cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan
ISSN : 25988573     EISSN : 25991388     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 2 (2017)" : 8 Documents clear
Pelatihan Soft Skill Caring Meningkatkan Kualitas Pelayanan Keperawatan dan Kepuasan Pasien di Rumah Sakit Kota Bandung Kusmiran, Eny
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jpppk.v1i2.8098

Abstract

Kualitas perawat ditentukan oleh kompetensi hard dan soft skill. Caring sebagai bagian dari soft skill adalah esensi mendasar pada profesi perawat. Penilaian pasien mengenai soft skill caring perawat adalah indikator dari kualitas pelayanan keperawatan. Tujuan penelitian untuk mengembangkan model pelatihan soft skill caring dan mengidentifikasi model tersebut terhadap kualitas keperawatan dan kepuasan pasien. Desain pra-eksperimen dengan pretest-posttest tanpa kontrol dengan melibatkan 53 perawat dan 53 pasien pada dua rumah sakit swasta di Kota Bandung. Instrumen penelitian diadaptasi dari Caring Nurse Patient Interactions Scale (CNPI) dan kepuasan pasien diadaptasi dari patient satisfaction with nursing care. Intervensi terdiri dari (1) pemberian materi selama 3 hari, (2) post pelatihan 2, 4 dan 6 minggu. Analisis data dilakukan untuk melihat perubahan penilaian soft skill caring perawat serta kepuasan pasien sebelum dan sesudah intervensi-pelatihan menggunakan uji paired t-test. Analisis General Linier Model Repeated Measure (GLM-RM) dipergunakan untuk analisis follow-up 4 dan 6 minggu. Hasil penelitian menunjukkan model pelatihan soft skill caring terbukti efektif meningkatkan penilaian perawat dan kepuasan pasien, serta dapat dimanfaatkan bagi perawat di rumah sakit.
Implementasi Pelayanan Neonatal Emergensi Komprehensif di Rumahsakit PONEK di Indonesia Herdarwan, Harimat; Waris, Lukman; Siswati, Tri
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jpppk.v1i2.8099

Abstract

Angka kematian neonatal dan angka kematian balita di Indonesia masih tinggi. Kasus kegawatdaruratan merupakan penyebab tingginya angka kematian tersebut. Rumahsakit Pelayanan Obstetrik dan Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) 24 jam merupakan rumahsakit rujukan dengan visi mempercepat penurunan angka kematian neonatus dan angka kematian balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pelayanan neonatal emergensi pada rumahsakit PONEK 24 jamdiIndonesia.Penelitian didesain dengan  pendekatan mixmethod yaitu pembauran antara studi kuantitatif dan kualitatif. Studi kuantitatif adalah cross sectional dan studi kualitatif adalah Rapid Assesment Procedure yang dilakukan pada tahun 2014. Penelitian dilakukan di rumahsakit di Indonesia dengan kriteria rumahsakit PONEK 24 jam, telah menerima sosialisasi tentang PONEK, dipilih secara random di 7 provinsi di Indonesia masing-masing 2 rumahsakit tiap provinsi. Berdasarkan kriteria tersebut sebanyak 14 rumahsakit diobservasi dalam penelitian ini. Data kuantitatif yang dikumpulkan meliputi pelayanan klinis, manajemen, sarana dan prasarana, ketenagaan dan pendanaan. Data dikumpulkan dengan cara observasi, telaah dokumen dan wawancara. Data kualitatif yang dikumpulkan meliputi proses, hambatan, dan keberhasilan PONEK dengan cara indepth interview dengan informan kunci direktur rumahsakit, ketua komite medik dan dokter spesialis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar rumahsakit telah melaksanakan pelayanan neonatal emergensi 24 jam, KMC dan   aksesibilitas darah yang memadai. Pelayanan neonatal emergensi telah didukung dengan jenis tenaga profesional, komitmen direktur rumahsakit yang tinggi, MoU dengan IDI, kerjasama dengan NGO serta ruangan, sarana dan prasarana yang memadai. Keberhasilan rumahsakit PONEK 24 jam didukung oleh kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan layanan rumahsakit. Namun di beberapa rumahsakit kurangnya tenaga terlatih, jumlah tenaga, tidak ada tim, sarana dan prasarana serta ruangan menjadi alasan rumahsakit tidak melaksanakan PONEK. Kesimpulan: beberapa rumahsakit telah melaksanakan pelayanan neonatal emergensi komprehensif 24 jam, namun masih perlu mendapat perhatian dalam hal pelatihan dan jumlah tenaga, biaya, sarana dan prasarana serta ruangan yang memadai.Kata Kunci : neonatal, emergensi, rumahsakit, rujukan.
Gambaran Out of Pocket pada Awal Era JKN di Indonesia Tarigan, Ingan; Suryanti, Tati
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jpppk.v1i2.8100

