat. Sementara hasil wawancara dengan nara sumber menunjukkan bahwa mayoritas nara sumber menyatakan baik.2.    Hambatan-hambatan yang ditemui dalam promosi wisata Site Museum Tambaksari adalah masalah keterbatasan Sumber Daya Manusia, keterbatasan fasilitas sarana prasarana, serta masalah finansial/dana3.    Upaya-upaya untuk mengatasi hambatan-hambatan yang ditemui dalam promosi wisata Site Museum Tambaksari antara lain: a.      Untuk mengatasi hambatan dalam hal Sumber Daya Manusia pihak museum merekrut tenaga khusus, mengadakan pelatihan terhadap personil yang ada, dan bekerja sama dengan pihak lain b.      Untuk mengatasi hambatan dalam hal fasilitas, pihak museum mengajukan proposal rehabilitasi serta mengoptimalkan partisipasi masyarakat c.       Untuk mengatasi masalah finansial/dana, pihak museum melakukan kerja sama promosi dengan institusi pendidikan, memanfaatkan jejaring sosial, dan melakukan kerja sama dengan pihak ketiga. 
Pengaruh Pelayanan Administrasi Kependudukan oleh Perangkat Desa Terhadap Kepuasan Masyarakat di Desa Matenggeng Kecamatan Dayeuhluhur Kabupaten Cilacap Arsim Arsim
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 4, No 2 (2017): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dinamika.v4i2.468

Abstract

Organisasi pemerintah maupun swasta memiliki tujuan untuk menciptakan kepuasan kepada pelanggan atau kepada masyarakat pengguna layanan. Dengan demikian, kepuasan pelanggan atau kepuasan masyarakatmerupakan tolok ukur dari berhasil atau tidaknya sebuah organisasi mencapai tujuannya. Tingginya kepuasan masyarakat merupakan ciri dari berhasilnyasebuah organisasi dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya.Salah satu faktor yang paling penting untuk menciptakan kepuasan masyarakat adalah pelayanan administrasi kependudukan  yang optimal dari perangkat desa. “Pelayanan administratif yang optimal dari perangkat akan menimbulkan rasa senang atau timbulnya kepuasan bisa diartikan sebagai upaya pemenuhan sesuatu atau membuat sesuatu memadai.” (Tjiptono dan Chandra, 2005: 195). Sedangkan Kotler (Tjiptono, 2005: 61) mendefinisikan kepuasan sebagai‘Perasaan senang atau kecewa seseorang yang dialami setelah membandingkan antara persepsi kinerja atau hasil suatu produk dengan harapan-harapannya.’Dari definisi-definisi tersebut di atas dapat disimpulkan, yaitu adanya perbandingan antara harapan dan kinerja/hasil yang dirasakan pelanggan.Populasi dalam penelitian ini berjumlah 25 orang untuk variabel Pelayanan (X) yang berasal dari unsur perangkat desa,  350 orang yang mengurus administrasi kependudukan berasal dari masyarakat sebagai populasi untuk Variabel Kepuasan Masyarakat (Y). Dan sampel yang diambil untuk Variabel X adalah berjumlah 5 orang , yaitu dengan menggunakan teknik pengambilan sampel secara sensus. Sedangkan untuk Variabel Y dalam penelitian ini peneliti mengambil sampel sebanyak 20 % dari jumlah populasi. Jadi sampel yang diambil adalah : 20% x 350 orang = 70 orang.Hasil penelitian ini membuktikan bahwa pelayanan administrasi kependudukan oleh perangkat desa berpengaruh positif terhadap kepuasan masyarakat. Artinya, semakin baik pelayanan administrasi kependudukan oleh perangkat desa maka semakin baik pula kepuasan masyarakat Desa Matenggeng. Hal ini terbukti dari hasil analisis yang mana koefisien korelasi pelayanan administrasi kependudukan oleh perangkat desa terhadap kepuasan masyarakat adalah sebesar 0,58 yang menunjukkan pada kategori sedang.
PENGARUH PENGEMBANGAN KARIER OLEH KEPALA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI DINAS BINA PEKERJAAN UMUM, PENATAAN RUANG DAN PERTANAHAN KABUPATEN CIAMIS iim mukodimah
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 4, No 2 (2017): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dinamika.v4i2.507

