Dwi Basuki Wibowo
Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, 50275

Published : 35 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENGEMBANGAN DESAIN DAN MANUFAKTUR MAINAN MEKANIKAL EDUAKTIF UNTUK MENDUKUNG KEMAJUAN INDUSTRU KREATIF Wibowo, Dwi Basuki; Samuel, -; Hardjono, Bambang Singgih
Prosiding SNATIF Vol 1, No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan Informatika
Publisher : Prosiding SNATIF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Mainan sebagai peraga edukasi Mekanika Fisika telah banyak dilakukan di sekolah-sekolah maupun perguruan tinggi (PT) di dunia, sementara sebagai peraga untuk menjelaskan berbagai macam gerak dan mekanisme yang menimbulkannya belum banyak dilakukan (Kinematika). Mainan mekanikal edukatif adalah mainan yang bisa bergerak yang mampu menghasilkan gerakan mirip seperti aktifitas tertentu orang, hewan, atau mesin. Sumber penggerak mainan mekanikal yang hanya satu dan berbentuk rotasi, tidak seperti robot dimana semua sendi diberi motor listrik yang bisa dikendalikan, menunjukkan bahwa mekanisme kinematika yang digunakan bisa sederhana hingga sangat kompleks bergantung pada banyaknya bagian mainan yang harus digerakkan. Paper ini membahas pengembangan desain dan manufaktur mainan mekanikal edukatif sebagai peraga edukasi yang terbukti sulit dilakukan secara manual, seperti selama ini dilakukan di TDC (Toys Design Center). Dengan menggunakan perancangan berbasis software CAD (Computer Aided Design) reproduksi dan modifikasi produk mudah dilakukan. Gerak produk juga bisa disimulasikan tanpa harus membuat dan merakit seluruh komponennya terlebih dahulu, seperti pada proses perancangan manual. Kata Kunci : mainan mekanikal, mekanisme kinematika, peraga edukatif, Toys Design Center, CAD
PERBAIKAN SIFAT MEKANIS BESI COR KELABU DENGAN PENAMBAHAN UNSUR CROM DAN TEMBAGA Suprihanto, Agus; Umardani, Yusuf; Wibowo, Dwi Basuki
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2005)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sifat mekanis besi cor kelabu dipengaruhi oleh laju pendinginan, tebal coran,perlakuan panas, perlakuan saat cairan dan penambahan unsur paduan.Beberapa penggunaan material ini membutuhkan kekuatan yang tinggi. Untukmemperbaiki kekuatannya dapat dilakukan dengan penambahan unsur paduanyang bersifat penggalak karbida seperti Cr dan Cu.Dalam penelitian ini pengaruh penambahan Cr dan Cu pada sifat mekanis besicor kelagu telah diteliti. Material dasar FC20 yang ditambah dengan Cr Cr0,23 %, 0, 32% dan 0,47% serta Cu antara 0,6% to 0,7% telah diuji. Pengujianmetalografi dan tarik telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahanCr dan Cu terhadap sifat mekanis besi cor kelabu.Hasil pengujian tarik terlihat terdapat peningkatan kekuatan tarik sebesar 20%yaitu dari 191MPa menjadi 232MPa. Meskipun demikian hasil metalografimenunjukkan bahwa kesemua spesimen uji memiliki struktur mikro matrik perlitdengan grafit serpih tipe VII, distribusi A dan berukuran 3-5.
PENGUJIAN LELAH SIKLUS RENDAH BESI COR KELABU Suprihanto, Agus; Wibowo, Dwi Basuki; Satrijo, Djoeli
ROTASI Volume 12, Nomor 1, Januari 2010
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.652 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.12.1.1-4

