cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
RAUDHAH
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2021): RAUDHAH" : 10 Documents clear
Implimentasi Pendekatan Metode Kisah Qur’an Nilai Religiusdan Moral Di Ra Ar-Raudhah Anak Usia Dini Kota Sibolga Sumatera Utara Nurhikmah Pohan; Marhumah Marhumah
JURNAL RAUDHAH Vol 9, No 2 (2021): RAUDHAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/raudhah.v9i2.1304

Abstract

AbstrakImplimentasi Pendekatan Metode Kisah Qur‟an Untuk Penanaman Moral Regilius Metode Kisah Qur‟an  memberikan dampak terhadap Pemahaman Moral, Nilai  dan Religius. Penelitian ini mengkaji beberapa fokus pada Bagaimana Implementasi dan Karakteristik Pendekatan Metode Kisah Qur‟an Nilai Religius dan Moral di RA ArRaudhah Sibolga Sumatera Utara. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan psikologi perkembangan. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah Reduksi data (data reduction), Penyajian data (data display), dan Penarikan kesimpulan dan verifikasi (conclution drawing and verification). Teori yang digunakan oleh peneliti yaitu teori dari Vygotsky dalam Kisah Qur‟an pemahaman kognitif anak berkembang dengan apa yang telah di kisahkan terhadap sifat dan perilaku para Nabi karena berkaitan dengan pikiran sadar seorang anak. Semakin bertambahnya besarnya koordinasi dan pengendalian dunia kognitif anak berkembang pesat, semaki kreatif, bebas imajinatif. Hasil dari penelitian ini adalah Implimentasi yang telah dilakukan oleh guru RA ARRaudhah Sibolga Sumatera Utara terhadap nilai moral regilius telah membangkitkan pemahaman terhadap peserta didik, melalui metode kisah Qur‟an, anak dapat memahami sifat-sifat yang di anjurkan oleh allah SWT melalui sifat dan perilakukan yang di lakukan oleh para Nabi-Nabi, serta guru telah melakukan penerapan metode kisah qur‟an untuk mengajarkan nilai dan moral religius untuk anak usia dini sehingga menumbuhkan suatu sifat peserta didik yang sopan dan patuh kepada orang tuanya serta gurunya melakukan perbuatan baik dan meninggalkan yang dilarangya dan karakteristik metode kisah Qur‟am di RA AR-Raudhah Sibolga Sumatera Utara telah menumbuhkan rasa percaya diri, menghargai sesamanya serta anak paham serta mandiri dalam melakukan semua hal, membuat anak saling berbagi dan menolong sesamnya, metode yang sesuai membuat anak lebih disiplin dalam setiap permainan dan cerita yang sesuai dengan aturan yang ditetapkan dan anak mampu mengendalikan tutur bahasanya terhadap teman-teman sebaya maupun guru Kata kunci: Metode kisah Qur’an, nilai dan moral religius, anak usia dini   Abstract  The Implementation of the Qur'anic Story Method Approach for Religious Moral Cultivation The Qur'anic Story Method has an impact on Moral, Value and Religious Understanding. This study examines several focuses on how the implementation and characteristics of the Qur'an Story Method approach, religious and moral values, at RA ArRaudhah Sibolga, North Sumatra. This type of research is a qualitative research with a developmental psychology approach. Methods of data collection using observation, interviews, documentation. The data analysis technique used is data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. The theory used by the researcher is the theory of Vygotsky in the story of the Qur'an, children's cognitive understanding develops with what has been told of the nature and behavior of the Prophets because it is related to the conscious mind of a child. The greater the amount of coordination and control in the cognitive world, children develop rapidly, become more creative, free to imaginatively. The result of this research is that the implementation of the teacher RA ARRaudhah Sibolga, North Sumatra, on religious moral values has awakened understanding of students, through the Qur'anic story method, children can understand the traits recommended by Allah SWT through their character and behavior. what the Prophets, as well as teachers have done, have implemented the quran story method to teach religious values and morals for early childhood so as to foster a character of students who are polite and obedient to their parents and the teacher does good deeds and leaves the bad. the prohibition and characteristics of the Qur'am story method in RA AR-Raudhah Sibolga, North Sumatra, have fostered self-confidence, respect for each other and children understand and are independent in doing all things, make children share and help each other, appropriate methods make children more disciplined in each game and story according to the set rules Applies and children are able to control their speech towards peers and teachersKeywords: Qur'an story method, religious values and morals, early childhood  
Etika Pergaulan Keluarga Muslim Sebagai Pembetukan Karakter Anak AS'AD as'ad
JURNAL RAUDHAH Vol 9, No 2 (2021): RAUDHAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/raudhah.v9i2.1282

