Articles
59 Documents
URGENSI LEADERSHIP BAGI ORGANISASI DAKWAH
Zaini, Ahmad
TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah Vol 2, No 1 (2017): Tadbir Jurnal Manajemen Dakwah (Article in Press)
Publisher : TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tulisan ini bertujuan untuk membahas leadership, bagaimana karakteristik leadership bagi organisasi dakwah, bagaimana konsep Islam tentang leadership, serta urgensi leadership bagi organisasi dakwah. Studi ini menunjukkan bahwa leadership merupakan kemampuan untuk memengaruhi suatu kelompok/organisasi guna mencapai sebuah visi atau serangkaian tujuan yang ditetapkan. Karakteristik leadership bagi organisasi dakwah terutama dapat jadi teladan yang baik bagi yang dipimpinnya. Adapun konsep leadership dalam perpektif Islam dapat ditinjau dengan tiga pendekatan yaitu pendekatan normatif, historis, dan teoretik. Sedang urgensi leadership bagi organisasi dakwah berfungsi untuk menjalankan fungsi-fungsi manajemen dakwah. Seperti diketahui, setidaknya ada empat fungsi manajemen bagi organisasi dakwah, yaitu: takhthith (perencanaan dakwah), tanzhim (pengorganisasian dakwah), taujih (pelaksanaan dakwah) dan riqabah (pengendalian dakwah).Â
MANAJEMEN DAKWAH MAJLIS DZIKIR DI DESA NGEMPLIK WETAN KARANGANYAR DEMAK
Ahmad, Nur
TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah Vol 1, No 2 (2016): Tadbir Jurnal Manajemen Dakwah
Publisher : TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Majlis dzikir merupakan sekumpulan pengajian majlis dzikir dimasyarakat yang bersifat non formal dalam bidang keagaman.Pada majlis dzikir kali ini diharapkan dapat menjalankanfungsinya dalam mengembangkan sistem nilai dan normayang sesuai tuntunan syariat Islam. Dengan keberadaan Majlisdzikir tersebut senantiasa diharapkan mampu menanamkannilai-nilai akhlak al-karimah, mampu meningkatkan motivasikeberagamaan pada masyarakat serta memperoleh kebahagiaanhidup dunia dan akhirat, sejahtera lahir batin dan mendapatridho dari Allah swt. Majlis dzikir yang dimaksud disini jugamerupakan lembaga dakwah dalam masyarakat yang tumbuhdan berkembang dari kalangan masyarakat Islam itu sendiriyang kepentingannya untuk kemaslahatan umat manusia. Olehkarena itu majlis dzikir tersebut merupakan lembaga swadayamasyarakat dengan harapan mampu menjalin silaturahim antarwarga masyarakat untuk meningkatkan motivasi keberagamaanmasyarakat serta mampu bisa menambah motivasi beribadahmereka. Dzikir adalah kunci ketenangan hati serta sebagai intidari kebahagiaan, sebab dengan dzikir hati manusia hanya terikatdengan Allah swt. dan tidak tergantung dengan selain Allah swt.,dengan berdzikir seseorang akan menemukan sumber kekuatanlahir-batin atau menemukan segala hikmah ketika menghadapi cobaan dan rintangan, mampu mengembalikan segala kebaikan hanya kepada Allah swt.
MANAGEMEN DAKWAH PERSPEKTIF AL-QUR’AN
Atabik, Ahmad
TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah Vol 1, No 1 (2016): Tadbir Jurnal Manajemen Dakwah
Publisher : TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dalam artikel ini, penulis memaparkan kajian tentang manajemendakwah al-Qur’an. Kajian yang dibahas adalah tentang pengertianmanajemen dakwah; pada kesempat ini akan dibahas pulabagaimana al-Qur’an juga secara implisit telah membicarakantentang menajemen dakwah ini. Selain pengertian manajemendakwah, akan pula dipaparkan tentang lembaga dakwah dalamal-Qur’an, gaya Bahasa al-Qur’an dalam berdakwah dan lainnya.Manajemen dakwah merupakan proses perencanaan tugas,mengelompokkan tugas, menghimpun dan menempatkan tugasdan kemudian menggerakkan kearah pencapaian tujuan dakwah, yaitu kebahagiaan dunia akhirat. Dengan adanya perencaan dalam berdakwah ini, maka dakwah tidak dipandang dalam objekubudiyyah semata, namun juga merupakan bentuk implementasidari berbagai macam profesi.
