cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Nutrition and Health
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 23383380     EISSN : 26228483     DOI : -
Core Subject : Health,
JNH (JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH) is a journal scientific articles about nutrition and health managed by Department of Medicine of diponegoro university and Departement of Doctor of Clinical Nutrition , Faculty of Medicine, Diponegoro University.
Arjuna Subject : -
Articles 116 Documents
HUBUNGAN MEROKOK DENGAN PROFIL LIPID PRIA DEWASA BONDAN, PRASETYO
JNH (Journal of Nutrition and Health) Vol 3, No 2 (2015): JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnh.3.2.2015.%p

Abstract

HUBUNGAN MEROKOK DENGAN PROFIL LIPID PRIA DEWASA
Hubungan antara Lingkar Leher dengan Rasio Trigliserida/High-Density Lipoprotein pada Remaja Etisa Adi Murbawani
JNH (Journal of Nutrition and Health) Vol 6, No 1 (2018): JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.367 KB) | DOI: 10.14710/jnh.6.1.2018.9-16

Abstract

Latar Belakang : Peningkatan kadar trigliserida dan High-Density Lipoprotein erat kaitannya dengan kejadian obesitas, penyakit kardiovaskuler, dan sindrom metabolik. Lingkar leher merupakan salah satu metode pengukuran antropometri yang dapat digunakan untuk melakukan skrining terhadap beberapa indikator biokimia. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara lingkar leher dengan rasio trigliserida / High-Density Lipoprotein pada remaja.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional terhadap 28 remaja berusia 12-15 tahun di Semarang. Data lingkar leher diperoleh dengan melakukan pengukuran menggunakan pita ukur melingkar pada bagian tengah leher. Pengambilan darah dan uji laboratorium dilakukan setelah subyek berpuasa 6 – 8 jam. Hubungan antara lingkar leher dan rasio TG/HDL akan dianalisis menggunakan uji korelasi spearman. Uji korelasi spearman juga dilakukan untuk melihat hubungan variabel confounding dengan rasio TG/HDL. Selanjutnya dilakukan uji regresi linear bertingkat untuk mengetahui variabel yang paling berhubungan dengan rasio TG/HDL.Hasil :: Terdapat hubungan positif yang kuat antara lingkar leher dengan rasio TG/HDL (p=0,000, r=0,677). Setelah dilakukan analisis multivariat, lingkar pinggang juga berpengaruh terhadap rasio TG/HDL. Hal ini dapat disebabkan oleh tidak meratanya distirbusi sunyek dalam penelitian ini.Kesimpulan : Rasio TG/HDL dipengaruhi oleh lingkar leher dan lingkar pinggang.Kata Kunci : lingkar leher, rasio trigliserda/HDL, remaja
HUBUNGAN ASUPAN MIKRONUTRIEN IBU DENGAN STATUS GIZI BAYI ASTUTI, RINI DWI
JNH (Journal of Nutrition and Health) Vol 2, No 3 (2014): JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnh.2.3.2014.%p

Abstract

HUBUNGAN ASUPAN MIKRONUTRIEN IBU DENGAN STATUS GIZI BAYI
Pengaruh Pemberian Sari Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi. L) terhadap Kadar Glukosa Darah Puasa Wanita Dewasa Emil Yunia Susanti; Choirun Nissa
JNH (Journal of Nutrition and Health) Vol 5, No 2 (2017): JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.456 KB) | DOI: 10.14710/jnh.5.2.2017.102-115

