cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Agroforestri Indonesia
ISSN : 23556366     EISSN : 26559595     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agroforestri Indonesia memuat karya tulis ilmiah (KTI) yang berasal dari penelitian, pengembangan, dan kajian bidang agroforestri, maupun bidang kehutanan - pertanian yang terkait. Jurnal Agroforestri Indonesia direncanakan terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan Juli dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2019)" : 5 Documents clear
KETAHANAN SENGON PROVENAN PAPUA UMUR 2 TAHUN TERHADAP KARAT TUMOR PADA UJI RESISTENSI DI CIAMIS, JAWA BARAT Asep Rohandi; Gunawan Gunawan
Jurnal Agroforestri Indonesia Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Balai Litbang Teknologi Agroforestry, Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.271 KB) | DOI: 10.20886/jai.2019.2.1.37-50

Abstract

EFISIENSI PEMASARAN BUAH JAMBLANG (Syzygium cumini (L) Skeels) (STUDI KASUS DI DESA TRIWIDADI, KECAMATAN PAJANGAN, KABUPATEN BANTUL, PROVINSI YOGYAKARTA) Soleh Mulyana; Suhartono Suhartono; Aris Sudomo
Jurnal Agroforestri Indonesia Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Balai Litbang Teknologi Agroforestry, Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.674 KB) | DOI: 10.20886/jai.2019.2.1.1-10

Abstract

Jamblang is one of multipurpose tree species especially utilised for medical purposes. However, population of jamblang tree on private land in Bantul district is still limited because of less information on jamblang’s advantage value and its silvicultural technique. The objective of the research is to find out the marketing flow and the efficiency  of  jamblang fruit in Triwidadi Village, Pajangan Sub District, Bantul District of Yogyakarta. The Data was collected by interviewing 15 farmers who owned jamblang trees, 1distributor and 1 retailer using snowball method. The research shows that marketing flow of jamblang should contain several marketing institutions i.e : producer/farmers, collector, retailer and customer  through 3 models of marketing flow. In first model of marketing flow, farmers sell un-harvested jamblang fruit (still on the tree) to the collectors, then the collectors sell it to the retailer and the retailer sell it to the customer. In the second method, farmers sell the harvested jamblang fruit to the collectors to be continued to the retailer and then the customer. Meanwhile, in the third marketing flow, farmers sell the harvested jamblang fruit directly to the retailer to be continued  to the last customers. Marketing system of jamblang throughsecond and third method is more efficient then the first marketing because the methods have lower margin (Rp 2500 /kg) and farmer’s share more than 50% (58.33%).
ANALISIS USAHA BUDIDAYA PEPAYA POLA AGROFORESTRI JATI-PEPAYA DI DESA PURWAHARJA, BANJAR Yonky Indrajaya; Ary Widiyanto
Jurnal Agroforestri Indonesia Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Balai Litbang Teknologi Agroforestry, Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.057 KB) | DOI: 10.20886/jai.2019.2.1.11-18

Abstract

The utilization of land under tree stand in teak forest has been widely applied by Perhutani as a means to maintain the quality of teak tree and to give additional income to people living around the teak plantation. In general, the utilization of land under tree stand is by planting crops for limited duration. One of the crops planted under teak stands is papaya that is planted together with teak seedlings until 2 years. This study aims to analyze the feasibility of papaya cultivation under teak stands in Purwaharja Village, Banjar City. The analysis tools used include NPV (Net Present Value) and BCR (Benefit Cost Ratio). The results of this study show that the papaya cultivation under teak stands give NPV of IDR 20,072,606.- and BCR of 2.89. Therefore, the cultivation of papaya under teak stand is feasible to conduct.
INTENSITAS SERANGAN HAMA KUMBANG MONCONG PADA AGROFORESTRI AKOR (Acacia auriculiformis) Endah Suhaendah; Mohamad Siarudin
Jurnal Agroforestri Indonesia Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Balai Litbang Teknologi Agroforestry, Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.347 KB) | DOI: 10.20886/jai.2019.2.1.19-25

Abstract

Kombinasi jenis pohon dan tanaman pertanian pada sistem agroforestri dapat berpengaruh pada jenis dan intensitas serangan hama dan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase serangan dan intensitas serangan hama kumbang moncong pada dua pola agroforestri akor. Pengamatan dilakukan pada dua pola agroforestri berbasis akor, yaitu: akor (Acacia auriculiformis) + kacang gude hitam (Cajanus cajan) +padi (Oryza sativa) (Pola 1) dan pola akor (A. auriculiformis) + kacang gude hitam (C. cajan) + kacang hijau (Vigna radiata) (Pola 2). Jumlah sampel tanaman yang diamati adalah 30 pohon yang dipilih secara acak pada masing-masing pola. Parameter yang diamati adalah persentase serangan dan intensitas serangan hama kumbang moncong.  Hasil pengamatan menunjukkan bahwa persentase serangan Hypomeces squamosus mencapai 100% pada pola 1 dan 96,7% pada pola 2. Intensitas serangan kumbang moncong H. squamosus pada pola 1 dan pola masing-masing sebesar 81,06% dan 6,21%. Lebih tingginya intensitas serangan H. squamosus pada pola 1 disebabkan adanya tanaman padi sebagai inang lain H. squamosus. Upaya pengendalian yang dapat dilakukan diantaranya pengelolaan ekosistem melalui rotasi tanaman padi dengan jenis lain yang bukan inang H. squamosus.  Jika terjadi ledakan populasi hama maka digunakan pestisida nabati atau kimiawi secara selektif untuk mengembalikan populasi hama pada asas keseimbangannya dengan aplikasi ekstrak cabai rawit atau insektisida berbahan aktif acephate, carbaryl atau methamidophos.
SIKAP DAN PERSEPSI PETANI TERHADAP KAYU ENERGI : KASUS DI KPHP PUNCAKNGENGAS BATULANTEH, SUMBAWA, NTB Dian Diniyati
Jurnal Agroforestri Indonesia Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Balai Litbang Teknologi Agroforestry, Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jai.2019.2.1.27-36

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tanggapan petani terhadap pengetahuan tentang hutan dan teknologi penanaman pohon, dan juga tentang kayu energi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2016 di KPHP Kanarluk Sumbawa RKPH Puncakngengas Batulanteh. Sampel terdiri dari 34 petani yang tinggal di dalam kawasan hutan dan 34 petani yang tinggal di luar kawasan hutan. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara menggunakan kuisioner. Sedangkan data terkumpul dianalisis dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Alat ukur yang digunakan adalah rata-rata dan persentase, disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon petani terhadap hutan sangat dipengaruhi oleh kondisi tempat tinggal. Petani yang tinggal di dalam kawasan sangat berhati-hati dalam memberikan respon sedangkan petani yang tinggal di luar kawasan lebih berani. Demikian juga respon tentang jenis-jenis tanaman kayu sangat dipengaruhi oleh pengetahuan dan pengalamannya sehingga pengetahuan petani yang tinggal di dalam kawasan sangat terbatas. Hal ini berkaitan dengan sikap yang ditunjukkan oleh petani bahwa kayu energi yang dimanfaatkan oleh petani berupa kayu bakar yang berasal dari seluruh jenis kayu yang ada disekitarnya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan kebijakan tentang pengembangan tanaman kayu energi serta peningkatan pengetahuan petani tentang tanaman kayu sehingga budaya menanam akan semakin meningkat di kalangan petani Sumbawa.

Page 1 of 1 | Total Record : 5