cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL TARBIYAH
ISSN : 08542627     EISSN : 25974270     DOI : -
Tarbiyah Journal published by Tarbiyah Science and Teacher Training Faculty, State Islamic University of North Sumatera Medan, Medan City, North Sumatera Province,Indonesia Tarbiyah Journal is published since 1993 for Vol.1, No.1 and have gotten ISSN on May 29, 2007. This journal focuses on scholarly writing and articles of Tarbiyah science, Education and Islamic studies in the form of study, conceptual, reserach results, book review and biography.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 22, No 2 (2015)" : 10 Documents clear
KONTROVERSI AKADEMIK: PENGAYAAN PEMBELAJARAN DI PERGURUAN TINGGI DENGAN KONFLIK KOGNITIF NURHAYANI NURHAYANI
JURNAL TARBIYAH Vol 22, No 2 (2015)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.195 KB) | DOI: 10.30829/tar.v22i2.34

Abstract

Konflik intelektual terjadi saat mahasiswa menyadari adanya ketidaksesuaian antara pengalaman yang pernah dialami denganekspetasi intelektual. Kesadaran terhadap adanya kontradiksi yang diikuti dengan kesadaran akan kebutuhan untuk melakukan perubahan merupakan langkah awal dalam perubahan konseptual. Perbedaan pendapat akan menggugah keinginan untuk mencari, dan terus mencari kebenaran”. Konflik antar teman sebaya merupakan penyebab penting dari perubahan egosentris kepada penyesuaian terhadap pendapat orang lain
UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN ISLAM ZULHIMMA ZULHIMMA
JURNAL TARBIYAH Vol 22, No 2 (2015)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.145 KB) | DOI: 10.30829/tar.v22i2.39

Abstract

Guru merupakan faktor penentu kesuksesan setiap usaha pendidikan. Karena guru merupakan sentral dan dalam proses pembelajaran dan sekaligus membentuk kualitas anak didik. Karena itu upaya-upaya meningkatkan kualitas guru penting untuk selalu dilaksanakan secara formal maupun non formal baik oleh pemerintah maupun oleh guru atas kesadaran sendiri agar kompetensi seorang guru baik kompetensi kepribadian maupun kompetensi professional etep terjaga bahkan meningkat dari waktu ke waktu. Dengan demikian maka mutu pendidikan Islam dapat diharapkan akan meningkat, sebaliknya tanpa kualitas dan kompetensi guru yang baik dan berkualita maka sulit untuk mencapai mutu pendidikan yang bermutu, terkarena itu guru yang berkompetensi mutlak diperlukan dan dalam tulisan ini akan dibahas tentang peningkatan kompetensi guru dan kaitannya dengan mutu pendidikan Islam
MENCETAK PARA SARJANA DARI UNIVERSITAS MASJID: ANTARA WACANA DAN KONSEP SEHAT SULTONI DALIMUNTHE
JURNAL TARBIYAH Vol 22, No 2 (2015)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.317 KB) | DOI: 10.30829/tar.v22i2.35

Abstract

Masjid sebagai peradaban dunia telah banyak difungsikan umat Islam sejak kelahirannya sampai sekarang. Pada permulaan Islam, Masjid Nabawi dipergunakan oleh Nabi Muhammad Saw. untuk semua kegiatan termasuk pusat pemerintahan dan markas besar militer. Dari banyak peranan masjid sepanjang sejarah, peranan sebagai tempat ibadah dan tempat pendidikan masih kita jumpai sampai saat ini, termasuk di kota-kota besar di Indonesia. Sementara, masjid sebagai tempat ibadah, tempat musyawarah, dan pusat informasi juga masih kita banyak temukan di masjid-masjid pesedasaan. Sebagai tempat pendidikan, masjid dalam sejarah banyak melahirkan para ulama yang mumpuni dan bahkan ada masjid yang secara signifikan berobah fungsi menjadi universitas, yaitu Universitas al-Azhar Mesir. Melihat adanya kewajiban khutbah Jum’at, ditambah membudayanya ceramah Ramadhan dan pengajian di masyarakat kota, maka jika dikelola secara profesional layaknya mengelola lembaga pendidikan, maka tidak mustahil, banyak “sarjana” yang bisa lahir dari pendidikan masjid, sehingga masjid itu berfungsi bagaikan universitas.
LITERASI INFORMASI DAN KRITIS: URGENSI, PERSPEKTIF ISLAM, DAN INTEGRASI DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN HERRY MULYONO; NURHASANAH HALIM
JURNAL TARBIYAH Vol 22, No 2 (2015)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.178 KB) | DOI: 10.30829/tar.v22i2.30

