cover
Contact Name
Yoga Achmad Ramadhan
Contact Email
mubarrakplp@yahoo.co.id
Phone
+6281239553012
Journal Mail Official
motivajurnalpsikologi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No.80, Samarinda, Kalimantan Timur, 75243
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Motiva: Jurnal Psikologi
ISSN : 26156687     EISSN : 26213893     DOI : -
Jurnal ini memuat tulisan-tulisan berupa hasil penelitian Psikologi di bidang Psikologi Industri dan Organisasi, Psikologi Klinis, Psikologi Konsumen, Psikologi Perkembangan, dan Psikologi Sosial.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2018)" : 10 Documents clear
HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA PADA SISWA SMK ISTIQOMAH MUHAMMADIYAH 4 SAMARINDA Rizali Noor
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.959 KB) | DOI: 10.31293/mv.v1i1.3491

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara kontrol diri dengan perilaku seksual Remaja Pada Siswa SMK Istiqomah Muhammadiyah 4 Samarinda. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI dan XII yang berjumlah 958 orang. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik sampling. Instrument dalam penelitian ini adalah skala kontrol diri dan skala perilaku seksual yang diadopsi dan disusun peneliti sendiri.Teknik analisis data yang digunakan yang digunakan adalah analisis regresi sederhana dengan bantuan program SPSS 23 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1). Pada umumnya siswa memiliki kontrol yang sedang. 2). Pada umumnya siswa memilki tingkat perilaku seksual yang sedang. 3). Ada hubungan negatif antara kontrol diri terhadap perilaku seksual (p=0,000, p<0,05), dengan koefisien korelasi 0,268 (r=-0,518) dan sumbangan kontrol diri terhadap perilaku seksual sebesar 35,90. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kontrol diri maka semakin rendah perilaku seksual.
SUBJECTIVE WELL-BEING (SWB): PNS DAN NON PNS YANG BERSUKU KUTAI ( STUDY INDIGENOUS) Emilda Rifi Yusnita
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.639 KB) | DOI: 10.31293/mv.v1i1.3497

Abstract

Subjective Well-Being merupakan suatu hal yang penting dalam hidup, karena dengan bahagia setiap orang pasti merasakan kenyamanan. Nilai-nilai budaya yang berbeda mempunyai pengaruh terhadap kognitif, emosi, motivasi dan sistem perilaku individu (Markus dan Kitayama,1991 dalam Boyun Woo, 2009). Penelitian bertujuan agar peneliti serta pembaca mengetahui Bagaimana perspektif PNS dan Non PNS bersuku Kutai mengenai subjective well- being dan Faktor – Faktor yang mempengaruhi SWB. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif (study indigenous). Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 200 orang, yaitu PNS dan Non PNS bersuku Kutai. Model sampling dalam penelitian ini menggunakan teknik snow ball sampling, dengan alat pengumpul data berupa open-ended questionnaire. Hasilnya diketahui bahwa SWB menurut Suku kutai adalah jika mereka memiliki Rasa Puas (34.00%), Nilai Spiritual (33.50%), Kebersaman Keluarga (12.50%), Kesuksesan Pekerjaan (38.00%), Kecukupan Materi (11.00%), Pencapaian/Keinginan (29.50%), Hubungan Sosial (10.00%). Faktor-faktor yang memengaruhi SWB Suku Kutai adalah Faktor Hubungan Sosial, Faktor Kecukupan Materi / Permasalahan Keuangan, Faktor Kesuksesan pekerjaan.
PENGARUH RELIGIUSITAS DAN STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA TERHADAP GAYA HIDUP HEDONISME PADA REMAJA Nurwita sari
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.651 KB) | DOI: 10.31293/mv.v1i1.3492

