cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering)
Published by Universitas Lampung
ISSN : 2302 559X     EISSN : 2549 0818     DOI : -
Jurnal Teknik Pertanian Lampung or Journal of Agricultural Engineering (JTEP-L) is a peer-reviewed open-access journal. The journal invites scientists and engineers throughout the world to exchange and disseminate theoretical and practice-oriented researches in the whole aspect of Agricultural Enginering including but not limited to Agricultural Mechanization, Irrigation, Soil and Water Engineering, Postharvest Technology, Renewable Energy, Farm Structure, and related fields. The first issue was published in October 2012 by Department of Agricultural Engineering, Faculty of Agriculture, University of Lampung. Jurnal Teknik Pertanian Lampung has ISSN number 2302 - 559X for print edition on October 10, 2012 then 2549 - 0818 for online edition on January 10, 2017. Jurnal Teknik Pertanian Lampung is issued periodically four times a year in March, June, September, and December. Jurnal Teknik Pertanian Lampung has been indexed by Google Scholar, Crossref, Directory Open Access Journals (DOAJ), and CABI. Since Volume 5 Issue 1 (2016) Jurnal Teknik Pertanian Lampung has been accredited as SINTA 3 by Directorate General of Higher Education (DIKTI). Starting Volume 10 Issue 3 (2021) the journal received accreditation SINTA 2.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 3 (2017)" : 7 Documents clear
PENGARUH PENAMBAHAN AROMA VANILI TERHADAP KARAKTERISTIK BERAS ANALOG BERBAHAN BAKU TEPUNG UBI KAYU YANG DIPERKAYA DENGAN PROTEIN IKAN LELE JUNARLI JUNARLI; Tamrin Tamrin; Siti Suharyatun
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.691 KB) | DOI: 10.23960/jtep-l.v6i3.181-188

Abstract

Konsumsi beras di Indonesia sangat tinggi karena beras merupakan  sumber karbohidrat utama dalam pola makan sebagian besar masyarakat Indonesia. Akibatnya ketergantungan terhadap produksi beras sangat tinggi. Tingkat ketergantungan masyarakat terhadap satu sumber karbohidrat saja perlu dikurangi karena akan berdampak terhadap ketahanan  pangan.  Salah satu pendekatan untuk mengurangi tingkat ketergantungan terhadap beras adalah melalui diversifikasi pangan, yaitu dengan pembuatan beras analog.  Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh penambahan vanili pada beras analog berbahan baku tepung ubi kayu yang diperkaya dengan protein ikan lele terhadap aroma yang dihasilkan.  Bahan dan alat utama yang digunakan adalah tepung ubi kayu, ikan lele dan vanili bubuk.  Penelitian ini menggunakan rancangan Faktorial.  Faktor pertama adalah penambahan tepung ikan lele  (5%, 7,5%, dan 10%) dan faktor kedua penambahan konsentrasi aroma vanili  (5 g, 7 g dan 10 g) dengan 2 kali ulangan. Parameter yang diukur : densitas, daya serap, kekerasan, kadar air, warna, dan uji sensorik.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa beras analog yang dihasilkan memiliki karakteristik densitas berkisar 0,63 % - 0,71 %, daya serap 85,2 % - 107,4 %, kekerasan 7,01 – 9,19, dan kadar air 7,10 % - 11,52 %. Penambahan aroma vanili tidak berpengaruh terhadap karakteristik beras analog. Beras analog yang paling disukai panelis adalah beras dengan penambahan tepung ikan lele 5% dan vanili 10 gr/kg.Kata Kunci : Tepung ubi kayu; tepung ikan lele; dan aroma vanili.
PENGARUH KECEPATAN PUTAR TERHADAP UNJUK KERJA MESIN PENCACAH PELEPAH KELAPA SAWIT (CHOPPER)TIPE TEP-1 Rala, M.Andrian Soni; Asmara, Sandi; Suharyatun, Siti
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.113 KB) | DOI: 10.23960/jtep-l.v6i3.189-196

