cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Rotasi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 1411027x     EISSN : 24069620     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Volume 9, Nomor 4, Oktober 2007" : 9 Documents clear
ANALISA RELIABILITAS GENERATOR UNIT 4 PADA PLTU TANJUNG PERAK SURABAYA Sugiyanto, Sugiyanto
ROTASI Volume 9, Nomor 4, Oktober 2007
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.967 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.9.4.15-18

Abstract

Keandalan suatu mesin merupakan ukuran kemampuan mesin tersebut dalam menjalankan fungsinya. GeneratorUnit 4 PLTU Tanjung Perak Surabaya, mulai beroperasi tahun 1980. Sebagai sebuah peralatan Pembangkit Listrik,kehandalannya merupakan tolok ukur yang dapat digunakan sebagai salah satu faktor untuk menentukan layaktidaknya pembangkit listrik tersebut beroperasi. Analisa kehandalan didasarkan pada jumlah jam operasi selama kurunwaktu tertentu (dalam kajian ini selama 6 bulan) yang dapat dilayani oleh generator tersebut. Berdasarkan kajiantersebut rata-rata operasi per bulan sebesar 544 jam dengan kehandalan 11,80 %.
TOOLPATH GENERATOR FOR MULTI MATERIAL FREEFORM FABRICATION (MMFF) PROCESS Prahasto, Toni; Widyanto, Susilo Adi
ROTASI Volume 9, Nomor 4, Oktober 2007
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.624 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.9.4.40-44

Abstract

Fabrication of Rapid Prototyping (RP) of a mechanical part using multi-material powder-deposition is carried out to improve the functional aspect as well as the life time. This RP allows the multi-material fabrication by modifying the material delivery subsystem.This paper reports the fabrication of multi-material free-form parts, hereafter will be abbreviated as MMFF. This paper also presents a method of tool-path generation. The shape and the size of the part are the input of the RP-process; typically, this input is either a 3D-model from a CAD system or a set of coordinates from a CMM. In this report, the input is obtained from a CAD system. The model is sliced at a pre-determined thickness interval, and the results are a set of 2D sections. A section contains a single outer loop and may have inner loops. A tool path is generated for each section, and the path will later be traversed by a deposition nozzle. Scanning gaps between two parallel path is determined based on the geometry of the loops of the section. Tool path generator also facilitates the inputting setting data to appropriate the dimension machine capacity.
PROSES PRODUKSI MUFFLER TIPE KEHL DAN BALANCING TIME PADA PROSES BENDER Haryadi, Gunawan Dwi
ROTASI Volume 9, Nomor 4, Oktober 2007
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.42 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.9.4.19-26

Abstract

Dalam proses manufacturing muffler tipe KEHL ( Honda New Mega Pro ), melewati 42 tahapan proses, baik proses permesinan, pengelasan, pengecatan, pelapisan permukaan dengan logam dan lain-lainnya. Proses-proses tersebut terdiri dari tahapan sub assy, bender, Main assy, buffing, plating, inner painting, dan final assy. Masing – masing proses dilakukan pada line produksi yang bersesuaian.
KARAKTERISASI MATERIAL BALL MILL PADA PROSES PEMBUATAN SEMEN DENGAN METODA PENGUJIAN KEKERASAN, MIKROGRAFI DAN SEM Setiyana, Budi; Perdana, Revelino Putra
ROTASI Volume 9, Nomor 4, Oktober 2007
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.017 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.9.4.27-31

