cover
Contact Name
Khabibur Rohman
Contact Email
haabib.rohman@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmartabat@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak
ISSN : 25812076     EISSN : 25810472     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Martabat: Journal of Women and Children is a journal for scientific publication which is run by Center of Gender and Children's Studies (PSGA) IAIN Tulungagung. Journal of Martabat publish every six months in the form of printed and electronic. Martabat provides a theoretical and research study of women and children's issues resulting in new perspectives. Martabat presents a critical reflection on the theory and practice of feminism and children in various contexts. The articles that publish must have an authenticity and should be in line with editorial views
Arjuna Subject : -
Articles 193 Documents
Bias Gender dalam Teks Al-Qiraah Al-Rashidah
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/martabat.2022.6.01.152-166

Abstract

Learning Arabic in Islamic boarding schools is always inseparable from the study of a text in Arabic to read, study, and understand the Arabic rules in it. Not just because it contains many lessons, this text study also contains many interesting new structures for language learning. Al-Qiraah al-Rashidah is a book taught in Islamic boarding schools that adopt the Gontor curriculum. This book is taught from grade two (2 Tsanawiyah) to grade five (2 Aliyah). As a book full of wisdom and new signs, this book should be free of values that contain gender bias. However, this imbalance between men and women occurs in one of the titles contained in this book, namely Kadzab al-Munajjimun wa Law Sadaqu. By drawing on the semiological theory, this paper concludes two things (1) the marker in this text is the full text of a story with the title Kadzab al-Munajjimun wa Law Sadaqu (2) the marker is interpreted as a woman who has no future to become a leader, famous, and respected. people. The women in the text are not entitled to get their rights in work and careers.
Analisis Peran Ganda Mahasiswi Program Doktor
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/martabat.2022.6.01.1-24

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memeroleh gambaran yang komprehensif tentang bagaimana para perempuan yang sedang menempuh studi doktoral menjalani peran ganda sebagai ibu, istri, dosen sekaligus mahasiswa. Sampel pada penelitian ini adalah para mahasiswi S3 program studi Pendidikan Dasar di Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pilihan para dosen perempuan untuk melanjutkan studi pada jenjang doktoral bukanlah pilihan mudah. Konstruksi sosial yang terbangun di masyarakat menganggap bahwa meski seorang perempuan memiliki karir di ruang publik, dia tetap tidak bisa lepas dari peran domestik. Sehingga para mahasiswi program doktoral tersebut harus menjalani banyak peran sekaligus. Selain itu, para perempuan yang menempuh studi doktoral tersebut harus menerima sejumlah konsekuensi seperti jauh dari keluarga, mendapat kecaman dari masyarakat sekitar atau rekan kerja, menjalani banyak peran sekaligus, menghemat pengeluaran rumah tangga, dan lain sebagainya. Selain diperlukan affirmative action, diperlukan pula dukungan dari pasangan dan keluarga agar para perempuan tersebut sukses menjalani peran ganda sebagai mahasiswi pada program doktoral.
Penerapan Gerak dan Lagu dalam Pengenalan Bahasa Inggris Untuk Anak Usia Dini di Taman Posyandu Nurul Barokah Krucil
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/martabat.2022.6.01.46-64

Abstract

Anak usia dini adalah anak yang masih berada dalam masa keemasan atau golden age yaitu pada masa ini sangat penting/diperlukan untuk mengembangkan berbagai aspek-aspek perkembangan dalam diri anak, salah satunya yaitu perkembangan bahasa anak termasuk pengenalan bahasa Inggris pada anak usia dini. Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional sehingga dengan mengenalkan bahasa Inggris sejak masa kanak-kanak, anak nanti dapat bersaing di dunia global ketika mereka dewasa. Salah satu metode dalam mengenalkan bahasa Inggris pada anak usia dini yaitu dengan metode gerakan dan lagu/nyanyian. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penerapan gerak dan lagu dalam mengenalkan bahasa Inggris pada anak usia dini di Taman Posyandu Nurul Barokah Krucil. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, dalam hal ini melibatkan pendidik dan 20 siswa-siswi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian yang dilakukan peneliti adalah metode bernyanyi dan gerak sangat berperan dalam merangsang keingintahuan anak dalam mengenal bahasa asing. Anak dengan mudah untuk mengingat kosa kata dalam bahasa Inggris melalui lagu yang mereka nyanyikan.
Bentuk Kekerasan dalam Berpacaran (KDP) dan Dampak Psikologisnya pada Wanita Dewasa Awal sebagai Korban Kekerasan
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/martabat.2022.6.01.65-84

