cover
Contact Name
M. Syukri Ismail
Contact Email
msyukri_ismail@staiyasnibungo.ac.id
Phone
+6282278916431
Journal Mail Official
jurnalnurelislam@gmail.com
Editorial Address
Jl. Lintas Sumatera KM.04 Sungai Binjai Kec. Bathin III Kab. Bungo Provinsi Jambi Kode Pos 37211
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan
ISSN : 23377828     EISSN : 25276263     DOI : -
NUR EL-ISLAM Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan the journal is published by Institut Agama Islam Yasni Bungo Jambi Indonesia. It’s dedicated for the publication of scientific articles in Islamic Education, Islamic Economics and Religious Studies. The languages used in this journal are Indonesia, English and Arabic. This journal is published twice a year, April and October in printed and online version. The editors receive scientific articles of academics, lecturers, and researchers who have never been published by other Journals.
Articles 492 Documents
PEMBERDAYAAN ZAKAT UNTUK PENDIDIKAN
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 2 No. 1 (2015): (April 2015)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zakat secara substansial merupakan sebuah upaya untuk menghilangkan kesenjangan antara yang berpendapatan rendah dengan yang berpendapatan tinggi dan merupakan sebuah proses penyetaraan dalam hidup. Proses ini dilakukan karena kadar pendapatan tiap orang berbeda. Salah satu solusi dalam menangani kesenjangan sosial ekonomi maka dalam pengelolaan harta zakat ini tentunya memerlukan keahlian yang khusus dan profesional serta bertanggungjawab. Untuk memberikan tanggapan terhadap pengelolaan harta zakat yang profesional dan bertanggungjawab maka salah satu usaha dari pemerintah yaitu mengeluarkan UU Nomor. 38 tahun 1999 tentang pengelolaan zakat. Dalam konteks sosial inilah muncul pembicaraan tentang pemberdayaan zakat sebagai instrumen jaminan sosial dalam Islam. Salah satunya adalah pemberdayaan zakat untuk keperluan pendidikan.Kata Kunci: Zakat, Pengelolaan Zakat, Pemberdayaan Sosial, Pendidikan.
MANAJEMEN PEMIMPIN DALAM MEMOTIVASI KINERJA TENAGA PENGAJAR
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 2 No. 1 (2015): (April 2015)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompetensi seorang tenaga pengajar merupakan faktor yang sangat menentukan keberhasilan pembelajaran. Tenaga pengajar tidak hanya bertanggung jawab dalam mentransfer ilmu pengetahuan kepada mahasiswa, tetapi lebih jauh bertanggung jawab penuh atas pembentukan dan pendewasaan kepribadian mahasiswa di lembaga pendidikan. Berdasarkan peran dan tanggung jawab tenaga pengajar serta dimensi yang harus dimilikinya maka manajemen pengembangan tenaga pengajar akan lebih tepat untuk dilaksanakan. Dengan demikian, untuk sebuah lembaga pendidikan manajemen pengembangan tenaga pengajar perlu sekali dilaksanakan untuk melahirkan tenaga pengajar profesianal. Pengembagan sumber daya manusia dalam pendidikan (termasuk tenaga penagajar) mencakup lima tahapan plan, organize, operate, evaluate and replan. Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Maulana Qori sebagai salah satu lembaga pendidikan Tinggi yang bercirikan khas Islam di lingkungan Departemen Agama Bangko, memegang peranan penting dalam mencapai tujuan pendidikan nasional dan pembangunan nasional. Untuk itu mutu pendidikan pada Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Maulana Qori tetap terus ditingkatkan sejalan dengan perkembagan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi. Peningkatan mutu tenaga kependidikan, terutama tenaga pengajar yang terlibat langsung dengan mahasiswa dalam proses transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Berkaitan dengan Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Maulana Qori Bangko yang memang diarahkan untuk menjadi Perguruan Tinggi yang berkualitas dalam berbagai bidang, salah satu di antara keunggulan yang ingin dicapai adalah keunggulan tenaga pengajar.Kata Kunci: Manajemen, Pemimpin, Motivasi Kerja, Pengajar, Pendidik, Lembaga Pendidikan.
