cover
Contact Name
Khabibur Rohman
Contact Email
haabib.rohman@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmartabat@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak
ISSN : 25812076     EISSN : 25810472     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Martabat: Journal of Women and Children is a journal for scientific publication which is run by Center of Gender and Children's Studies (PSGA) IAIN Tulungagung. Journal of Martabat publish every six months in the form of printed and electronic. Martabat provides a theoretical and research study of women and children's issues resulting in new perspectives. Martabat presents a critical reflection on the theory and practice of feminism and children in various contexts. The articles that publish must have an authenticity and should be in line with editorial views
Arjuna Subject : -
Articles 193 Documents
Subordinasi dan Sudut Pandang Perempuan Suku Malind Marga Mahuze dalam Film the Mahuzes (2015): a Feminist Standpoint Theory Arfiani, Dini
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/martabat.2021.5.2.337-360

Abstract

Abstract: Documentary films are one of the most suitable media to be used as a reference in seeing reality. Like the reality of subordination and women's point of view in The Mahuzes. In general, this film tells the story of the conflict that occurred between the Malind clan Mahuze in Merauke and corporations that entered their territory through the Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE) program, besides that there were horizontal conflicts between tribal members. This study aims to analyze the form of subordination and women's point of view seeing the problems of indigenous peoples dealing with corporations which are shown by the documentary film The Mahuzes in the perspective of Feminist Standpoint Theory. This study uses a qualitative approach and a critical paradigm by collecting data from various relevant sources. Events involving or relating to women were analyzed using three basic concepts of Feminist Standpoint Theory, namely standpoint, situated knowledge, and sexual division of labour. The results of the study indicate that women in The Mahuzes are a marginalized group, forced to take responsibility for the domestic space, and are limited to take part in the public sphere. Even so, they have a broad and comprehensive perspective in viewing horizontal conflicts between clan members and vertically between clans and corporations. Keywords: Subordinate; Feminist Standpoint; MIFEE; The Mahuze Abstrak: Film dokumenter menjadi salah satu media yang paling sesuai untuk dijadikan sebagai rujukan dalam melihat realitas. Seperti realitas subordinasi dan sudut pandang perempuan dalam The Mahuzes. Film ini, secara garis besar berkisah tentang konflik yang terjadi antara suku Malind marga Mahuze di Merauke dengan korporasi yang masuk ke wilayah mereka melalui program Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE), selain itu terdapat konflik horizontal antar anggota suku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk subordinasi dan sudut pandang perempuan melihat permasalahan masyarakat adat berhadapan dengan korporasi yang ditampilkan oleh film dokumenter The Mahuzes dalam perspektif Feminist Standpoint Theory. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan paradigma kritis dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber yang relevan. Agedan-agedan yang melibatkan atau berkaitan dengan perempuan dianalisis dengan menggunakan tiga konsep dasar Feminist Standpoint Theory, yaitu standpoint, situated knowledge, dan sexual division of labour. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, perempuan dalam The Mahuzes merupakan kelompok yang terpinggirkan, dipaksa untuk bertanggung jawab pada ruang domestik, dan terbatas untuk berkiprah di ruang publik. Meskipun begitu, mereka memiliki sudut pandang yang luas dan menyeluruh dalam melihat konflik horizontal antar anggota marga maupun vertikal antara marga dan korporasi. Kata kunci: Subordinasi; Feminist Standpoint; MIFEE; The Mahuze
Kata Netizen tentang Kesetaraan Gender dalam Sentimen Warganet Twitter Azkiya, Azka Al; Vega, Iliana Patricia; Iqbal, M.; Fatimah, Zahra Nurul; Syafitri, Utami Dyah
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/martabat.2021.5.2.434-458

