cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 24076422     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2005): TRANSMISI" : 8 Documents clear
IMPLEMENTASI FUZZY LOGIC CONTROLLER PADA SISTEM PENGEREMAN KERETA API Wahyudi Wahyudi
Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 7, No 2 (2005): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12777/transmisi.7.2.9-13

Abstract

Kereta api merupakan salah satu alat transportasi darat yang banyak diminati karena lebih ekonomis, nyaman dan cepat. Pada saat pengereman kereta api berlangsung, sering menimbulkan adanya hentakan yang mendadak, sehingga akan dapat mengurangi kenyamanan.Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan melakukan pengaturan pada sistem pengereman, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan sistem kontrol logika fuzzy. Penggunaan kontroller logika fuzzy dapat mengurangi gaya hentakan yang terjadi pada saat pengereman, tetapi jarak tempuh henti dari saat pengereman lebih jauh jika dibandingkan dengan menggunakan pengereman konvensional.
ANALISIS DAMPAK TERPUTUSNYA KAWAT NETRAL TERHADAP JTM 20 kV Juningtyastuti, Juningtyastuti; Karnoto, Karnoto; Riyanto, Riyanto
Transmisi Vol 7, No 2 (2005): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.114 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.7.2.30-36

Abstract

Pada sistem distribusi tenaga listrik yang menggunakan sistem Bintang 4 kawat Multy Grounded Common Neutral (Y-4 W-MCGN), jika kawat netral hilang maka tidak akan ada lagi sistem tersebut, karena sistem  MGCN  akan terselenggara dengan baik hanya jika ada saluran netral, sehingga hilangnya kawat netral di beberapa tempat pada saluran merupakan suatu kondisi tidak normal dan akan menyebabkan resiko yang tidak baik terhadap performance operasi sistem distribusi tenaga listrik dan kualitas pelayanan beban di sisi pelanggan.
PERANCANGAN TELEMETRI SUHU DENGAN MODULASI DIGITAL FSK-FM Sukiswo, Sukiswo
Transmisi Vol 7, No 2 (2005): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.372 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.7.2.1-8

Abstract

Telemetri suhu memberikan kemudahan dalam mengukur suhu jarak jauh, dengan pemantauan dari tempat yang aman dan memungkinkan Telemetri suhu biasanya diterapkan, pemantauan suhu gunung berapi, pemantauan suhu pada  peleburan baja, pemantauan cuaca  yang tidak memungkinkan manusia untuk melakukan pengukuran secara langsung pada jarak yang dekat. Selain itu sistem telemetri sering digunakan pada program luar angkasa untuk mengukur suhu permukaan suatu planet, sehingga keadaan cuaca pada suatu planet dapat diperkirakan.Pengiriman informasi pada telemetri dapat dilakukan secara wireline maupun wireless. Teknik pengiriman informasi merupakan salah satu yang menentukan kehandalan sistem telemetri apalagi jika pengiriman informasi dilakukan secara wireless. Untuk itupengolahan  awal  sinyal dan teknik modulasi yangdipilih akan sangat menentukan kehandalan sistem telemetri tersebut. Pada makalah ini dijelaskan perancangan perangkat keras telemetri denganmodulasi FSK-FM. Teknik modulasi awal dilakukan secara FSK kemudian dilanjutkan modulasi secara FM. Pada penerima hasil pengukuran ditampilkanpada layar monitor PC sehingga dibuat juga program antarmuka untuk keperluan tersebut. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem ini mampu bekerja pada jarak maksimum  700 meter. Pada pengujian selama 24 jam diperoleh hasil bahwa suhu udara tertinggi adalah 29,27º C dan suhu terendah adalah 24,63º C.Pada pengukuran terdapat kesalahan padapengkonversian suhu oleh sensor LM35 yang dipakai dibandingkan dengan termometer. Kesalahan terbesar hasil pengujian sebesar1,2º C
KINERJA EKUALISER MENGGUNAKAN ALGORITMA MODULUS KONSTAN DALAM MENDETEKSI ISYARAT DS-CDMA PEMAKAI-JAMAK Imam Santoso
Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 7, No 2 (2005): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.094 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.7.2.37-40

Abstract

This research presents modified constant modulus algorithm (CMA) with prewithening and minimum entropy measurement to detect the signal of desired user from multiuser Direct Sequence Code Division Multiple Access (DS-CDMA) signals. Themodified CMA detector could blindly adapted or equalized the fading channel caused by multipath without training signal as in the conventional adaptive detectors. Simulation was used to evaluate the detector’s performance. As the results under multipath fading channel with SNR = 20  dB and desired user power  –5 dB than the other users, the modified CMA gave the bit error probability 0.031 and this is better than those with the standard CMA, matched filter, and LMS detectors. Keyword: CDMA, channel equalization, CMA.
PERALATAN KOPLING POWER LINE CARRIER Nugroho, Agung
Transmisi Vol 7, No 2 (2005): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.812 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.7.2.14-18

