cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN : 23031433     EISSN : 25797301     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan Akper Dharma Husada Kediri bekerjasama dengan PPNI Kota Kediri merupakan Jurnal yang memuat naskah hasil penelitian maupun artikel ilmiah yang menyajikan informasi di bidang ilmu kesehatan, diterbitkan setiap enam bulan sekali pada bulan Nopember dan Mei
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 2 (2021): Mei 2021" : 12 Documents clear
PENERAPAN ELECTRICAL STIMULATION TERHADAP KADAR GULA DARAH ACAK PASIEN DIABETES MILLITUS TIPE 2 ifa - roifah; Eka Nur So’emah; Moh Alimansur
coba Vol 9 No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v9i2.321

Abstract

Pendahuluan Hiperglikemia sering dijumpai pada kasus pasien diabetes mellitus.Kondisi ini jika tidak terkontrol dapat menyebabkan krisis hiperglikemik, sehingga menyebabkan terjadinya peningkatan angka kesakitan dan kematian. Metode electrical stimulation diduga dapat menurunkan kadar gula darah acak. Tujuan dari penelitian membuktikan pengaruh penerapan metode electrical stimulation terhadap kadar gula darah acak pasien diabetes mellitus tipe 2. Metode: Rancangan penelitian menggunakan one grouppretest-post test design. Besar sampel dalam penelitian ini adalah 60 pasien diabetes mellitus di Wound Care Center Mojokerto. Teknik sampling yang digunakan simple random sampling. Instrument penelitian menggunakan hasil pemeiksaan kadar gula darah acak dengan glucotest. Data di analisis menggunakan uji paired t test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan mean kadar gula darah sebelum diberikan electrical stimulation sebesar 259,8 mg/dL, sedangkan mean kadar gula darah sesudah diberikan electrical stimulation rata-rata 212,7 mg/dL. Hasil pengujian hipotesis didapatkan ada perbedaan kadar gula darah acak pre dan post pemberian metode electrical stimulation. Diskusi: Penurunan kadar gula darah acak karena stimulasi elektrik bekerja pada syaraf mempengaruhi kerja sumbu hipotalamus pituitari adrenal, sehingga produksi kortisol menurun. Lebih lanjut akan menyebabkan produksi glukosa menurun dan penyerapan glukosa oleh musculoskeletal meningkat. Kata Kunci: Electrical Stimulation, Kadar Gula Darah, Diabetes millitus
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KECEMASAN IBU DALAM PEMBERIAN ASI PADA BAYI DIMASA PANDEMI COVID 19 Ratih Suryaman; Elpinaria Girsang; Siti Mulyani
coba Vol 9 No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v9i2.317

Abstract

Pendahuluan: Menyusui merupakan pemberian Makanan pada bayi dengan cara menggunakan ASI langsung dari payudara ibu, ASI merupakan makanan yang dapat melindungi bayi dari penyakit penyakit infeksi. ASI memiliki manfaat penting bagi pertumbuhan bayi serta ibu. Pada masa pandemi Covid 19 menyebabkan kecemasan pada ibu dalam pemberian ASI dikarenakan takut menularkan Virus kepada anaknya melalui ASI. Faktor yang mempengaruhi kecemasan ibu dalam pemberian ASI dikarnakan kurangnya informasi yang diterima oleh ibu tentang menyusui pada masa pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dengan kecemasan ibu dalam pemberian ASI di masa pandemic Covid 19. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian Kuantitatif, menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Menggunakan instrumen Kuesioner Pengetahuan dan Intrumen HRS-A untuk kecemasan. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling, sampel sebanyak 42 ibu menyusui. Teknik analisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik Spearman Rank. Hasil: Terdapat hubungan pengetahuan dengan kecemasan ibu dalam pemberian ASI pada Bayi di masa pandemi Covid, dengan nilai p value sebesar 0,027 dengan nilai keeratan hubungan dari Interval koefisien korelasi Spearman didapatkan nilai r = 386 yang artinya ada hubungan yang rendah.. Diskusi: Diharapkan masyarakat dapat mencari informasi bagimana cara pemberian ASI yang baik pada masa pandemi ini, sehingga ibu bisa memberikan asi pada bayinya dengan rasa aman dan nyaman. Kata kunci : Pengetahuan, Kecemasan,Pemberian ASI
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU DENGAN STATUS IMUNISASI DASAR PADA BAYI DIDESA BANGKOK WILAYAH KERJA PUSKESMAS GURAH KABUPATEN KEDIRI Sumy Dwi Antono; Mika Mediawati; Miftahul Nurhatisah
coba Vol 9 No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v9i2.293