Abstract

Abstract: Gender equality is one of the goals in the Sustainable Development Goals. However, until now Indonesia is still having difficulties in achieving this goal. According to the United Nations Development Program (UNDP) data, Indonesia's Gender Inequality Index (GII) is ranked 107 out of 189 countries. In addition, according to The Global Gender Gap Index 2021 data by the World Economic Forum (WEF), Indonesia is ranked 105th out of 153 countries. This shows that Indonesia is still lagging behind in terms of gender equality. Therefore, this study aims to analyze the sentiments of Indonesian twitter netizens regarding gender equality in 2018-2021 and its accuracy. Data was collected from primary data, scraping twitter data with the keywords #kesetaraan and #gender in Indonesian. The method used is Lexicon-based Sentiment Analysis with AFINN-111 dictionary translated into Indonesian. The results obtained are that the percentage of positive sentiments tends to decrease from year to year except for 2021. On the contrary, the negative sentiments of Twitter tend to increase. This is due to controversial articles in RKUHP, RUU Cipta Kerja, Covid-19 pandemic, and the online gender-based violence. This shows that the gender equality in Indonesia is still minimal and needs to be improved. Keywords: AFINN-111, gender equality, lexicon-based sentiment analysis, text mining, twitter Abstrak: Kesetaraan gender termasuk tujuan pada Sustainable Development Goals. Namun hingga saat ini Indonesia masih kesulitan dalam mencapai tujuan tersebut. Menurut data United Nations Development Programme (UNDP), nilai Gender Inequality Index (GII) Indonesia menempati peringkat 107 dari 189 negara. Selain itu, menurut data The Global Gender Gap Index 2021 dari World Economic Forum (WEF), Indonesia menempati posisi ke-105 dari total 153 negara. Hal ini membuktikan gender di Indonesia masih belum setara. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentiment netizen twitter Indonesia mengenai kesetaraan gender pada 2018-202i dan akurasinya. Data dikumpulkan dari data primer yaitu scraping data twitter dengan keyword #kesetaraangender dan #gender dalam Bahasa Indonesia. Metode yang digunakan adalah Lexicon-based Sentiment Analysis dengan bantuan kamus AFINN-111 yang diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia pada software python. Hasil yang diperoleh adalah persentase sentimen positif netizen twitter cenderung menurun dari tahun ke tahun kecuali 2021, sebaliknya sentimen negatif netizen twitter cenderung meningkat setiap tahun. Hal ini dikarenakan adanya pasal yang mengandung kontroversi pada Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP), RUU Cipta Kerja, adanya pandemi Covid-19, dan maraknya kekerasan berbasis gender online. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kesetaraan gender di Indonesia masih minim dan perlu untuk ditingkatkan kedepannya. Kata kunci: AFINN-111, kesetaraan gender, lexicon-based sentiment analysis, text mining, twitter
Analisis Peran Ganda Mahasiswi Program Doktor
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 6 No 01 (2022)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/martabat.2022.6.01.1-24

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memeroleh gambaran yang komprehensif tentang bagaimana para perempuan yang sedang menempuh studi doktoral menjalani peran ganda sebagai ibu, istri, dosen sekaligus mahasiswa. Sampel pada penelitian ini adalah para mahasiswi S3 program studi Pendidikan Dasar di Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pilihan para dosen perempuan untuk melanjutkan studi pada jenjang doktoral bukanlah pilihan mudah. Konstruksi sosial yang terbangun di masyarakat menganggap bahwa meski seorang perempuan memiliki karir di ruang publik, dia tetap tidak bisa lepas dari peran domestik. Sehingga para mahasiswi program doktoral tersebut harus menjalani banyak peran sekaligus. Selain itu, para perempuan yang menempuh studi doktoral tersebut harus menerima sejumlah konsekuensi seperti jauh dari keluarga, mendapat kecaman dari masyarakat sekitar atau rekan kerja, menjalani banyak peran sekaligus, menghemat pengeluaran rumah tangga, dan lain sebagainya. Selain diperlukan affirmative action, diperlukan pula dukungan dari pasangan dan keluarga agar para perempuan tersebut sukses menjalani peran ganda sebagai mahasiswi pada program doktoral.
Peran Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) “SERUNI” dalam Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan di Kota Semarang
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 6 No 01 (2022)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/martabat.2022.6.01.25-45

Abstract

Masih adanya kultur budaya patriarki di masyarakat yang memposisikan laki – laki sebagai superior dan perempuan sebagai subordinat menjadikan perilaku diskrimasi, ekploitas serta kekerasan terhadap perempuan masih terjadi. Data Catatan Tahunan Komnas Perempuan Tahun 2020 menyatakan bahwa dalam kurun waktu 12 tahun, kekerasan terhadap perempuan meningkat sebanyak 792% (hampir 800%) artinya kekerasan terhadap perempuan di Indonesia dalam kurun waktu 12 tahun terakhir meningkat 8 kali lipat. Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia mencatat Kota Semarang menjadi daerah dengan jumlah kasus kekerasan tertinggi di Jawa Tengah angka kasus kekerasan di Kota Semarang menempati posisi tertinggi yaitu sebanyak 175 kasus dengan korban laki – laki sebanyak 15 dan korban perempuan sebanyak 160 kasus. Metode yang dilakukan penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan wawancara, pengamatam serta pemanfaatan dokumen. Hasil dari penelitian ini yaitu peran yang dilakukan oleh Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) “SERUNI” dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan yaitu dengan melakukan berbagai pelayanan diantaranya pelayanan pengaduan, layanan penegakan hukum, layanan kesehatan, layanan pendampingan melalui rehabilitasi sosial dan reintegrasi sosial serta rumah aman (shelter)
Penerapan Gerak dan Lagu dalam Pengenalan Bahasa Inggris Untuk Anak Usia Dini di Taman Posyandu Nurul Barokah Krucil
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 6 No 01 (2022)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/martabat.2022.6.01.46-64