ISLAM DAN PEMIKIRAN ILMIAH
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 2 No. 1 (2015): (April 2015)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia di alam semesta ini, selain sebagai abdi Allah, juga sebagai khalifah Allah.Allah telah menganugrahkan akal kepada manusia agar mereka dapat memikirkantanda-tanda kebesaran Allah guna memperoleh ilmu pengetahuan yang berguna untukmemakmurkan bumi. Akal pikiran yang dimiliki oleh manusia inilah yang membedakandengan makhluk-makhluk Allah SWT lainnya. Dan dengan akal pikiran yang dimilikiini pulalah manusia menempati tempat tertinggi di antara mahluk-mahluk Allah lainnya.Namun begitu juga sebaliknya, apabila manusia tidak mampu menggunakan akalpikirannya dengan baik, maka derajat manusia akan lebih rendah bahkan lebih hinadibandingkan dengan makhluk lainnya. Tidak sedikit Al-Qur’an dan hadis Nabi yangmenganjurkan serta mendorong manusia untuk mengembangkan ilmu pengetahuan danteknologi. Namun sangatlah ironis, jika diamati di dalam kehidupan rialitis dewasa ini,justru umat non-muslimlah yang giat dan banyak menggunakan akal untuk memperolehdan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga umat Islam hanyamenjadi konsumen ilmu belaka. Untuk itu, melalui karya yang sederhana ini, penulisingin merekonstruksi kembali ingatan kita, “bagaimana sebenarnya eksistensi akal dalammendorong pemikiran ilmiah dan penghargaan terhadap ilmu pengetahuan dalam Islam”.Kata Kunci: Islam, akal, Pemikiran Ilmiah, IPTEK.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI PERGURUAN TINGGI UMUM BERBASIS MULTIKULTURALISME
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 2 No. 1 (2015): (April 2015)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Immoralitas yang berlangsung kian intensif bersamaan dengan mandulnyapendidikan agama di sekolah maupun di perguruan tinggi. Fenomena pendidikan agamaini merupakan cerminan problem hidup keberagamaan di tanah air yang telah terjebak kedalam formalisme agama semata. Pemerintah merasa puas dengan mensyaratkan agamasebagai kurikulum wajib di semua jenjang pendidikan. Guru agama ataun dosen merasapuas sudah mengajarkan materi pelajaran agama sesuai dengan tuntutan kurikulum.Peserta didik merasa sudah beragama dengan menghafal materi pelajaran agama. Agamakehilangan spirit transendensinya yang telah terlanjur terbungkus oleh baju formalitasnya.Masyarakat Indonesia yang multi kultur merupakan konsekuensi logis adanya beberapamacam komunitas agama, kepercayaan dan budaya dengan segala kelebihannya, dengansedikit perbedaan konsepsi mengenai dunia, suatu sistem arti, nilai, bentuk organisasisosial, sejarah, adat serta kebiasaan. Kenyataan ini seharusnya membawa nilai-nilai positifbagi kehidupan berbangsa dan bernegara namun di lain pihak tidak jarang kenyataan inimenimbulkan bencana bahkan lebih jauh dapat menjadi ancaman bagi integrasi bangsayang telah dengan susah payah diperjuangkan oleh para pendiri republik ini.Kata kunci: Perguruan Tinggi Umum, Pendidikan Agama Islam, Pemerintah,Demokrasi, Multikulturalisme.
URGENCI KESEIMBANGAN IQ, EQ, SQ PENDIDIK DALAM PROSES MANAJEMEN PEMBELAJARAN
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 2 No. 1 (2015): (April 2015)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pembelajaran akan berhasil dengan baik, jika pendidik dapat menerapkansuatu kecerdasan baik IQ, EQ, SQ ini yang dari Allah SWT sebagai potensi untuk manusiayang harus diperankan secara seimbang, namun kenyataan selama ini kecerdasan tersebuthanya didominasi IQ saja, tanpa harus diprakarsai atau melibatkan kecerdasan lainnyaEQ, SQ sebagai kecerdasan yang sangat memberikan peluang yang besar untuk menjadisukses dalam masyarakat dan dunia pendidikan tentunya, karena kecerdasan emosionalini menurut hasil dan penelitian para ahli psikologi dan praktisi, mereka menjalani danmencontohkan orang yang sukses di dunia kerja ternyata tidak hanya dilihat kemampuanIQ saja, dan seorang pendidik harus mampu mengendalikan emosi dan perasaan dirinyadengan orang lain, ketika berempati dan bersosialisasi, berkomunikasi, humanis sehinggaia dapat mengambil sebuah pembelajaran hikmah dan kebermaknaan dalam sikap