Abstract

Pendahuluan: Imunisasi dibutuhkan bagi bayi dan balita. Di Indonesia masih terdapat anak-anak yang belum diimunisasi secara rutin lengkap, bahkan tidak pernah dimunisasi sejak lahir, hal itu menyebabkan mereka mudah tertular penyakit berbahaya. Penyebab anak tidak diimunisasi diantaranya: takut anak panas, keluarga tidak mengizinkan, tempat jauh, orang tua sibuk, anak sering sakit, pengetahuan, pendidikan dan sikap terhadap imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan ibu dengan status imunisasi dasar. Metode: Metode penelitian menggunakan desain cross sectional, jumlah populasi 74 responden. Pengambilan sampel secara stratified random sampling sejumlah 63 responden dari 7 posyandu. Pengumpulan data dilakukan tanggal 15 April 2019 dengan cara membagikan kuesioner dan mencatat lembar status imunisasi dalam buku KIA ke dalam lembar dokumentasi. Analisis data secara univariat dan bivariat serta menggunakan uji spearman rank. Hasil: Hasil penelitian yaitu p-value 0,017 <0,05, nilai correlation coeffisient 0,299. Diskusi: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan ibu dengan status imunisasi dasar pada bayi didesa Bangkok Wilayah Kerja Puskesmas Gurah Kabupaten Kediri, arah hubungan kedua variabel positif Kata kunci : Status imunisasi dasar , Tingkat pendidikan
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELENGAKAPAN IMUNISASI DPT-HB PADA ANAK DI PUSKESMAS SIPAHUTAR Urhuhe Dena Siburian; Janner Pelanjani Simamora; Emilia Silvana Sitompul; Paruhum Tiruon Ritonga
coba Vol 9 No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v9i2.319

Abstract

Pendahuluan: Kasus difteri masih ada peningkatan secara siginifikan di Indonesia setiap tahunnya. Ini disebabkan karena masih belum optimalnya dilakukan upaya pencegahan imunisasi difteri secara maksimal. Hipotesisi dalam penelitian adalah adanya pengaruh pengetahuan, sikap dan dukungan petugas dan kepercayaan terhadap kelengkapan imunisasi DPT-HB pada anak di wilayah kerja Sipahutar. Metodologi: Penelitian bersifat kuantitatif analitik bertujuan untuk menganalisis faktor apa saja mempengaruhi pemberian DPT-HB khususnya DPT-Booster 1 pada anak. Dengan pendekatan cross sectional.populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ank usia 2-5 tahun. Sampel pada penelitian ini adalah 72 orang. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji chi-square dan regresi logitik berganda. Hasil: Penelitian ini menunjukkan hasil adanya pengaruh pengetahuan (p=0,012), sikap (p=0,048) dan kepercayaan (p=0,005) terhadap kelengkapan DPT-HB pada anak di wilayah kerja Puskesmas Sipahutar. faktor yang paling dominan adalah kepercayaan. Diskusi: Diharapkan kepada ibu untuk meningkatkan pengetahuannya tentang imunisasi agar tingkat kepercayaan tentang imunisasi merupakan program dalam meningkatakan kualitas kesehatan anak sehingga rasa ketidakpedulian terhadap pemberian imunisasi dan rasa cemas setelah anak imunisasi dapat dihilangkan, sehingga tidak ada kendala dari pihak ibu untuk memberikan imunisasi DPT-HB secara lengkap kepada anak Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Kepercayaan, Imunisasi DPT-HB
PENDAMPINGAN KADER PADA IBU HAMIL PREEKLAMSI Triatmi Andri Yanuarini; Shinta Kristianti
coba Vol 9 No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v9i2.314

