cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
KAPAL Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 18298370     EISSN : 23019069     DOI : 10.14710/kapal.
Core Subject : Science,
Jurnal ini merupakan Jurnal Ilmiah untuk mengembangkan ilmu dibidang Ilmu Pengetahuan & Teknologi Kelautan. Jurnal ini diterbitkan oleh Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro 3 (tiga) kali dalam 1 tahun pada bulan Februari, Juni dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 408 Documents
DESAIN KAPAL PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ANGIN 15 GT UNTUK DAERAH PERAIRAN TERPENCIL WILAYAH TIMUR INDONESIA As, Ali Imron; budianto, budianto
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 13, No 3 (2016): Oktober
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.147 KB) | DOI: 10.14710/kpl.v13i3.12452

Abstract

Dalam konsep desain kapal pembangkit listrik tenaga angin (KPLTA) yang memanfaatkan energi terbarukan yang ada, yakni energi angin untuk kepentingan hajat hidup manusia, terutama masyarakat yang hidup di daerah perairan terpencil. Dimana masyarakat yang hidup di daerah yang belum teraliri oleh listrik, namun cukup berdekatan dengan daerah perairan seperti sungai, danau atapun pantai yang mempunyai hembusan angin yang cukup kuat untuk mengerakan baling-baling kincir angin. KPLTA tersebut membantu masyarakat dalam memaksimalkan energi angin yang tersedia berlimpah. Energi angin yang dapat diubah dari energi gerak menjadi energi listrik sangat membantu kelangsungan hidup bagi masyarakat terpencil sehingga kapal yang semula hanya difungsikan sebagai kapal angkut penumpang ataupun kapal untuk menangkap ikan biasa, tetapi kapal juga dilengkapi dengan peralatan kincir angin yang dapat mengubah energi angin menjadi energi listrik. Pembangkit listrik tenaga angin atau wind power system memanfaatkan angin melalui kincir, untuk menghasilkan energi listrik. Secara umum, sistem alat ini memanfaatkan tiupan angin untuk memutar baling-baling kincir angin, yang selanjutnya ditransmisikan untuk mengerakan generator DC yang didalamnya ada medan magnet yang dipotong oleh kumparan dari gerak poros rotor sehingga menghasilkan gaya gerak listrik (GGL) induksi / arus listrik. Kemudian arus listrik DC tersebut disimpan kedalam baterai ataupun accu yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
PERANCANGAN KAPAL TONGKANG SEBAGAI PENYEBRANGAN MASYARAKAT DI SUNGAI BENGAWAN SOLO, DESA JIMBUNG KABUPATEN BLORA – DESA KIRINGAN KABUPATEN BOJONEGORO Wibawa B.S, Ari; Trimulyono, Andi; Ubaidilah, Mc. Fazjeri
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 9, No 1 (2012): Februari
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.224 KB) | DOI: 10.14710/kpl.v9i1.3819

Abstract

Kondisi kapal penyeberangan yang sudah tidak layak adalah dasar pemikiran perancangan sebuah kapal penyeberangan tongkang sungai Bengawan Solo di Desa Jimbung Kabupaten Blora. Kecelakaan yang pernah terjadi menjadi pertimbangan utama perancangan kapal penyebrangan ini. Kapal ini difungsikan sebagai satu satunya sarana penyebrangan yang menghubungkan antara daerah Bojonegoro dan Blora. Fungsi utama kapal yang digunakan sebagai sarana penyebrangan ini mengharuskan dalam merancang kapal ini harus dibuat seaman mungkin dan memuat lebih banyak penumpang. Oleh karena itu kapal ini dirancang dengan kursi yang bisa dilipat agar memungkinkan untuk memuat lebih banyak kendaraan. Selain itu faktor keamanan penumpangpun harus sangat diperhatikan agar image bahwa kapal penyebrangan sungai Bengawan Solo yang saat ini dianggap kurang layak bisa dihilangkan. Metode pembuatan kapal penyeberangan tongkang ini menggunakan kapal pembanding sebagai acuannya. Setelah ukuran utama didapatkan maka analisa kelayakan lambung bisa didapatkan dari software pendukung perancangan kapal. Ukuran utama yang dihasilkan dari perhitungan adalah Lwl: 12,00 m, B: 4,00 m, T: 0,6 m, H: 1,2 m. Sementara kapasitas penumpangnya bertambah dan bisa mengangkut kendaraan lebih banyak. Kapal penyebrangan tongkang ini menggunakan tenaga penggerak berupa diesel outboard motors dengan daya yang dihasilkan sebesar 10 HP. Oleh karena itu kapal ini dirancang dengan kursi yang bisa dilipat agar memungkinkan untuk memuat lebih banyak kendaraan. Selain itu faktor keamanan penumpangpun harus sangat diperhatikan agar image bahwa kapal penyebrangan sungai Bengawan Solo yang saat ini dianggap kurang layak bisa dihilangkan
Pengaruh Posisi Foil Terhadap Gaya Angkat Dan Hambatan Kapal Katamaran Kusuma, Muhammad Rizki Darmawan Adi; Chrismianto, Deddy; Jokosiworo, Sarjito
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 14, No 2 (2017): Juni
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (979.293 KB) | DOI: 10.14710/kpl.v14i2.16487