Abstract

Bus dan truk merupakan moda transportasi darat untuk penumpang dan barang yang terpenting. Kehandalan operasional bus/truk ditentukan oleh komponen-komponen pendukungnya misalnya tromol rem. Komponen ini dibuat dari besi cor kelabu. Pada saat pengereman, energi kinetik diserap menjadi panas lewat gesekan antara kanvas rem dengan tromol rem. Pola pengereman yang berbeda-beda, menyebabkan troml rem ini menerima beban dinamis. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui kekuatan lelah siklus rendah besi cor kelabu yang akan digunakan untuk tromol rem bus/truk.Pada penelitian ini besi cor kelabu FC200 dan 3 paduan besi cor kelabu FC200 dengan Cr (0,23%, 0,32% & 0,47% wt) dan Cu (0,6%-0,7%) dilakukan pengujian lelah siklus rendah. Dimensi spesimen uji mengacu pada standar ASTM E739. Sebanyak 60 spesimen berdiameter 8mm diuji pada lelah pada servo pulser dengan amplitudo regangan antara 0,15 s/d 0,5%. Spesimen dibuat dengan mesin CNC dengan tujuan meminimalkan efek proses pemesinan terhadap sifat mekanisnya.Data pengujian diolah menggunakan metoda yang diajukan oleh Downing (1983) and Fash (1982). Hasil pengujian menunjukkan bahwa koefisien kekuatan lelah (A) antara 2,336 –2,896 dan eksponen kekuatan lelah antara –0,251 to –0,266.
PEMBUATAN SPESIMEN UJI LELAH TIPE CONTINUOUS RADIUS MENGGUNAKAN MESIN BUBUT CNC Suprihanto, Agus; Wibowo, Dwi Basuki; Puja, IGN Wiratmaja
ROTASI Volume 8, Nomor 2, April 2006
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.449 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.8.2.9-13

Abstract

Ones of considerations of design are fatigue failures. The fatigue failures are related with fatigue strength ofspecimens. The fatigue strength of materials usually resulted by fatigue testing. The results of the testing are influencedby some factors ie. machining process of specimens.The goal of this research is to give a proposed machining process of fatigue test specimens with CNC lathemachines. The proposed machining process can be eliminated the effects of machining from fatigue testing result.One examples of CNC lathe programming have been sucessfuly composed for fatigue test specimens typecontinuous radius. This specimen has 9,3mm minor diameter and 16mm major diameter. G and M code which used areG00, G~1, G02, M92, M99 and M30.
PENGARUH KUAT MEDAN MAGNET TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN BESI COR KELABU Wibowo, Dwi Basuki; Umardhani, Yusuf; Sugiarto, Didi
ROTASI VOLUME 14, NOMOR 1, JANUARI 2012
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.09 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.14.1.10-15

Abstract

Besi cor kelabu tergolong baja karbon tinggi yang memiliki kandungan karbon sekitar 2,5-3,5% sehingga nilai keuletannya relatif rendah. Proses pembentukan logam yang umum digunakan untuk besi cor kelabu adalah proses pengecoran (Casting). Sifat mekanis dari besi cor kelabu dipengaruhi oleh laju pendinginan, tebal coran, perlakuan panas, penambahan unsur paduan dan perlakuan saat cairan. Suatu paduan dengan komposisi yang sama akan memiliki struktur mikro dan sifat mekanis yang berbeda tergantung pada proses perlakuannya. Dalam paper ini telah diteliti pengaruh penambahan medan magnet (NdFeB) di dalam rongga cetakan yang akan mempengaruhi proses pembentukan struktur mikro dan kekerasan besi cor kelabu. Material yang diuji adalah besi cor kelabu dan perlakuan kuat medan magnet sebesar 16,43 mT sampai dengan 6,54 mT. Perbandingan kekerasan antara spesimen hasil pengecoran tanpa pengaruh medan magnet dan pengaruh medan magnet meningkat 30% dari 176,4 HB menjadi  227,7 HB pada perlakuan medan magnet 16,43 mT. Hasil mikrografi menunjukan struktur mikro dari besi cor kelabu relatif didominasi adanya struktur mikro dengan matrik perlitik yang membuat sifat mekanisnya menjadi lebih keras.
Estimasi Deformasi Tumit Telapak Kaki Manusia Saat Berdiri Tegak Menggunakan Scanner 3D Wibowo, Dwi Basuki
ROTASI Vol 19, No 2 (2017): VOLUME 19, NOMOR 2, APRIL 2017
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.268 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.19.2.45-51