Abstract

Pesatnya perkembangan perangkat TIK berdampak pada penyebaran informasi yang berlebihan. Sayangnya, respon dunia pendidikan khususnya sekolah masih bertumpu pada akses terhadap informasi dan kemampuan peserta didik dalam menggunakan perangkat teknologi TIK tersebut. Artikel ini membahas tentang pentingnya literasi pendidikan dan kritis, integrasi pendidikan literasi informasi dan kritis dalam kurikulum pendidikan, dan implikasinya dalam kelas pembelajaran. Artikel ini dikembangkan kedalam empat bagian. Bagian pertama berjudul Memahami literasi informasi dan kritis mempresentasikan definisi operasional dari literasi informasi dan kritis yang digunakan dalam artikel ini. Bagian kedua mendiskusikan tentang pentingnya mengenalkan dan memiliki literasi informasi dan kritis. Perspektif Islam terkait literasi informasi dan kritis disajikan dalam bagian ke-tiga. Bagian keempat fokus pada integrasi literasi informasi dan kritis.
KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN UNTUK MENGEMBANGKAN SEKOLAH BERMUTU SERMAL SERMAL
JURNAL TARBIYAH Vol 22, No 2 (2015)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.707 KB) | DOI: 10.30829/tar.v22i2.36

Abstract

Kedudukan Kepemimpinan dalam dunia pendidikan sangat strategis untuk menciptakan perubahan pada berbagai organisasi pendidikan, baik di sekolah maupun di madrasah. Untuk itu, dalam proses penciptaan mutu di sekolah diperlukan peningkatan kualitas kepemimpinan sehingga arah perbaikan mutu pendikan semakin jelas sesuai harapan stakeholders.
CONTRIBUTION OF LINGUISTICS IN ISLAMIC TEACHING MUHAMMAD NAZAR
JURNAL TARBIYAH Vol 22, No 2 (2015)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.217 KB) | DOI: 10.30829/tar.v22i2.32

Abstract

The utilization of assumptions will flow two linguistic groups in language teaching based on psycholinguistic studies. Psycholinguistics is a field of study as a combination of (interdisciplinary) between psychology and linguistics. One relevant issue that we can lift from psycholinguistics in relation to the use of assumptions structural linguistics and generative transformation is the issue of language acquisition (language acquisition).There are two theories about language acquisition: code-cognitive learning theory (the cognitive-code learning theory), which is generated by the TG, and the theory of the formation of habits (habit-formation theory) of structural linguistics.In utilizing the assumptions and models of language acquisition over the teacher must make several considerations:If the language acquisition is a formation of habits (habit formation), language teachers should develop a concrete program. If it is selected, then some of the activities need to be done include:a. ask the students to imitate the models presented teachersb. given patterns of exercise (drill pattern), to declare customs behave (habit of behavior)c. give students reinforcement (reinforcement) for the response (answer) is right and reduce (eliminate, Eliminate) response is wrong, andd. let students learn inductively, interpreting the rules that have been learned.Conversely, if the acquisition of language is to learn about the code (a matter of cognitive learning code), language teachers must ensure that students are able to internalize (internalized) rules that allow the student to produce sentences. Explanation about sentence structure and knowledge of the rules should be placed in a large scale rule in language teaching
MENGENAL DIRI MAHASISWA BAHASA PRANCIS MELALUI TIPE BELAJARNYA IRWANDY IRWANDY
JURNAL TARBIYAH Vol 22, No 2 (2015)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.182 KB) | DOI: 10.30829/tar.v22i2.31

Abstract

In the process of studying, the most important thing is recognizing the personality. Some people are able to understand an instruction and run it well, by only receiving it. Some people need a memo, and also there are some people who need a demonstration to understand.  Those  happen because of the habit. But, the habit can be improved if we realize and have an intention to learn how to do. Somebody usually use one of their physic capability in understanding the world as his certain perception. Some people may  be able to understand easily by seeing it (visual), some people are by listening to it (auditoria), and some people by movement and touch. Those three types recognized as a system V-A-K (visual-auditoria-kinesthetic). Somebody who recognizes himself well will be easier to learn new things. Therefore, a teacher should recognize firstly the students.
MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN PONDOK PESANTREN SYAIFUL SAGALA
JURNAL TARBIYAH Vol 22, No 2 (2015)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.593 KB) | DOI: 10.30829/tar.v22i2.37