Abstract

Perkembangan teknologi dalam dunia perkapalan terjadi sangat pesat, mulanya kapal memiliki satu lambung (monohull), kemudian berkembang dengan munculnya kapal katamaran atau memiliki dua lambung, kapal katamaran memiliki banyak kelebihan dibanding dengan monohull mulai dari segi hambatan, olah gerak, dan lain-lain. Kapal katamaran akhirnya dikembangkan lagi dengan menjadikannya kapal hydrofoil yang bertujuan untuk mengurangi hambatan. Hydrofoil adalah sebuah kapal dengan bagian seperti sayap yang dipasang pada penyangga di bawah lambung kapal yang digunakan untuk mengangkat lambung kapal, pada saat kapal mencapai kecepatan tinggi yang menyebabkan pengurangan hambatan. Pada penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konfigurasi posisi foil yang menghasilkan gaya angkat paling besar serta hambatan yang paling kecil. Dalam melaksanakan penelitian ini penulis menggunakan program komputer berbasis Computational Fluid Dynamic(CFD) untuk penyelesaian masalah dari tujuan penelitian, Computational fluid dynamic(CFD) merupakan ilmu sains dalam penentuan penyelesaian numerik dinamika fluida.Penelitian dilakukan dengan cara menganalisa dan menghitung hambatan total kapal menggunakan model.Berdasarkan hasil analisa menggunakan software Tdyn 12.2.3.0 didapatkan nilai hambatan untuk berbagai variasi konfigurasi foil. Nilai hambatan total dapat diperkecil  hingga 37,56%, nilai ini terjadi pada Froude Number 1,737 pada variasi konfigurasi Canard dengan konfigurasi 65%(aft) dan 35%(fore).
STUDI KONFIGURASI LAMBUNG KAPAL TRIMARAN DENGAN BANTUAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMIC (CFD) Samuel, Samuel; Sisworo, Sarjito Joko; Bangun, Mikhael Andreas
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 10, No 3 (2013): Oktober
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.874 KB) | DOI: 10.14710/kpl.v10i3.5607

Abstract

Kebutuhan kapal cepat meningkat untuk itu diperlukan kapal dengan bentuk lambungtrimaran. Kapal dengan bentuk lambung yang baik mempunyai hambatan kecil. Hal inimemberikan dampak baik untuk operasional dan olah gerak kapal. Penelitian ini bertujuanuntuk mendapatkan konfigurasi kapal Trimaran yang menghasilkan hambatan paling kecildengan menggunakan bantuan software Computational Fluid Dynamic (CFD). Denganmemprediksi posisi dan bentuk sidehull, maka akan didapat bentuk dan posisi sidehull yangefektif, sehingga bentuk aliran yang dilewati oleh kapal tidak menghambat laju kapal terhadapair. Posisi sidehull akan ditentukan secara memanjang, sementara bentuk sidehullmenggunakan bentuk simetris dan asimetris. Dari beberapa konfigurasi tersebut akandihasilkan satu model kapal yang baik. Penelitian ini menghasilkan hambatan yang terkecilpada konfigurasi kapal Trimaran simetri 1B (3,6 m) strut 2 m dengan kecepatan 15 knot,sementara pada kecepatan 25 knot, hambatan terkecil pada kapal simetri 1,25 B (4,5 m) strut 2m. Hambatan terkecil terdapat pada bentuk simetri pada setiap kecepatan.
Analisis Teknis Ekonomis Penggunaan Kulit Plastik HDPE Sebagai Pengganti Kulit Kayu Pada Lambung Perahu Katamaran Amiruddin, Wilma
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 16, No 1 (2019): Februari
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1044.907 KB) | DOI: 10.14710/kapal.v16i1.22339