Abstract

Latar Belakang : Hiperglikemia adalah suatu kondisi kadar glukosa dalam darah diatas normal yang biasanya ditemukan pada penderita Diabetes Melitus (DM). Keadaan hiperglikemia pada penderita DM yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan berat pada jaringan tubuh, seperti saraf dan pembuluh darah. Manajemen DM efektif dilakukan pada tahap awal sebelum timbul gejala atau prediabetes. Belimbing wuluh merupakan salah satu bahan alam mengandung zat antidiabetes, diantaranya flavonoid, saponin, serta vitamin C yang berperan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sari belimbing wuluh terhadap kadar glukosa darah puasa wanita dewasa.Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan rancangan pre-post control group design. Subjek penelitian adalah 31 karyawati usia 40-60 tahun yang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu sebanyak 16 subjek termasuk kelompok perlakuan  yang mendapat sari belimbing wuluh 100 ml/hari dan 15 subjek termasuk kelompok kontrol yang mendapat sirup rendah kalori 100ml/hari selama 14 hari. Kadar glukosa darah puasa diukur sebelum dan setelah intervensi menggunakan metode GOD-PAP melalui pembuluh darah vena setelah subjek penelitian berpuasa selama 8-10 jam. Selama intervensi, asupan makan kedua kelompok diperoleh dengan metode food recall 6x24 jam. Data yang diperoleh dikategorikan kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Independent t-test, Mann-Whitney, Wilcoxon test dan Fisher’s Exact.Hasil :  Terdapat pengaruh yang signifikan pemberian sari belimbing wuluh terhadap penurunan kadar GDP (p = 0,001). Ada perbedaan GDP sebelum dan setelah intervensi pada kelompok perlakuan dengan penurunan sebesar -9,56 ± 5,78 mg/dl (p = 0,001). Sedangkan, pada kelompok kontrol terjadi peningkatan kadar GDP sebesar 1,93 ± 7,39 mg/dl, namun hasil uji statistik menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan (p = 0,345).Kesimpulan :  Terdapat penurunan kadar GDP sebesar 9,56 mg/dl setelah pemberian 100 ml sari belimbing wuluh selama 14 hari.Kata kunci : sari belimbing wuluh, kadar glukosa darah puasa, hiperglikemia
HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI DENGAN KEJADIAN DEMENSIA Gustri, Lia
JNH (Journal of Nutrition and Health) Vol 7, No 2 (2019): JNH (JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.342 KB) | DOI: 10.14710/jnh.7.2.2019.39-42

Abstract

Lanjut usia (lansia) adalah kelompok penduduk yang berumur 60 tahun atau lebih. Menurut The National Old People?s Welfare Council di Inggris, penyakit atau gangguan umum pada lanjut usia salah satunya adalah demensia. Demensia (pikun) adalah kemunduruan kognitif yang sedemikian beratnya, sehingga mengganggu aktivitas hidup sehari-hari dan aktivitas sosial. Kemunduran kognitif pada demensia biasanya diawali dengan kemunduran memori atau daya ingat atau biasa yang sering disebut juga pelupa.
FAKTOR RISIKO INFEKSI PADA ANAK 1-2 TH KUSUMASTUTI, ARYU CANDRA
JNH (Journal of Nutrition and Health) Vol 2, No 1 (2014): JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.742 KB) | DOI: 10.14710/jnh.2.1.2014.%p