Abstract

Anak usia dini adalah anak yang masih berada dalam masa keemasan atau golden age yaitu pada masa ini sangat penting/diperlukan untuk mengembangkan berbagai aspek-aspek perkembangan dalam diri anak, salah satunya yaitu perkembangan bahasa anak termasuk pengenalan bahasa Inggris pada anak usia dini. Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional sehingga dengan mengenalkan bahasa Inggris sejak masa kanak-kanak, anak nanti dapat bersaing di dunia global ketika mereka dewasa. Salah satu metode dalam mengenalkan bahasa Inggris pada anak usia dini yaitu dengan metode gerakan dan lagu/nyanyian. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penerapan gerak dan lagu dalam mengenalkan bahasa Inggris pada anak usia dini di Taman Posyandu Nurul Barokah Krucil. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, dalam hal ini melibatkan pendidik dan 20 siswa-siswi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian yang dilakukan peneliti adalah metode bernyanyi dan gerak sangat berperan dalam merangsang keingintahuan anak dalam mengenal bahasa asing. Anak dengan mudah untuk mengingat kosa kata dalam bahasa Inggris melalui lagu yang mereka nyanyikan.
Bentuk Kekerasan dalam Berpacaran (KDP) dan Dampak Psikologisnya pada Wanita Dewasa Awal sebagai Korban Kekerasan
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 6 No 01 (2022)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/martabat.2022.6.01.65-84

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi gambaran mengenai kekerasan dalam berpacaran (KDP) dan dampak psikologis yang dirasakan oleh korban kekerasan baik sebelum dan setelah meninggalkan hubungan pacaran. Subjek penelitian adalah 4 wanita korban kekerasan verbal, fisik, dan seksual berusia 20 – 24 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan desain fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kekerasan yang dialami subjek meliputi kekerasan verbal, fisik, dan seksual. Dampak psikologis pada korban kekerasan verbal dan fisik adalah merasa trauma dan tertekan dengan tuntutan dari pasangan karena takut diperlakukan kasar, sedangkan dampak pada korban kekerasan seksual adalah muncul perasaan menyalahkan diri, rendah diri, dependen pada pasangan, hingga melukai diri. Dalam hubungan KDP, pelaku kekerasan memiliki karakteristik yang serupa yakni terkait dengan perilaku pemaksaan kehendak, bersikap posesif, menunjukkan perilaku agresi baik secara verbal atau fisik. Para korban cenderung mempertahankan hubungan meskipun hal tersebut sebenarnya menyiksa secara fisik maupun psikologis. Kondisi ini mempengaruhi tingkat kesejahteraan korban. Keputusan untuk mengakhiri hubungan KDP sering kali berasal dari pelaku kekerasan.
Kesejahteraan Psikologis Ibu Yang Memiliki Anak Disleksia (Studi Kasus Pada Film Wonderful Life)
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/martabat.2022.6.01.126-151

Abstract

Anak merupakan harapan orang tuanya, orang tua mengaharapkan yang terbaik untuk anaknya seperti tumbuh menjadi anak yang sehat, normal, dan pintar. Perkembangan anak berjalan berbeda beda dan terkadang orang tua tidak mengetahui gangguan yang dimiliki oleh anak. Ketika anak memasuki masa sekolah gangguan pada anak ini mulai terlihat, salah satunya adalah gangguan disleksia yaitu gangguan dalam membaca dan menulis. Orang tua yang memiliki Anak dengan gangguan disleksi akan berdampak pada keadaan psikologis orang tuanya. Penelitian ini merupakan gambaran bagaimana keadaan psiologis orangtua yang memiliki anak dengan ganguan disleksia. Penelitian ini merupkan penelitian dengan pendekatan kualitatif dengan sumber penelitan melalui film Wonderful Life dengan data penunjang yaitu buku dan data penunjang lainya.
Peran Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) "SERUNI" dalam Penanganan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan di Kota Semarang
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/martabat.2022.6.01.25-45