Abstract

Pendahuluan: Preeklampsia merupakan penyebab utama mortalitas dan morbiditas ibu dan janin. Preekalamsia berat sering menyebabkan kondisi kegawatan pada ibu hamil bahkan Dua ibu hamil ini tidak sempat didampingi oleh kader karena mereka pendatang, ketika baru memeriksakan kehamilannya terdeteksi Preeklamsi Berat dan dilakukan rujukan.Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi pendampingan kader pada ibu hamil preeklamsi di wilayah Puskesmas Mojo Kabupaten Kediri. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Partisipan dalam penelitian ini sejumlah 20 kader. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam, studi dokumentasi dan Focus Group Discussion. Analisis data hasil wawancara menggunakan tahapan analisis menurut Diklemann. Hasil: hasil penelitian menunjukkanpendampingan kader dalam deteksi dini ibu hamil preeklamsi sudah dilakukan namun, yang memiliki inisiatif atau mampu mengidentifikasi hanya satu orang. Kader yang lain masih menunggu informasi dari bidan. Semua kader juga sudah mampu mendampingi ibu hamil preeklamsi dalam persiapan persalinan/perencanaan tempat /penolong persalinan seperti biaya, asuransi, tranportasi. Namun belum dapat mengarahkan untuk mempersiapkan donor darah pada ibu hamil. Kader juga sudah baik dalam memberikan penyuluhan/Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) pada ibu hamil preeklamsi. Semua kader sudah baik dalam memberikan saran pengambilan keputusan ibu hamil dan keluarganya, juga memberikan saran tentang rujukan tepat waktu. Hambatan kader yang terbanyak adalah sulitnya memberikan pengertian kepada keluarga agar mendukung ibu hamil untuk dirujuk dirumah sakit dan sebagian kader kurang percaya diri dalam mendeteksi dini ibu hami preeklamsi. Diskusi: Pembinaan kader lebih ditingkatkan terutama dalam pemberian materi deteksi dini resiko tinggi terutama preeklamsi. Kata Kunci: Preeklamsi, Pendampingan, Kader, Deteksi Dini
FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIABETES MELLITUS Fitriani Nasution; Andilala Andilala; Ambali Azwar Siregar
coba Vol 9 No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v9i2.304

Abstract

Pendahuluan: Penyakit Diabetes Mellitus merupakan ranking keenam penyebab kematian di Dunia. Di Indonesia Prevalensi DM sekitar 4.8%. Faktor risiko terjadinya DM tipe II terdiri dari dua yaitu fakto yang tidak dapat dimodifikasi dan faktor yang dapat dimodifikasi. Berdasarkan survei yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Rejo masih ditemukan masyarakatnya mengalami kejadian diabetes mellitus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk megetahui faktor resiko terjadianya diabetes mellitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Rejo. Metodologi: Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan rancangan studi case control. jumlah sampel secara keseluruhan 46 orang 23 kelompok kasus (penderita diabetes) dan 23 kelompok control (ukan penderita diabetes). Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner dengan indikator usia responden, berat badan, tinggi badan, jenis kelamin, riwayat keluarga, riwayat hipertensi dan aktivitas fisik. Analisis data yang diguanakan adalah uji chi-square. Hasil:. Penelitian menunjukkan hasil bahwa faktor risiko diabetes mellitus tipe 2 adalah umur (p=0,032, OR= 5,6, 95%CI=1,038-30,204), riwayat keluarga (p=0,032, OR= 5,6 95%CI=11,038-30,204) dan aktivitas fisik (p=0,003, OR= 7,38 95%CI=1,887-28,939) sedangkan jenis kelamin, riwayat hipertensi dan obesitas tidak berhubungan dengan kejadian Diabetes Melitus. Diskusi: Faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi kejadiaan diabetes adalah aktivitas fisik, dimana seseorang yang kurang melakukan aktivitas fisik akan 5 kali lebih berisiko mengalami diabetes. Kata Kunci: Umur, Riwayat Keluarga, Aktivitas Fisik, Diabetes Mellitus
EFEKTIFITAS SABUN ANTISEPTIK UNTUK MENCUCI LUKA PADA DIABETIK FOOT ULCER DI RUMAH LUKA SURABAYA Imroatul Farida; Merina Widyastuti; Muhammad Rivky Yuniar Wicaksono; Ceria Nurhayati; Imam Muhaji
coba Vol 9 No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v9i2.315