Abstract

Deformasi tumit telapak kaki manusia saat berdiri maupun berjalan sering dikaitkan dengan nyeri di telapak kaki. Besarnya deformasi juga telah diketahui bergantung kepada tingkat ketuaan (aging level), semakin tua manusia semakin kecil deformasinya. Untuk mengukur deformasi tumit tidak mudah dilakukan. Beberapa peneliti sebelumnya menggunakan test rig dan foto rontgen untuk mengetahui heel pad compressibility index (HPCI), apabila nilai HPCI mendekati 1 tumit manusia tergolong sangat kaku. Penelitian ini bertujuan mengestimasi deformasi tumit telapak kaki manusia saat berdiri tegak menggunakan scanner 3D untuk memindai (scanning) telapak kaki tak berbeban dan digital foot scanner untuk memindai telapak kaki berbeban. Dengan Boolean Operation dapat diketahui besarnya deformasi di area tumit tersebut. Dua puluh mahasiswa Departemen Teknik Mesin (DTM) UNDIP dengan usia dan berat badan rata-rata 19.5 tahun dan 55.27 kg diminta melakukan 2 scanning tersebut. Hasilnya deformasi rata-rata telapak kaki sebesar 7.41 ± 2.74 mm dan deformasi maksimum di area tumit rata-rata adalah 13.17 ± 4.04 mm. Terdapat korelasi yang signifikan antara berat badan (x, kg) dengan deformasi maksimum di area tumit (y, mm) subyek penelitian yang dinyatakan oleh persamaan regresi linier y = 0.276x – 2.102 dengan koefisien korelasi r = 0.85.
PENELITIAN RESPON ANAK-ANAK USIA 5-9 TAHUN TERHADAP BERBAGAI GERAKAN-GERAKAN DASAR MANUSIA YANG DAPAT DITIRU MELALUI MAINAN MEKANIKAL EDUKATIF Wibowo, Dwi Basuki; Herlan, Rizal Abdul
ROTASI VOLUME 14, NOMOR 3, JULI 2012
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (989.378 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.14.3.24-31

Abstract

Mainan mekanikal adalah mainan yang bisa bergerak/digerakkan baik secara manual maupun dengan motor listrik.Didalamnya terdapat mekanisme, yang tersusun dari beberapa rangkaian komponen mesin, yang bisa menghasilkan gerakan mirip suatu aktifitas tertentu manusia, hewan, dan mesin secara berulang. Di sini anak-anak usia 5 – 9 tahun belajar mengenal berbagai komponen mesin seperti belt; chain; cam-follower; rachet; linkages; gear; friction wheel serta mekanisme yang dihasilkannya. Diharapkan penelitian ini disamping menghasilkan beberapa prototype peraga mainan mekanikal edukatif, juga mengkaji respon anak-anak terhadap peragaan dan pelatihan mainan mekanikal edukatif yang mengandung unsur-unsur pendidikan dan pengetahuan tentang mengenal berbagai gerakan dasar, komponen dan mekanisme yang dihasilkannya, dan simulasi meniru gerakan dasar tersebut dari susunan/rangkaian komponen mesin. Metode yang digunakan dalam mengkaji respon anak-anak antara lain metode kualitatif, metode kuantitatif, metode observasi dan studi dokumentasi. Dalam pembahasan data hasil penelitian menggunakan metode deskriptif. Dari penelitian yang telah dilaksanakan, didapatkan hasil bahwa mainan mekanikal edukatif ini dapat diterima oleh anak-anak usia 5-9 tahun maupun oleh guru.
PENGUJIAN IMPAK BESI COR KELABU AUSTEMPER Wibowo, Dwi Basuki; Purwanto, D
ROTASI Volume 9, Nomor 2, April 2007
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.988 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.9.2.37-41