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi gambaran mengenai kekerasan dalam berpacaran (KDP) dan dampak psikologis yang dirasakan oleh korban kekerasan baik sebelum dan setelah meninggalkan hubungan pacaran. Subjek penelitian adalah 4 wanita korban kekerasan verbal, fisik, dan seksual berusia 20 – 24 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan desain fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kekerasan yang dialami subjek meliputi kekerasan verbal, fisik, dan seksual. Dampak psikologis pada korban kekerasan verbal dan fisik adalah merasa trauma dan tertekan dengan tuntutan dari pasangan karena takut diperlakukan kasar, sedangkan dampak pada korban kekerasan seksual adalah muncul perasaan menyalahkan diri, rendah diri, dependen pada pasangan, hingga melukai diri. Dalam hubungan KDP, pelaku kekerasan memiliki karakteristik yang serupa yakni terkait dengan perilaku pemaksaan kehendak, bersikap posesif, menunjukkan perilaku agresi baik secara verbal atau fisik. Para korban cenderung mempertahankan hubungan meskipun hal tersebut sebenarnya menyiksa secara fisik maupun psikologis. Kondisi ini mempengaruhi tingkat kesejahteraan korban. Keputusan untuk mengakhiri hubungan KDP sering kali berasal dari pelaku kekerasan.
Self-compassion dan Non-suicidal Self-injury pada Wanita Dewasa Awal
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/martabat.2022.6.2.334-359

Abstract

Non-suicidal Self-Injury (NSSI) merupakan bentuk perilaku melukai diri sendiri, tanpa ada niatan untuk bunuh diri. Biasanya NSSI dilakukan ketika individu sedang menghadapi stressor yang memicu emosi negatif. NSSI merupakan fenomena klinis, dikarenakan tidak membantu menghasilkan penyelesaian masalah yang efektif dan membuat individu cenderung semakin larut dalam emosi negatif. Self-compassion adalah proses pemahaman tanpa kritik, terhadap penderitaan, kegagalan atau ketidakmampuan diri. Penelitian ini dilakukan guna memahami bagaimana gambaran self-compassion pada individu yang melakukan NSSI dan bagaimana self-compassion berhubungan dengan perilaku NSSI. Pendekatan penelitian ini adalah studi kualitatif, berupa studi kasus yang dilakukan pada dua wanita dewasa awal (24 tahun dan 23 tahun) yang melakukan NSSI minimal dalam satu tahun terakhir. Keduanya melakukan NSSI dalam bentuk utama yakni menyakiti bagian kepala. Data dianalisis mengunakan within-case analysis untuk menelaah kasus tiap individu, lalu kemudian dilakukan cross-cases analysis untuk membandingkan kedua kasus. Hasilnya menunjukan bahwa pada kedua individu yang melakukan NSSI, self-compassion-nya cenderung rendah. Dimana rendahnya self-compassion mengaktivasi emosi negatif yang semakin kuat, sehingga partisipan melakukan NSSI untuk menyalurkan emosi negatif tersebut. Pentingnya peran self-compassion dapat menjadi faktor potensial untuk mencegah perilaku NSSINon-suicidal Self-Injury (NSSI) merupakan bentuk perilaku melukai diri sendiri, tanpa ada niatan untuk bunuh diri. Biasanya NSSI dilakukan ketika individu sedang menghadapi stressor yang memicu emosi negatif. NSSI merupakan fenomena klinis, dikarenakan tidak membantu menghasilkan penyelesaian masalah yang efektif dan membuat individu cenderung semakin larut dalam emosi negatif. Self-compassion adalah proses pemahaman tanpa kritik, terhadap penderitaan, kegagalan atau ketidakmampuan diri. Penelitian ini dilakukan guna memahami bagaimana gambaran self-compassion pada individu yang melakukan NSSI dan bagaimana self-compassion berhubungan dengan perilaku NSSI. Pendekatan penelitian ini adalah studi kualitatif, berupa studi kasus yang dilakukan pada dua wanita dewasa awal (24 tahun dan 23 tahun) yang melakukan NSSI minimal dalam satu tahun terakhir. Keduanya melakukan NSSI dalam bentuk utama yakni menyakiti bagian kepala. Data dianalisis mengunakan within-case analysis untuk menelaah kasus tiap individu, lalu kemudian dilakukan cross-cases analysis untuk membandingkan kedua kasus. Hasilnya menunjukan bahwa pada kedua individu yang melakukan NSSI, self-compassion-nya cenderung rendah. Dimana rendahnya self-compassion mengaktivasi emosi negatif yang semakin kuat, sehingga partisipan melakukan NSSI untuk menyalurkan emosi negatif tersebut. Pentingnya peran self-compassion dapat menjadi faktor potensial untuk mencegah perilaku NSSI.
Dinamika Feminisme Islam dalam Mendefinisikan Perempuan
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/martabat.2022.6.2.167-198

