cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Binaniaga
Published by STIE Binaniaga
ISSN : 02164094     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal Ilmiah Binaniaga (J.I Binaniaga) is an international peer-reviewed and open access journal that focuses on the fields of management fields such as Office Management, Production Management, Marketing Management, Financial Management, Personnel Management, Strategy Management.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2B (2015): December 2015" : 7 Documents clear
ANALISIS PENGARUH INTELLIGENCE, EMOTIONAL, SPIRITUAL QUOTIENT (IESQ) TERHADAP KINERJA SUPERVISOR DI PT. SEPATU MAS IDAMAN Sumardjono .
Jurnal Ilmiah Binaniaga Vol 11, No 2B (2015): December 2015
Publisher : STIE Binaniaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33062/jib.v11i2B.293

Abstract

Ancaman kompetensi internasional, kondisi ekonomi yang tidak menentu dan perubahan teknologi yang cepat hanyalah berbagai faktor eksternal yang menyebabkan perusahaan mencari berbagai kiat baru agar dapat memberdayakan sumber daya manusia secara lebih efektif. Beragam faktor internal seperti kompensasi tidak langsung, tekanan hukum dan sosial yang semakin menguat serta tuntutan akan perlunya karyawan yang terlatih secara memadai menyebabkan manajemen sumber daya manusia menjadi kiat penting dan kompleks. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Intelligence, Emotional, Spiritual Quotient (IESQ) terhadap kinerja Supervisor di PT. Sepatu Mas Idaman. Kecerdasan dalam arti umum adalah kecakapan untuk memecahkan suatu masalah yang dihadapi dalam kehidupannya, kecakapan untuk mengembangkan masalah baru untuk dipecahkan, dan kecakapan untuk membuat sesuatu atau melakukan sesuatu yang bermanfaat didalam kehidupannya, sedangkan kinerja merupakan tingkat hasil kerja supervisor dalam mencapai persyaratan-persyaratan yang diberikan oleh pihak perusahaan. Kinerja adalah tingkat dimana para karyawan mencapai persyaratanpersyaratan pekerjaan. Supervisor yang menjadi sample sebanyak 32 orang dari semua total populasi sebanyak 32 orang dengan menggunakan metode teknik sampling jenuh. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi tingkat intelligence, emotional, spiritual quotient supervisor PT. Sepatu Mas Idaman dalam keadaan sangat baik, begitu juga untuk tingkat kinerja supervisor yang menunjukkan kondisi dalam keadaan yang sangat baik. Selain itu hasil penelitian juga menunjukkan bahwa variabel IESQ berpengaruh signifikan terhadap variabel kinerja.Kata Kunci : Intelligence Quotient, Emotional Quotient, Spiritual Quotient, Kinerja
ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA ANTARA SEBELUM DAN SETELAH PENGETATAN BIAYA LANDED COST PADA PT. PFIZER INDONESIA (PFIZER ANIMAL HEALTH) Yuli Anwar
Jurnal Ilmiah Binaniaga Vol 11, No 2B (2015): December 2015
Publisher : STIE Binaniaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33062/jib.v11i2B.288

Abstract

Tujuan dalam penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh kebijakan pengetatan biaya yang dilakukan oleh PT Pfizer Indonesia (Pfizer Animal Health) dengan membandingkan biaya sebelum dan setelah kebijakan pengetatan biaya landed cost pada tahun 2015 melalui uji komparasi dengan mengamati variabel landed cost yang terdiri dari tiga indikator yang digunakan yaitu: pembelian atau purchase, bea masuk (BM), biaya proses kepabeanan (BPK) dengan menggunakan analisis F atau uji analisis ragam atau ANOVA (analysis of variance) digunakan untuk menganalisis perbandingan perubahan kebijakan pengetatan biaya landed cost periode tahun fiskal 2013 sampai dengan 2015 dengan memusatkan pada faktor perubahan kebijakan pengetatan biaya landed cost dengan mengunakan data internal dengan tiga indikator utama yaitu: pembelian (purchase), bea masuk (BM) atau import duty dan biaya proses kepabeanan (BPK) atau Custom clearance. Berdasarkan analisis data menggunakan uji analisa ragam (ANOVA) satu arah menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada biaya landed cost sebelum dan setelah diterapkannya pengetatan biaya dimana hal tersebut dapat dilihat dari nilai Fhitung (28,27) lebih besar dari pada Ftabel (3,68). Ini berarti bahwa penerapan pengetatan biaya landed cost memberikan perbedaan yang signifikan terhadap biaya landed cost setelah penerapan pengetatan biaya. Atau artinya terdapat perbedaan yang signifikan pada biaya landed cost setelah penerapan kebijakan pengetatan biaya pada tahun 2015 dibandingkan dengan sebelum pengetatan biaya diterapkan. Hasil penelitian ini secara keseluruhan menjelaskan bahwa penerapan kebijakan pengetatan biaya memberikan kontribusi besar dalam efisiensi biaya yang akan meningkatkan pendapatan perusahaan dan menjaga kestabilan harga pokok penjualan. Kata Kunci: Pengetatan biaya, analisis landed cost
PERANAN ANALISIS BREAK EVEN POINT TAHUN 2011 SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA TAHUN 2012 PADA UNIT BISNIS BUFFET DI RESTORAN MET LIEFDE BOGOR Indar Khaerunnisa; Asep Suryadi
Jurnal Ilmiah Binaniaga Vol 11, No 2B (2015): December 2015
Publisher : STIE Binaniaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33062/jib.v11i2B.294

