cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Rotasi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 1411027x     EISSN : 24069620     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 676 Documents
ANALISIS KERUSAKAN DAN PERBAIKAN OIL PUMP STEAM TURBINE 32-K-101-P1-T DALAM PLATFORMING UNIT-NAPHTA PROCESSING UNIT (NPU) Iskandar, Norman; Pangeran, Ardha Ridho
ROTASI Vol 18, No 2 (2016): VOLUME 18, NOMOR 2, APRIL 2016
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.241 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.18.2.44-50

Abstract

Oil pump steam turbine (OPST) adalah sebuah turbin uap jenis impuls yang digerakan oleh medium pressure steam (MPS) dengan tekanan 15–21 kg/cm2G dan temperatur kerja 250–370 oC. Uap ekstrasi dari turbin uap adalah low pressure steam (LPS) dengan tekanan 3.8–6.3 kg/ cm2G. Dalam proses perawatannya, OPST diinspeksi setiap 2 minggu sekali dengan melihat kondisi oli, trending getaran, dan putaran poros turbin. Pada saat operasi OPST mengalami kenaikan vibrasi yang melebihi batas toleransi (vs 2.82 mm/s) dan keruhnya oli pelumasan OPST. Dalam hal ini dilakukan sebuah penelitian guna mengetahui indikasi kerusakan OPST dan analisis perbaikan yang tepat guna mengembalikan performa dari OPST. Dalam mengidentifikasi kerusakan tersebut metode yang dilakukan adalah analisis trending spektrum menggunakan software omnitrend yang nilainya akan dibandingkan dengan hasil perhitungan bearing. Analisis tersebut menghasilkan bahwa terjadi vibrasi 1X RPM dikarenakan kerusakan pada ball bearing yang diakibatkan oleh pelumas bearing yang sudah keruh karena tercampur air. Untuk mengetahui masuknya air ke dalam oil chamber dilakukan dua cara yaitu percobaan hydrotest dan pengukuran clearances carbon ring seals. Setelah dilakukan dua percobaan tersebut didapatkan hasil penyebab masuknya air ke oil chamber karena overclearances pada carbon ring seals (vs 0.120-0.145 mm). Masalah yang terjadi ini mengakibatkan uap masuk ke penampungan oli sehingga pelumasan pada bearing tidak berjalan dengan baik sehingga terjadi kerusakan pada bearing. Setelah teridentifikasi kerusakannya, dilakukan pergantian komponen bearing inboard dan bearing outboard serta laping split face pada carbon ring seals. Setelah mengalami perbaikan vibrasi pada OPST kembali normal dari 3.72 mm/s menjadi 0.93 mm/s.
PENGARUH LOKASI RETAK PADA POROS TERHADAP KARAKTERISTIK DINAMIK SISTEM POROS ROTOR Kurdi, Ojo
ROTASI Volume 9, Nomor 1, Januari 2007
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.049 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.9.1.1-5

Abstract

Paper ini membahas pengaruh lokasi retak melintang pada poros terhadap karakteristik dinamik sistem porosrotor sederhana, khususnya diagram Campbell dan respon gaya eksitasi akibat massa tak seimbang. Adanya retakpada poros menyebabkan terjadinya pengurangan kekakuan poros dan perbedaan lokasi retak pada porosmenyebabkan harga kekakuan yang berbeda-beda Hal ini menyebabkan terjadinya perbedaan pada diagram Campbelldan respon gaya eksitasi akibat massa tak seimbang untuk masing-masing lokasi retak. Perbedaan-perbedaan padaDiagram Campbell dan respon gaya eksitasi akibat massa tak seimbang akibat adanya perbedaan lokasi retak padaporos akan disajikan dalam bentuk tabel-tabel dan grafik
Analisis Kekuatan Material Air Receiver Drum Berdasarkan ASME Section VIII Division I Yohana, Eflita; Maulana, Andre Fiky
ROTASI Vol 21, No 1 (2019): VOLUME 21, NOMOR 1, JANUARI 2019
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.921 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.21.1.43-48