KARAKTERISTIK PEMIMPIN DALAM PRESPEKTIF ISLAM (KAJIAN TAFSIR IBNU KATSIR)
Rahmawati, Rukhaini Fitri
TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah Vol 2, No 1 (2017): Tadbir Jurnal Manajemen Dakwah (Article in Press)
Publisher : TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Menjadi pemimpin merupakan hal yang mudah namun menjadi pemimpin yang baik dan mampu mengemban tanggungjawabnya bukanlah perkara yang mudah.Dalam Islam menjadi seorang pemimpin atau khalifah merupakan salah satu tugas manusia sehingga Islam begitu cermat mengatur hal tentang  kepemimpinan. Dalam berbagai ayat dijelaskan berkaitan dengan konsep kepemimpinan, karakteristik seorang pemimpin yang ideal hingga bagaimana memilih pemimpin dalam Islam. Makalah ini akan menjelaskan karakteristik-karakteristik seorang pemimpin berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an berdasarkan tafsir yang dilakukan oleh Ibnu Katsir.     Â
MANAJEMEN DAKWAH RASULULLAH: Analisis Dakwah Nabi di Kota Mekah
Cucu, Cucu
TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah Vol 1, No 2 (2016): Tadbir Jurnal Manajemen Dakwah
Publisher : TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Fungsi dakwah bukan sekedar menyeru, tetapi hakikatnyaadalah perubahan masyarakat. Gerakan perubahan tidak dapatdilakukan asal jalan, tetapi perlu pengelolaan secara benar dantepat, serta dibutuhkan profesionalisme dari para pelaku dakwahkhususnya mereka yang bergerak dalam sebuah lembaga dakwah.Rasulullah Saw. telah menampilkan kesungguhan dan kecermatanyang luar biasa dalam pengelolaan dakwahnya baik di Mekahhingga Madinah. Setelah dikaji lebih dalam dengan pendekatanteori manajemen, ditemukan bahwa Nabi Saw. telah menjalankandakwahnya dengan menerapkan prinsip-prinsip manajemen.Rasulullah Saw. sebagai pemimpin umat, memiliki kemampuandalam menyusun perencanaan dan strategi dakwahnya, beliautelah mampu menggerakkan dan memotivasi para sahabat selamamenjalankan dakwahnya sehingga seluruh Jazirah Arab dapatmenerima kehadiran Islam.
BERDAKWAH MELALUI METODE KISAH (Tinjauan Manajemen Dakwah)
Ahmad, Nur
TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah Vol 1, No 1 (2016): Tadbir Jurnal Manajemen Dakwah
Publisher : TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penerapan dakwah dengan metode kisah juga dapat diterapkandalam kegiatan belajar mengajar oleh seorang tenaga Pendidik,dimana Peserta didik merupakan subjek sasaran mad’u yangmembutuhkan siraman ruhani melalui penanaman nilai-nilaiagama Islam, dengan demikian akan semakin jelas bahwakegiatan dakwah tidak hanya dilakukan seorang juru dakwahatau tenaga pendidik dengan model cerita kisah sebagaimanayang terpolakan dalam pemahaman masyarakat sekarang ini.Seorang tenaga pendidik hakekatnya adalah seorang da’i yangdapat menyampaikan pesan-pesan dakwah kepada pesertadidik. Melalui metode kisah, seorang pendakwah akan mampumembangkitkan motivasi belajar dan memberikan kisah teladanuntuk dapat diserap oleh peserta didik pada umumnya. Melihatfenomena tersebut di atas, tentunya hal itu merupakan suatutantangan bagi para pelaku dakwah. Berdakwah tidak hanyadipahami sebagai kegiatan syiar Islam di tengah masyarakatumum saja, tetapi juga bagaimana mensyiarkan Islam denganseperangkat nilai-nilai di tengah kehidupan anak-anak yangmasih dalam kategori belajar. Bahkan secara tidak langsung jugaakan berdampak pada masyarakat luas.