Abstract

Manajemen dan kepemimpinan pondok pesantren memiliki ciri yang khas sesuai budaya dan nilai nilai religius keislaman. Penghormatan pada guru (kiai) oleh para santri merupakan keniscayaan. Penghormatan pada guru telah menjadi tradisi santri di pondok pesantren untuk memperoleh berkah dalam rangka menimba ilmu pengetahuan. Kepemimpinan pondok pesantren mengajarkan penghormatan pada guru, hal ini dipahami sebagai praktik praktik pendidikan memiliki justifikasi religius yang sangat kuat. Dalam upaya memenuhi visi dan misi pendidikan pada pondok pesantren, maka pimpinannya perlu memenuhi persyaratan yang sesuai dengan ciri dan karakter pondok pesantren. Fenomena masa modern ini perkembangan ilmu manajemen dan kepemimpinan semakin dinamis serta penggunaan teknologi makin maju yang mempengaruhi kehidupan masyarakat. Konsekuensinya pendidikan di pondok pesantren perlu beradaptasi dengan kemajuan tersebut dengan tetap menjaga ciri khas dan karakteristik pondok pesantren. Dengan mengaplikasikan manajemen dan kepemimpinan yang lebih dinamis, maka pendidikan di pondok pesantren makin maju dan dinamis dengan tetap menjaga kemurnian religius yang menjadi ciri utama pondok pesantren.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM IBN KHALDUN DAN RELEVANSINYA DENGAN SISDIKNAS MUHAMMAD KOSIM
JURNAL TARBIYAH Vol 22, No 2 (2015)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.661 KB) | DOI: 10.30829/tar.v22i2.33

Abstract

Ibn Khaldun merupakan intelektual muslim yang memiliki multikeilmuan dan keahlian. Ia dikenal sebagai sejarawan, sosiolog, politisi, bahkan filosof. Namun dalam karya monumentalnya, Muqaddimah, Ibn Khaldun juga memiliki pemikiran bernas tentang pendidikan yang ia tulis hampir memenuhi sepertiga dari isi Muqaddimah tersebut. Karena itu ia patut disebut sebagai tokoh pendidikan Islam. Karena Ibn Khaldun adalah intelektual muslim yang tak diragukan keilmuannya tentang studi Islam, maka menarik untuk mengkaji pandangannya tentang Pendidikan yang dalam banyak hal tentu dipengaruhi oleh pemahamannya tentang ajaran Islam di samping problematika dan realita umat di masanya. Pemikiran pendidikannya yang religius, kritis dan humanis itu bisa menjadi referensi pengembangan pendidikan Islam, khususnya dalam Sistem Pendidikan Nasional di Indonesia, terutama di era kekinian dimana pengembangan ilmu pengetahuan lebih cenderung berorientasi pada konsep Barat (barat centris), termasuk bidang pendidikan
PENGEMBANGAN KURIKULUM INTEGRATIF PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH MENUJU PEMBELAJARAN EFEKTIF SEBUAH ANALISIS KRITIS YUSUF HADIJAYA
JURNAL TARBIYAH Vol 22, No 2 (2015)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.2 KB) | DOI: 10.30829/tar.v22i2.38

Abstract

Kurikulum Integratif Pengembangan pada Dasar dan Menengah Pendidikan Menuju Pembelajaran Efektif. Kebijakan pendidikan membuat lakukan dengan penilaian responsif terhadap kebutuhan individu dan masyarakat. Dengan demikian  Kurikulum 2013 Mengembangkan yang sering disebut-sebut sebagai kurikulum integratif. Mengembangkan Kurikulum ini memiliki filosofi, psikologi, paedogogik, dan yayasan sosial - budaya. Pendekatan modern, teori, dan ilmu tentang perkembangan anak, pendidikan oleh orang tua, dan bagaimana mendidik anak-anak, espescially pada usia mereka sebelumnya telah meningkat di era keemasan Islam Peradaban oleh para ahli dan ilmuwan Muslim. Views Kurikulum integratif dalam suatu mata pelajaran inti pelajaran harus benar-benar terintegrasi secara. Subjek kurikulum ini akan berguna secara fungsional dan dapat meningkatkan kemampuan siswa baik dalam proses dan produk. Subjek selalu aktual dan up to date sesuai dengan pertumbuhan dan tuntutan masyarakat holistik siswa, sehingga materi pelajaran selalu relevan dengan minat siswa, hadiah, dan potensi. Untuk mengimplementasikan kurikulum integratif, guru harus memiliki kemampuan untuk melaksanakan bervariasi dari strategi belajar mengajar. Akhirnya, evaluasi kurikulum sebagai salah satu komponen dalam pengambilan keputusan yang sangat berguna untuk mengembangkan program pendidikan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10