Abstract

Pogram Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) salah satunya bertujuan memberikan perlindungan finansial khususnyabiayakatastropik terhadapsemuapeserta. PenerimamanfaatJKNberhakmendapatkanberbagai layanan sebagai bagian dari paket manfaat dasar tanpa mengeluarkan biaya pelayanan, dan diharapkan Out of Pocket (OOP) akan lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki asuransi kesehatan. Tujuan penulisan akan membandingkan total pengeluaran untuk kesehatan dari peserta jaminan kesehatan dengan yang tidak memiliki jaminan kesehatan pada awal era JKN. Dalam analisis ini, pengukuran  pengeluaran perawatan kesehatan hanya mencakup biaya pengobatan langsung, seperti biaya konsultasi, pemakaian kamar di rumahsakit dan obat-obatan. Analisis dengan menggunakan data Susenas 2014 terdiri dari 274.673 individu dan 71.051 rumah tangga di 33 provinsi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada awal era JKN ada sedikit perbedaan OOP pada penduduk miskin dibandingkan dengan penduduk dimana proteksi finansial terhadap penduduk miskin untuk pengeluaran kesehatan masih rendah.Kepemilikan jaminan kesehatan memberikan proteksi finansial akibat pengeluaran biayakesehatan,khususnyapengeluaranbiayakatastropik dibandingkandengan yangtidak memilikijaminan kesehatan. Kepesertaan penduduk miskin ditargetkan tahun 2019 sudah terpenuhi sehingga target pemerintah tentang Universal Health Coverage (UHC) perlindungan finansial pada penduduk miskin dan hampir miskin semakin tinggi atau OOPsemakin mendekati nol.Key words: OOP, Pembiayaan,Asuransi Kesehatan
Antimicrobial Resistance and Its Control Policy Implementation in Hospital in Indonesia Handayani, Rini Sasanti; Siahaan, Selma; Herman, Max Joseph
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jpppk.v1i2.8101

Abstract

Antimicrobial Resistance (AMR) is a serious issue because it may reduce treatment effectiveness, increase infection transmission and health care costs. This article aims to identify the problems and the implementation of the AMR control program in hospital. Method :Data were collected by reviewing study results in journals and proceedings, books/literature on AMR at universities and hospitals in Jakarta and Bandung, regulation on the distribution and use of antimicrobials at NADFC, control policy on AMR of MoH RI, as well as data of nosocomial infections from National Survey on Health Facility (Rifaskes 2011). We also conducted consensus decision making which discusses strategic plan and policy for controlling AMR as well as how to optimize or strengthen the strategy with participants involving type Ahospital AMR Control Committee as keynote speakersandDirectorateof ReferralHealth Services, Directorateof Health Service Facility, Directorateof Pharmacy Services, Private and Public Hospital Directors in DKI Jakarta, Hospital Accreditation Commission (KARS), others researchers and academicians as stake holders.In Indonesia AMR control program has been started in some hospitals, but there are still many obstacles either from the management, facilities or infrastructures and practitioners. The policies related to AMR control in Indonesia are stated in Law No. 36 of 2009, Law No. 44 of 2009 and the Ministry of Health Decree No. 8 of 2015. There is also a guideline of the Ministry of Health forInfectionControlPrograminhospital. These policiesshouldbeimplementedandusedasatoolto increase the commitment of the hospital management. Compliance with the guidelines should be strictly implemented, besides the rational prescription of antimicrobials, completing facilities and infrastructures for controllingAMR and the establishment of surveillance of antibiotic use.
Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan DIII Kebidanan di 5 Provinsi Wilayah Binaan GAVI Rosita, Rosita; Hendarwan, Harimat; Despitasari, Mieska
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jpppk.v1i2.8102