Abstract

Background Infectious diseases, especially respiratory and gastrointestinal infections are the leading cause of death in children in developing countries, including Indonesia . Risk factors for infection can be categorized into external factors (eg environment) and internal factors (eg nutrition status and immunity status). Objective This study aimed to explore the risk factors of infection in children 1-2 years old with hope can help reduce the incidence of infectious diseases in Indonesia. Methods This study is a case-control study with a sample of 46 for each group of cases and controls. The study was conducted in Semarang city in 2011. Dependent variable was the incidence of infection in children 1-2 years old while the independent variable are the level of mother's education, father's education level, economic status of the family, father smoking status, a history of low birth weight, immunization history, nutritional status, history of exclusive breastfeeding, and complementary feeding. Data analysis was performed using univariate, bivariate by chi-square test, and multivariate by multiple logistic regression. Results Multivariate analysis showed that the variables proved to be a risk factor for infection is nutritional status (p: 0.011; OR: 3.34; :1,28 CI-8, 75), Complementary feeding (p: 0.009; OR: 3.6; :1,32 CI-9, 73), and the father smoking status (p: 3.34, OR: 3.34, CI :1,28-8, 75). Variables not significantly associated with the incidence of infection is sex, birth weight, immunization history, history of breastfeeding, economic status, mother's education level and father's education level. Conclusions Nutritional status, history of complementary feeding, and father smoking status is a risk factor for infectious diseases in children 1-2 years old. Keywords: infection, infectious disease, risk factors, children ABSTRAK Latar Belakang Penyakit infeksi terutama infeksi pernafasan dan pencernaan merupakan penyebab kematian terbesar pada anak di negara berkembang termasuk Indonesia..Faktor risiko infeksi dapat dikategorikan menjadi faktor eksternal (lingkungan) dan faktor internal Penelitian ini bertujuan untuk mencari faktor risiko infeksi pada anak 1-2 th dengan harapan dapat membantu menurunkan angka kejadian penyakit infeksi di Indonesia. Metode Penelitian ini merupakan penelitian kasus kontrol dengan jumlah sampel 46 untuk masing-masing kelompok kasus dan kontrol. Penelitian dilakukan di kota Semarang pada tahun 2011. Variable terikat adalah kejadian infeksi pada anak 1-2 th sedangkan variable bebas adalah  tingkat pendidikan ibu, tingkat pendidikan ayah, status ekonomi keluarga, status perokok ayah, riwayat berat badan lahir rendah, riwayat imunisasi, status gizi, riwayat Air Susu Ibu (ASI) eksklusif, dan Makanan Pendamping (MP) ASI. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan chi square, dan multivariate dengan uji regresi logistic berganda Hasil Hasil analisis multivariat menunjukkan variabel yang terbukti sebagai faktor risiko infeksi adalah status gizi (p:0,011; OR:3,34; CI:1,28-8,75),  Makanan Pendamping ASI (p:0,009; OR:3,6; CI:1,32-9,73), dan status perokok ayah (p:3,34, OR: 3,34, CI:1,28-8,75). Variabel yang berhubungan tidak bermakna dengan kejadian infeksi adalah jenis kelamin, berat lahir, riwayat imunisasi, riwayat ASI eksklusif, status ekonomi, tingkat pendidikan ibu dan tingkat pendidikan ayah. Simpulan Status gizi, riwayat Makanan Pendamping ASI, dan status perokok ayah merupakan faktor risiko infeksi pada anak 1-2 th. Kata kunci: infeksi, factor risiko, anak, malnutrisi
PENGARUH SUPLEMENTASI SENG (ZN) DAN ZAT BESI (FE) TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN BALITA USIA 3-5 TAHUN Candra, Aryu
JNH (Journal of Nutrition and Health) Vol 4, No 2 (2016): JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.761 KB) | DOI: 10.14710/jnh.4.2.2016.1

Abstract

Latar Belakang : Hemoglobin merupakan molekul yang terdiri dari kandungan zat besi dan bertugas untuk mengangkut oksigen. Pada masa anak anak sering terjadi penurunan kadar hemoglobin akibat sakit atau hal lainnya. Prevalensi anemia di Indonesia menurut WHO mencapai 63,5%. Pemberian suplementasi Fe dan Zn diyakini dapat meningkatkan kadar hemoglobin. Oleh karena itu penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh suplementasi seng dan zat besi terhadap kadar hemoglobin balita usia 3-5 tahun.Metode :  Penelitian ini adalah  true eksperimental dengan randomized control group pre post test design dengan total subjek 32 berusia 3-5 tahun. Subjek dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu  kelompok kontrol  dan 3 kelompok perlakuan. Kelompok perlakuan tersebut adalah diberi suplementasi seng ( 1) , suplementasi zat besi (2) , serta suplementasi seng dan zat besi (3). Dosis suplementasi zat besi 7,5 mg/ hari, suplementasi seng adalah 10 mg/ hari. Intervensi dilakukan selama 60 hari. Pengambilan sampel darah untuk mengetahui kadar hemoglobin dilakukan sebelum dan setelah intervensi oleh tenaga laboratorium dengan metode fotometri.Hasil : Terdapat 40% dari seluruh subjek memiliki kadar hemoglobin < 11 gr/dl. Terjadi peningkatan kadar hemoglobin pada kelompok perlakuan kedua dengan nilai p 0,001. Sedangkan pada kelompok perlakuan 1 dan 3 juga ada peningkatan kadar hemoglobin namun tidak signifikan.Simpulan : Pemberian suplementasi zat besi terbukti berpengaruh meningkatkan kadar hemoglobin balita.Kata Kunci : Suplementasi, seng-besi, gizi kurang, anemia, hemoglobin
HUBUNGAN PERSEPSI CITRA TUBUH DAN GEJALA DEPRESI DENGAN KEJADIAN GANGGUAN MAKAN PADA REMAJA OBESITAS Adji, Seno Bayu; Fitrikasari, Alifiati; Julianti, Hari Peni
JNH (Journal of Nutrition and Health) Vol 7, No 1 (2019): JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.149 KB) | DOI: 10.14710/jnh.7.1.2019.1-13