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris pengaruh religiusitas dan status sosial ekonomi orang tua terhadap gaya hidup hedonisme pada remaja. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa dan siswi kelas XI MAN 1 Samarinda yang berusia sekitar 15-17 tahun sebanyak 82 subjek dengan menggunakan teknik sampling random sederhana yaitu dimana setiap elemen populasi mempunyai kesempatan yang sama dan diketahui untuk diseleksi. Metodologi penelitian ini menggunakan kuantitatif korelasional. Data dianalisis dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh negatif religiusitas terhadap gaya hidup hedonisme pada remaja, atau semakin tinggi religiusitas akan menyebabkan gaya hidup hedonisme pada remaja menurun dengan thitung = -2,790, dan p = 0,007. Hasil penelitian status sosial ekonomi orang tua menunjukkan bahwa berpengaruh positif terhadap gaya hidup hedonisme pada remaja, atau semakin tinggi status sosial ekonomi orang tua akan menyebabkan gaya hidup hedonisme pada remaja meningkat dengan thitung = 4,580, dan p = 0,000. Koefisien regresi (B) variabel X1 atau religiusitas sebesar -0,388 menyatakan bahwa setiap kali religiusitas ditingkatkan 1% maka akan menurunkan gaya hidup hedonisme sebesar 0,388%. Koefisien regresi (B) Status Sosial Ekonomi Orang tua sebesar 1,539 yang artinya bila nilai B status sosial ekonomi orang tua ditingkatkan 1% maka gaya hidup hedonisme pada remaja meningkat pula 1,539%. Gaya hidup hedonisme pada remaja sebesar 24,2% dapat di sebabkan oleh pengaruh religiusitas dan status sosial ekonomi orang tua dengan R = 0,492a, dan R Square = 24,2%, sedangkan 75,8% dapat disebabkan oleh variabel lain.
BERMAIN PERAN UNTUK MENINGKATKAN EMPATI PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR SD “X” DI SAMARINDA (EXPERIENTIAL METHOD) Silvia Eka Mariskha; Siti Khumaidatul Umaroh
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.137 KB) | DOI: 10.31293/mv.v1i1.4016

Abstract

Empati memegang peranan penting dalam pembangunan perilaku prososial dan kompetensi social pada fase anak. Anak yang memiliki tingkat emptai yang tinggi akan mampu menyesuaikan diri dengan baik di lingkungannya dan menunjukkan rasa kasih sayang terhadap sesama. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen sebanyak lima (5) sesi, 120 menit setiap sesinya.  Penelitian ini melibatkan 20 anak usia 9-12 tahun di SD “X” Samarinda, dengan metode bermain peran untuk meningkatkan perilaku empati. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Empati untuk Anak (SEA) yang disusun oleh peneliti dan memperoleh nilai koefisen alpha sebesar 0.899. Uji-t menemukan bahwa ada peran signifikan metode bermain peran dalam meningkatkan empati pada anak yang terlibat dalam penelitian (t= 4.884, p<.005)
PENGARUH KEBAHAGIAAN DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP PELAYANAN PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH AJI MUHAMMAD PARIKESIT TENGGARONG Ervina Ismirawati
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.492 KB) | DOI: 10.31293/mv.v1i1.3498

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh kebahagiaan dan budaya organisasi terhadap pelayanan perawat di RSUD Aji Muhammad Parikesit Tenggarong. Sehingga terdapat 3 pengaruh yang akan diselidiki dalam penelitian ini, yaitu : Kebahagiaan dan dan budaya organisasi terhadap pelayanan perawat di RSUD Aji Muhammad Parikesit Tenggarong. Penelitian dikenakan kepada perawat di RSUD Aji Muhammad Parikesit Tenggarong. Subjek dalam penelitian ini adalah 80 perawat di RSUD Aji Muhammad Parikesit Tenggarong yang merawat pasien di rawat inap. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik probabilitas sampling dimana setiap populasi memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur untuk dipilih menjadi anggota sampel. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kebahagiaan dan budaya organisasi terhadap pelayanan perawat di RSUD Aji Muhammad Parikesit Tenggarong dengan nilai probabilitas p=0,000 (p< 0,05) maka terdapat pengaruh kebahagiaan (X1) dan budaya organisasi (X2) terhadap pelayanan perawat (Y) dengan nilai R Square 0,426. Artinya ada sumbangan efektif kebahagiaan dan budaya organisasi sebesar 42,6% terhadap pelayanan perawat. Jadi dapat disimpulkan semakin tinggi kebahagiaan dan budaya organisasi maka pelayanan perawat akan semakin baik.
PENGARUH AKTUALISASI DIRI DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KETAKUTAN AKAN SUKSES PADA WANITA KARIR Lingga Pramana Putri
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.493 KB) | DOI: 10.31293/mv.v1i1.3493