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh pengembangan karier oleh Kepala terhadap kinerja pegawai di Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan Kabupaten Ciamis Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriftif karena hanya menggambarkan fenomena-fenomena masalah, menerangkan hubungan sebab akibat, menguji hipotesis, membuat prediksi-prediksi dan mendapatkan makna serta aplikasi dari suatu masalah yang akan dipecahkan.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pengembangan karier oleh kepala berpengaruh terhadap kinerja pegawai di Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan Kabupaten Ciamis sebesar 15,52%. Sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti, seperti faktor motivasi oleh kepala, faktor kepemimpinan ataupun faktor budaya organisasiDengan tingkat keyakinan 95% pada α = 0,05, dan n=50, diperoleh  t tabel = 2,000.  Karena t hitung­ sebesar 2,9699 > dari t­ ­­­tabel  sebesar 2,000, maka hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian hipotesis yang penulis ajukan yaitu : ”Terdapat pengaruh positif antara pengembangan karier oleh kepala terhadap kinerja pegawai di Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan Kabupaten Ciamis”  diterima.
Pelaksanaan Pengawasan oleh Camat Dalam Upaya Meningkatkan Disiplin Kerja Pegawai di Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis erwin nugraha
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 4, No 2 (2017): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dinamika.v4i2.501

Abstract

Latar belakang yang mendasari penulisan skripsi ini adalah ketertarikan terhadap fakta dan data mengenai proses pengawasan kepada pegawai yang dilakukan oleh Camat yang diharapkan dapat berdampak pada peningkatan disiplin kerja pegawai di Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis.Adapun tujuan dari penelitian ini dilakukan dalam rangka penulisan skripsi unutk mengetahui sejauhmana pelaksanaan pengawasan oleh Camat dalam upaya meningkatkan disiplin kerja pegawai di Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis, untuk mengetahui faktor apa saja yang dapat menghambat pelaksanaan pengawasan prima tersebut, dan upaya apa saja yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut.Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriftif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi langsung, dan pencatatan dokumen. Adapun informan dalam penelitian ini adalah sebanyak 12 orang pegawai Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis.Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pengawasan oleh Camat dalam upaya meningkatkan disiplin kerja pegawai di Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis secara  umum  sudah  dilaksanakan  dengan  baik hal itu dilihat dari 11 indikator yang dijadikan sebagai ukuran tingkat keberhasilan dimana 8 indikator pelaksanaan pengawasan sudah dapat dilaksanakan dengan baik dan 3 indikator pelaksanaan pengawasan belum dapat dilaksanakan dengan baik. Faktor yang menghambat dalam pelaksanaan ini adalah Kurangnya sikap tegas yang dimiliki oleh Camat untuk dapat mendisiplinkan pegawainya; Camat tidak rutin dalam melakukan monitoring terhadap pekerjaan yang sedang dilaksanakan oleh pegawai ; Camat tidak optimal dalam melakukan tindakan cross – check sebagai upaya untuk mengecek kebenaran isi laporan yang dibuat oleh pegawai; Belum terjalinnya komunikasi yang baik antara Camat dan pegawai sehingga pelaksanaan pekerjaan menjadi tidak efektif dan efisien. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut adalah Memberikan teladan yang baik kepada pegawai melalui perilaku, moral da tanggungjawab untuk meningkatkan disiplin pegawai dan adanya pedoman (tata tertib) budaya kerja pegawai; Melakukan tidakan inspeksi mendadak (sidak) terhadap pelaksanaan pekerjaan pegawai; Mengefektifkan waktu untuk proses pengecekan kebenaran laporan yang dibuat pegawai; Pelaksanaan kegiatan – kegiatan di luar jam kerja yang bersifat dapat mengakrabkan dengan pegawai serta mencurahkan perhatian dengan menganggap pegawai sebagai mitra kerja Camat sehingga komunikasi efektif dan efisien.
Pelayanan Kesehatan Oleh Poskesdes di Desa Sindanghayu Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis pupu maspupah
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 4, No 2 (2017): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dinamika.v4i2.503