Abstract

Background: Adolescence is a stage where a person begins to pay attention to body shape and crave an ideal body. This attention to self affects the perception of body image. Obesity can cause conflict within itself and can cause depression.Those who feel dissatisfied with their appearance try to get an ideal body shape including eating unhealthy behavior so that it becomes an eating disorder.Aim : To analyze the relationship between body image perception and depressive symptoms with the incidence of eating disorders in obese adolescents.Method : An observational study with a cross sectional design on 25 students of the Medical Faculty of Diponegoro University using the Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire-Appearance Scale (MBSRQ-AS) test, the Beck Depression Inventory - II (BDI-II) and Eating Attitude Test-40 (EAT-40).Results : Body image perception, Negative evaluation appearance 2 persons, normal 23 persons. Negative appearance orientation 12 persons, normal 13 persons. Negative body area satisfaction 11 persons, normal 13 persons, positive 1 person. Normal overweight preoccupation 20 persons, positive 3 persons, negative 2 persons. Normal self-classified weight 22 persons, positive 3 persons.Depressive symptoms, 15 persons showed no symptoms of depression, 8 persons had mild depressive symptoms, 1 person had moderate depressive symptoms and 1 person had severe depressive symptoms.Eating disorders, 3 persons experienced eating disorders and 22 persons did not experience eating disorders.Evaluation of appearance has a significant effect on the incidence of eating disorders. p <0.05, OR = 23, and CI95% = 3.382 - 156,396.Conclusion: Appearance evaluation gives 23 times the influence of eating disorders.Keywords: adolescent obesity, body image, depression, eating disorders.
FAKTOR RISIKO GAGAL GINJAL PADA DIABETES MELITUS Probosari, Enny
JNH (Journal of Nutrition and Health) Vol 1, No 1 (2013): JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.224 KB) | DOI: 10.14710/jnh.1.1.2013.%p

Abstract

ABSTRAK Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit metabolik yang penyebabnya multifaktor,ditandai dengan kadar gula darah tinggi (hiperglikemi) dan terjadi gangguanmetabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Pada tahun 2000, prevalensi DMdiperkirakan 0,19% pada orang umur <20 th dan 8,6% pada orang umur >20 th. Padalansia >65 th prevalensi DM adalah 20,1%. Prevalensi pada pria dan wanita sama,kecuali pada usia >60 th lebih tinggi pria dibanding wanita. Nefropati diabetik (ND) merupakan komplikasi penyakit diabetes mellitus  yang termasuk dalam komplikasimikrovaskular, yaitu komplikasi yang terjadi pada pembuluh darah halus (kecil).Tingginya kadar gula dalam darah akan membuat struktur ginjal berubah sehinggafungsinyapun terganggu. Kerusakan glomerolus menyebabkan protein (albumin)dapat melewati glomerolus sehingga dapat ditemukan dalam urin yang disebutdengan mikroalbuminuria. Sekali nefropati diabetik muncul, interval antara onsethingga terjadi kerusakan ginjal terminal bervariasi antara empat sampai sepuluhtahun, dan hal ini berlaku untuk diabetes mellitus tipe 1 maupun tipe 2. Penelitian diInggris  menyimpulkan bahwa faktor risiko nefropati diabetik adalah 1) glikemia dantekanan darah, 2) ras, 3) diet dan lipid, 4) genetik. Selain itu ada juga yangmenyebutkan faktor risiko gagal ginjal pada penderita DM meliputi faktor metabolik,hormon pertumbuhan dan sitokin, faktor vasoaktif, ras, diet dan lipid, genetik, danriwayat penyakit kardiovaskuler sebelumnya.Kata kunci: diabetes melitus, gagal ginjal, nefropati diabetik, mikroalbuminuria,hiperglikemi
AKTIVITAS FISIK DAN OBESITAS REMAJA Noer, Etika Ratna
JNH (Journal of Nutrition and Health) Vol 4, No 1 (2016): JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnh.4.1.2016.%p

Abstract

ABSTRAKAKTIVITAS FISIK DAN OBESITAS REMAJA

Page 5 of 12 | Total Record : 116