Abstract

Dalam proses pembuatan semen yang berawal dari bahan baku hingga menjadi semen yang siap pakai terdiri atas berbagai macam proses, salah satunya adalah proses finish mill dengan menggunakan bola-bola baja(ball mill) yang merupakan tahap akhir dalam proses pembuatan semen. Dalam suatu industri diperlukan suatu efisiensi untuk dapat memaksimalkan keuntungan. Dengan perkembangan teknologi pada saat ini maka dapat dilakukan pengembangan, salah satunya dengan mengembangkan material ball mill yang digunakan. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk dapat mengetahui karakteristik dari material ball mill tersebut diantaranya dengan melakukan pengujian kekerasan, metalografi dan Scanning Electron Microscope(SEM). Diperoleh nilai kekerasan dari ball mill berkisar antara 80,75 – 83,58 HRA, struktur mikro yang terbentuk dari ball mill tersebut didominasi adanya karbida krom (Cr23C3) yang menyebabkan meningkatnya kekerasan, kekuatan, titik lelah dan elastisitas dari ball mill tersebut dan komposisi kimia ball mill pada suatu area terdiri dari unsur utama besi (Fe) sebesar 87.25% dan karbon (C) sebesar 0.22%, jadi ball mill termasuk baja karbon rendah yang sifatnya mudah ditempa dan mudah untuk dilakukan proses permesinan. Terdapat unsur paduan lainnya dalam baja ini yaitu silikon (Si) sebesar 0.58% dan krom (Cr) sebesar 11.96%. Berdasarkan unsur paduan yang terdapat pada area ini maka baja ini termasuk High alloy steel. Kandungan silikon sebesar 0.58% pada area ini dapat meningkatkan kekuatan tarik baja. Sedangkan kandungan krom sebesar 11.96% dapat meningkatkan kekerasan baja dan membuat baja menjadi lebih tahan terhadap oksidasi dan korosi.
EFEK PENGGUNAAN FLY ASH SEBAGAI BAHAN CETAKAN PADA PROSES PENGECORAN BESI DITINJAU DARI KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO Prahasto, Tony; Sugiyanto, Sugiyanto
ROTASI Volume 9, Nomor 4, Oktober 2007
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.938 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.9.4.1-5

Abstract

Kandungan silika yang dominan pada fly ash memungkinkan untuk menggunakan fly ash sebagai bahan cetakanpada proses pengecoran logam karena sifat silika yang mampu menahan temperatur yang tinggi. Untuk mengetahuikemungkinan tersebut maka perlu dilakukan penelitian tentang penggunaan fly ash sebagai bahan pembuat cetakanpada pengecoran logam.Pada penelitian ini, logam yang digunakan untuk proses pengecoran adalah besi non paduan. Penelitianbertujuan untuk mengetahui pengaruh cetakan berbahan fly ash terhadap tingkat kekerasan dan struktur mikro besicor. Unsur silika pada fly ash diharapkan mampu menurunkan tingkat kekerasan pada permukaan benda coransehingga dapat mempermudah dalam proses permesinan. Selain itu ukuran butir fly ash lebih kecil daripada pasirsehingga akan membuat permukaan benda coran lebih halus.Untuk mengetahui tingkat kekerasan besi cor yang dicetak menggunakan fly ash maka dilakukan pengujiankekerasan. Sedangkan untuk mengetahui struktur mikro besi cor maka dilakukan pengujian mikrografi. Dari keduapengujian tersebut diketahui bahwa kekerasan dan struktur mikro besi cor cetakan fly ash dengan komposisi: flyash(FA) 100, semen 25% FA dan air 8% FA , sama dengan besi cor hasil cetakan pasir silika.
ANALISA DINAMIK PADA KONTROL JOINT SIMULATOR KENDALI TURRET Munadi, Munadi; Tauviqirrahman, Mohammad
ROTASI Volume 9, Nomor 4, Oktober 2007
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.981 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.9.4.6-9