dantindakan.Tetapi kecerdasan imosional bukanlah segala-galanya juga yang membuat seseorangsukses tentunya pendidik disini, karena kecerdasan imosional tanpa melibatkan fungsiKecerdasan Spiritual (SQ) dalam diri seseorang akan menakutkan, dan SQ inilah sebagaipembimbing dan pengindai radar hati agar tindakan dari sikap bisa dilakukan lebiharif dan bijaksana untuk mengarahkan kepada kebenaran Illahiah yang berfungsi padasuara hatinya. Ketika emosi seorang berjalan baik maka suara hati spiritual hatinyahidup dan terbuka menerima kebenaran, dan terlepas dari kebelengguan dan aroganserta kemarahan, disinilah kesadaran yang harus dimiliki oleh seorang pendidik untukmenyeimbangkan pentingnya IQ, EQ, SQ dalam proses memanege pembelajaran sebagaiguru yang cerdas dan professional.Kata Kunci : Urgency IQ, EQ, SQ dalam proses manajemen pembelajaran
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS KONTEKSTUAL
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 2 No. 1 (2015): (April 2015)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang efektivitas penerapan Contextual Teaching andLearning (CTL) pada pembelajaran Mata Pelajaran Al-Islam/ Pendidikan Agama Islam(PAI) di SMA Muhammadiyah 2 Pucang-Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitiandeskriptif kualitatif. Dengan pendekatan fenomenologis, penelitian ini beruasaha untukmemahami realitas peristiwa dan berbagai macam kegiatan yang dilakukan dalam prosespembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontekstual di sekolah tersebut. Sumberdata penelitian ini adalah peserta didik SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, guru Al-Islam,kepala sekolah, wakil kepala sekolah kurikulum dan wakil kepala sekolah ISMUBA(Keislaman, Kemuhammadiyahan dan Bahasa Arab). Sedangkan data penelitian diperolehmelalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data hasil penelitian dianalisis secaradeskriptif kualitatif. Analisis data diawali dengan pengkodean, transkripsi dan reduksi.Hasil akhir dari analisis data tersebut mengungkapkan bahwa penerapan pembelajaranAl-Islam dengan pendekatan kontekstual yang dilaksanakan di SMA Muhammadiyah2 Surabaya dilaksanakan sesuai dengan komponen utama pendekatan kontekstual,meliputi: konstruktivisme, penemuan, bertanya, masyarakat belajar, pemodelan, refleksidan penilaian yang autentik. Di samping sesuai dengan komponen utama, kegiatanpembelajaran Al-Islam dengan menggunakan pendekatan kontekstual memiliki efektivitasyang tinggi dalam menunjang prestasi akademik peserta didik dan pemahaman pesertadidik terhadap aplikasi pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran yangdilaksanakan menjadi bermakna, ceria dan menyenangkan (joyfull learning) bagi pesertadidik.Kata Kunci: Al-Islam, Pendidikan Agama Islam, Contextual Teching and Learning(CTL).
ALIRAN-ALIRAN TEOLOGI DALAM ISLAM (Perang Shifn dan Implikasinya Bagi Kemunculan Kelompok Khawarij dan Murjiah)
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 2 No. 1 (2015): (April 2015)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur’an merupakan kitab suci agama Islam mengajak untuk berfkir, melakukanpenalaran dan memperhatikan dengan indra, dicerna dengan akal pikiran agar orangorang melakukannya, khususnya dalam akidah-akidah keagamaan. Karena itu, orangorang Islam harus menggunakan akalnya untuk memahami Al-Qur’an, Sunnah dan HadistNabi yang datang untuk menetapkan dan menjelaskan kitab suci ini. Mereka bertanyakepada Rasulallah tentang apa yang tidak mereka pahami, tidak ketahui, kemudian beliaumenjelaskannya.Setelah Rasulullah Saw wafat, maka mulai muncul berbagai permasalahan yangberhubungan dengan pemerintahan. Masalah kekhalifahan merupakan pembahasanutama setelah wafatnya Rasulullah Saw, hal ini terjadi sampai akhir pemerintahankhulafaurrasyidin. Dalam pro kontra kekhalifahan tersebut, kemudian terjadi pembunuhanterhadap Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Hal ini menjadi salah satu sebabyang menimbulkan perbedaan pendapat dan perdebatan, sehingga akhirnya menjadi jelaskebenaran tentang masalah yang mereka perselisihkan itu.Kata kunci: Teologi Islam, Aliran-aliran Teologi, Perang Shifn.