Abstract

Restoran Met Liefde berdiri pada tanggal 28 Juli 2005. “Met Liefde” mempunyai arti tersendiri yaitu segala sesuatunya dikerjakan “Dengan Kasih” sehingga acara kumpul bersama seperti arisan, ulang tahun, meeting, maupun pernikahan dapat terasa nyaman. Asal mula didirikannya restoran Met Liefde adalah adanya keinginan dari para pemilik rumah untuk mempertahankan keberadaan sebuah rumah yang terletak di Jalan Pangrango No. 16 (d/h No. 12) Bogor milik keluarga Willem Alexander Mohede. Salah satu unit bisnis utama yang dikembangkan di restoran ini adalah unit bisnis buffet. Unit bisnis ini menjual produk berupa paket makanan prasmanan yang didesain dan disiapkan untuk acara-acara formal seperti meeting, ulang tahun, maupun pertemuan resmi lainnya. Break Event Point (titik impas) pada unit bisnis buffet di Restoran Met Liefde pada tahun 2011 tercapai pada saat penjualan sebesar Rp 1.146.711.539,- dengan volume penjualan sebanyak 17.035 pax untuk seluruh paket makanan. Rasio margin kontribusi yang dicapai adalah sebesar 0,577 artinya perbandingan antara nilai penjualan dengan biaya variabel adalah sebesar 0,577. Sisa dari nilai penjualan total yaitu sekitar 0,423 digunakan untuk menutupi biaya tetap dan laba yang diperoleh. Untuk setiap paket makanan dengan harga jual yang berbeda, jumlah unit yang dicapai pun berbeda. Dari total 17.035 pax paket makanan, untuk paket liefde BEP akan tercapai pada titik penjualan 898 pax, paket meneer 2.076 pax, paket toean 2.583 pax, paket mevrouw 5.499 pax, dan paket nyonya 5.978 pax. Dengan demikian paket makanan yang terbaik untuk dijual adalah paket liefde dengan BEP mix sebanyak 898 pax. Kata kunci: Break Even Point, laba, perencanaan
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN, SUKU BUNGA, PROSEDUR KREDIT, DAN ASURANSI KREDIT TERHADAP KEPUTUSAN PENGAMBILAN KREDIT PADA PT. BESS FINANCE BOGOR 2 TAHUN 2013-2015 Rizki Ahmad Fauzi
Jurnal Ilmiah Binaniaga Vol 11, No 2B (2015): December 2015
Publisher : STIE Binaniaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33062/jib.v11i2B.289