Abstract

Secara garis besar dinamik simulator sebagai aplikasi robot berkaitan dengan torsi aktuator yang hasilgeraknya adalah perubahan sudut, kecepatan sudut dan percepatan sudut. Dalam konteks dinamik, output perubahanini dapat dinyatakan sebagai percepatan anguler. Hal tersebut, selanjutnya dapat dikembangkan analisa dinamiknyasebagai konsep tentang kontrol dinamik.Simulator mempunyai dua link utama yaitu link tiga dan link empat. Torsi yang diberikan aktuator pada linktiga dan link empat pada dasarnya harus seimbang dengan torsi yang dihasilkan oleh komponen-komponen dinamikstruktur simulator dalam pergerakan, yaitu torsi yang dihasilkan dari pergerakan (torsi vs kecepatan anguler).
KARAKTERISASI MATERIAL BALL MILL PADA PROSES PEMBUATAN SEMEN DENGAN METODA PENGUJIAN KEKERASAN, MIKROGRAFI DAN KEAUSAN Umardani, Yusuf; Bukhori, Misbah
ROTASI Volume 9, Nomor 4, Oktober 2007
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.085 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.9.4.32-35

Abstract

Seiring adanya perkembangan teknologi, efesiensi waktu dan biaya dalam industri semen harus ditekan seminimal mungkin, salah satunya dengan cara meneliti karakteristik dari ball mill yang digunakan dalam proses penghancuran bahan baku sebelum dihasilkan semen, yang pada akhirnya dapat dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mencari alternatif material pengganti dari ball mill yang mempunyai karakteristik yang lebih baik. Oleh karena itu perlu dievaluasi karakteristik dari ball mill tersebut melalui pengujian kekerasan, metalografi dan keausan. Keausan merupakan fenomena yang sering terjadi akibat adanya tumbukan antar ball mill tersebut, yaitu lepasnya material dari permukaan ball mill, yang dapat dipengaruhi oleh faktor pembebanan, panjang lintasan dan sifat dari material tersebut. Hal ini dapat mempengaruhi berkurangnya momentum tumbukan, yang pada akhirnya akan mengakibatkan bertambahnya waktu yang diperlukan pada proses tersebut. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa kekerasan dari material ball mill besarnya berkisar antara 80,75 – 83,58 HRA., struktur mikro yang terbentuk dari ball mill tersebut didominasi adanya karbida krom (Cr23C3) yang menyebabkan meningkatnya kekerasan, kekuatan, titik lelah dan elastisitas dari ball mill tersebut dan semakin tinggi pembebanan, maka semakin tinggi ketahanan ausnya.
PENGEMBANGAN TEKNOLOGI RAPID PROTOTYPING UNTUK PEMBUATAN PRODUK-PRODUK MULTI MATERIAL Widyanto, Susilo Adi
ROTASI Volume 9, Nomor 4, Oktober 2007
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.67 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.9.4.10-14

Abstract

Tingginya persaingan antar produk-produk industri menuntut dikembangkannya sistem produksi yang tepat waktu, efisien dan mampu menghasilkan produk yang berkualitas. Ketersediaan suatu produk baru dipasar ternyata merupakan faktor penentu eksitensi produk tersebut. Dengan mempercepat waktu perealisasian konsep desain menjadi bentuk prototype sebelum masuk dalam sistem produksi masal merupakan salah satu terobosan untuk memperkuat daya saing produk industri.Pengaplikasian teknologi rapid prototyping merupakan alasan untuk mereduksi cycle time dalam produksi. Berbagai pengembangan proses RP telah dilakukan dengan munculnya berbagai jenis mesin RP komersial. Namun dari mesin-mesin tersebut, masalah variasi bahan produk yang digunakan masih sangat terbatas, dimana produk yang dibuat hanya terbatas pada jenis material tunggal. Paper ini melaporkan suatu penelitian pengembangan proses RP yang ditujukan untuk pembuatan produk-produk multi-material.Dengan menggunakan mekanisme hopper nozzle sebagai perangkat pendeposisi serbuk produk dan slot feeder counter rolling cylinder untuk supporting powder, berbagai karakteristik produk multi-material dapat dibuat. Pada pengembangan selanjutnya, penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar pengembangan produk-produk smart material dan micropart.
PENGARUH PERLAKUAN PANAS AUSTEMPER DUA TAHAP PADA SIFAT MEKANIK MATERIAL BAJA ST-90 Wibowo, Dwi Basuki; Setiawan, Sutopo
ROTASI Volume 9, Nomor 4, Oktober 2007
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.751 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.9.4.36-39