Abstract

Indonesia merupakan negara yang dikenal sebagai produsen minyak sawit dunia.  Salah satu produk samping tanaman perkebunan sawit yang belum dimanfaatkan secara optimal adalah limbah pelepah kelapa sawit.  Kendala utama dalam pemanfaatan pelepah kelapa sawit adalah sifat fisiknya yang keras sehingga tidak bisa langsung dimanfaatkan untuk pakan ternak,  Sehingga diperlukan teknologi pengolahan pelepah kelapa sawit agar bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak, salah satunya dengan teknologi cacahan (chopping). Jurusan Teknik Pertanian Universitas Lampung telah memodifikasi dan membuat alat Mesin pencacah (Chopper) Tipe TEP-1 yang digunakan untuk mencacah pelepah kelapa sawit sebagai bahan baku pakan ternak.  Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kecepatan putar mesin pencacah (chopper) tipe TEP-1 terhadap kapasitas kerja, susut bobot, dan keberagaman cacahan pelepah kelapa sawit.  Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli – Agustus 2017, di Desa Batuliman Indah, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.   Penelitian ini dilakukan dalam 6 tahap (1) persiapan alat dan bahan.  (2) pencacahan pelepah kelapa sawit.  (3) pengukuran hasil cacahan. (4) penghalusan yang dilakukan 1 kali pada setiap perlakuan (5)  penimbangan.  (6) analisis data.  Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah waktu kerja pencacahan (t), kapasitas kerja (ka), susut bobot (sb), dan keberagaman cacahan (kc).  Penelitian ini, pelepah kelapa sawit diambil dari kebun kelapa sawit milik warga.  Berdasarkan penelitian dan pengamatan, diambil kesimpulan Kecepatan putar (RPM) berpengaruh terhadap kapasitas kerja, susut bobot, keberagaman cacahan, dan konsumsi bahan bakar, Kecepatan putar pencacah terbaik berkisaran antara 1200 – 1600 Rpm. Kata Kunci :  Pelepah kelapa sawit; mesin pencacah Tipe TEP-1; Kecepatan putaran.
APLIKASI IRIGASI DEFISIT PADA PADI GOGO (Oryza sativa L.) VARIETAS INPAGO 9 made sudarmawan; RA Bustomi Rosadi; Sugeng Triyono
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.421 KB) | DOI: 10.23960/jtep-l.v6i3.141-150

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi irigasi defisit pada padi gogo (Oryza sativa L) varietas inpago 9.  Penelitian ini dilaksanakan di dalam rumah plastik, laboratorium lapang  terpadu, Universitas Lampung pada bulan November 2016 sampai dengan Maret 2017.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat taraf perlakuan, yaitu perlakuan ID1 ((0-20)-100)% AW,ID2 ((0-20)-80)% AW, ID3 ((0-20)-60)% AW, ID4 ((0-20)-40)% AW, dengan lima kali ulangan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa, perlakuan irigasi defisit pada padi gogo (Oryza sativa L) varietas inpago 9 berpengaruh terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah malai, berat kering brangkasan atas, berat brangkasan bawah basah dan kering, dan gabah hampa.  Perlakuan irigasi defisit pada padi gogo (Oryza sativa L) varietas inpago 9 tidak berpengaruh terhadap produksi tanaman padi gogo.  Faktor tanggapan hasil terhadap air (Ky) menunjukan nilai Ky (Ky > 1).  Hasil uji tanaman padi gogo, mengalami cekaman air yaitu pada perlakuan ID2 ((0-20)-80)% AW dan ID3 ((0-20)-60)% AW.  Tanaman padi jika sensitif terhadap irigasi defisit produktivitas penggunaan air paling tinggi adalah ID1 ((0-20)-100)% AW dengan produktivitas rata-rata sebesar 0,78 gram/liter.Kata Kunci : irigasi defisit; fase tumbuh; padi gogo; produktivitas air tanaman.
PRODUKSI BIOGAS DARI CAMPURAN KOTORAN AYAM, KOTORAN SAPI, DAN RUMPUT GAJAH MINI (Pennisetum Purpureum cv. Mott) DENGAN SISTEM BATCH Yasin Yahya; Tamrin Tamrin; Sugeng Triyono
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.407 KB) | DOI: 10.23960/jtep-l.v6i3.151-160