Abstract

Latar belakang masalah penelitian ini adalah masih ada pegawai yang tidak disiplin terhadap ketetapan jadwal praktek di Poskesdes, kurang memadainya sarana dan prasarana yang mendukung pelaksanaan tugs pelayanan kepada masyarakat, masih ada pegawai yang kurang ramah dalam bertugas di Poskesdes. Tujuan penelitian untuk memperoleh gambaran secara objektif sejauhmana pelaksanaan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Poskesdes, dan untuk mengetahui hambatan selama dalam proses pelaksanaan pelayanannya, serta untuk mengetahui cara mengatasai persoalannya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan antara variabel satu dengan variabel lain. Jenis penelitian yang digunakan metode survey yaitu penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif, distributif, dan hubungan antar variabel, sosiologis maupun psikologis responden. Responden sebagai sumber data dari Puskesmas Banjarsari 1 orang yaitu kepala Puskesmas, kemudian sumber data dari Poskesdes 2 orang yaitu ptugas Poskesdes, dan 17 orang responden dari masyarakat Desa Sindanghayu selaku pemohon. Teknik pengumpulan data melalui studi perpustakaan, studi lapangan, observasi dan wawancara. dengan analisis data kualitatif. Hasil penelitian tentang Pelayanan Kesehatan Oleh Poskesdes di Desa Sindanghayu Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis dari 31 indikator yang diteliti, 8 indikator (25%) sudah di laksanakan dengan cukup baik, 4 (10%) sudah dilaksanakan dengan baik, 1 (5%) masih belum efektif dilaksanakan, 4 (10%) tidak memadai dan tidak mengetahui  14 (50%) belum dilaksanakan dengan baik. Hambatan  dalam  Pelayanan Kesehatan Oleh Poskesdes di Desa Sindanghayu Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis antara lain : masih ada pegawai yang kurang ramah dalam bertugas, masih belum terlaksananya sistem administrasi yang sesuai prosedur, masih belum memperbaiki kekurangan yang dikeluhkan pasien. Upaya yang dilakukan oleh petugas Poskesdes yaitu meningkatkan kedisiplinan, melengkapi sarana dan prasarana, pegawai berupaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, menerapkan sistem administrasi yang sesuai prosedur, merespon keluhan pasien dan meningkatkan pelayanan.
Pelaksanaan Penarikan Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi Oleh Bidang Komunikasi Dan Informatika Dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah di Dinas Perhubungan Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Ciamis DEDE HERMaWaN
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 4, No 2 (2017): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dinamika.v4i2.469

Abstract

Hal yang melatarbelakangi penelitian berdasarkan permasalahan yang terjadi yaitu: 1) Masih adanya tahapan proses sosialisasi kepada wajib retribusi sehingga membutuhkan waktu relatif lama dalam kalibrasi data. 2) Adanya proses wajib RPM (Retribusi Pengendalian Menara) untuk mengajukan surat permohonan keringanan kepada Pemkab Ciamis yang memerlukan waktu lama.  Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat penulis simpulkan sebagai berikut : 1. Pelaksanaan Penarikan Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi oleh Bidang Kominfo dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah  di Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ciamis sudah berjalan dengan baik, meskipun memerlukan beberapa perbaikan dalam beberapa hal. 2. Hambatan yang ditemui dalam pemungutan retribusi menara telekomunikasi terdiri dari :  Kurang tepatnya waktu pemungutan retribusi yang sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Hal ini terlihat dari penyusunan kalibrasi data dengan memakan waktu yang lama sehingga pembayaran retribusi sedikit terhambat.  Masih adanya alur persyaratan dan tidak sederhananya alur pemungutan. Begitu banyaknya prosedur pemungutan yang membuat proses pembayaran retribusi sedikit terhambat dan tidak tepat waktu. Masih adanya petugas yang kurang memiliki daya tanggap yang baik terhadap keluhan wajib retribusi. 3. Upaya-upaya dalam mengatasi hambatan-hambatan sebagai berikut: Meningkatkan ketepatan waktu pemungutan retribusi yang sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Hal ini bisa diupayakan melalui proses kalibrasi data yang dipercepat dengan sistem yang lebih canggih.  Penyederhanaan alur dan tahapan prosedur pemungutan. Masih adanya alur persyaratan dan tidak sederhananya alur pemungutan. Begitu banyaknya prosedur pemungutan yang membuat proses pembayaran retribusi sedikit terhambat dan tidak tepat waktu.  Peningkatan daya tanggap petugas terhadap wajib retribusi dalam proses pelayanan.
PELAKSANAAN HUMAN RELATION OLEH KEPALADESA DI DESA KARANGAMPEL KECAMATAN BAREGBEG KABUPATEN CIAMIS Bayu Nur Asih
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 4, No 2 (2017): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dinamika.v4i2.498