Abstract

Masih adanya kultur budaya patriarki di masyarakat yang memposisikan laki – laki sebagai superior dan perempuan sebagai subordinat menjadikan perilaku diskrimasi, ekploitas serta kekerasan terhadap perempuan masih terjadi. Data Catatan Tahunan Komnas Perempuan Tahun 2020 menyatakan bahwa dalam kurun waktu 12 tahun, kekerasan terhadap perempuan meningkat sebanyak 792% (hampir 800%) artinya kekerasan terhadap perempuan di Indonesia dalam kurun waktu 12 tahun terakhir meningkat 8 kali lipat. Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia mencatat Kota Semarang menjadi daerah dengan jumlah kasus kekerasan tertinggi di Jawa Tengah angka kasus kekerasan di Kota Semarang menempati posisi tertinggi yaitu sebanyak 175 kasus dengan korban laki – laki sebanyak 15 dan korban perempuan sebanyak 160 kasus. Metode yang dilakukan penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan wawancara, pengamatam serta pemanfaatan dokumen. Hasil dari penelitian ini yaitu peran yang dilakukan oleh Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) “SERUNI” dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan yaitu dengan melakukan berbagai pelayanan diantaranya pelayanan pengaduan, layanan penegakan hukum, layanan kesehatan, layanan pendampingan melalui rehabilitasi sosial dan reintegrasi sosial serta rumah aman (shelter)
Gerakan Feminisme sebagai Project Identity: Sebuah Upaya Eliminasi Kekerasan Seksual dalam Masyarakat Jaringan
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/martabat.2022.6.01.101-125

Abstract

Artikel ini merupakan amatan terhadap gerakan feminisme di Indonesia di dalam struktur masyatakat jaringan dalam upaya eliminasi kekerasan seksual. Dalam struktur ini, terdapat berbagai narasi yang saling berebut, me-lemah-kuat-kan, hingga tercapai suatu narasi rasional yang dapat diterima oleh logika jaringan. Dalam pengkondisian masyarakat jaringan, peneliti mengadopsi gagasan Manuel Castells yakni network society serta model gerakan cyberfeminsim. Melalui jenis metode kualitatif berupa studi pustaka, serta data-data yang bersumber dari kajian dan laporan dari beberapa lembaga, penelitian ini hendak memecahkan permasalahan: 1) Bagaimana gerakan feminisme mengupayakan eliminasi kekerasan seksual di dalam masyarakat jaringan? 2) Bagaimana gerakan feminisme sebagai project identity mengukuhkan diri di tengah logika dominan masyarakat jaringan? Melalui pertanyaan ini, penelitian ini menemukan hasil berupa: 1) Gerakan feminisme, atau spesifik disebut cyberfeminsim, meleburkan diri dalam logika jaringan, memanfaatkannya untuk kampanye, dan melawan kontra narasi feminisme di Indonesia. 2) Cyberfeminsim dengan model narasi yang tergambar di dalam tulisan ini mampu bertahan sebagai project identity karena mengawetkan informasi yang rasional serta mengeliminasi informasi yang lemah dengan bukti signifikan bagi kebijakan di Indonesia.
Perempuan Pebisnis Online dan Perannya dalam Peningkatan Ekonomi Keluarga Pada Masa Covid-19 dalam Perspektif Feminisme
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/martabat.2022.6.01.85-100

Abstract

Pandemi Covid-19 membawa perubahan di pelbagai lini masyarakat. Pembatasan mobilitas masyarakat menjadikan media online sebagai alternatif dalam memenuhi kebutuhan hidup. Hal ini juga dilakukan para perempuan dalam usaha meningkatkan ekonomi keluarga, yakni dengan melakukan bisnis online, Tujuan penelitian adalah untuk memahami adanya perubahan yang dinamis pada peran laki-laki dan perempuan dalam institusi keluarga. Penelitian ini juga memaparkan tentang perlunya keterbukaan pandangan masyarakat terhadap posisi perempuan dan pengakuan atas kontribusi perempuan dalam kelangsungan hidup rumah tangganya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan feminisme. Pendekatan Feminisme dalam penelitian ini sangat bergantung kepada isu yang berkembang dalam dinamika sosial. Fokus dari penelitian ini terletak pada posisi subordinat yang disandang perempuan terhadap laki-laki dalam kehidupan sosial masyarakat. Penelitian ini berupaya menunjukkan posisi tersebut ke dalam keterbukaan dan menjelaskan bahwa sistem ekonomi dan sosial politik tidak mengistimewakan maupun memarjinalkan perempuan.