Abstract

Pendahuluan :Diabetic foot ulcer merupakan komplikasi dari diabetes militus yang disebabkan oleh gangguan vaskularisasi, gangguan neurologi dan trauma. Penanganan ulkus diabetik yang tidak tepat bisa berakibat lamanya penyembuhan luka yang berujung pada tindakan amputasi. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efektifitas sabun antiseptic terhadap penyembuhan diabetic foot ulcer. Metode penelitian ini adalah preexperimental desaigns dengan pendekatan intact group comparison. Teknik sampling menggunakan simple random sampling. Jumlah sampel sebanyak 32 respoden yang terbagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Pengukuran perkembangan luka menggunakan instrumen Bates-Jensen Wound Assesment Tool (BWAT). Hasil uji mann whitney dengan nilai p = 0,003 (p <α = 0,05), yang menunjukkan bahwa sabun antiseptic efektif berpengaruh terhadap penyembuhan diabetic foot ulcer. Diskusi : Sabun antiseptic efektif untuk mencuci luka pada diabetic foot ulcer. Kata kunci: Mencuci luka, sabun antiseptik, diabetic foot ulcer
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN INTERAKSI SOSIAL PADA PASIEN ISOLASI SOSIAL Endang Yuswatiningsih; Iva Milia Hani R
coba Vol 9 No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v9i2.326

Abstract

Pendahuluan :Isolasi sosial merupakan keadaan dimana individu mengalami kesulitan membina hubungan dengan orang lain. Kasus pasien gangguan jiwa yang mengalami gejala isolasi sosial tergolong tinggi yaitu 72 %sebagai akibat kerusakan afektif kognitif klien.Salah satu upaya untuk menangani individu dengan masalah isolasi sosial adalah dengan melakukan komunikasi terapeutik.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan komunikasi terapeutik dengan interaksi sosial pada pasien isolasi sosial di Puskesmas Rejoso Kabupaten Nganjuk Jawa Timur.Metode :Jenis penelitian ini adalah analitik korelasi dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini semua pasien isolasi sosial yang ada di Puskesmas Rejoso sebanyak 102 responden.Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian pasien isolasi sosial yang ada di Puskesmas Rejoso dengan jumlah 25 responden menggunakan sampling simple random sampling.Penelitian ini dilakukan dari Bulan Agustus sampai dengan Oktober 2020. Analisis menggunakan uji statistic Spearman rho’s dengan alpha 0,05.Hasil :menunjukkan komunikasi terapeutik sebagian besar kategori cukup sebanyak 18 responden (72%) dan interaksi sosial sebagian besar kategori cukup sebanyak 20 responden (80%). Hasil uji statistic Spearman rho’s didapatkan nilai p = 0,003 < alpha 0,05sehingga H1 diterimaartinya ada hubungan komunikasi terapeutik dengan interaksi sosial pada pasien isolasi sosial, dan nilai rho=0,574 artinya semakin tinggi komunikasi terapeutik semakin tinggi juga interaksi sosial pasien dengan isolasi sosial.Diskusi :komunikasi terapeutik merupakanikatan interpersonal antara perawat selaku caregiver kepada kliennya, alhasil perawat serta klien mendapatkan pengalaman berlatih bersama untuk membenarkan pengalaman emosional yang dialami klien alhasil terwujud ikatan terapeutik.Oleh karena itu disarankan kepada petugas kesehatan terutama perawat untuk melakukan komunikasi terapeutik kepada pasien isolasi sosial sehingga dapat meningkatkan interaksi sosialnya. Kata kunci : komunikasi terapeutik, interaksi sosial, isolasi sosial
Pengaruh Tehnik Pernapasan Buteyko terhadap Frekuensi Kekambuhan Asma Bronkial Lina Indrawati; Gina Anggiarti
coba Vol 9 No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v9i2.313