Abstract

Kualitaspendidikantenaga kesehatan yang belummerata salah satumasalahsumber daya manusia kesehatan di Indonesia. Bidan adalah tenaga kesehatan yang menempuh pendidikan kebidanan di institusi DIII kebidanan. Institusi kebidanan dituntut mampu menghasilkan bidan yang berkualitas dan kompeten sebagai pemberi layanan kesehatan ibu dan anak. Global Alliance Vaccines and Immunization (GAVI) sebagai organisasi internasional mendorong dilakukannya penelitian pendidikan DIII kebidanan di Indonesia Penelitian bertujuan untuk mendapatkan gambaran penyelenggaraan pendidikan DIII kebidananmelaluipendekatansisteminput,proses,danoutput.Penelitianmenggunakandesainpotong lintangdenganpendekatan kuantitatif yang dilaksanakan di18 institusi pendidikan DIII kebidanandi 5 provinsi, yaitu Jawa Barat, Banten, Sulawesi Selatan, Papua Barat, dan Papua pada tahun 2013.Analisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menggambarkan adanya perbedaan baik pada input, proses, maupun output antar institusi pendidikan menurut wilayah maupun kepemilikan institusi. Terdapat perbedaan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa menurut wilayah dan provinsi (p<0,05). Terdapat perbedaan pengetahuan mahasiswa di institusi pendidikan DIII kebidanan berdasarkan kepemilikan institusi. Tidak terdapat perbedaan keterampilan mahasiswa di institusi pendidikan DIII kebidanan milik pemerintah dan swasta (p=0,062). Perlu peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan DIII kebidanan agar menghasilkan lulusan yang kompeten berbasis wilayah dan kepemilikan institusi pendidikan DIII kebidanan.Kata kunci: pendidikan vokasi, kebidanan, GAVI
Penetapan Kadar Nikotin dan Karakteristik Ekstrak Daun Tembakau (Nicotiana tabacum L.) Alegantina, Sukmayati
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jpppk.v1i2.8103

Abstract

Nikotin merupakan senyawa utama yang terdapat dalam tembakau, dimana nikotin termasuk salah satu zat berbahaya yang ada dalam rokok. Nikotin diabsorpsi dengan cepat dari paru-paru ke dalam darah. Bahaya dari nikotin yang terberat antara lain dapat merangsang pembentukan kanker. Selain itu nikotin mempunyai aktifitas yang menguntungkan yaitu sebagai antimikroba. Adanya himbauan dari Kementerian Pertanian dalam buku Pestisida Nabati, diharapkan pada suatu saat nanti Indonesia mampu berswasembada pestisida (Pesticides Self Sufficiency) sehingga tidak bergantung lagi kepada negara-negara besar penghasil pestisida kimia sintetis. Penelitian dilakukan dengan pengujian pendahuluan secara eksperimen laboratorium yang dilakukan tahun 2016 untuk menentukan kadar nikotin secara GC MS dan karakteristik ekstrak yang nantinya sebagai acuan untuk menentukan mutu ekstrak daun tembakau. Karakteristik ekstrak yang diuji adalah kadar air, berat jenis, cemaran mikroba yaitu angka kapang khamir (AKK), angka lempeng total (ALT) dan most probable number (MPN) Coliform. Hasil pengujian ekstrak daun tembakau diperoleh kadar nikotin: 3,14%, kadar air: 42,41%, berat jenis (BJ): 1,19 g/ml,AKK: 9,0x101,ALT: 8,0x101 dan MPN Coliform: < 2. Ekstrak daun tembakau yang diuji memenuhi persyaratan  cemaran mikroba terhadap AKK,ALT, dan MPN ColiformKata kunci: nikotin, karakteristik,  ekstrak, daun tembakau
Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Sasaran Program Jaminan Tabalong Sehat di Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan Su’udi, Amir; Hendarwan, Harimat
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jpppk.v1i2.8104

