cover
Contact Name
Jonathan Alfrendi
Contact Email
emailjonathan.a@gmail.com
Phone
+6285759296535
Journal Mail Official
izmykhumairoh@lecturer.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. dr. Antonius Suroyo Kampus Universitas Diponegoro Tembalang, Semarang, Jawa tengah, Kode Pos 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
ENDOGAMI Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi
Published by Universitas Diponegoro
Core Subject : Humanities, Social,
Fokus bidang ilmu antropologi. Bentuk-bentuk karya ilmiah yang dapat dimuat adalah original article berupa artikel hasil penelitian review article atau makalah kajian pustaka berupa uraian singkat tentang temuan penelitian yang dianggap penting untuk segera dipublikasikan.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2022): November" : 9 Documents clear
Strategi Perlindungan Ekspresi Budaya Tradisional (EBT) Lewat Sistem Hukum di Indonesia Izmy Khumairoh; Nurhayati Nurhayati; Alamsyah Alamsyah; Suharyo Suharyo; Solechan Solechan; Triyono Triyono; Muhamad Azhar
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 6, No 1 (2022): November
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.6.1.87-100

Abstract

Keberagaman kebudayaan yang ada di Indonesia telah menjadi identitas negara bahkan diakui oleh negara lain di skala internasional. Namun realitanya tidak jarang terjadi upaya klaim produk kebudayaan Indonesia oleh negara asing baik karena motif ekonomi ataupun keperluan unjuk eksistensi budaya nasional. Di sisi lain, masyarakat sebagai pencipta sekaligus pihak yang menghidupi kebudayaan tersebut juga minim keterlibatan secara aktif. Sebagai pemegang otoritas tertinggi, negara telah menyediakan sistem legal yang berlaku di tingkat lokal maupun internasional (yang kemudian diratifikasi) terkait pengaturan sistem perlindungan terhadap kebudayaan, khususnya dalam bentuk Ekspresi Budaya Tradisional (EBT). Aneka regulasi ini tidak hanya fokus pada rencana preservasi-konservasi kebudayaan, tapi juga memaparkan secara jelas peran masyarakat dan pemerintah di tiap tingkatan. Dengan ketersediaan berbagai bentuk dan fungsi regulasi perlindungan EBT di setiap lini, maka masyarakat mampu melakukan inisiatif untuk mengajukan perlindungan baik sebagai pelaku pemanfaatan EBT maupun pengemban EBT.
Revitalization as a Regulatory Strategy in Rawa Pening Lake Management (Case Study in Dusun Sido Makmur, Sumber Rejo, Semarang Regency) Siti Suci Wulandari
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 6, No 1 (2022): November
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.6.1.%p

Abstract

Topographic maps and satellite imagery of the estuary of Lake Rawa Pening from 1918 to the present show that Lake Rawa Pening has experienced expansive silting due to sedimentation. To overcome this problem, the government wanted to improve the situation by revitalizing Rawa Pening. However, that good intention did not go well. Thus, this study seeks to examine the effectiveness of the govermentality in the context of community resistance around the Rawa Pening Lake area to deal with the revitalization program. This study used an ethnographic approach supported by a map of Lake Rawa Pening. The collection technique was through participant observation, in-depth interviews, and documentation. The findings show that the govermentality does not always run according to the technicalization of the planned problem. This is due to the revitalization with the exclusion of community-owned land in determining the boundary line of the Rawa Pening Lake, which is supported by the Decree of the Minister of PUPR No. 365/KPTS/M/2020. This situation gave rise to resistance from the community: the submission of a letter of reinvention of the policy, the establishment of the Wasdalin institution, mujahadah, and the distribution of ownership certificates on Right of Ownership (SHM) land and houses. Furthermore, there is a neglect of social navigation abilities. The resistances carried out by the community are tidal farming, looking for water hyacinth, water hyacinth crafts, selling fish, fishing and aquaculture. Thus the regulation in its implementation does not always run well but often faces various obstacles and resistance from the community following the power relation and govermentality practices. 
Strategi Pengembangan Bumdes Sebagai Implementasi dari Tujuan Sustainable Development Goals (SDGS) di Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang Dani Mohammad Ramadhan; Nurhayati Nurhayati; Izmy Khumairoh; Nur'aini Perdani S.P.
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 6, No 1 (2022): November
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.6.1.101-118

