AbstractBackground: Maternal care interventions (ANC) can reduce perinatal mortality by up to 75%. Neonatal mortality is closely related to the first 100 days of life starting from conception, the intra-uterine period, or in the womb for 230 days. Neonatal mortality can also be caused by various factors based on the cause, namely: Direct causes related to complications during the newborn and indirect causes related to the mother are hypertension, anemia in pregnancy, quality of care during pregnancy and/or delivery, and maternal mortality. Maternal mortality has some characteristics, such as Condition 4 is categorized as too much (namely too young; too old; too close range; and too much), while Condition 3 is categorized as delay, (being late to recognize the danger signs of childbirth; being late in making decisions; being late in handling by health workers in health facilities). Neonatal mortality refers to death in the 1st 28 days of life. Neonatal deaths are divided into two types, such as early neonatal mortality refers to death before 7 days or 0-6 days, and late neonatal mortality to death on days 7-28. The highest rate of neonatal deaths is perinatal mortality, where intrauterine fetal death occurs from 28 weeks of gestation to the 1st 7 days of life.Objective: This study was to determine the risk of neonatal death associated with prenatal care and delivery, as well as other factors.Research Methods: This type of observational research with a quantitative approach is a case-control research design. In this study, the case was neonatal mortality and the exposure was pregnancy care and delivery care. Calculation of the case-control sample size without matching by considering previous studies with a minimal sample studied for 1:1 control cases. Thus, the total number of samples is 86 people. By taking non-probability sampling, it is determined by quota sample.Results and Discussion: There is a relationship between Neonatal mortality with a P-value of 0.3150, which means being late in recognizing danger signs has a risk of 3.150 times The Asymptotic Significance (2-sided) value shows a P-value = 0.011 which means that <0.05 then the OR value declared significant or meaningful. While 95% CI showed a value of 1.306-7.600. There is a relationship between age and Neonatal mortality with the Odds value of Haenszel's Mantel Ratio indicated by the Estimate value, which is 3,496, which means that age in the risk category <25 years and >35 years has a risk of 3.496 times that of the age with no risk category 25-35 years. The Asymptotic Significance (2-sided) value shows a P-value = 0.006 which means that <0.05, the OR value is declared significant or significant. While the 95% CI showed a value of 1.438-8.498. There is a relationship between danger signs and Neonatal Mortality, the Odds value of the Haenszel Coat Ratio is indicated by the Estimate value, which is 3.150, which means that the variable late recognizes danger signs has a risk of 3.150 times that of not recognizing danger signs late. The Asymptotic Significance (2-sided) value shows a P-value = 0.011, which means that <0.05, the OR value is declared significant or significant. While 95% CI showed a value of 1.306-7.600.Conclusion: Pregnancy care and other factors, such as age and danger signs, have a risk of neonatal death compared to delivery care. Pregnant women of reproductive age have a higher risk than the group of live neonates. In the stillbirth group, pregnant women who were late in recognizing danger signs were higher than in the live neonates group. Keywords: Neonatal Death; Pregnancy and Delivery Care; RSUD dr. Haulussy Ambon.AbstrakLatar Belakang Intervensi perawatan ibu hamil (ANC) dapat menurunkan kematian perinatal hingga 75%. Kematian neonatal berkaitan erat dengan100 hari pertama kehidupan yang dimulai sejak konsepsi, masa intra uteri atau dalam kandungan selama 230 hari. Kematian neonatal juga dapat disebabkan oleh berbagai faktor berdasarkan penyebab yaitu: Penyebab langsung berhubungan dengan komplikasi saat bayi baru lahir dan penyebab tidak langsung berhubungan dengan ibu adalah hipertensi, anemia dalam kehamilan, kualitas perawatan selama hamil, persalinan dan karakteristik ibu meliputi keadaan 4 terlalu (terlalu: muda; tua; jarak dekat; banyak) dan keadaan 3 terlambat yaitu terlambat mengenal: tanda bahaya; mengambil keputusan; terlambat ditolong. Kematian Neonatal adalah kematian terjadi saat bayi baru lahir sampai 28 hari. Kematian neonatal dibagi menjadi 2, yaitu kematian neonatal dini yang terjadi selama minggu pertama kehidupan umur 0-6 hari setelah lahir dan kematian neonatal lanjut yang terjadi umur 7-28 hari setelah lahi. Penyumbang kematian neonatal adalah kematian perinatal perinatal dimana tefjadi kematian janin intra uteri mulai dari kehamilan 28 minggu sampai 7 hari pertama kehidupan.Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui risiko kematian neonatal yang berhubungan dengan perawatan kehamilan dan persalinan, serta faktor lainnya.Metode :Jenis penelitian observasional dengan pendekatan kuantitatif adalah rancangan penelitian Kasus-Kontrol. Dalam penelitian ini sebagai kasus adalah kematian neonatal dan paparan adalah perawatan kehamilan dan perawatan persalian. Perhitungan besar sampel kasus kontrol tanpa matching dengan mempertimbangkan penelitian sebelumnya dengan sampel minimal yang diteliti untuk kasus kontrol 1:1. sehingga jumlah sampel total adalah 86 orang. Dengan Cara pengambilan non probability sampling, ditentukan secara quota sample.Hasil dan Pembahasan: Adanya hubungan antara kematian Neonatal dengan nilai Pvalue 0,3150 yang artinya terlambat mengenal tanda bahaya mempunyai risiko sebesar 3,150 kali lipat Nilai Asymptotic Significance (2-sided) menunjukkan nilai Pvalue=0,011 yang berarti bahwa <0,05 maka nilai OR dinyatakan signifikan atau bermakna. Sedangkan 95% CI menunjukkan nilai 1,306-7,600. Ada hubungan antara umur dengan kematian Neonatal dengan atas nilai Odds Rasio Mantel Haenszel ditunjukkan dengan nilai Estimate yaitu 3,496 yang artinya umur dengan kategori beresiko <25 tahun dan >35 tahun mempunyai resiko sebesar 3,496 kali lipat dari pada umur dengan kategori tidak beresiko 25-35 tahun. Nilai Asymptotic Significance (2-sided) menunjukkan nilai Pvalue=0,006 yang berarti bahwa <0,05 maka nilai OR dinyatakan signifikan atau bermakna. Sedangkan 95% CI menunjukkan nilai 1,438-8,498. Ada hubungan tanda bahaya dengan Kematian Neonatal nilai Odds Rasio Mantel Haenszel ditunjukkan dengan nilai Estimate yaitu 3,150 yang artinya variabel terlambat mengenal tanda bahaya mempunyai resiko sebesar 3,150 kali lipat dari tidak terlambat mengenal tanda bahaya. Nilai Asymptotic Significance (2-sided) menunjukkan nilai Pvalue=0,011 yang berarti bahwa <0,05 maka nilai OR dinyatakan signifikan atau bermakna. Sedangkan 95% CI menunjukkan nilai 1,306-7,600.Kesimpulan: perawatan kehamilan serta faktor lainnya yaitu umur dan tanda bahaya memiliki risiko 1kali beriko terhadap kematian Neonatal dibandingkan dengan perawatan Persalinan. lebih besar ibu hamil umur reproduksi beresiko di bandingkan dengan kelompok neonatal hidup.Pada kelompok lahir mati lebih besar ibu hamil yang terlambat mengenal tanda bahaya di banding kelompok neonatal hidup. Kata kunci: Kematian Neonatal; Perawatan kehamilan dan persalinan; RSUD dr. Haulussy Ambon.