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh variabel kualitas pelayanan, suku bunga, prosedur kredit dan asuransi kredit terhadap keputusan pengambilan kredit pada PT. Bess Finance Bogor 2 baik secara parsial maupun simultan. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk variabel kualitas pelayanan dan suku bunga mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pengambilan kredit tetapi pada variabel prosedur kredit dan asuransi kredit dalam pengujian tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pengambilan kredit. Sedangkan secara simultan atau bersama-sama variable kualitas pelayanan, suku bunga, prosedur kredit dan asuransi kredit mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap keputusan pengambilan kredit pada PT. Bess Finance Bogor 2. Dengan koefisien determinasi (adjusted R square) sebesar 0,227 yang menunjukkan bahwa 22,7% keputusan pengambilan kredit pada PT. Bess Finance Bogor 2 dapat dijelaskan oleh variable kualitas pelayanan, suku bunga, prosedur kredit dan asuransi kredit, sedangkan sisanya 77,3% keputusan pengambilan kredit pada PT. Bess Finance Bogor 2 dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Keterbatasan penelitian ini adalah hanya meneliti pengaruh kualitas pelayanan, suku bunga, prosedur kredit dan asuransi kredit terhadap keputusan pengambilan kredit. Sedangkan variabel lain yang mempengaruhi keputusan pengambilan kredit diharapkan dapat diteliti oleh peneliti selanjutnya dimasa yang akan datang. Kata Kunci: Keputusan pengambilan Kredit, kualitas pelayanan, suku bunga, prosedur kredit, asuransi kredit.
PENGARUH LIMA DIMENSI KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN NASABAH PADA PT. BANK MANDIRI (PERSERO) TBK. CABANG JAKARTA GAJAH MADA Muhammad Nur Rizqi; Budi Karyanto
Jurnal Ilmiah Binaniaga Vol 11, No 2B (2015): December 2015
Publisher : STIE Binaniaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33062/jib.v11i2B.290

Abstract

Dunia perbankan Indonesia saat ini diwarnai dengan persaingan yang semakin ketat. Persamaan produk, fitur, atau kemudahan pelayanan menjadikan perbankan menjadi industri yang homogen. Untuk memenangkan persaingan dalam industri yang homogen, salah satu cara adalah menyediakan pelayanan yang berkualitas dan produk yang variatif yang bisa membedakan suatu bank dengan bank yang lain. Bisnis perbankan merupakan bisnis jasa yang berdasar pada azas kepercayaan sehingga masalah kualitas layanan menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan bisnis ini. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui pengaruh lima dimensi kualitas pelayanan terhadap tingkat kepuasan nasabah pada Bank Mandiri Cabang Jakarta Gajah Mada, (2) Mengetahui variabel kualitas pelayanan yang dominan mempengaruhi tingkat kepuasan nasabah pada Bank Mandiri Cabang Jakarta Gajah Mada. Hasil pengolahan data menggunakan SPSS dapat disimpulkan : (1) Berdasarkan Analisis Regresi Secara Simultan (Uji F), nilai sig = 0.002 < 0.05 yang berarti Tangible, Reability, Responsiveness, Assurance dan Emphaty secara bersama-sama berpengaruh terhadap kepuasan nasabah pada PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. Cabang Jakarta Gajah Mada. (2) Berdasarkan Analisis Regresi Linier Berganda Y = 19,813 + 0,071X1 + 0,009X2 + 0,194X3 + 0,153X4+ 0,005X5 Nilai 19,813 merupakan konstanta untuk nilai a yang berarti nilai Y apabila X = 0. Tanda positif pada variabel kualitas pelayanan (tangible, reability, responsiveness, assurance dan emphaty) menunjukkan arah searah artinya jika tangible, reability, responsiveness, assurance dan emphaty meningkat maka kepuasan nasabah PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. Cabang Jakarta Gajah Mada. (3) Berdasarkan Analisis Korelasi Sederhana nilai Sig.(2-tailed) = 0,000 < 0,05 maka didapatkan hasil bahwa variabel tangible, reability, responsiveness, assurance dan emphaty berpengaruh terhadap variabel kepuasan nasabah PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. Cabang Jakarta Gajah Mada. (4) Berdasarkan Koefisien Determinasi dapat diketahui bahwa (R Square) yang diperoleh sebesar 0,610. Hal ini berarti 61,0% kepuasan nasabah dapat dijelaskan oleh variabel kualitas pelayanan, sedangkan sisanya yaitu 39% dipengaruhi oleh variabel-variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Key Word : tangible, reability, responsiveness, assurance dan emphaty, kepuasan nasabah.
ANALISIS KOMPARATIF VOLUME PENJUALAN PRODUK TABUNGAN FAEDAH SEBELUM DAN SESUDAH DITETAPKAN KEBIJAKAN TARIF (Studi Kasus pada Bank BRI Syariah KCP Cibinong) Syarief Gerald Prasetya; Ana Annisa
Jurnal Ilmiah Binaniaga Vol 11, No 2B (2015): December 2015
Publisher : STIE Binaniaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33062/jib.v11i2B.291