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris apakah terdapat pengaruh aktualisasi diri dan dukungan sosial terhadap ketakutan akan sukses. Terdapat tiga variabel yang akan diselidiki dalam penelitian ini , yaitu : 1) Aktualisasi Diri terhadap Ketakutan Akan Sukses ; 2) Dukungan Sosial terhadap Ketakutan Akan Sukses ; 3) Aktualisasi Diri dan Dukungan Sosial terhadap Ketakutan Akan Sukses. Penelitian dikenakan kepada 60 wanita karir. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh Aktualisasi Diri (X1) terhadap Ketakutan Akan Sukses (Y) dengan nilai p < 0,05 dan nilai p = 0,007. Ada pengaruh Dukungan Sosial (X2) terhadap Ketakutan Akan Sukses (Y) dengan nilai p < 0,05 dan nilai p = 0,002. Kemudian terdapat pengaruh Aktualisasi diri (X1) dan Dukungan Sosial (X2) terhadap Ketakutan Akan Sukses (Y) dengan nilai p < 0,05 dan nilai p = 0,000, F = 10,046.
GAMBARAN KECEMASAN PADA WANITA PEKERJA TEMPAT HIBURAN MALAM (WANITA PENGHIBUR) Hai rul
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.408 KB) | DOI: 10.31293/mv.v1i1.3499

Abstract

Kecemasan adalah perasaan sangat tidak nyaman, berupa ketidakpastian tentang sesuatu yang belum terjadi, diikuti oleh adanya sensasi tubuh. Wanita pekerja tempat hiburan malam yang biasa disebut dengan wanita penghibur merupakan pekerjaan yang banyak memiliki risiko untuk timbulnya kecemasan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran kecemasan yang dirasakan oleh wanita pekerja tempat hiburan malam (wanita penghibur).Penelitian ini termasuk penelitian deskriptifkualitatifdenganteknik pengambilan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa penyebab Subjek bekerja sebagai wanita penghibur adalah sebagai bentuk pelarian, kemudian faktor ekonomi dan mudahnya mendapatkan uang menjadi pendorong untuk tetap bertahan pada pekerjaan itu. Didapatkan 4 faktor timbulnya kecemasan pada wanita pekerja tempat hiburan malam yaitu sebagai berikut: kecemasan terhadap menurunnya kesehatan dengan tingkat kecemasan ringan, kecemasan moral dengan tingkat kecemasan ringan, kecemasan terhadap razia dengan tingkat kecemasan berat, dan kecemasan terhadap kekerasan dan pelecehan seksual dengan tingkat kecemasan sedang hingga panik.
PSYCHOLOGICAL WELL-BEING WANITA DEWASA LAJANG (Ditinjau dari Empat Tipe Wanita Lajang menurut Stein) Frisca Putri D.W.S
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.909 KB) | DOI: 10.31293/mv.v1i1.3494