WORKSHOP PENGEMBANGAN KURIKULUM KPI
author, author
TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Manajemen Dakwah
Publisher : TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pelaksanaan kegiatan Workshop Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus merupakan salah satu implementasi atas peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah yaitu :
MENGEMBANGKAN DAKWAH HUMANIS MELALUI PENGUATAN MANAJEMEN ORGANISASI DAKWAH
Khoirun Nida, Fatma Laili
TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah Vol 1, No 2 (2016): Tadbir Jurnal Manajemen Dakwah
Publisher : TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Islam sebagai agama dakwah terus dihadapkan pada beragamtantangan dalam dinamika perkembangan aktifitas dakwahnya.Salah satu tantangan terbesar dalam dakwah islam adalah ketikaharus dihadapkan pada fenomena masyarakat yang memilikikeragaman dalam budaya maupun agama. Sikap intoleran danradikal yang dimiliki pelaku dakwah di tengah kelompok masyarakatyang multicultural akan memicu munculnya disintegrasi baikdalam kehidupan social maupun kehidupan beragama. Lebihjauh kondisi tersebut akan menciptakan fitnah bagi Islam yangpada dasarnya sebagai agama yang humanis. Eksistensi organisasidakwah sebagai wadah yang mampu melakukan pengawasanterhadap dinamika dakwah sangat dibutuhkan. Kekuatan peranorganisasi dakwah dalam mewujudkan dakwah yang humanisakan bertumpu pada kemampuan organisasi dakwah dalammelakukan kegiatan manajerial dari organsiasi dakwah tersebutyang meliputi; planning,organizing, actualizing dan controlling.Desain yang ideal bagi manajmen organsasi dakwah dalammenciptakan dakwah yang humanis dapat mengadopsi prinsip prinsip yang terdapat dalam pendekatan dakwah antar budaya dimana pendekatan tersebut mampu menonjolkan kekuatan nilai-nilai islam sebagai agama yang dekat dengan pesan kedamaian, kesetaraan, kasih sayang, dan keadilan.
KADERISASI DAKWAH MELALUI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM
Rahmawati, Rukhaini Fitri
TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah Vol 1, No 1 (2016): Tadbir Jurnal Manajemen Dakwah
Publisher : TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pesantren pada hakikatnya tidak hanya menyiapkan parasantrinya untuk menjadi manusia yang berkarakter religus sertaberpengetahuan luas., namun pesantren juga menggodog psikologisantrinya agar menjadi pribadi yang peka dan peduli terhadaplingkungannya. Kesadaran akan lingkungan sekitar merupakanbekal utama ghirah seorang pendakwah, karena tanpa kesadarandan rasa peduli maka semboyan dakwah amar ma’ruf nahi munkar tidak akan dapat terwujud. Konsep pendidikan pesantren yang sengaja di desain sedemikian rupa bertujuan agar para santri yangnanatinya lulus menjadi SDM yang siap untuk mendakwahkannilai-nilai islam dimanapun mereka berada. Tulisan ini mencobamenjelaskan konsep kegiatan yang dilakukan oleh lembagapendidikan islam khususnya madrasah dan pondok pesantrendalam menyiapkan para siswa/santrinya menjadi kader penerusdakwah. Berbagai aturan yang dikonsep untuk mengembangkankarakter juga diterapkan seperti kebersamaan, kesederhanaan,karakter individual dan berorganisasi. Dengan demikian,kegiatan yang ada di madrasah dan pesantren selalu ditujukanuntuk menginternalisasikan nilai-nilai keislaman dalam diri parasiswanya. Hal tersebut dilakukan tidak lain untuk meregenerasiSDM yang tidak hanya mumpuni dalam menyebarkan ajaranislam namun juga dakwah dalam memajukan umat islam di segala aspek kehidupan baik itu pendidikan, ekonomi, politik, maupun sosial.
URGENSI LEADERSHIP BAGI ORGANISASI DAKWAH
Zaini, Ahmad
TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah Vol 2, No 1 (2017): Tadbir Jurnal Manajemen Dakwah (Article in Press)
Publisher : TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tulisan ini bertujuan untuk membahas leadership, bagaimana karakteristik leadership bagi organisasi dakwah, bagaimana konsep Islam tentang leadership, serta urgensi leadership bagi organisasi dakwah. Studi ini menunjukkan bahwa leadership merupakan kemampuan untuk memengaruhi suatu kelompok/organisasi guna mencapai sebuah visi atau serangkaian tujuan yang ditetapkan. Karakteristik leadership bagi organisasi dakwah terutama dapat jadi teladan yang baik bagi yang dipimpinnya. Adapun konsep leadership dalam perpektif Islam dapat ditinjau dengan tiga pendekatan yaitu pendekatan normatif, historis, dan teoretik. Sedang urgensi leadership bagi organisasi dakwah berfungsi untuk menjalankan fungsi-fungsi manajemen dakwah. Seperti diketahui, setidaknya ada empat fungsi manajemen bagi organisasi dakwah, yaitu: takhthith (perencanaan dakwah), tanzhim (pengorganisasian dakwah), taujih (pelaksanaan dakwah) dan riqabah (pengendalian dakwah).