Abstract

Pembangkit energi listrik pada umumnya dibangun di lokasi yang jauh dari pusat beban. Untuk pengoperasian yang maksimal dalam melayani pelanggan, digunakan peralatan telekomunikasi. Peralatan telekomunikasi dalam hal ini adalah Power Line Carrier, menggunakan saluran transmisi tenaga listrik tiga phasa sebagai medium perambatan sinyal pembawa yang mengandung informasi. Peralatan kopling Power Line Carrier ke saluran udara tegangan tinggi terdiri dari wave trap, kapasitor kopling, line matching unit dan protective device.
KONSEP PEMROGRAMAN JARINGAN DENGAN MEMANFAATKAN MIDDLEWARE ORB (OBJECT REQUEST BROKER) Somantri, Maman
Transmisi Vol 7, No 2 (2005): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.751 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.7.2.41-45

Abstract

Dalam pemrograman client server tingkat lanjut, adalah memungkinkan untuk membangun sebuah aplikasi dengan dasar platform pemrograman yang berbeda-beda. Dalam pemrograman jaringan biasa / konvesional, maka tidak akan mampu untuk mengkoneksikan dua atau lebih platform yang berbeda. Misalnya ada dua buah server aplikasi yang dibangun oleh masing-masing Java dan C++, sedangkan client-nya dibangun oleh aplikasi delphi. Untuk membangun aplikasi itu maka dibutuhkan sebuah lapisan yang bisa menghubungkan platform pemrograman  yang berbeda, lapisan yang dimaksudkan adalah diistilahkan sebagai‘middleware’. Middleware pada tataran implementasi merupakan sebuah paket program instan yang dipakai pada suatu platform permograman tertentu, sedangkan pada tataran konsep, middleware merupakan sebuah lapisan untuk lalu lintas penghubung komunikasi antar objek dari sistem yang berbeda. Ada beberapa jenis middleware, seperti ORB (Object Request Broker), RMI (Remote Method Invocation), dan MOM (Message Oriented Middleware). Dalam tulisan ini akan dibahas tentang tinjauan konseptual untuk membangun sebuah aplikasi dengan memanfaatkan pemrograman jaringan dengan middleware. Middleware yang akan digunakan adalah ORB(Object Request Broker).Kata kunci: Middleware, ORB, CORBA
SIMULASI APLIKASI JAVA 2 PLATFORM MICRO EDITION (J2ME) - JAVA MIDlet PADA JADWAL UJIAN Budi Prasetijo, Agung; Iman Satoto, Kodrat
Transmisi Vol 7, No 2 (2005): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.985 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.7.2.19-25

Abstract

Pada saat ini pemrograman berkembang ke teknologi Wireless internet atau disebut juga dengan internet tanpa kabel sehingga memungkinkan koneksi jaringan internet dengan perangkat mobil (mobile devices). Dengan tehnologi “write once run everywhere”  aplikasi aplikasi semacam mobile devices dapat dikembangkan dalam Java. Java 2 Micro Edition (J2ME) digunakan untuk menjalankan  dan mengembangkan aplikasi-aplikasi Java pada perangkat semacam telepon genggam, PDA (Personal Digital Assistance) Palm, dan poket PC. Karena adanya J2ME, yang memungkinkan bagi para pengembang untuk bisa membuat aplikasi wireless yang multi platform, yang dapat diimplementasikan pada berbagai merek telepon genggam, yang mendukung aplikasi Java. Penelitian ini membahas perancangan antar muka dan pembuatan MIDlet atau MIDP (Mobile Information Device Profile) berupa data JADWAL UJIAN yang sederhana dibuat dengan MySQL dikoneksikan dengan J2ME toolkit sebagai emulator compilernya dan librari-librari java. Diharapkan dari simulasi ini Java dapat dikembangkan ke arah wireless internet koneksi dengan internet dengan Java. Dengan J2ME (Java 2 Micro Edition) emulator platform java yang dibuat berbeda atau sama dapat dikenali oleh handphone yang berbeda merek. Sehingga data yang ditransfer maupun diterima pada proses networking tidak mengubah atau menghapuskeaslian data.
PERBANDINGAN TEGANGAN TEMBUS MEDIA ISOLASI UDARA DAN MEDIA ISOLASI MINYAK TRAFO MENGGUNAKAN ELEKTRODA BIDANG-BIDANG Syakur, Abdul; Facta, Mochammad
Transmisi Vol 7, No 2 (2005): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.577 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.7.2.26-29