Abstract

Pembuatan perahu katamaran berkulit plastik HDPE akan memberikan pengaruh secara teknis maupun ekonomis. Faktor berat dan desain akan berkorelasi secara langsung terhadap hambatan perahu dan perubahan kapasitas muatnya. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat manfaat yang diperoleh dari penggunaan bahan alternatif yang dimaksud. Penelitian dilakukan dengan cara melakukan observasi, melakukan analisis berdasarkan rumus empiris, dan melakukan penilaian teknis berdasarkan kriteria yang ditetapkan dalam perencanaan kapal katamaran. Hasil analisa menunjukkan terjadi pengurangan  berat sebesar 256 kg (± 25 %), di mana LWT perahu HDPE lebih ringan dari pada perahu berkulit kayu. Pengurangan berat tersebut memberikan pengaruh terhadap efesiensi kapasitas muat ± 50 %. Perahu berkulit plastik HDPE menghasilkan hambatan total (RT) sebesar  510 N dan perahu katamaran kayu sebesar 560 N. Hasil pengecekan kriteria desain perahu katamaran menunjukkan hampir semua kriteria terpenuhi, baik untuk perahu kayu maupun perahu berkulit plastik HDPE., kecuali nilai block coefficient (Cb) yang relatif cukup besar, yaitu Cb = 0,7.
PROSES PENGUJIAN TIDAK MERUSAK Jokosisworo, Sarjito; Yudo, Hartono
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 4, No 1 (2007): Februari
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.187 KB) | DOI: 10.14710/kpl.v4i1.2657

Abstract

Pengujian tidak merusak merupakan bagian dari pengujian bahan, berlainan dengan pengujian merusak, maka pengujian tidak merusak atau Non Destructive Examination(NDE) tidak merusak bahan. Pengujian tidak merusak ini terdiri dari : Pengujian Visual, Pengujian dengan Penetrant, Magnetic Particle Testing, radiographic Testing, Ultrasonic Trsting, Eddy Current Testing, Accoustic Emission Testing, Leak Test, Proof test, Magnetic Test for Delta ferrite
Evaluation of Boat Lifting System Using A Multiple-Drum Winch Asmara, I Putu Sindhu; Yudo, Hartono
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 17, No 1 (2020): February
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2069.636 KB) | DOI: 10.14710/kapal.v17i1.26425

Abstract

Material handling equipment is designed or selected based on two factors, the aspects of technical and economic. Technical aspects of a boatlift are designated by technical specifications that can meet with the need to lift and move a boat from land to waterway and vice versa. Boatlift is a type of Rubber Tyred Gantry crane specifically designed for moving of small craft, small and medium vessels with a capacity of 10 tons to 600 tons. Boatlift with a capacity of 5 tons is very rarely to find and very different from other types of cranes such as overhead cranes that are easy to find. Boatlift with a capacity of 5 tons can be found at the Shipbuilding Institute of Polytechnic Surabaya, but it has a weakness. The boats experience an un-synchronize movement during the lifting process. This article provides the design of a boatlift pulley system with a capacity of 5 tons using a multiple-drum winch and is capable of lifting the boat at an even keel condition. The evaluation was carried out on the existing system to find the cause of the problem. The correction on the pulley system of the boatlift has been recommended without the replacement of wire rope, brakes, motor, and the multiple-drum of the winch. The weaknesses of boat lifting could be overcome by using a pulley system 8/2/2/1-DeBe + spreader.
Front-Matter V. 17, No. 1 Muhammad Iqbal
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 17, No 1 (2020): February
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.533 KB)