Abstract

Artikel ini didasarkan pada hasil pengabdian kepada masyarakat yang bertema pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Mandiri, di Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang yang berbasis pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Poin satu tentang Pengentasan Kemiskinan. Dibandingkan dengan potensi pengembangan ekonomi yang dimiliki oleh Desa Candi yang luar biasa seperti dalam sektor pariwisata, peternakan, pertanian, serta Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), BUMDes di Desa Candi kurang begitu berkembang. Hal ini terlihat dalam sedikitnya unit usaha yang berjalan, serta pengelolaan yang kurang efektif, terutama pasca-pandemi COVID-19. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk merumuskan peta jalan pengembangan BUMDes dengan memanfaatkan peluang-peluang yang ada di Desa Candi, melalui penyusunan dokumen Desain Strategi dan Rencana Aksi (DSRA) yang disusun secara partisipatif dengan pemangku kepentingan BUMDes. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa ada tiga komponen penting yang perlu dikembangkan untuk meningkatkan kinerja BUMDes, yakni sumber daya manusia, unit bisnis, dan kerjasama multipihak.
Parohan: Strategi Politik Lokal Orang Rimba dalam Menghadapi Tekanan Kontestasi Penguasaan Lahan Verdi Wahyu Cahyadi; Setiadi Setiadi
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 6, No 1 (2022): November
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.6.1.%p

Abstract

Penelitian ini secara umum membahas tentang permasalahan konflik lahan yang terjadi antara Komunitas Orang Rimba dengan pihak perusahaan. Pembahasan difokuskan pada uraian tentang sejarah dan bentuk strategi adaptasi yang dilakukan oleh Komunitas Orang Rimba dalam menghadapi permasalahan konflik lahan dengan pihak perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis studi etnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipasi, dokumentasi dan studi kepustakaan. Teknik analisis data dilakukan dengan cara mengelompokkan data kedalam beberapa  kelompok dan  kemudian menganalisisnya menggunakan sudut pandang emik dan etik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik antara komunitas Orang Rimba dengan pihak perusahaan terjadi dikarenakan adanya tumpang tindih klaim lahan dan perbedaan kepentingan di antara keduanya. Untuk melawan dominasi pihak perusahaan, Orang Rimba menciptakan strategi yang dikenal dengan istilah parohan. Parohan merupakan hubungan kerjasama dalam hal pengelolaan lahan yang dilakukan oleh Orang Rimba dengan para pendatang. Sistem kerjasama parohan tidak hanya sebatas hubungan kerja, akan tetapi menciptakan pola hubungan sosial-ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan. Sistem parohan kemudian menciptakan hubungan ketergantungan dan aliansi untuk saling melindungi di antara keduanya (Orang Rimba dan para pendatang), dalam upaya untuk menghadapi dominasi dan ancaman dari pihak perusahaan dalam kontestasi penguasaan lahan.
Pengaruh Bahasa Iklan Terhadap Perilaku Masyarakat Sri Sudarsih
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 6, No 1 (2022): November
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.6.1.%p

Abstract

Penelitian ini terfokus pada pengaruh bahasa iklan terhadap perilaku masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mengungkapkan sejauh mana bahasa iklan telah mengubah sistem nilai tradisi ke dalam sistem nilai yang baru dalam masyarakat.   Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif bidang filsafat. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah analisis sintesis dengan unsur metodis interpretasi.  Rumusan hasil dalam penelitian ini adalah iklan merupakan aktivitas melalui pesan-pesan visual maupun oral yang disampaikan kepada masyarakat. Peran iklan bersifat informatif, persuasif, dan kompetitif. Keberhasilan iklan dalam mempengaruhi masyarakat dipengaruhi oleh bahasa. Bahasa iklan dirumuskan sangat informatif sehingga mudah diingat dan mampu mempengaruhi perilaku masyarakat yang terkadang berkonsekuensi logis pada materialisme, konsumerisme, dan mereduksi makna nilai-nilai human. Iklan menjadi simbol yang menggerakkan sistem nilai baru dalam masyarakat. Oleh karena itu seharusnya masyarakat memiliki sikap kritis dalam menghadapi terpaan iklan yang terjadi setiap saat baik di media elektronik, media cetak, maupun internet. Pengiklan seharusnya berpegang pada etika beriklan, yaitu kejujuran dalam iklan, menghormati harkat dan martabat manusia, dan tanggung jawab terhadap masyarakat. 
Musik yang Menenangkan Hati: Analisis Terhadap Lagu-lagu BTS pada Era Pandemi Dian Annisa Nur Ridha
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 6, No 1 (2022): November
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.6.1.49-66

Abstract

Pada awal pandemi COVID-19 tahun 2020, ketika situasi sangat muram dan seolah tidak ada harapan akan hari esok, BTS merilis album BE yang dirilis pada tahun 2020. Beberapa di antaranya adalah “Life Goes On”, “Fly to My Room”, dan “Telepathy”. Selanjutnya, pada tahun 2021, BTS merilis CD single “Butter” yang di dalamnya terangkum lagu “Permission to Dance”. Ketika tampil di acara radio Inggris BBC Radio 1, yaitu Live Lounge pada tahun 2021, BTS menyanyikan lagu tersebut sekaligus menyanyikan ulang lagu “I’ll Be Missing You”. Artikel ini membahas makna lima lagu BTS yang dirilis dan ditampilkan pada era pandemi menggunakan metode deskriptif kualitatif. Kelima lagu tersebut merujuk pada satu tema, yaitu kekhawatiran BTS sebagai manusia biasa terhadap situasi pandemi. Selain itu, terselip harapan dari BTS agar pandemi segera berakhir. Pada akhirnya, lagu-lagu yang terangkum dalam album BE bersama dua lagu lainnya mengajak pendengar untuk berefleksi ke masa lalu, menerima kenyataan pada masa kini, dan berharap akan kehidupan yang lebih baik pada masa depan.
Telaah Linguistik Historis Komparatif terhadap Bahasa Indonesia, Jawa, Madura, dan Bali Mytha Candria
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 6, No 1 (2022): November
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.6.1.67-75