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan; Asma merupakan salah satu masalah kesehatan utama dinegara maju maupun negara berkembang, Berdasarkan hasil penelitian Global Initiatif for Asthma (GINA, 2017) dinyatakan bahwa angka kejadian asma dari berbagai Negara adalah 1-18% atau sekitar 300 juta penduduk. Asma yang tidak ditangani dengan baik menyebabkan penderita di rawat di RS berakibat aktivitas terganggu, sulit tidur bahkan dapat menyebabkan kematian. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah ada pengaruh tehnik pernafasan Buteyko terhadap frekuensi kekambuhan asma bronkial. Metode: Desain yang digunakan adalah tehnik eksperimen semu (quasi-experiment) dengan pendekatan pre-post test without control. Sampel 12 orang penderita asma di PKM Semper II Jakarta Utara dengan menggunakan tehnik Purposive sampling. Instrumen menggunakan lembar SOP Buteyko Breathing Technique dan Lembar Checklist untuk frekuensi kekambuhan asma. Hasil: Analisis bivariat dengan menggunakan uji statistik paired t-test. Didapatkan bahwa dari 12 responden terdapat terkontrol baik 2 responden (16,7 %), tidak terkontrol 7 responden (58,3%), sangat tidak terkontrol 3 responden (25,0%). Ada pengaruh tehnik pernafasan buteyko terhadap frekuensi kekambuhan asma bronkial di Puskemas Semper Barat II Jakarta Utara dengan p value (0,000). Ada pengaruh Tehnik pernfasan Buteyko terhadap frekuensi kekambuhan asma pada penderita asma bronkial. Simpulan:Tehnik pernafasan Buteyko dapat digunakan sebagai terapi non farmakologis, selain sangat mudah untuk diterapkan, biayanya juga sangat cost-effective.
PENGARUH AROMATERAPI PEPPERMINT TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PERAWAT DI MASA PANDEMI COVID 19 Widia Astuti; Desi Nurseha Meirita; Tety Novianty
coba Vol 9 No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v9i2.318

Abstract

Pendahuluan : Sindrom Pernafasan akut virus corona 2 (SARS-CoV-2), merupakan penyebab penyakit coronavirus (COVID-19), telah mencapai status pandemi. Kecemasan merupakan respon yang tepat terhadap ancaman, tetapi kecemasan dapat menjadi abnormal apabila tingkatannya tidak sesuai dengan porsi ancamannya ataupun datang tanpa adanya sebab tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aromaterapi pepermint pada perawat di masa pandemi covid 19 di RS PMI Kota Bogor Tahun 2020. Metode: Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Quasi eksperimental dengan desain One Group pretest posttest, jumlah sampel dalam penelitan ini berjumlah 30 responden dengan teknik sampel purposive sampling. Pengumpulan data diperoleh melalui penyebaran kuesioner. Hasil: berdasarkan hasil stattistik Uji T, dari 30 responden, didapatkan hasil P Value 0,000 < α (0,05) dengan nilai rata - rata tingkat kecemasan sebelum diberikan terapi peppermint sebesar 56,50±1,39 sedangkan sesudah diberikan terapi peppermint mengalami penurunan menjadi 46,57±1,18 yang artinya ada pengaruh Pengaruh Aromaterapi Peppermint Terhadap Tingkat Kecemasan Perawat Di Masa Pandemi Covid 19 Diskusi: Ada efek diantara keduanya Aromaterapi Peppermint Terhadap Tingkat Kecemasan Perawat Di Masa Pandemi Covid 19 Kata Kunci: Aromaterapi, Tingkat kecemasan, Covid 19, peppermint

Page 1 of 2 | Total Record : 12