Abstract

Pemerintah Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan menerapkan pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas melalui program Jaminan Tabalong Sehat (JTS) sejak tahun 2008. Peserta JTS adalah seluruh penduduk Tabalong yang tidak memiliki asuransi atau jaminan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktorfaktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan di puskesmas. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dan wawancara mendalam. Sampel uji sebanyak 253 rumah tangga sasaran program JTS, diambil dari 405 sampel rumah tangga yang dipilih secara sistematik, dari klaster 15 desa/kelurahan di tiga wilayah puskesmas terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan pelayanan kesehatan gratis di puskesmas belum optimal. Sebanyak 52% rumah tangga pernah memanfaatkan pelayanan kesehatan puskesmas dalam setahun terakhir. Faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan di puskesmas adalah pengetahuan, kemauan untuk membayar/WTP, adanya penyakit tertentu, waktu tempuh, kemudahan dan biaya transportasi. Rendahnya pemanfaatan pelayanan kesehatan di puskemas yang sudah digratiskan disebabkan karena kurang optimalnya kegiatan puskesmas, kurangnya sosialisasi ke masyarakat dan sasaran masyar- akat yang disubsidi kurang tepat.Kata kunci : pemanfaatan pelayanan kesehatan, puskesmas, subsidi, Tabalong
Penganggaran dan Penerimaan Dana Kapitasi Program JKN di Daerah Terpencil Kabupaten Kepulauan Mentawai Fitrianeti, Desi; Waris, Lukman; Yulianti, Anni
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jpppk.v1i2.8105

Abstract

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dilaksanakan atas hak setiap warga negara memperoleh layanan kesehatan, baik yang bertempat tinggal di perkotaan maupun di perdesaan termasuk di daerah terpencil perbatasan kepualauan. Pelaksana program JKN dilaksanakan oleh unit pelayanan kesehatan mulai dari pelayanan kesehatan di puskesmas sampai dengan pelayanan kesehatan rujukan di rumahsakit dengan pembayaran yangdilakukanolehBadan Pelaksana Jaminan Sosial Kesehatan(BPJS) kepada unit pelaksana pelayanan kesehatan dengan mekanisme transfer berdasarkan sistem dana kapitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan penganggaran dan penerimaan dana kapitasi tenaga kesehatan program jaminan kesehatan nasional di daerah terpencil Puskesmas Mapaddegat Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan mengunakan metode kualitatif. Pengumpulan informasi melalui observasi wawancara mendalam terhadap informan dan informan kunci dan Dokumentasi. Penelitian dilaksanakan bulan Januari s/d juni 2017. Hasil penelitian menggambarkan bahwa pelaksanaan penganggaran dan penerima dana kapitasi tenaga kesehatan pada tahun 2014-2015 belum berjalan sesuai ketentuan pembayaran, tahun 2016 masih ditemukan permasalahan pembayaran norma kapitasi oleh BPJS Kesehatan sudah normatif namun belum sesuai den- gan jumlah peserta yang terdaftar. Tahun 2017 penerimaan dana kapitasi sudah berjalan lebih baik dibuktikan dengan telah teradministrasi dan terdokumentasi semua bentuk pemanfaatan dan realisasi belanja pencairan dana kapitasi untuk seluruh petugas di puskesmas dan  jaringannya.Kata kunci:Tenaga kesehatan, penganggaran, penerimaan dana kapitasi dan program JKN

Page 1 of 1 | Total Record : 8