Abstract

Dalam jasa perbankan terdapat pendapatan jasa yang disebut fee based income yang berwujud tarif atau biaya jasa yang merupakan pendapatan kedua dari sebuah bank. Tarif atau biaya dapat dikatakan sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi volume penjualan suatu produk di perusahaan perbankan, penetapan tarif pada Bank BRI Syariah yang terbilang baru dilihat cukup mempengaruhi minat calon nasabah, yang berakibat pada kondisi volume penjualan produk tabungan. Untuk itu penelitian inii bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh tarif atau biaya baru terhadap volume penjualan tabungan pada Bank BRI Syariah. Pada penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Untuk mengolah dan menganalisis data yang diperoleh serta membuat kesimpulan penelitian digunakan alat statistik Independen Sampel T-test dengan bantuan SPSS versi 16.0. Data diperoleh melalui volume penjualan mulai dari periode Juli 2013 hingga sampai dengan bulan Desember 2015. Hasil analisis data menunjukan nilai dari hasil penjualan sebelum ditetapkan tarif yaitu 2815 pembukaan rekening, Sedangkan nilai dari hasil penjualan sesudah ditetapkan tarif yaitu 538 pembukaan rekening. Hasil dari analisa dengan menggunakan Independent Sampel T-test menunjukan bahwa perbandingan total volume penjualan tabungan FAEDAH sebelum dan sesudah ditetapkan tarif mengalami perubahan yang signifikan Kata kunci : Kebijakan Tarif, Volume Penjualan
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR MINAT NASABAH MEMILIKI KARTU KREDIT BCA PADA PT. BANK CENTRAL ASIA CABANG MANGGA BESAR RAYA Asna Manullang; Debih Arliana
Jurnal Ilmiah Binaniaga Vol 11, No 2B (2015): December 2015
Publisher : STIE Binaniaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33062/jib.v11i2B.292

Abstract

Tingkat pencapaian minat nasabah untuk memiliki kartu kredit BCA dipengaruhi oleh delapan kelompok variabel yang dikenal sebagai 8P yaitu Product, Price, Place, Promotion, Process, Physical evidence, People dan Produktivity and quality. Penelitian dilakukan di PT.Bank Central Asia, Jalan Mangga Besar Raya No. 128 Jakarta Pusat. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh faktor-faktor minat nasabah memiliki kartu kredit BCA. Penelitian ini menggunakan 2 metoda yaitu metoda deskriptif yaitu mengembangkan produk dan jasa yang sudah ada dan analisa kuantitatif dibagi menjadi dua analisa yang pertama analisa uji validitas dan analisa uji reabilitas. Data yang dianalisa yaitu analisis faktorfaktor yang menjadi daya tarik konsumen untuk memiliki kartu kredit BCA dapat dihitung dan diteliti langsung, data dianalisis dengan menggunakan SPSS versi 16.0. Responden telah mengisi 33 pertanyaan yang disebut dengan variabel dengan nilai skor dan dibagi berdasarkan kelompok sebagai faktornya. Hasil analisis dapat disimpulkan daya tarik konsumen untuk memiliki kartu kredit BCA ada 7 faktor utama. Faktor pertama Produk dengan nilai varians (11,74), faktor ke dua adalah Harga dengan nilai varians (10,73%), faktor ke tiga adalah Distribusi dengan nilai varians (8%), faktor ke empat adalah Promosi dengan nilai varians (7,77%), faktor ke lima adalah Proses dengan nilai varians (6,75%), faktor ke enam adalah Fisik dengan nilai varians (6,28%) dan faktor ke tujuh adalah Kualitas dengan nilai varians (5,76%). Faktor produk merupakan faktor yang paling mempengaruhi konsumen untuk memiliki kartu kredit BCA. Faktor ini dapat menerangkan keragaman data (varians) sebesar 11,74%. Dari beberapa analisis yang diperoleh bahwa faktor produk sangat berpengaruhi positif terhadap keputusan konsumen dalam memiliki kartu kredit BCA karena konsumen menginginkan produk yang baik agar dapat mempermudah transaksi dimana saja dan kapan saja. Kata Kunci: BCA, kartu kredit, Keputusan Nasabah

Page 1 of 1 | Total Record : 7