Abstract

Isolasi memiliki peranan yang sangat penting dalam sistem tenaga listrik. Isolasi sangat diperlukan untuk memisahkan dua atau lebih penghantar listrik yang bertegangan sehingga antara penghantar-penghantar tersebut tidak terjadi lompatan listrik atau percikan. Bahan isolasi akan mengalami pelepasan muatan yang merupakan bentuk kegagalan listrik apabila tegangan yang diterapkan melampaui kekuatan isolasinya. Kegagalan yang terjadi pada saat peralatan sedang beroperasi bisa menyebabkan kerusakan alat sehingga kontinuitas sistem terganggu. Udara merupakan bahan isolasi yang banyak digunakan pada peralatan tegangan tinggi misalnya pada arrester sela batang yang terpasang di saluran transmisi, selain itu udara juga digunakan sebagai media peredam busur api pada pemutus tenaga (CB = Circuit Breaker). Sementara bahan isolasi cair banyak digunakan sebagai isolasi dan pendingin pada trafo karena memiliki kekuatan isolasi lebih tinggi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai tegangan tembus yang terjadi pada media isolasi udara dan minyak cenderung meningkat seiring pertambahanjarak sela. Selain itu juga dilakukan pengujian pada minyak bekas dan minyak baru. Hasil pengujian menunjukkan tegangan tembus pada minyak baru lebih tinggi daripada minyak bekas dan tegangan tembus isolasi udara lebih kecil daripada tegangan tembus minyak.Kata kunci : isolasi udara, isolasi minyak

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2005 2012


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 4 Oktober (2025): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 27, No 3 Juli (2025): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 27, No 2 April (2025): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 27, No 1 Januari (2025): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 26, No 4 Oktober (2024): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 26, No 3 Juli (2024): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 26, No 2 April (2024): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 26, No 1 Januari (2024): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 25, No 4 Oktober (2023): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 25, No 3 Juli (2023): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 25, No 2 April (2023): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 25, No 1 Januari (2023): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 24, No 4 Oktober (2022): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 24, No 3 Juli (2022): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 24, No 2 April (2022): TRANSMISI: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 24, No 1 Januari (2022): TRANSMISI Vol 23, No 4 Oktober (2021): TRANSMISI Vol 23, No 3 Juli (2021): TRANSMISI Vol 23, No 2 April (2021): TRANSMISI Vol 23, No 1 Januari (2021): TRANSMISI Vol 22, No 4 Oktober (2020): TRANSMISI Vol 22, No 3 Juli (2020): TRANSMISI Vol 22, No 2 April (2020): TRANSMISI Vol 22, No 1 Januari (2020): TRANSMISI Vol 21, No 4 Oktober (2019): TRANSMISI Vol 21, No 3 Juli (2019): TRANSMISI Vol 21, No 2 April (2019): TRANSMISI Vol 21, No 1 Januari (2019): TRANSMISI Vol 20, No 4 Oktober (2018): TRANSMISI Vol 20, No 3 Juli (2018): TRANSMISI Vol 20, No 2 April (2018): TRANSMISI Vol 20, No 1 Januari (2018): TRANSMISI Vol 19, No 4 Oktober (2017): TRANSMISI Vol 19, No 3 Juli (2017): TRANSMISI Vol 19, No 2 April (2017): TRANSMISI Vol 19, No 1 Januari (2017): TRANSMISI Vol 18, No 4 Oktober (2016): TRANSMISI Vol 18, No 3 Juli (2016): TRANSMISI Vol 18, No 2 April (2016): TRANSMISI Vol 18, No 1 Januari (2016): TRANSMISI Vol 17, No 4 Oktober (2015): TRANSMISI Vol 17, No 3 Juli (2015): TRANSMISI Vol 17, No 2 April (2015): TRANSMISI Vol 17, No 1 Januari (2015): TRANSMISI Vol 16, No 4 (2014): TRANSMISI Vol 16, No 3 (2014): TRANSMISI Vol 16, No 2 (2014): TRANSMISI Vol 16, No 1 (2014): TRANSMISI Vol 15, No 4 (2013): TRANSMISI Vol 15, No 3 (2013): TRANSMISI Vol 15, No 2 (2013): TRANSMISI Vol 15, No 1 (2013): TRANSMISI Vol 14, No 4 (2012): TRANSMISI Vol 14, No 3 (2012): TRANSMISI Vol 14, No 2 (2012): TRANSMISI Vol 14, No 1 (2012): TRANSMISI Vol 13, No 3 (2011): TRANSMISI Vol 12, No 3 (2010): TRANSMISI Vol 12, No 1 (2010): TRANSMISI Vol 11, No 3 (2009): TRANSMISI Vol 7, No 2 (2005): TRANSMISI Vol 13, No 4 (2011): TRANSMISI Vol 13, No 2 (2011): TRANSMISI Vol 13, No 1 (2011): TRANSMISI Vol 12, No 4 (2010): TRANSMISI Vol 12, No 2 (2010): TRANSMISI Vol 11, No 4 (2009): TRANSMISI Vol 11, No 2 (2009): TRANSMISI Vol 11, No 1 (2009): TRANSMISI VOL 10, NO 4 (2008): TRANSMISI Vol 10, No 3 (2008): TRANSMISI Vol 10, No 2 (2008): TRANSMISI Vol 10, No 1 (2008): TRANSMISI Vol 9, No 2 (2007): TRANSMISI Vol 9, No 1 (2007): TRANSMISI Vol 8, No 2 (2006): TRANSMISI Vol 8, No 1 (2006): TRANSMISI Vol 7, No 1 (2005): TRANSMISI Vol 8, No 2 (2004): TRANSMISI Vol 6, No 2 (2003): TRANSMISI More Issue