Abstract

ABSTRAKBiogas merupakan energi alternatif yang dapat dikembangkan untuk menjadi salah satu solusi krisis energi.  Biogas merupakan hasil fermentasi anaerob bahan organik menjadi gas metana (CH4).  Gas metana (CH4) hasil produksi biogas dapat dijadikan menjadi bahan bakar gas.  Penelitian biogas ini memproduksi biogas dari campuran kotoran ayam, kotoran sapi dan rumput gajah mini (pennisetum purpureum cv. Mott) dalam digester volume 2 L dengan sistem batch.  Penelitian biogas ini menggunakan empat perlakuan campuran kotoran ayam, kotoran sapi dan rumput gajah yaitu A 0:100:0, B 0:80:20, C 20:60:20, dan D 30:20:50.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui campuran optimum untuk produksi biogas.  Hasil penelitian diperoleh nilai optimum rasio C/N untuk produksi biogas yaitu perlakuan A 27,52, B 25,47, dan C 22,23 sedangkan D dibawah optimum yaitu 19,18.  Hasil produksi biogas perlakuan A 4916 mL, B 4610 mL, C 3909 mL dan D 2640 mL.  Produktivitas biogas perlakuan A 60,71 mL/g VS, B 109,58 mL/g VS, C 134,29 mL/g VS dan D 53,88 mL/g VS.  Uji nyala masing-masing perlakuan A dan B menghasilkan api berwarna biru, C api berwarna biru kekuningan dan D tidak dapat menyala.  Perlakuan A dan B paling optimum untuk produksi biogas berdasarkan total produksi biogas, rasio C/N dan hasil uji nyala. Kata Kunci:   Rumput gajah mini; produksi biogas; rasio C/N; uji nyala
SISTEM HIDROPONIK ORGANIK DENGAN MEMANFAATKAN LIMBAH EFFLUENT BIOGAS INDUSTRI TAPIOKA DAN LIMBAH KOLAM LELE Agustin, Stefani Silvi; Triyono, Sugeng; Telaumbanua, Mareli
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.826 KB) | DOI: 10.23960/jtep-l.v6i3.161-170

Abstract

Industri pertanian merupakan salah satu industri yang turut menyumbangkan dampak negatif berupa produksi limbah yang cukup besar.  Limbah industri pertanian terdiri dari limbah cair, padat, gas, maupun kebisingan.  Industri tapioka dan kolam lele termasuk di kalangan industri pertanian yang membuang limbah cair yang belum dimanfaatkan. Limbah cair ini sangat potensial dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi untuk sistem hidroponik, karena limbahnya mengandung bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan limbah cair untuk menanam sayuran organik dalam sistem hidroponik.  Bahan utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah limbah cair tapioka dari pabrik tapioka di Pesawaran, limbah cair budidaya ikan dari Laboratorium Lapangan Terpadu, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Bahan lainnya termasuk benih sayuran dan bahan kimia yang digunakan untuk analisis laboratorium (larutan standar amoniak 1000 ppm, NaOH, KI, dan HgI2). Limbah kolam lele dan limbah tapioka diaplikasikan pada sistem hidroponik DFT. Parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi pH, EC, TS, TSS, TFS, N-Ammonium, BOD5 dan pertumbuhan tanaman.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah tapioka masing-masing memiliki pH dan EC yang paling tinggi (9,7 dan 2038 μS/cm).  Limbah tapioka memiliki TS dan TFS yang tinggi (1672 mg/L dan 1496 mg/L) dan limbah budidaya ikan lele memiliki nilai TSS dan N-Ammonium paling tinggi (372 mg/L dan 10,79 mg/L). Pertumbuhan tanaman terbaik ditemukan pada penerapan limbah kolam lele. Pada sistem limbah kolam lele, tinggi tanaman mencapai 12,92 cm/tanaman, dan biomassa tanaman yang dipanen adalah 10,46 gram/tanaman. Namun, dalam sistem tersebut, sayuran menunjukkan pertumbuhan suboptimal, hal ini menunjukkan bahwa mereka menderita kekurangan gizi.  Dengan demikian, sistem tidak menyuplai cukup nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman.Kata kunci: ammonium; limbah cair; nutrisi; sayuran
VARIABILITAS SPASIAL HUJAN DI WILAYAH UPT PSDA DI MALANG Indarto Indarto; Askin Askin
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.841 KB) | DOI: 10.23960/jtep-l.v6i3.171-180

Abstract

This study show the spatial variabilit of rainfall (monthly and annual) rainfall in the area of technical implementation unit of water resources management (UPT-PSDA) in Malang. Administrative area of UPT PSDA in Malang include Malang regency, Malang city, Batu, Blitar Regency, Tulungagung Regency, and Trenggalek Regency. Daily rainfall  data from 88 pluviometers spread around the areas are used as main input. The research procedures consist of : (1) data pre-analysis; (2) the analyses using ESDA tools (Histogram, voronoi, QQ-Plot); (3) interpolation by using IDW method; (4) producing a thematic map; and (5) interpretation.  Analysis using the histogram, voronoi–maps and normal QQ-plots tools illustrates more detail the spatial variability of the monthly and annual rainfall around the regions. Interpolation produces a thematic map of mean monthly-rainfall, between 100 – 400 mm/month. The spatial distribution of annual rainfall was illustrated by a thematic show the average-annual-range from 1000 – 4000 mm/year. Keywords: spatial variability, rainfall, ESDA, IDW, monthly, annual rainfall
KONDISI LAHAN KEBUN TEBU SETELAH PANEN DAN KARAKTERISTIK FISIK DAN MEKANIK SERASAH TEBUNYA wahyu kristian sugandi; I Nengah Suastawa; Joko Wiyono
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v6i3.133-140