Abstract

Perempuan Muslim belum bersepakat tentang bagaimana hubungan antara feminisme dan Islam. Sebagian menerimanya sebagai bentuk upaya cendikiawan Muslim untuk menginterpretasikan kembali teks-teks keagamaan yang memiliki semangat kesetaraan. Di sisi lain, kritik terhadap feminisme yang dinilai membawa nilai-nilai Barat, nilai-nilai kolonial, dan definisi tunggal atas persoalan perempuan menyebabkan keraguan untuk menyebut upaya kesetaraan dalam Islam sebagai feminisme Islam. Artikel ilmiah ini mencoba untuk meninjau hubungan feminisme dan Islam dari sudut pandang filosofis dalam mendefinisikan perempuan, melalui studi tentang the self, the subject dan makna kesetaraan. Apakah terdapat persamaan dan perbedaan antara feminisme dan Islam dalam mendefinisikan ketiga konsep tersebut. Kajian ini dimulai dari filsafat feminisme melalui teori eksistensialisme Simone De Beauvoir, lahirnya Feminisme Islam, reinterpretasi teks keagamaan, dan dinamika subjektivitas dalam mendefinisikan kebebasan. Hasilnya, perspektif Feminisme dan Islam tidak tunggal. Baik Feminisme dan Islam sepakat atas perempuan sebagai diri dan subjek yang setara antara laki-laki dan perempuan. Namun, terjadi perbedaan tentang bagaimana kesetaraan tersebut didefinisikan khususnya hak-hak dan kewajiban.
Fenomena Kidfluencer dalam Beretika Media Sosial
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/martabat.2022.6.2.214-241

Abstract

Media sosial saat ini menjadi bagian kehidupan yang sulit dipisahkan dari masyarakat. Bahkan, media sosial juga menjadi lahan bagi sebagian orang untuk mengais rupiah yang dipergunakan untuk berbagai kebutuhan hidup. Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga turut hadir di media sosial sebagai objek untuk menghasilkan uang. Padahal, penggunaan media sosial dibatasi oleh aturan usia untuk menghindari berbagai hal yang bisa membahayakan anak di masa depan. Namun, orang-orang dewasa, yang umumnya merupakan orang tua si anak itu sendiri, melegitimasi terjunnya anak-anak ke media sosial demi berbagai alasan, salah satunya adalah popularitas dan keuntungan finansial. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan kualitatif. Strategi penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan metode pengumpulan data berupa mencari literatur ilmiah yang sesuai dengan tema serta mengobservasi media sosial milik beberapa kidfluencer. Dalam artikel ini, penulis membahas fenomena kidfluencer di media sosial dari perspektif etika. Apakah kehadiran anak-anak sebagai selebriti media sosial sesuai dengan etika? Bagaimana seharusnya peran dan tanggung jawab orang tua dilihat dari perspektif etika? Hasilnya menunjukkan bahwa tindakan orang tua yang membagikan informasi tentang anaknya di media sosial bertentangan dengan etika. Sebab, membagikan konten anak di media sosial akan melucuti sisi humanitas orang tua terutama dari sisi etika.
Peran Buruh Migran Perempuan dalam Melestarikan Lingkungan Hidup Perspektif Ekofeminisme dan Islam
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/martabat.2022.6.2.242-270