Abstract

Perkembangan industri manufaktur dan penggunaan alat-alat pneumatik, bejana tekan menjadi kebutuhan pokok yang tidak bisa dipisahkan. Untuk memenuhi kebutuhan perusahaan akan bejana tekan maka diperlukan perancangan yang berstandar internasional sehingga akan memiliki tingkat keamanan yang baik dan diakui dunia internasional. Bejana tekan adalah suatu wadah yang berfungsi untuk menyimpan fluida di bawah tekanan internal atau eksternal serta mampu menahan berbagai beban lainnya. Dalam perancangan tangki bejana tekan, dibutuhkan kondisi normal operasi yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan kondisi desain. Berdasarkan kondisi desain, tebal minimum shell dan head untuk material A283 Grade C, A285 Grade C, dan A36 dapat dihitung serta dapat ditentukan material yang paling efektif untuk digunakan. ASME Boiler & Pressure Vessel Code Section VIII Division I merupakan standar internasional yang digunakan dalam mendesain bejana tekan. UG-27 digunakan untuk mendesain shell berdasarkan tekanan internal dan UG-32 digunakan untuk mendesain head berdasarkan tekanan internal. Sedangkan untuk pemilihan material berdasarkan ketebalan minimum dan sifat mampu las dari material. Dari hasil perhitungan diperoleh tebal shell untuk material A283 Grade C, A285 Grade C, dan A36 masing-masing 14,5 mm, 14,5 mm, dan 13,85 mm. Sedangkan tebal head untuk material A283 Grade C, A285 Grade C, dan A36 masing-masing 13,6 mm, 13,6 mm, dan 12,9 mm. Dari perhitungan MAWP dinyatakan bahwa nilai MAWP semua material lebih besar dari tekanan desain sehingga aman untuk digunakan. A36 merupakan material yang digunakan untuk shell dan head karena memiliki nilai kadar karbon ekuivalen yang paling kecil dibanding material A283 Grade C dan A285 Grade C lebih mudah dalam proses pengelasan.
FLUKTUASI BEDA TEKANAN DARI POLA ALIRAN SLUG AIR-UDARA PADA ALIRAN DUA FASE SEARAH PIPA HORIZONTAL Santoso, Budi; Indarto, Indarto; Deendarlianto, Deendarlianto; W., Thomas S.
ROTASI VOLUME 14, NOMOR 2, APRIL 2012
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.869 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.14.2.1-6

Abstract

Karakteristik fluktuasi beda tekanan aliran slug dua fase udara-air diselidiki dalam pipa horisontal dengan panjang 10 m dan diameter dalam 24 mm. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik dari fluktuasi beda tekanan pola aliran slug menggunakan analisis statistik, probability density function (pdf), autokorelasi dan power spectral density (psd). Sebuah sensor Differential Pressure Tansducer (DPT) dipasang untuk merekam fluktuasi beda tekanan aliran slug. Sinyal beda tekanan dikondisikan oleh pressure amplifier/signal conditioning dan diubah menjadi sinyal digital menggunakan peralatan Analog to Digital Converter (ADC). Karakteristik dari fluktuasi beda tekanan aliran slug sangat dipengaruhi oleh kecepatan superfisial fluida. Perubahan kecepatan superfisial udara dan kecepatan superfisial air dapat dibedakan dengan jelas menggunakan analisis statistik, PDF, autokorelasi dan PSD.
Pengaruh Jenis Sprayer Terhadap Efektivitas Pendinginan Evaporasi Kontak Langsung Yunianto, Bambang; Isnandi, Nugroho Epri
ROTASI Vol 19, No 3 (2017): VOLUME 19, NOMOR 3, JULI 2017
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.23 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.19.3.110-116

Abstract

Di Indonesia pada musim kemarau, temperatur udara pada beberapa kota  dapat mencapai 30oC – 37oC dan RH 40% - 60%. Pada kondisi ini kebutuhan AC sangat diperlukan untuk mendapatkan kenyamanan. Namun  unit AC yang beredar kebanyakan masih  menggunakan refregeran berbasis CFC yang merusak Ozon dan komsumsi listrik relative tinggi. Pendingin dengan cara penguapan (evaporative cooling = EC) merupakan system pendingin alternative yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kenyamanan ruang pada musim kemarau. Sistem ini  hemat energy dan ramah lingkungan,  walaupun kenyamanan yang dapat dicapai tidak dapat menyamai kenyamanan seperti ketika menggunakan unit AC, karena system pendingin  EC menghasilkan kelembaban udara yang tinggi. Pendinginan evaporasi kontak langsung (DEC) adalah pedinginan udara dengan cara mengkontakkan langsung antara udara dan air, sehingga terjadi proses penguapan air kedalam arus udara. Proses penguapan  air terjadi   dikarenakan  pengambilan panas dari udara, sehingga terjadilah pendinginan dan peningkatan kelembaan udara. Sistem pendingin ini banyak dioperasikan pada daerah yang bersuhu tinggi (hingga 45 0C) dan kelembaban rendah (hingga RH 35 %), seperti di Negara Timur Tengah. Di Indonesia system pendingin DEC cukup baik untuk diterapkan pada musim kemarau. Penelitian dilakukan untuk mengetahui prestasi pendingin EC kontak langsung dengan udara yang mengalir dalam saluran horizontal. Ukuran saluran adalah panjang 90 cm dan penampang 40  x 40 cm. Semburan air diarahkan tegak lurus dari aliran udara dengan variasi jenis sprayer (sprayer 1, 5 dan 7 lubang)  dengan debit semburan air dan debit aliran udara dibuat  konstan. Perngujian dilakukan dari jam 09.00 hingga jam 16.00 pada hari-hari panas di musim kemarau. Hasil penelitian menunjukkan, terjadi penurunan temperature maksimum 8oC ( dari 34  - 26) dengan efektivitas 81 % . Perubahan jenis sprayer tidak berpengaruh secara nyata terhadap efektivitas yaitu 76 % (sprayer 5 lubang) dan  81 % (sprayer 1 dan 7 lubang)
PENGEMBANGAN TEKNOLOGI RAPID PROTOTYPING UNTUK PEMBUATAN PRODUK-PRODUK MULTI MATERIAL Widyanto, Susilo Adi
ROTASI Volume 10, Nomor 1, Januari 2008
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.537 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.10.1.6-11

Abstract

Tingginya persaingan antar produk-produk industri menuntut dikembangkannya sistem produksi yang tepat waktu, efisien dan mampu menghasilkan produk yang berkualitas. Ketersediaan suatu produk baru di pasar ternyata merupakan faktor penentu eksistensi produk tersebut. Dengan mempercepat waktu perealisasian konsep desain menjadi bentuk prototype sebelum masuk dalam sistem produksi masal merupakan salah satu terobosan untuk memperkuat daya saing produk industri .Pengaplikasian teknologi rapid prototyping merupakan alasan untuk mereduksi cycle time dalam produksi. Berbagai pengembangan proses RP telah dilakukan dengan munculnya berbagai jenis mesin RP komersial. Namun dari mesin-mesin tersebut, masalah variasi bahan produk yang digunakan masih sangat terbatas, dimana produk yang dibuat hanya terbatas pada jenis material tunggal. Paper ini melaporkan suatu penelitian pengembangan proses RP yang ditujukan untuk pembuatan produk-produk multi material.Dengan menggunakan mekanisme hopper nozzle sebagai perangkat pendeposisi serbuk produk dan slot feeder counter rolling cylinder untuk supporting powder, berbagai karakteristik produk multi material dapat dibuat. Pada pengembangan selanjutnya, penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar pengembangan produk-produk smart material dan micropart.
Pengujian Viskositas Minyak Limbah Biji Jambu Mente Hasil Pirolisis Oskar, Inong
ROTASI Vol 21, No 3 (2019): VOLUME 21, NOMOR 3, JULI 2019
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.665 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.21.3.167-172

Abstract

Sumber daya energi terbarukan di Indonesia sangat berpotensi, dimana salah satunya adalah potensi biomassa. Berdasarkan data BPPT-Outlook Energi Indonesia tahun 2017, potensi sumber daya energi biomassa sebesar 32.654 Mwe. Di sisi lain, Negara Indonesia sangat kaya sumber daya alam, salah satunya adalah jambu mete (Anacardium Occidentale), yang kulit biji (cangkang) jambu mente ini menghasilkan limbah dan belum dimanfaatkan secara maksima sebagai produk yang mempunyai nilai ekonomis. Pirolisis merupakan dekomposisi termokimia bahan organic melalui proses pemanasan tanpa atau sedikit oksigen atau pereaksi kimia lainnya, sedangkan viskositas merupakan ukuran untuk menyatakan kekentalan suatu larutan atau fluida. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui temperatur dan jumlah produksi dari minyak, tar dan nilai viskositas (dari minyak dan tar) yang terdapat pada limbah kulit biji jambu mente dengan menggunakan teknologi pirolisis, kenaikan temperature diukur dengan termokopel, dan jumlah produk yang dihasilkan diukur dengan timbangan digital sedangkan nilai viskositasnya diukur dengan viskometer Otswald. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Limbah kulit biji jambu mente dipanaskan sampai pada temperatur dimana minyak dan tar mulai keluar atau berproduksi. Hasil penelitian diperoleh bahwa temperatur produksi minyak dari limbah kulit biji jambu mente mulai dari 218-245.50 C sedangkan tarnya mulai dari 245.5-3470 C, dengan jumlah produksi minyak 85 % dan tar 15 %, nilai viskositas untuk minyak 0.9528 cP sedangkan nilai viskositas tar tidak terdeteksi karena sampel melengket di dinding viscometer.
IDENTIFIKASI MATERIAL DAN KERUSAKAN DISC REFINER AIRAGHI DI PT. PURA NUSA PERSADA UNIT PAPER MILL 8 KUDUS Sofyarto, Bakti; Bayuseno, Athanasius Priharyoto; Nugroho, Sri
ROTASI Vol 15, No 3 (2013): VOLUME 15, NOMOR 3, JULI 2013
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.6 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.15.3.8-13

Abstract

Refining adalah proses penggilingan bubur serat lanjut untuk menghasilkan bubur serat yang lebih halus. Setelah itu bubur serat tersebut diolah kembali dengan cara dipotong dan digiling dengan menggunakan 2 buah pisau pemotong yang berbentuk bilah plat (disc plate atau disc refiner). Masalah yang dihadapi pada proses refining adalah kegagalan pada pisau disc refiner akibat proses abrasif dan keausan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan identifikasi material disc refiner yang digunakan, studi metallografi terhadap material disc refiner yang digunakan, menentukan dan mencari penyebab terjadinya kerusakan pada disc refiner ,memberikan rekomendasi pada perusahaan mengenai disc refiner yang terbaik. Diperlukan pengujian dari yang paling sederhana sampai diperlukan alat yang canggih mulai dari uji percik dengan melihat percikan material, pengamatan struktur micro , mencari tahu besarnya kekerasan dan kandungan komposisi kimia yang terdapat pada material dan selanjutnya dibandingkan dengan data pembanding standar. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dari disc refiner airaghi yang dipakai di unit paper mill 8 merupakan material Stainless steel UNS S41000, dengan kerusakan seperti serration dan deformasi platis. Pemilihan pola disc refiner yang disesuaikan dengan kondisi pulp, di PT PNP PM 8 Kudus yang cocok adalah menggunakan pola dengan 3 bagian Breaker bar, Intermediate bar dan Fine bar.
Investigasi Numerik Efek Kekasaran Permukaan (Adhesi) pada Kontak Gesek antara Karet Sbr-25 dengan Rigid Indenter Setiyana, Budi
ROTASI Vol 20, No 2 (2018): VOLUME 20, NOMOR 2, APRIL 2018
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.115 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.20.2.84-88

Abstract

Dalam  berbagai  macam  perlakuan  material  yang  ada,  perlakuan material ketika menerima beban luar, baik beban berupa gaya, tekanan, ataupun regangan akan menunjukkan respon yang berbeda- beda, tergantung pada sifat  material tersebut. Material karet atau karet kompon (elastomer) sering dimodelkan sebagai material hyperelastic. Teori tentang model material hyperelastic telah dikembangkan oleh beberapa peneliti seperti teori Yeoh yang umumnya dipakai untuk karet kompon (elastomer) yang diisi dengan carbon black seperti pada Styrene Butadiene Rubber (SBR). Tulisan ini menyajikan investigasi numerik pada kontak gesek antara sebuah rigid spherical indenter dengan material SBR yang diisi 25% berat carbon black (SBR-25). Penelitian dilakukan berbasis Metoda Elemen Hingga dengan menggunakan software ABAQUS 6.14-5. Kontak gesek ini akan menghasilkan besar koefisien gesek yang secara umum terdiri dari dua komponen yaitu komponen adhesi (akibat kekasaran permukaan) dan komponen hysteresis (akibat deformasi). Kontak gesek antara indenter dengan permukaan material SBR-25 dibuat dengan variasi koefisien gesek adhesi sebesar 0, 0.15, 0.5 dan 1 yang nilainya diberikan sebagai data masukan. Hasil yang didapat berupa hubungan gaya reaksi, koefisien gesek hysterisis dan koefisien gesek total terhadap perpindahan geser indenter. Berdasarkan hasil simulasi ditunjukkan bahwa semakin besar kekasaran permukaan, akan menyebabkan munculnya nilai koefisien gesek total yang besar pula tetapi besarnya fluktuatif. Kejadian ini menunjukkan adanya fonemena kontak stick-slip antara indenter dengan permukaan karet.
PENGARUH PERLAKUAN PANAS AUSTEMPER DUA TAHAP PADA SIFAT MEKANIK MATERIAL BAJA ST-90 Wibowo, Dwi Basuki; Setiawan, Sutopo
ROTASI Volume 9, Nomor 4, Oktober 2007
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.751 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.9.4.36-39

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir ini, baja telah menjadi salah satu material yang cukup penting dalam bidang keteknikan, karena sifat mekaniknya yang cukup baik. Sifat mekanik baja bias diubah sesuai dengan sifat mekanik yang dibutuhkan, dengan cara diheat treatment. Dalam penelitian ini, material baja karbon sedang ST-90, diheat treatment dengan proses austemper dua tahap.Pertama-tama spesimen diaustenisasi pada temperatur 850º C selama 2 jam. Selanjutnya diquenching selama 5 menit di salt bath pada temperatur austemper tahap pertama. Temperatur austemper tahap pertama tersebut antara lain 350º C, 400º C, 450º C dan 500º C. Selanjutnya spesimen tersebut diaustemper selama 2 jam pada temperatur austemper tahap kedua. Temperatur austemper tahap kedua tersebu antara lain dengan peningkatan 25º C, 50º C dan 100º C dari masing-masing temperatur austemper tahap pertama. Dan akhirnya spesimen tersebut dinormalizing pada temperatur ruang.Pengaruh dari variasi rentang temperatur austemper tahap pertama dan austemper tahap kedua pada struktur mikro dan sifat mekanik (kekerasan) diuji. Hasil pengujian menunjukan bahwa dengan rentang temperatur yang semakin besar maka akan dihasilkan nilai kekerasan yang semakin besar.

Filter by Year

2000 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 3 (2025): VOLUME 27, NOMOR 3, OKTOBER 2025 Vol 27, No 2 (2025): VOLUME 27, NOMOR 2, JULI 2025 Vol 27, No 1 (2025): VOLUME 27, NOMOR 1, JANUARI 2025 Vol 26, No 4 (2024): VOLUME 26, NOMOR 4, OKTOBER 2024 Vol 26, No 3 (2024): VOLUME 26, NOMOR 3, JULI 2024 Vol 26, No 2 (2024): VOLUME 26, NOMOR 2, APRIL 2024 Vol 26, No 1 (2024): VOLUME 26, NOMOR 1, JANUARI 2024 Vol 25, No 4 (2023): VOLUME 25, NOMOR 4, OKTOBER 2023 Vol 25, No 3 (2023): VOLUME 25, NOMOR 3, JULI 2023 Vol 25, No 2 (2023): VOLUME 25, NOMOR 2, APRIL 2023 Vol 25, No 1 (2023): VOLUME 25, NOMOR 1, JANUARI 2023 Vol 24, No 4 (2022): VOLUME 24, NOMOR 4, OKTOBER 2022 Vol 24, No 3 (2022): VOLUME 24, NOMOR 3, JULI 2022 Vol 24, No 2 (2022): VOLUME 24, NOMOR 2, APRIL 2022 Vol 24, No 1 (2022): VOLUME 24, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 23, No 4 (2021): VOLUME 23, NOMOR 4, OKTOBER 2021 Vol 23, No 3 (2021): VOLUME 23, NOMOR 3, JULI 2021 Vol 23, No 2 (2021): VOLUME 23, NOMOR 2, APRIL 2021 Vol 23, No 1 (2021): VOLUME 23, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 22, No 4 (2020): VOLUME 22, NOMOR 4, OKTOBER 2020 Vol 22, No 3 (2020): VOLUME 22, NOMOR 3, JULI 2020 Vol 22, No 2 (2020): VOLUME 22, NOMOR 2, APRIL 2020 Vol 22, No 1 (2020): VOLUME 22, NOMOR 1, JANUARI 2020 Vol 21, No 4 (2019): VOLUME 21, NOMOR 4, OKTOBER 2019 Vol 21, No 3 (2019): VOLUME 21, NOMOR 3, JULI 2019 Vol 21, No 2 (2019): VOLUME 21, NOMOR 2, APRIL 2019 Vol 21, No 1 (2019): VOLUME 21, NOMOR 1, JANUARI 2019 Vol 20, No 4 (2018): VOLUME 20, NOMOR 4, OKTOBER 2018 Vol 20, No 3 (2018): VOLUME 20, NOMOR 3, JULI 2018 Vol 20, No 2 (2018): VOLUME 20, NOMOR 2, APRIL 2018 Vol 20, No 1 (2018): VOLUME 20, NOMOR 1, JANUARI 2018 Vol 19, No 4 (2017): VOLUME 19, NOMOR 4, OKTOBER 2017 Vol 19, No 3 (2017): VOLUME 19, NOMOR 3, JULI 2017 Vol 19, No 2 (2017): VOLUME 19, NOMOR 2, APRIL 2017 Vol 19, No 1 (2017): VOLUME 19, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 18, No 4 (2016): VOLUME 18, NOMOR 4, OKTOBER 2016 Vol 18, No 3 (2016): VOLUME 18, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 18, No 2 (2016): VOLUME 18, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 18, No 1 (2016): VOLUME 18, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 17, No 4 (2015): VOLUME 17, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 17, No 3 (2015): VOLUME 17, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 17, No 2 (2015): VOLUME 17, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 17, No 1 (2015): VOLUME 17, NOMOR 1, JANUARI 2015 Vol 16, No 4 (2014): VOLUME 16, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 16, No 3 (2014): VOLUME 16, NOMOR 3, JULI 2014 Vol 16, No 2 (2014): VOLUME 16, NOMOR 2, APRIL 2014 Vol 16, No 1 (2014): VOLUME 16, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 15, No 4 (2013): VOLUME 15, NOMOR 4, OKTOBER 2013 Vol 15, No 3 (2013): VOLUME 15, NOMOR 3, JULI 2013 Vol 15, No 2 (2013): VOLUME 15, NOMOR 2, APRIL 2013 Vol 15, No 1 (2013): VOLUME 15, NOMOR 1, JANUARI 2013 VOLUME 14, NOMOR 4, OKTOBER 2012 VOLUME 14, NOMOR 3, JULI 2012 VOLUME 14, NOMOR 2, APRIL 2012 VOLUME 14, NOMOR 1, JANUARI 2012 VOLUME 13, NOMOR 4, OKTOBER 2011 VOLUME 13, NOMOR 3, JULI 2011 VOLUME 13, NOMOR 2, APRIL 2011 VOLUME 13, NOMOR 1, JANUARI 2011 Volume 12, Nomor 4, Oktober 2010 Volume 12, Nomor 3, Juli 2010 Volume 12, Nomor 2, April 2010 Volume 12, Nomor 1, Januari 2010 Volume 11, Nomor 4, Oktober 2009 Volume 11, Nomor 3, Juli 2009 Volume 11, Nomor 2, April 2009 Volume 11, Nomor 1, Januari 2009 Volume 10, Nomor 4, Oktober 2008 Volume 10, Nomor 3, Juli 2008 Volume 10, Nomor 2, April 2008 Volume 10, Nomor 1, Januari 2008 Volume 9, Nomor 4, Oktober 2007 Volume 9, Nomor 3, Juli 2007 Volume 9, Nomor 2, April 2007 Volume 9, Nomor 1, Januari 2007 Volume 8, Nomor 4, Oktober 2006 Volume 8, Nomor 3, Juli 2006 Volume 8, Nomor 2, April 2006 Volume 8, Nomor 1, Januari 2006 Volume 3, Nomor 2, April 2001 Volume 3, Nomor 1, Januari 2001 Volume 2, Nomor 4, September 2000 More Issue