Abstract

This article presents a comparative historical-linguistic study of four languages living in Indonesian archipelago,  and the four languages investigated are Indonesian, Javanese, Madurese, and Balinese.  These so-called nusantara languages are compared and contrasted so as to discover their similarities and differences, and the results of which reveal that they are of Austronesian language family.
Akulturasi Budaya Secara Verbal dan Kultural pada Upacara Tedhak Siten bagi Masyarakat Jawa Dwi Wulandari
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 6, No 1 (2022): November
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.6.1.%p

Abstract

This study is aimed at examining the cultures acculturated in tedhak siten ceremony, a ceremony marking the early step of a baby toward walking conducted by Javanese people. This study is also describing the cultural behavior and cultural items used during the process of the ceremony. This article is a library study focusing on how earlier studies discuss the ceremony from different location in Java. The acculturation observed during tedhak siten ceremony is Javanese, Hindu, and Islam culture, and each of the culture has merged in through the process during years of its implementation. The acculturation can be seen on the cultural behavior and cultural items known as ubarampe in Javanese. This study is also taking a look at various symbols used during the process which all can lead to the thought and the hope for the baby to gave goodness in his/her life. The ceremony also implicitly shows how the Javanese as the parents of the baby play their roles as husband and wife, and therefore they are able to have good parenting skills for the baby.   Kajian ini dilakukan untuk melihat budaya apa saja yang terakulturasi pada upacara tedhak siten atau upacara turun tanah bagi bayi yang dilakukan oleh masyarakat Jawa. Selain itu kajian ini juga mendeskripsikan perilaku budaya dan benda budaya yang digunakan dalam prosesi upacara tersebut. Kajian ini merupakan kajian pustaka yang mendasarkan pembahasannya dari temuan temuan kajian sebelumnya. Akulturasi budaya yang terlihat dalam prosesi tedhak siten adalah budaya Jawa, Hindu, dan Islam, yang masing masingnya melebur dengan baik selama proses puluhan tahun. Akulturasi tersebut terlihat pada perilaku budaya dan benda budaya yang berupa makanan dan uborampe upacara. Kajian ini juga mengungkap beragam simbol yang digunakan selama proses upacara yang semuanya dimuarakan pada satu hal yaitu harapan kebaikan bagi si anak. Upacara ini juga menyiratkan bagaimana hubungan dan peran orang tua Jawa sebagai suami istri yang nantinya akan mengasuh anak tersebut hingga bisa mencapai tujuan yang diharapkan.
Pemosisian Perempuan dan Relasi Kuasa dalam Tradisi Pertunangan: Suatu Tinjauan Antropologi Gender Zulfa Safitri Kusumaningrum
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 6, No 1 (2022): November
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.6.1.%p

Abstract

Perempuan dalam tradisi pertunangan menduduki posisi subordinat. Dilihat dari persiapan pertunangan, berlangsungnya ritual, hingga diskusi pelaksanaan pernikahan yang ditentukan oleh keluarga dan orang yang menduduki posisi tertinggi dalam struktur sosial seperti kiai, pemuka adat dan lainnya. Sejumlah penelitian ilmu sosial belum membahas mengenai tradisi pertunangan yang diteliti dari sudut pandang calon mempelai perempuan, karena itu diperlukan analisis tentang proses memosisikan perempuan dan pengaruhnya dengan relasi kuasa dalam tradisi pertunangan menggunakan teori praktik oleh Sherry B. Ortner. Tulisan ini bertujuan memberikan suatu tinjauan Antropologi khususnya di bidang Gender tentang tradisi pertunangan sebagai fenomena kultural. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa perempuan dapat menyadari situasi yang membuat posisinya menjadi subordinat dan melakukan agensi sebagai bentuk perlawanan untuk mengupayakan keberdayaan pikiran dan tindakan atas keinginannya dan pemosisian dirinya dalam tradisi pertunangan. Tugas Antropolog adalah menafsirkan fenomena tersebut sebagai bagian tak terpisahkan dari hubungan dominasi kekuasaan atas perempuan, menelusuri nilai dan norma budaya yang memojokkan posisi perempuan serta memahami dan menjelaskan fenomena budaya adalah sebuah praktik bermakna yang di dalamnya terdapat pola interaksi para aktor.  

Page 1 of 1 | Total Record : 9