Abstract

Salah satu masalah besar yang dihadapi oleh bangsa Indonesia ialah buruh migran. Kemiskinan dan menyempitnya lapangan pekerjaan menjadi penyebabnya, disamping juga budaya patriarki dan ketimpangan gender yang menempatkan kaum perempuan sebagai warga kelas yang kedua (subordinat). Maka oleh karena itu, dibutuhkan pendidikan yang kritis untuk mendefiniskan kembali dan menjadikan posisi perempuan dan laki-laki menjadi setara, terlebih dalam mengelola dan melestarikan lingkungan. Tulisan ini bertujuan untuk menunjukkan atau membuktikan bahwa buruh migran perempuan memiliki kontribusi yang besar dalam melestarikan lingkungan hidup dari sudut pandang ekofeminisme dan Islam. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kepustakaan (liberary research) dengan pendekatan kualitatif dimana data yang dikumpulkan berupa pendapat, informasi dan konsep-konsep serta keterangan-keterangan yang berbentuk uraian dalam mengungkapkan masalah. Data-data yang didapatkan dari penelitian ini bersumber dari berbagai buku ilmiah, jurnal, artikel, internet dan sebagainya yang membahas peran buruh migran perempuan dalam melestarikan lingkungan hidup perspektif ekofeminisme dan Islam, disamping itu juga peneliti melakukan wawancara untuk menguatkan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan sebagai buruh migran di negara-negara tertentu dan memiliki pengalaman kerja dalam menjaga kebersihan lingkungan, setidaknya setelah pulang kampung halamannya dapat diterapkan. Sementara itu dalam Islam bekerja dan melestarikan lingkungan merupakan perbuatan yang tergolong dalam amal saleh, sehingga di mata Allah SWT keduanya merupakan perbuatan yang baik dan di ridhai Allah SWT.
Tafsir Feminin: Telaah Terhadap Ayat-ayat Mawaris
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/martabat.2022.6.2.295-325

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna keadilan yang terdapat pada ketentuan hukum warisan dalam islam. Di mana ketentuan tersebut menjadi salah satu isu feminisme yang paling menonjol hingga menimbulkan penafsiran terbaru di kalangan cendekiawan pada zaman modern ini, yaitu bagian warisan 2:1 antara lelaki dan perempuan. Ketentuan tersebut dianggap tidak adil, mengingat dewasa ini perempuan juga banyak berperan dalam berbagai sektor pekerjaan bahkan tidak jarang seorang istri mempunyai penghasilan yang lebih besar dari suaminya. Bila dilihat secara sosial historisnya, ayat tersebut membawa semangat revolusi perubahan yang berorientasi pada terangkatnya derajat perempuan, karena sebelum adanya ayat ini perempuan tidak mendapatkan bagian warisan justru menjadi asset yang diwariskan. Maka bila ketentuan itu dipahami secara tekstual tentulah terlihat ketidak-adilan dan lebih mengenyampingkan perempuan. Padahal keadilan tidak hanya dapat dilihat dari angka maupun kuantitas, sebab sesungguhnya keadilan menurut manusia tentulah berbeda dengan keadilan di mata Allah. Untuk itu dalam memahami makna keadilan pada ketentuan ayat tersebut harus dibarengi dengan pemahaman konsep feminisme dalam islam, di mana feminsme merupakan sebuah pergerakan perempuan yang menyuarakan keadilan dan kesetaraan atas kesadaran mereka terhadap peran, fungsi, dan tanggung jawabnya dengan berkesesuaian pada kodrat yang di anugerahkan Allah SWT kepadanya.
Respon Ibu Menghadapi Emosi Negatif Anak dan Regulasi Emosi Anak Usia 3-5 Tahun
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/martabat.2022.6.2.271-294

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran respon ibu dalam menghadapi emosi negatif anak dan dampaknya terhadap regulasi emosi anak usia 3-5 tahun. Terdapat 2 subskala dalam respon ibu menghadapi emosi negatif yaitu subskala unsupportive dan supportive yang merupakan variabel independen. Sementara untuk variabel dependen dalam penelitian adalah regulasi emosi. Teknik dalam pengambilan sampel penelitian adalah purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 184 orang ibu yang memiliki anak usia 3-5 tahun. Alat ukur yang digunakan adalah The Coping with Children’s Negative Emotions Scale (CCNES) dan Emotion Regulation Checklist (ERC). Hasil pengujian hipotesis didapatkan bahwa adanya hubungan yang signifikan negatif respon unsupportive ibu dan kemampuan regulasi emosi anak (p-value < 0,05; R= - 0,426) serta respon supportive dan kemampuan regulasi emosi anak (p-value < 0,05; R= 0,178). Hal tersebut menunjukkan semakin ibu menggunakan respon unsupportive dalam menghadapi emosi negatif anak akan mengakibatkan kemampuan regulasi emosi anak yang rendah. Sebaliknya semakin ibu menggunakan respon supportive menghadapi emosi negatif anak maka akan meningkatkan kemampuan regulasi emosi anak