Abstract

Telah disadari belakangan ini bahwa pembakaran tebu sebelum dan setelah panen dapat merusak lingkungan hidup serta mengganggu kesehatan manusia di lingkungan perkebunan tebu. Usaha-usaha untuk menangani serasah tebu yang jumlahnya sangat banyak, yang mengganggu proses budidaya tebu telah mulai dilakukan.  Salah satunya adalah mencacah serasah tebu menjadi ukuran kecil untuk digunakan sebagai kompos, atau dibenamkan kembali ke dalam tanah.  Proses perancangan alat atau mesin yang berkaitan dengan penanganan serasah tebu tersebut membutuhkan data pendukung sifat fisik dan mekanik serasah tebu.  Data tersebut akan sangat membantu dalam menghasilkan rancangan alat dan mesin yang efektif dan efisien baik secara teknis maupun ekonomis.  Metode Penelitian ini adalah analisis deskriptif  yaitu melakukan pengukuran dan analisis data untuk mengetahui kondisi lahan dan karakteristik dari serasah tebu. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa lebar guludun 120 cm, jarak tanaman 120 cm dan tinggi guludan 20 cm. Kerapatan Kamba serasah tebu 7,71 kg/cm3, : panjang rata-rata pucuk 162.5 cm, jumlah rata-rata daun per pucuk 4.1 lembar,  lebar daun rata-rata 5.0 cm, tebal daun rata-rata 0.3 mm, diameter pangkal pucuk rata-rata 21.3 mm, dan berat pucuk 57.3 gram. panjang daun 161.1 cm, lebar pangkal daun 4.4 cm, lebar tengah daun 4.1 cm, lebar ujung daun 3.9 cm, tebal daun 0.3 mm, dan berat daun 8.9 gram. Keywords: Physical properties; mechanical properties; sugarcane.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 6 (2025): December 2025 Vol. 14 No. 5 (2025): October 2025 Vol. 14 No. 4 (2025): August 2025 Vol. 14 No. 3 (2025): June 2025 Vol 14, No 3 (2025): June 2025 Vol. 14 No. 2 (2025): April 2025 Vol 14, No 2 (2025): April 2025 Vol 14, No 1 (2025): February 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): February 2025 Vol. 13 No. 4 (2024): December 2024 Vol 13, No 4 (2024): December 2024 Vol 13, No 3 (2024): September 2024 Vol. 13 No. 3 (2024): September 2024 Vol 13, No 2 (2024): June 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): June 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024 Vol 13, No 1 (2024): March 2024 Vol. 12 No. 4 (2023): December 2023 Vol 12, No 4 (2023): December 2023 Vol 12, No 3 (2023): September 2023 Vol. 12 No. 3 (2023): September 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): June 2023 Vol 12, No 2 (2023): June 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): March 2023 Vol 12, No 1 (2023): March 2023 Vol 11, No 4 (2022): Desember 2022 Vol. 11 No. 4 (2022): Desember 2022 Vol 11, No 3 (2022): September 2022 Vol. 11 No. 3 (2022): September 2022 Vol 11, No 2 (2022): June Vol. 11 No. 2 (2022): June Vol. 11 No. 1 (2022): March Vol 11, No 1 (2022): March Vol 10, No 4 (2021): Desember Vol. 10 No. 4 (2021): Desember Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol 10, No 3 (2021): September Vol. 10 No. 2 (2021): Juni Vol 10, No 2 (2021): Juni Vol 10, No 1 (2021): Maret Vol. 10 No. 1 (2021): Maret Vol 9, No 4 (2020): Desember 2020 Vol. 9 No. 4 (2020): Desember 2020 Vol 9, No 3 (2020): September 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): September 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Juni 2020 Vol 9, No 2 (2020): Juni 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Maret 2020 Vol 9, No 1 (2020): Maret 2020 Vol 8, No 4 (2019): Desember Vol 8, No 3 (2019): September Vol 8, No 2 (2019): Juni Vol 8, No 1 (2019): MARET Vol 7, No 3 (2018): Desember Vol 7, No 2 (2018): Agustus Vol 7, No 1 (2018): April Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 4 (2015): Special Edition Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2012) More Issue