Abstract

Grey cast iron representing Fe-C alloy as steel. Grey cast iron graphite in form of flake. Grey cast iron at most used compared to other casting metals, this matter because of amenity process production, can be made mass productions and cost of process which competing, etc. Though offering many advantage, but there are some lacking of that is mechanical properties do not as high as steel. To improve the mechanical properties, in this research the grey cast iron was austempered. This process is conducted by holding the specimens at austenite temperature ( 850ºC) during 1 until 2 hour, then quenched in NaNO2 and KNO3 as cooler media. At the quench process conducted by temperature variations to knowing effect of quench temperature at the austempered. Impact, Hardness and metalographi testing have been conducted to evaluate effect of austempering on the mechanical properties and micro structure of austempered materials. By austempered treatment, will improve strength of impact equal to 5.83 % until 45.01 % at non-alloyed grey cast iron, and 15.74 % until 43.47 % at alloyed-0,3 % Cr grey cast iron. Improved of hardness properties also happened equal to 8.57 % until 37.11 % at non-alloyed grey cast iron, and 0.85 % until 38.66 % at alloyed-0,3 % Cr grey cast iron.
PEMODELAN DAN SIMULASI SISTEM CONTROL MAGNETIC LEVITATION BALL Wibowo, Dwi Basuki; Sutomo, Sindu
ROTASI VOLUME 13, NOMOR 2, APRIL 2011
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.621 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.13.2.1-7

Abstract

Sudah sejak lama studi dan penelitian tentang magnet telah menghasilkan berbagai produk yang bermanfaat bagi umat manusia. Metode pelayangan magnet adalah termasuk hal baru yang hasil penelitiannya banyak diterapkan di sektor industri dan transportasi karena dapat mengurangi gesekan mekanis secara berarti. Meski penelitian-penelitian tersebut masih terus dilakukan dan terbukti sukses diterapkan pada kereta api cepat Magnetic Levitation (maglev) serta pengembangan bantalan magnet tak berfriksi, prinsip dasar pelayangan magnet dengan magnet elektrik ini masih terus dipelajari di banyak perguruan tinggi di dunia. Tujuannya terutama adalah melihat fenomena pelayangan benda melalui pengontrolan kuat medan magnet elektrik serta rentang kestabilan tinggi benda yang dilayangkan.Sistem Magnetic Levitation (Maglev) ini bekerja pada gaya tarik antara gaya elektromagnetik dan benda. Selain itu objek yang akan dilayangkan adalah bola baja biasa. Untuk mencegah bola baja menempel pada electromagnet maka posisi benda harus bisa diperhitungkan dengan menggunakan sensor infra merah. Informasi dari sensor akan masuk pada rangkaian kontrol yang akan mengatur arus dalam elektromagnet.
Pengukuran Distribusi Beban Telapak Kaki Manusia Saat Berdiri Tegak Menggunakan Sensor FSR 402 Wibowo, Dwi Basuki
ROTASI Vol 20, No 1 (2018): VOLUME 20, NOMOR 1, JANUARI 2018
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.988 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.20.1.22-28

Abstract

Manusia saat berdiri tegak ke dua telapak kaki bagian tumit menanggung beban 60% dari berat tubuh. Saat berjalan dan tumit menghentak di landasan, beban satu kaki bisa mencapai 70% dari berat tubuh. Beban yang besar di area tumit ini bisa menimbulkan nyeri hebat pada penderita calcanea spur (tumbuhnya taji di tulang tumit). Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas penggunaan sensor FSR 402 buatan Interlink Electronics untuk mengukur distribusi beban di telapak kaki saat subyek berdiri tegak. Delapan sensor dipasang di sol sepatu dalam (shoe in-sole) disesuaikan dengan kecembungan kontur telapak kaki setiap subyek hasil pemindaian menggunakan 3D scanner. Hasil pengukuran menunjukkan beban rata-rata di area tumit pada tinggi hak sepatu 0 cm sebesar 27% dari berat tubuh atau lebih rendah 2% dibanding hasil penelitian sebelumnya. Menaikkan tinggi hak sepatu terbukti dapat menurunkan beban di area tumit dan menggesernya ke bagian tengah dan depan telapak kaki, juga sesuai dengan yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya.