cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Rotasi
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 1411027x     EISSN : 24069620     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 676 Documents
Pengembangan Equivalent Plate Model Guna Analisis Dinamis Struktur Wing-Box dengan Material Komposit Haryanto, Ismoyo; Reni, Reni; Widodo, Achmad
ROTASI Vol 19, No 4 (2017): VOLUME 19, NOMOR 4, OKTOBER 2017
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.61 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.19.4.243-251

Abstract

Pada penelitian ini analisis getaran bebas dilakukan pada struktur wing-box yang dibuat menggunakan material komposit. Analisis yang didasrkan pada Equivalent-plate model dengan first-order shear deformation theory berdasarkan Reissner-Mindlin dilakukan untuk mendapatkan frekuensi pribadi dan modus getar dari struktur sayap pesawat udara tersebut. Pada studi ini wing-box yang ditinjau dimodelkan terdiri dari laminat yang tidak simetris. Persamaan gerak diturunkan dari Persamaan Lagrange untuk getaran bebas. Validasi dilakukan pada hasil analisa terhadap data yang diperoleh pada literatur. Hasil validasi menunjukkan kesesuaian antara hasil analisa yang dilakukan terhadap data pada literatur
PENGARUH PENAMBAHAN FLY ASH MELALUI PROSES SEPARASI IRON OXIDE DAN COAL TERHADAP KEKERASAN ALUMINIUM FLY ASH MATRIX COMPOSITE Sugiyanto, Sugiyanto
ROTASI Volume 9, Nomor 3, Juli 2007
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.821 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.9.3.15-18

Abstract

Fly ash (abu terbang) merupakan salah satu sisa hasil pembakaran batubara yang tertangkap oleh electrostatic precipitator pada saat gas sisa hasil pembakaran dikeluarkan melewati saluran pembuangan pada suatu power plant. Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa ternyata fly ash ini mempunyai sifat fisik dan kimia yang berguna dalam material konstruksi dan industri. Penambahan fly ash sebagai partikel penguat (reinforcement) pada material aluminium sangat berguna untuk mengurangi biaya dari coran aluminium dan diharapkan dapat meningkatkan sifat mekanik dari Metal Matrix Composte (MMC) yang dihasilkan. Namun ketidakseragaman partikel fly ash ( ukuran partikel dan komposisi kimia) menjadi permasalahan dalam pembuatan MMC ini. Untuk mengatasi masalah ini maka dilakukan proses separasi Coal dan Fe2O3 pada fly ash yang mempunyai perbedaan densitas yang besar dengan densitas aluminium. Proses pembuatan komposit aluminium fly ash ini menggunakan metode stir casting, dengan menggunakan variasi awal persentase berat fly ash sebesar 5 %, 10 % dan 15 %. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penambahan fly ash yang telah diseparasi ini terhadap sifat mekanik aluminium maka dilakukan pengujian kekerasan dan mikrografi. Dari hasil pengujian diketahui bahwa penambahan fly ash separasi pada komposit aluminium fly ash menyebabkan naiknya harga kekerasan sebesar 12.25 % untuk Al-FA 5%, 25.76 % untuk Al-FA 10% dan 9.30 % untuk Al-FA 15 %.
TEST CHARACTERISTICS OF THE TURBINE SAVONIUS 4 LEVELS SECTIONAL, PARTITIONED, 0.25 DIAMETER OVERLAP AND 45o SLIDING ANGLE WITH COMPARABLE STANDARD TURBINE Sudargana, Sudargana; Yunianto, Bambang; M., Abiseka; Utomo, Teguh Priyo
ROTASI Vol 16, No 2 (2014): VOLUME 16, NOMOR 2, APRIL 2014
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.189 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.16.2.14-17

Abstract

The energy and environmental crisis where CO2 causes global warming and climate change. This condition encourage the world community take advantage of new renewable energy non-CO2 as wind, water currents, geothermal, solar, etc. Savonius Turbine has a simple construction can be made by the public so they can be used for wind power or hydro countryside. In this study aims to improve the efficiency and reduce the amplitude of vibrations to the modification of the 4-storey Savonius turbine, partitioned, sliding angle 45 degree and 0.25 diameter blade overlap. The location of research is Cokro Tulung Channel Klaten and Parangrucuk Baron Beach Gunungkidul. Measurements such as water current and wind speed, turbine rotational speed, torque of the turbine shaft and power. The turbines analysis are torque, power and efficiency characteristics and comparing by the turbine Savonius standard (one pair of blades). Results as hydro turbine at low velocity 0.3166 m/s Savonius 4 level had better revolution and efficient (0.0826) than 1 level (0.024), but as wind turbine at 3.056 m/s velocity the Savonius 4 level had worse efficiency (0.039) than 1 level (0.025) because the inertia load
Back Matter Rotasi Vol. 18 No. 4 Oktober 2016 Saputra, Eko
ROTASI Vol 18, No 4 (2016): VOLUME 18, NOMOR 4, OKTOBER 2016
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.832 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.18.4.App. 1-4

Abstract

PENGARUH SUHU PERMUKAAN PHOTOVOLTAIC MODULE 50 WATT PEAK TERHADAP DAYA KELUARAN YANG DIHASILKAN MENGGUNAKAN REFLEKTOR DENGAN VARIASI SUDUT REFLEKTOR 00, 500, 600, 700, 800 Muchammad, Muchammad; Yohana, Eflita
ROTASI Volume 12, Nomor 3, Juli 2010
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.787 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.12.3.14-18

Abstract

Energi matahari dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif yang potensial karena energinya yang sangat besar serta ramah lingkungan. Alat yang dapat dapat digunakan untuk mengkonversi secara langsung cahaya matahari menjadi listrik disebut photovoltaic. Pada penelitian ini diujikan Photovoltaic module tanpa reflektor pada posisi yang tetap/horizontal terhadap bumi, dan pengukuran terhadap Photovoltaic module yang diberi reflector dengan variasi sudut 500, 600, 700, 800. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kenaikan suhu diikuti dengan kenaikan daya dan efisiensi. Daya maksimal yang dicapai yaitu pada pengujian menggunakan reflektor sudut 70 derajat sebesar 53,67 Watt dengan Efisiensi 15,66% pada pukul 11:45 WIB.
STUDI POLA KERUSAKAN INNER PARTS TURBIN GAS DI PLTGU TAMBAK LOROK SEMARANG KARENA PENGARUH UDARA DI SEKITAR OUTFALL Wibowo, Dwi Basuki
ROTASI Volume 12, Nomor 1, Januari 2010
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.909 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.12.1.31-34

Abstract

Dalam analisis perawatan dan perbaikan komponen-komponen HGP (Hot Gas Path) Turbin Gas yang dilakukan oleh PLTGU Tambak Lorok dan rekanan PT. GE NUSANTARA TURBINE SERVICES ditemukan bahwa penyebab kerusakan komponen terutama terjadi akibat korosi dan erosi. Kondisi ini sering dijumpai pada unit GTG 1.1 yang paling dekat dengan outfall dan GTG 2.3 yang paling dekat dengan jalan Arteri Utara. Hasil studi juga menunjukkan bahwa PLTGU Tambak Lorok terpaksa harus mereskedul jadwal inspeksinya sehingga sering menyimpang dari skedul inspeksi yang direncanakan sendiri maupun skedul yang direkomendasikan oleh General Electric (GE). Dari inspeksi perawatan unit-unit GTG diperoleh data interval waktu inspeksi rata-rata sebesar 5333 jam, jauh di bawah dari jadwal yang direkomendasikan oleh GE. Meski tidak terbukti secara langsung kontribusi udara di sekitar outfall namun dari hasil studi ini memperlihatkan umur komponen GTG 1.1 yang lebih pendek 20% - 50% dibanding GTG yang lainnya.
Karakterisasi Struktur Mikro dan Kekerasan Hasil Pengelasan Shield Metal Arc Welding (SMAW) dan Friction Stir Welding (FSW) Baja St 37 Sulardjaka, Sulardjaka; Fitriyana, Deni Fajar; Iskandar, Norman; Mubarok, D.I.
ROTASI Vol 20, No 3 (2018): VOLUME 20, NOMOR 3, JULI 2018
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.318 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.20.3.184-189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti distribusi kekerasan mikro pada hasil pengelasan baja St 37 dengan metode pengelasan Shield Metal Arc Welding (SMAW) dan Friction Stir Welding (FSW). Pengelasan SMAW dilakukan dengan kecepatan pengelasan: 0,2 cm/det, 0,4 cm/det dan 0,7 cm/det dengan variasi arus pengelasan 60 A, 80 A dan 100 A. Pengelasan dengan FSW dilakukan dengan variasi kecepatan rotasi pin 1500 rpm dan 2000 rpm dengan kecepatan pengelasan 4 cm/menit. Pengujian kekerasan mikro dilakukan dengan metode microhardness Vicker. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan rata – rata terbesar spesimen pengelasan SMAW terdapat pada arus 60 A kecepatan pengelasan 0,7 mm/detik bernilai 284,9 HV. Hasil kekerasan rata – rata terbesar spesimen pengelasan FSW terdapat pada kecepatan putar pin 1500 rpm bernilai 240,7 HV. Semakin rendah arus listrik yang digunakan, semakin tinggi kecepatan pengelasan, dan semakin rendah kecepatan putar pin maka akan semakin besar nilai kekerasannya.
PENGARUH WAKTU AUSTEMPERING TERHADAP SIFAT MEKANIS DAN STRUKTUR MIKRO AUSTEMPERED DUCTILE IRON PADUAN 0,5% Cu + 0,3% Mo DAN 0,5% Cu + 0,6 % Mo Umardani, Yusuf
ROTASI Volume 10, Nomor 2, April 2008
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5417.881 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.10.2.32-35

Abstract

Austempered ductile iron (ADI) memiliki sifat-sifat yang menarik seperti kekuatan tinggi yang dikombinasikan dengan keuletan dan ketangguhan yang baik Penambahan unsur tembaga (Cu) dan molibdenum (Mo) diharapkan dapat meningkatkan sifat mekanisnya. Penelitian dimulai dari proses pengecoran besi cor nodular dengan penambahan unsur Cu dan Mo dengan prosentase yang telah ditentukan. Penambahan dalam penelitian ini adalah 0,5% Cu + 0,3% Mo dan 0,5% Cu + 0,6 % Mo. Struktur mikro dan sifat mekanis ADI tersebut diteliti setelah mengalami proses austempering dengan variasi waktu penahanan 1 jam, 2 jam dan 4 jam. Pengujian metalografi digunakan untuk mengetahui struktur mikronya, disertai dengan uji kekerasan Rockwell dan pengujian kekuatan tarik untuk mengetahui sifat mekanisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan unsur Cu dan Mo dengan prosentase tertentu pada besi cor nodular akan meningkatkan sifat mekanisnya. Selain itu proses perlakuan panas austempering juga akan meningkatkan sifat mekanisnya, hal ini disebabkan karena terbentuknya struktur bainite yang akan meningkatkan kekuatan besi cor nodular dan adanya retained austenite yang akan menyebabkan material tersebut mempunyai sifat ulet.
STUDI PERFORMANSI TEXTURED BEARING DENGAN PELUMAS NON-NEWTONIAN DENGAN MEMPERTIMBANGKAN SLIP DAN KAVITASI Tauviqirrahman, Mohammad; Muthik, B.; Risky, R.
ROTASI Vol 18, No 4 (2016): VOLUME 18, NOMOR 4, OKTOBER 2016
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.401 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.18.4.117-123

Abstract

Saat ini, dalam dunia medis telah dikembangkan berbagai peralatan biomekanik yang dibuat untuk memperbaiki kualitas kesehatan manusia. Dalam peralatan tersebut, bearing merupakan salah satu elemen-elemen mesin yang memiliki fungsi vital. Hal ini dikarenakan bearing berfungsi membatasi gerak relatif antara dua atau lebih komponen mesin agar selalu bergerak pada arah yang diinginkan. Dengan menjaga fungsi pelumasan pada bearing, maka putaran bisa berlangsung secara halus dan aman, sehingga diharapkan pada akhirnya nanti peralatan kesehatan tersebut dapat mempunyai umur pakai yang lebih panjang. Penelitian-penelitian tentang pelumasan pada bearing saat ini banyak mengasumsikan pelumas bersifat Newtonian. Dalam kenyataannya, pelumas pada bearing di tingkat lapangan memiliki karakteristik non-Newtonian. Oleh karena itu, dalam penelitian kali ini, bearing dengan pelumas non Newtonian akan dianalisa lebih lanjut dengan menggunakan CFD (computational fluid dynamic). Permukaan kontak pada bearing akan dimodifikasi dengan tekstur dan slip untuk meningkatkan performansi  pelumasan. Kedalaman tekstur divariasikan sebesar 0.1 dan 0.75 kali ketebalan film pelumas. Daya dukung beban dan gesekan menjadi dua parameter utama performansi pelumasan yang akan dianalisa. Dalam tulisan ini, perbandingan hasil antara analisa yang mempertimbangkan model kavitasi dengan yang tidak, menjadi pokok kajian. Hasil simulasi menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil numerik antara yang mempertimbangkan kavitasi dan yang tidak sampai dengan 20 %.  Selain itu, dengan memberikan slip pada tekstur dapat meningkatkan performansi daya dukung beban sebesar 300 % dengan menjaga gesekan tetap kecil. Hasil penelitian kali ini dapat dijadikan sebagai langkah awal untuk memperbaiki kualitas performansi textured bearing yang berpelumas non Newtonian
PENGARUH SUHU TEMPERING TERHADAP KEKERASAN, KEKUATAN TARIK DAN STRUKTUR MIKRO PADA BAJA K-460 Haryadi, Gunawan Dwi
ROTASI Volume 8, Nomor 2, April 2006
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.739 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.8.2.1-8

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kekerasan logam yaitu baja k-460. Baja k-460mempunyai kekerasan yang tinggi dan diharapkan mempunyai keuletan. Dengan tempering baja akan menambah sifatsifatnya,seperti kekerasan, keuletan dan tegangan tariknya..Hasil pengujian yang telah dilakukan setelah proses tempering dengan variasi suhu telah merubahkekerasannya. Kekerasan baja setelah pemanasan menurun ketika suhu tempering dinaikkan. Perubahan suhutempering juga mempengaruhi nilai kekuatan tarik. Pada suhu 100oC kekuatan tarik maksimumnya 2014,8 Mpa, danpada suhu 200oC, 300oC, dan 400oC masing-masing kekuatan tarik maksimumnya adalah 1671,1 Mpa, 1444,6 MPadan 1023,3 MPa.Dari hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai kekerasan, kekuatan tarik dan struktur mikro dipengaruhi olehsuhu tempering. Ketika suhu tempering dinaikkan kekerasan dan kekuatan tariknya akan menurun.