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir ini, baja telah menjadi salah satu material yang cukup penting dalam bidang keteknikan, karena sifat mekaniknya yang cukup baik. Sifat mekanik baja bias diubah sesuai dengan sifat mekanik yang dibutuhkan, dengan cara diheat treatment. Dalam penelitian ini, material baja karbon sedang ST-90, diheat treatment dengan proses austemper dua tahap.Pertama-tama spesimen diaustenisasi pada temperatur 850º C selama 2 jam. Selanjutnya diquenching selama 5 menit di salt bath pada temperatur austemper tahap pertama. Temperatur austemper tahap pertama tersebut antara lain 350º C, 400º C, 450º C dan 500º C. Selanjutnya spesimen tersebut diaustemper selama 2 jam pada temperatur austemper tahap kedua. Temperatur austemper tahap kedua tersebu antara lain dengan peningkatan 25º C, 50º C dan 100º C dari masing-masing temperatur austemper tahap pertama. Dan akhirnya spesimen tersebut dinormalizing pada temperatur ruang.Pengaruh dari variasi rentang temperatur austemper tahap pertama dan austemper tahap kedua pada struktur mikro dan sifat mekanik (kekerasan) diuji. Hasil pengujian menunjukan bahwa dengan rentang temperatur yang semakin besar maka akan dihasilkan nilai kekerasan yang semakin besar.