Abstract

Pelaksanaan human relation belum terlaksana dengan baik. Terlihat adanya pegawai malas disebabkan suasana kerja kurang menyenangkan, terlambat menyelesaikan pekerjaan karena kurangnya perlengkapan memadai, kurangnya tanggung jawab bekerja karena tidak terlaksana prinsip the right man on the right place. Diduga prinsip human relation belum dilaksanakan cukup baik. Hasil penjajagan tersebut penulis merumuskan masalah sebagai berikut bagaimana pelaksanaan human relation oleh Kepala Desa, hambatan-hambatan dalam pelaksanaan human relation, serta upaya-upaya dalam mengatasi hambatan pelaksanaan human relation oleh Kepala Desa di Desa Karang ampel Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis.penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif, Penelitian bertujuan memperoleh gambaran pelaksanaan human relation dan masukan berupa sumbangan pikiran bagi Kepala Desa dan Pegawai dalam melaksanakan human relation guna meningkatkan kualitas Sumberdaya Manusia Pegawai. hasil observasi prinsip kesatu sampai sepuluh telah dilaksanakan dengan cukup baik, Berdasarkan wawancara disimpulkan Kepala Desa memahami human relation dan prinsip-prinsipnya, sehingga Kepala Desa berusaha menerapkannya dalam hubungan kerja dengan pegawai agar tercipta dengan baik, seperti memberikan arahan terhadap pegawai sesuai tupoksinya masing-masing. hasil observasi Kepala Desa berusaha menerapkan prinsip human relation kepada pegawainya.
Peranan Pemimpin Dalam Pengendalian Konflik Kerja di Desa Kujangsari Kecamatan Langensari Kota Banjar Heryanto Heryanto
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 4, No 2 (2017): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dinamika.v4i2.490