Filter by Year

2000 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 3 (2025): VOLUME 27, NOMOR 3, OKTOBER 2025 Vol 27, No 2 (2025): VOLUME 27, NOMOR 2, JULI 2025 Vol 27, No 1 (2025): VOLUME 27, NOMOR 1, JANUARI 2025 Vol 26, No 4 (2024): VOLUME 26, NOMOR 4, OKTOBER 2024 Vol 26, No 3 (2024): VOLUME 26, NOMOR 3, JULI 2024 Vol 26, No 2 (2024): VOLUME 26, NOMOR 2, APRIL 2024 Vol 26, No 1 (2024): VOLUME 26, NOMOR 1, JANUARI 2024 Vol 25, No 4 (2023): VOLUME 25, NOMOR 4, OKTOBER 2023 Vol 25, No 3 (2023): VOLUME 25, NOMOR 3, JULI 2023 Vol 25, No 2 (2023): VOLUME 25, NOMOR 2, APRIL 2023 Vol 25, No 1 (2023): VOLUME 25, NOMOR 1, JANUARI 2023 Vol 24, No 4 (2022): VOLUME 24, NOMOR 4, OKTOBER 2022 Vol 24, No 3 (2022): VOLUME 24, NOMOR 3, JULI 2022 Vol 24, No 2 (2022): VOLUME 24, NOMOR 2, APRIL 2022 Vol 24, No 1 (2022): VOLUME 24, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 23, No 4 (2021): VOLUME 23, NOMOR 4, OKTOBER 2021 Vol 23, No 3 (2021): VOLUME 23, NOMOR 3, JULI 2021 Vol 23, No 2 (2021): VOLUME 23, NOMOR 2, APRIL 2021 Vol 23, No 1 (2021): VOLUME 23, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 22, No 4 (2020): VOLUME 22, NOMOR 4, OKTOBER 2020 Vol 22, No 3 (2020): VOLUME 22, NOMOR 3, JULI 2020 Vol 22, No 2 (2020): VOLUME 22, NOMOR 2, APRIL 2020 Vol 22, No 1 (2020): VOLUME 22, NOMOR 1, JANUARI 2020 Vol 21, No 4 (2019): VOLUME 21, NOMOR 4, OKTOBER 2019 Vol 21, No 3 (2019): VOLUME 21, NOMOR 3, JULI 2019 Vol 21, No 2 (2019): VOLUME 21, NOMOR 2, APRIL 2019 Vol 21, No 1 (2019): VOLUME 21, NOMOR 1, JANUARI 2019 Vol 20, No 4 (2018): VOLUME 20, NOMOR 4, OKTOBER 2018 Vol 20, No 3 (2018): VOLUME 20, NOMOR 3, JULI 2018 Vol 20, No 2 (2018): VOLUME 20, NOMOR 2, APRIL 2018 Vol 20, No 1 (2018): VOLUME 20, NOMOR 1, JANUARI 2018 Vol 19, No 4 (2017): VOLUME 19, NOMOR 4, OKTOBER 2017 Vol 19, No 3 (2017): VOLUME 19, NOMOR 3, JULI 2017 Vol 19, No 2 (2017): VOLUME 19, NOMOR 2, APRIL 2017 Vol 19, No 1 (2017): VOLUME 19, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 18, No 4 (2016): VOLUME 18, NOMOR 4, OKTOBER 2016 Vol 18, No 3 (2016): VOLUME 18, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 18, No 2 (2016): VOLUME 18, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 18, No 1 (2016): VOLUME 18, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 17, No 4 (2015): VOLUME 17, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 17, No 3 (2015): VOLUME 17, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 17, No 2 (2015): VOLUME 17, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 17, No 1 (2015): VOLUME 17, NOMOR 1, JANUARI 2015 Vol 16, No 4 (2014): VOLUME 16, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 16, No 3 (2014): VOLUME 16, NOMOR 3, JULI 2014 Vol 16, No 2 (2014): VOLUME 16, NOMOR 2, APRIL 2014 Vol 16, No 1 (2014): VOLUME 16, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 15, No 4 (2013): VOLUME 15, NOMOR 4, OKTOBER 2013 Vol 15, No 3 (2013): VOLUME 15, NOMOR 3, JULI 2013 Vol 15, No 2 (2013): VOLUME 15, NOMOR 2, APRIL 2013 Vol 15, No 1 (2013): VOLUME 15, NOMOR 1, JANUARI 2013 VOLUME 14, NOMOR 4, OKTOBER 2012 VOLUME 14, NOMOR 3, JULI 2012 VOLUME 14, NOMOR 2, APRIL 2012 VOLUME 14, NOMOR 1, JANUARI 2012 VOLUME 13, NOMOR 4, OKTOBER 2011 VOLUME 13, NOMOR 3, JULI 2011 VOLUME 13, NOMOR 2, APRIL 2011 VOLUME 13, NOMOR 1, JANUARI 2011 Volume 12, Nomor 4, Oktober 2010 Volume 12, Nomor 3, Juli 2010 Volume 12, Nomor 2, April 2010 Volume 12, Nomor 1, Januari 2010 Volume 11, Nomor 4, Oktober 2009 Volume 11, Nomor 3, Juli 2009 Volume 11, Nomor 2, April 2009 Volume 11, Nomor 1, Januari 2009 Volume 10, Nomor 4, Oktober 2008 Volume 10, Nomor 3, Juli 2008 Volume 10, Nomor 2, April 2008 Volume 10, Nomor 1, Januari 2008 Volume 9, Nomor 4, Oktober 2007 Volume 9, Nomor 3, Juli 2007 Volume 9, Nomor 2, April 2007 Volume 9, Nomor 1, Januari 2007 Volume 8, Nomor 4, Oktober 2006 Volume 8, Nomor 3, Juli 2006 Volume 8, Nomor 2, April 2006 Volume 8, Nomor 1, Januari 2006 Volume 3, Nomor 2, April 2001 Volume 3, Nomor 1, Januari 2001 Volume 2, Nomor 4, September 2000 More Issue