URGENSI PEMBERIAN TUGAS PEKERJAAN RUMAH (PR) DALAM MENINGKATKAN TANGGUNG JAWAB BELAJAR SISWA (Studi Kasus Siswa Kelas XI MAN Muara Bungo Pada Bidang Studi Fikih)
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 2 No. 1 (2015): (April 2015)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan waktu pelajaran fkih belum memadai untuk muatan materi yangbegitu padat sehingga membutuhkan waktu tambahan, karena begitu pentingnya bidangstudi fkih yakni menuntut pemantapan, pengetahuan, pemahaman serta implementasinyake dalam kehidupan siswa dalam rangka terbentuknya kepribadian muslim yang sejati.Oleh Karena itu bidang studi fkih dalam kurikulum Madrasah Aliyah (MA) adalahbagian dari mata pelajaran pendidikan Agama Islam yang diarahkan untuk menyiapkanpeserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, dan mengamalkan hukum Islamdalam kehidupan sehari-hari yang berfungsi sebagai pandangan hidup (way of life)melalui kegiatan bimbingan pengajaran dan latihan. Pekerjaan Rumah atau PR sebagaisebuah metode yang dapat diterapkan oleh guru untuk membimbing dan melatih siswauntuk bertanggung jawab terhadap tugas belajar, untuk meningkatkan pengetahuan danpemahaman siswa, khususnya pada bidang studi fkih dikelas XI di Madrasah AliyahNegeri Muara (MAN) Muara Bungo.Kata Kunci : Pekerjaan Rumah (PR), Tanggung Jawab Belajar Siswa, BidangStudi Fikih.
PARADIGMA EKONOMI ISLAM DAN EKONOMI KAPITALIS (Studi Komperatif)
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 1 No. 2 (2014): (Oktober 2014)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini akan membuktikan bahwa mainstream sistem ekonomi yang berkembang,yaitu kapitalisme dan sosialisme juga merupakan bagian dari sistem yang Islami. Sistemekonomi kapitalis yang sesuai dengan semangat ekonomi Islam, meminjam contoh salahsatu rukun Islam berupa haji, meniscayakan umat Muslim memiliki semangat kapitalis.Untuk menunaikan ibadah haji dipersyaratkan dengan memiliki kecukupan modal(kapital). Kapitalisme yang merupakan anak kandung dari individualisme dikecam olehIslam selama tidak memiliki kepedulian sosial terhadap sesama sebagaimana yang diusungoleh sistem ekonomi sosialis, semisal tidak ber-zakat. Sisi sistem ekonomi sosialismeberupa pemerataan kepemilikan kapital itu bernilai Islami. Namun demikian, kebersamaandalam perekonomian sistem Islam, tidak berarti mengabaikan terhadap kuasa kepemilikanindividu. Dengan demikian, kapitalisme dan sosialisme juga merupakan prinsip-prinsipuniversalisme Islam yang tak mungkin diingkari eksistensinya. Sistem ekonomi Islamberada di atas sistem kapitalis dan sosialis.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka denganmenggunakan sumber-sumber yang otoritatif dari paradigma sistem ekonomi kapitalis,sosialis, maupun Islam. Sebagai ‘pisau analisa’ penulis menggunakan pendekatanhermeneutis untuk menarik ‘benang-merah’ kepemahaman terhadap teks yang dikajiyang dalam hal ini difokuskan pada kajian mazhab ekonomi dunia.Kata Kunci : Sistem ekonomi, Kapitalis, Sosialis, Islam
PERAN, DAN POSISI STRATEGIS STAI DALAM MENEGAKKAN INTEGRITAS MORAL DI TENGAH ARUS GLOBALISASI
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 1 No. 1 (2014): (April 2014)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membicarakan tentang peran dan posisi strategis STAI. Artikel inimengungkapkan bahwa untuk mewujudkan integritas moral di tengah arus globalisasisaat ini, STAI mestilah melakukan beberapa gerakan managerialship, mampuberdampingan dengan pemerintah daerah, serta berusaha mengembangkan misiutamanya yaitu membentengi peserta didik/mahasiswa dengan nilai-nilai moralitas/akhlak yang baik. Selain itu, strategi, dan upaya melakukan pengembangan STAI dalamperspektif managerialship adalah melakukan perbaikan manajemen prodi, reward danfunishment yang jelas, peningkatan SDM dosen secara berkelanjutan (dalam dan luarnegeri), pengembangan sistem informasi pendidikan berbasis ICT, peningkatan karyailmiah yang terakses secara on-line, pengembangan sarana dan prasarana pembelajaranmodern secara berkelanjutan, serta perlunya dijaga kualitas jasa pendidikan.Kata Kunci: Integritas Moral, Total Quality Management, Managerialship, dan JasaPendidikan