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan psychological well-being wanita dewasa lajang. Sehingga terdapat 3 hal yang akan diteliti, antara lain yaitu: 1) gambaran psychological well-being wanita dewasa lajang dalam menjalani kehidupannya sehari-hari; 2) Faktor-faktor yang mempengaruhi psychological well-being wanita dewasa lajang; 3) Upaya wanita dewasa lajang dalam meraih psychological well-being. Subyek dalam penelitian ini terdiri atas tiga wanita dewasa lajang (belum pernah menikah). Sampel pada penelitian ini dipilih secara purposive sampling dan memenuhi kriteria sebagai berikut: 1) wanita dewasa lajang (belum pernah menikah); 2) Termasuk dalam empat kriteria wanita lajang menurut Stein (Voluntary temporary singles, Voluntary stable singles, Involuntary temporary singles, dan Involuntary stable singles); 3) Termasuk dalam kelompok masa dewasa awal (usia 18-40 tahun), masa dewasa madya (usia 40-60), dan masa dewasa akhir (60-meninggal); 4) Berdomisili di kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa wanita dewasa lajang dapat menjalani kehidupan yang sama selayaknya wanita yang sudah menikah. Penelitian ini membuktikan bahwa wanita dewasa lajang mampu mencapai psychological well-being.
LATAR BELAKANG PENYEBAB TAWURAN PADA REMAJA Diana Imawati
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.42 KB) | DOI: 10.31293/mv.v1i1.3500

Abstract

Tujuan peneliti ini adalah ingin mengetahui penyebab mengapa remaja suka melakukan tawuran. Hasil dari penelitian adalah (1). Terdapat remaja atau anak-anak muda Kayutangi dalam pengelompokan atau gank dan mereka mudah terpancing emosi, (2) . Remaja membawa pisau dan sejenisnya. Ketika polisi tahu mereka pergi ke lokasi yang bersangkutan untuk mengamankan situasi dengan menangkap mereka. Saran-sarannya adalah (1). Untuk menganjurkan keamanan lokal untuk dijaga, (2). Orangtua harus membimbing anak-anak mereka dengan baik dengan memberikan perhatian, nasehat, kontrol, mendampingi dan mencintai mereka, (3). Polisi membuat peta lokasi, (4). Sekolah mengajarkan sikap yang baik (5).Pemerintah membawa keluar kegiatan positif untuk remaja.
PENGARUH METODE STORYTELLING TERHADAP KECERDASAN MORAL SISWA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA AL-AZHAR SYIFA BUDI SAMARINDA Tri Wahyuni Wurdyastuti
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.927 KB) | DOI: 10.31293/mv.v1i1.3496

Abstract

Kecerdasan moral merupakan kemampuan individu untuk memahami mana hal yang benar dan yang salah. Pada usia SMP pada dasarnya anak memasuki usia remaja awal, yaitu antara 10-14 tahun, dengan ciri cenderung emosi labil, ambivalensi, serta sedang mencari tokoh panutan atau idola. Peningkatan kecerdasan moral sendiri merupakan salah satu tujuan dari pendidikan di Indonesia, sehingga perlu dikembangkan dengan berbagai metode yang dirasa efektif diantaranya adalah dengan metode storytelling. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui pengaruh metode storytelling terhadap kecerdasan moral siswa di SMP Al Azhar Shifa Budi Samarinda.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain pre- eksperimental tipe one group Pre-test – post-test atau yang disebut juga before – after design. Sampel penelitian adalah siswa SMP Al Azhar Shifa Budi Samarinda berjumlah 60 siswa. Analisis data menggunakan Uji beda paired sample t-Test, yaitu mencari perbedaan untuk sampel berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan kecerdasan moral yang terdiri dari 7 aspek semuanya mengalami kenaikan skor antara pre-test dan post-test. Kenaikan skor antara sebelum dengan sesudah storytelling adalah 896 point atau rata-rata per aspek naik 128 point. Setelah dilakukan storytelling ada peningkatan siswa yang masuk kategori kecerdasan moral tinggi dari 49 siswa menjadi 56 siswa. Artinya ada 7 orang dari kategori sedang menjadi kategori tinggi. Terdapat pengaruh metode Storytelling terhadap kecerdasan moral siswa di Sekolah Menengah Pertama Al Azhar Shifa Budi Samarinda. Hal dibuktikan oleh hasil uji beda yang menyatakan terdapat perbedaan antara kecerdasan moral pre-test dengan kecerdasan moral post-test dengan nilai t yaitu -10,724 dan nilai signifikansinya (P) sebesar 0.000. Perbedaan tersebut bermakna secara statistik yang ditunjukkan dengan peningkatan rata-rata (mean) skor 15,200.

Page 1 of 1 | Total Record : 10