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2007 2007


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 3 (2025): VOLUME 27, NOMOR 3, OKTOBER 2025 Vol 27, No 2 (2025): VOLUME 27, NOMOR 2, JULI 2025 Vol 27, No 1 (2025): VOLUME 27, NOMOR 1, JANUARI 2025 Vol 26, No 4 (2024): VOLUME 26, NOMOR 4, OKTOBER 2024 Vol 26, No 3 (2024): VOLUME 26, NOMOR 3, JULI 2024 Vol 26, No 2 (2024): VOLUME 26, NOMOR 2, APRIL 2024 Vol 26, No 1 (2024): VOLUME 26, NOMOR 1, JANUARI 2024 Vol 25, No 4 (2023): VOLUME 25, NOMOR 4, OKTOBER 2023 Vol 25, No 3 (2023): VOLUME 25, NOMOR 3, JULI 2023 Vol 25, No 2 (2023): VOLUME 25, NOMOR 2, APRIL 2023 Vol 25, No 1 (2023): VOLUME 25, NOMOR 1, JANUARI 2023 Vol 24, No 4 (2022): VOLUME 24, NOMOR 4, OKTOBER 2022 Vol 24, No 3 (2022): VOLUME 24, NOMOR 3, JULI 2022 Vol 24, No 2 (2022): VOLUME 24, NOMOR 2, APRIL 2022 Vol 24, No 1 (2022): VOLUME 24, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 23, No 4 (2021): VOLUME 23, NOMOR 4, OKTOBER 2021 Vol 23, No 3 (2021): VOLUME 23, NOMOR 3, JULI 2021 Vol 23, No 2 (2021): VOLUME 23, NOMOR 2, APRIL 2021 Vol 23, No 1 (2021): VOLUME 23, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 22, No 4 (2020): VOLUME 22, NOMOR 4, OKTOBER 2020 Vol 22, No 3 (2020): VOLUME 22, NOMOR 3, JULI 2020 Vol 22, No 2 (2020): VOLUME 22, NOMOR 2, APRIL 2020 Vol 22, No 1 (2020): VOLUME 22, NOMOR 1, JANUARI 2020 Vol 21, No 4 (2019): VOLUME 21, NOMOR 4, OKTOBER 2019 Vol 21, No 3 (2019): VOLUME 21, NOMOR 3, JULI 2019 Vol 21, No 2 (2019): VOLUME 21, NOMOR 2, APRIL 2019 Vol 21, No 1 (2019): VOLUME 21, NOMOR 1, JANUARI 2019 Vol 20, No 4 (2018): VOLUME 20, NOMOR 4, OKTOBER 2018 Vol 20, No 3 (2018): VOLUME 20, NOMOR 3, JULI 2018 Vol 20, No 2 (2018): VOLUME 20, NOMOR 2, APRIL 2018 Vol 20, No 1 (2018): VOLUME 20, NOMOR 1, JANUARI 2018 Vol 19, No 4 (2017): VOLUME 19, NOMOR 4, OKTOBER 2017 Vol 19, No 3 (2017): VOLUME 19, NOMOR 3, JULI 2017 Vol 19, No 2 (2017): VOLUME 19, NOMOR 2, APRIL 2017 Vol 19, No 1 (2017): VOLUME 19, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 18, No 4 (2016): VOLUME 18, NOMOR 4, OKTOBER 2016 Vol 18, No 3 (2016): VOLUME 18, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 18, No 2 (2016): VOLUME 18, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 18, No 1 (2016): VOLUME 18, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 17, No 4 (2015): VOLUME 17, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 17, No 3 (2015): VOLUME 17, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 17, No 2 (2015): VOLUME 17, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 17, No 1 (2015): VOLUME 17, NOMOR 1, JANUARI 2015 Vol 16, No 4 (2014): VOLUME 16, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 16, No 3 (2014): VOLUME 16, NOMOR 3, JULI 2014 Vol 16, No 2 (2014): VOLUME 16, NOMOR 2, APRIL 2014 Vol 16, No 1 (2014): VOLUME 16, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 15, No 4 (2013): VOLUME 15, NOMOR 4, OKTOBER 2013 Vol 15, No 3 (2013): VOLUME 15, NOMOR 3, JULI 2013 Vol 15, No 2 (2013): VOLUME 15, NOMOR 2, APRIL 2013 Vol 15, No 1 (2013): VOLUME 15, NOMOR 1, JANUARI 2013 VOLUME 14, NOMOR 4, OKTOBER 2012 VOLUME 14, NOMOR 3, JULI 2012 VOLUME 14, NOMOR 2, APRIL 2012 VOLUME 14, NOMOR 1, JANUARI 2012 VOLUME 13, NOMOR 4, OKTOBER 2011 VOLUME 13, NOMOR 3, JULI 2011 VOLUME 13, NOMOR 2, APRIL 2011 VOLUME 13, NOMOR 1, JANUARI 2011 Volume 12, Nomor 4, Oktober 2010 Volume 12, Nomor 3, Juli 2010 Volume 12, Nomor 2, April 2010 Volume 12, Nomor 1, Januari 2010 Volume 11, Nomor 4, Oktober 2009 Volume 11, Nomor 3, Juli 2009 Volume 11, Nomor 2, April 2009 Volume 11, Nomor 1, Januari 2009 Volume 10, Nomor 4, Oktober 2008 Volume 10, Nomor 3, Juli 2008 Volume 10, Nomor 2, April 2008 Volume 10, Nomor 1, Januari 2008 Volume 9, Nomor 4, Oktober 2007 Volume 9, Nomor 3, Juli 2007 Volume 9, Nomor 2, April 2007 Volume 9, Nomor 1, Januari 2007 Volume 8, Nomor 4, Oktober 2006 Volume 8, Nomor 3, Juli 2006 Volume 8, Nomor 2, April 2006 Volume 8, Nomor 1, Januari 2006 Volume 3, Nomor 2, April 2001 Volume 3, Nomor 1, Januari 2001 Volume 2, Nomor 4, September 2000 More Issue