Abstract

Penelitian dilakukan di Desa Kujangsari Kecamatan Langensari Kota Banjar. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1. Bagaimana peranan kepala desa Kujangsari Kecamatan Langensari Kota Banjar dalam pengendalian konflik? 2. Hambatan dan kesulitan apa yang dihadapi kepala desa dalam pengendalian konflik kerja? 3. Upaya-upaya kepala desa dalam pengendalian konflik kerja di Desa Kujangsari Kecamatan Langensari Kota Banjar? Metode penelitian yang digunakan penulis yaitu deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini yaitu Kepala Desa dan Perangkat Desa dengan jumlah 8 orang. Berdasarkan hasil penelitian telah diketahui bahwa 1. peranan pemimpin dalam pengendalian konflik kerja di Desa Kujangsari Kecamatan Langensari Kota Banjar pada umumnya sudah berjalan cukup baik. 2. Hambatan yang dihadapi yaitu antara pihak-pihak yang terjadi konflik dapat diselesaikan oleh musyawarah ditingkat pemerintahan desa, kurang sadarnya pihak yang terjadi konflik untuk melaporkan permasalahannya terhadap pemerintah desa, hanya bisa menyelesaikan secara musyawarah keluarga, bawahan masih belum maksimal di dalam pemahaman tugas pokok dan fungsi masing-masing, selalu berubahnya peraturan-peraturan perundangan. 3. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan yaitu dimusyawarahkan kembali ditingkat desa dengan mengundang unsur dari kecamtan, Babinkamtibmas Desa (dari kepolisian), dan babinsa desa (dari ABRI), melaksanakan pembinaan terhadap pihak yang lebih dekat dengan masyarakat seperti ketua RT/RW dan Linmas supaya segera melaporkan dan memberitahukan kepada pemerintah desa apabila dimasyarakat terjadi konflik atau tidak ada indikasi yang dapat menimbulkan konflik, menyerahkan ketingkatan yang lebih tinggi untuk diselesaikan, selalu memberikan sosialisasi dan pengetahuan kepada bawahan dan masyarakat agar tidak terpengaruh kepada pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab yang akan membuat permasalahan-permasalahan dilingkup pemeritahan desa, mengadakan pelatihan-pelatihan kepada perangkat desa tentang tugas pokok dan fungsi didalam penyelenggaraan pemerintah desa, selalu berkoordinasi dengan pemberdayaan didalam penyelenggaraan pemerintahan desa, memberikan arahan-arahan dan tujuan adanya program yang bergulir dimasyarakat, mencoba mencari bantuan dari tingkat kota dan desa sendiri membuat Peraturan Desa tentang kejadian luar biasa sehingga apa yang akan dilaksanakan berpedoman kepada Peraturan Desa, mengundang kembali dan memberikan saran-saran agar pihak yang berkonflik memenuhi undangan dari pemerintah desa guna penyelesaian masalah. 
Budaya Organisasi di Kantor Desa Sidamulih Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran Winda Widianingsih
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 4, No 2 (2017): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dinamika.v4i2.495

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan pada pelaksanaannya yang belum sesuai dengan budaya organisasi. Hal ini terlihat dari kurangnya integritas yang dimiliki pegawai Desa Sidamulih dalam melaksanakan pekerjaan, masih kurangnya arahan yang diberikan oleh kepala desa kepada pegawai desa, masih kurangnya pengawasan dan pengendalian oleh Kepala Desa dalam melaksanakan program.   Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka rumusan masalahnya adalah: 1) Bagaimanakah budaya organisasi yang terjadi di kantor desa Sidamulih Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran?; 2) Apakah hambatan-hambatan yang dihadapi dalam budaya organisasi di kantor Desa Sidamulih Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran?; 3) Bagaimanakah upaya-upaya yang dilakukan dalam mengatasi budaya organisasi di Kantor Desa Sidamulih Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran?. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dengan jumlah informan sebanyak 12orang. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan dan studi lapangan yang terdiri dari observasi, dan wawancara.  Tekhnik analisis data yang digunakan adalah secara univarit ( analisis suatu variabel) yang dinterprestasikan secara kualitatif yang bersumber dari hasil observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa Budaya Organisasi di Kantor Desa Sidamulih Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran telah berjalan dengan cukup baik. Hal ini dibuktikan dengan para pegawai telah menjalankan budaya organisasi tersebut dengan baik, walaupun masih terdapat adanya hambatan- hambatan. Terdapat beberapa aspek yang kurang menunjang dan perlu ditingkatkan dalam pelaksanaan Budaya Organisasi antara lain masih adanya pegawai yang belum memiliki inisiatif sendiri dalam melaksanakan pekerjaan, masih terdapat pegawai yang dirasa kurang bertanggung jawab dalam setiap penyelesaian masalah, masih adanya pegawai yang kurang dalam berkomitmen untuk merealisasikan tujuan organisasi, masih terdapat beberapa program yang masih belum terealisasi, masih adanya pegawai yang belum mampu untuk melakukan pengawasan dari diri sendiri dan selalu oleh kepala desa. Adapun upaya-upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut, yaitu dengan diberikannya kebebasan dalam melaksanakan pekerjaan oleh kepala desa, dengan menyelesaikan permasalahan secara bersama-sama, dengan memberikan pelatihan dan pembinaan oleh kepala desa, menyelesaikan program yang memang belum terealisasi, meningkatkan dan mempertahankan apa yang telah dilakukan seperti halnya pengawasan dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Page 1 of 2 | Total Record : 17