Abstract

An Analysis on the Spread Mooring of the Belida FSO Induced by Squall Loads Murdjito, M; Pravitasari, Inneke Yulistanty; Djatmiko, Eko Budi
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 17, No 1 (2020): February
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4655.093 KB) | DOI: 10.14710/kapal.v17i1.27554

Abstract

Squall is the occurrence of a sudden sharp increase in wind speed, thus amplifies sea environmental loads. In the South of Natuna Sea, squall can reach an intensity of up to 50 m/s or close to 100 knots. In this water, the Belida FSO operates at a water depth of 77.0 m, tethered to the seabed by a spread mooring system. Squall’s impacts on the FSO mooring system has been examined by implementing time-domain simulations accommodated in a numerical model based on the 3-D wave diffraction theory. The simulations were performed by varying the squall duration of escalation, i.e. 2.5, 5.0, and 10.0 minutes, for the load cases of 1-year extreme operational and 100-year extreme survival conditions propagating at 0°, 45°, 90°, 135°, 180°. The three squall durations of escalation substantially increase the significant wave height Hs by averagely 60%, 50% and 34%, respectively. The largest of the maximum mooring tension due to the sea load directions is found to be brought about the 45° load when magnified by the squall with a 2.5-minute duration of escalation. In this respect, the largest intensities of the operational and survival tension loads may reach some 2,027 kN and 3,318 kN, respectively, which are eventually far below the MBL of 7,685 kN. The largest x-axis offsets in operational and survival conditions are 3.94 m and 10.21 m, respectively. Whereas the largest y-axis offsets for operational and survival loads are found to be 13.31 m and 15.48 m. These y-axis offset intensities are larger than the limiting criteria, i.e. 15% of the water depth or 11.55 m.
Cover V. 17, No. 1 Muhammad Iqbal
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 17, No 1 (2020): February
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.932 KB)

Abstract


Filter by Year

2006 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 1 (2026): Article in Press Vol 22, No 3 (2025): October Vol 22, No 2 (2025): Article in Progress (Accepted Papers) Vol 22, No 2 (2025): June Vol 22, No 1 (2025): February Vol 21, No 3 (2024): October Vol 21, No 2 (2024): June Vol 21, No 1 (2024): February Vol 20, No 3 (2023): October Vol 20, No 2 (2023): June Vol 20, No 1 (2023): February Vol 19, No 3 (2022): October Vol 19, No 2 (2022): June Vol 19, No 1 (2022): February Vol 18, No 3 (2021): October Vol 18, No 2 (2021): June Vol 18, No 1 (2021): February Vol 17, No 3 (2020): October Vol 17, No 2 (2020): June Vol 17, No 1 (2020): February Vol 16, No 3 (2019): Oktober Vol 16, No 2 (2019): Juni Vol 16, No 1 (2019): Februari Vol 15, No 3 (2018): Oktober Vol 15, No 2 (2018): Juni Vol 15, No 1 (2018): Februari Vol 14, No 3 (2017): Oktober Vol 14, No 2 (2017): Juni Vol 14, No 1 (2017): Februari Vol 13, No 3 (2016): Oktober Vol 13, No 2 (2016): Juni Vol 13, No 1 (2016): Februari Vol 12, No 3 (2015): Oktober Vol 12, No 2 (2015): Juni Vol 12, No 1 (2015): Februari Vol 11, No 3 (2014): Oktober Vol 11, No 2 (2014): Juni Vol 11, No 1 (2014): Februari Vol 10, No 3 (2013): Oktober Vol 10, No 2 (2013): Juni Vol 10, No 1 (2013): Februari Vol 9, No 3 (2012): Oktober Vol 9, No 2 (2012): Juni Vol 9, No 1 (2012): Februari Vol 8, No 3 (2011): Oktober Vol 7, No 3 (2010): Oktober Vol 7, No 2 (2010): Juni Vol 7, No 1 (2010): Februari Vol 6, No 2 (2009): Juni Vol 5, No 3 (2008): Oktober Vol 5, No 2 (2008): Juni Vol 5, No 1 (2008): Februari Vol 4, No 1 (2007): Februari Vol 3, No 3 (2006): Oktober More Issue