Abstract

AbstrakSebuah Keluarga yang bertanggung jawab terdiri dari suami dan istri atau ayah dan ibu dan anak-anak adalah unit terkecil dari suatu masyarakat. hubungan yang terjadi dalam sebuah keluarga akan harmonis, aman, tentram, sejuk dan nyaman, penuh cinta kasih, sehingga keluarga mendapat informasi dan kebahagiaan. Karakter merupakan nilai-nilai perilaku dari manusia yang berhubungan dengan Tuhan yang Maha Esa, diri sendiri, sesama makhluk ciptaan manusia (manusia, hewan, tumbuhan), dan nilai kebangsaan yang tewujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan serta perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat. Pendidikan karakter merupakan suatu sitem yang berfungsi untuk menanamkan nilai-nilai karakter kepada anak yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran dan kemauan, serta tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, seluruh makhluk ciptaan Allah, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil. Metode dan jenis pengumpulan data dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan. Proses penelitian dimulai dengan tahapan sebagai berikut: Menemukan dan menemukan informasi yang relevan dengan tema penjaminan mutu, kemudian menganalisis temuan dan kemudian mengembangkan dan mengungkapkan temuan baru terkait etika sosial dalam keluarga sebagai pembentukan karakter anak.Kata kunci: Sikap,  Keluarga Muslim, karakter, anak Abstract  A responsible family consisting of husband and wife or father and mother and children is the smallest unit of a society. relationships that occur in a family will be harmonious, safe, peaceful, cool and comfortable, full of love, so that the family gets information and happiness. Character is the behavioral values of humans related to God Almighty, oneself, fellow human creatures (humans, animals, plants), and national values that are manifested in thoughts, attitudes, feelings, words and actions based on norms. religion, law, manners, culture, and customs. Character education is a system that functions to instill character values in children which includes components of knowledge, awareness and willingness, as well as actions to implement these values, both towards God Almighty, oneself, fellow humans, all of God's creatures. , environment, and nationality so that they become human beings. The method and type of data collection in this research is literature study. The research process begins with the following stages: Finding and finding information relevant to the theme of quality assurance, then analyzing the findings and then developing and revealing new findings related to social ethics in the family as the formation of children's character.Keywords: Attitude, Muslim family, character, children  
Pengaruh Model Pembelajaran Make A Match Terhadap Perkembangan Sosial Anak Usia 5-6 di TK Anugrah Medan Khotimatul Majidah S; Fatmah Syarah
JURNAL RAUDHAH Vol 9, No 2 (2021): RAUDHAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/raudhah.v9i2.1305

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perkembangan dan pengaruh sosial anak usia 5-6 tahun dalam penggunaan model pembelajaran make a match. Penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif (Quasi Eksperimen Design), menggunakan 2 kelas yaitu eksperimen dan kontrol. Jumlah populasi adalah 38 anak. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan total sampling yaitu mengambil seluruh populasi menjadi sampel. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi, teknik analisis data, menggunakan uji normalitas, homogenitas dan hipotesis. Hasil penelitian ini yaitu Pertama Perkembangan sosial anak usia 5-6 tahun di TK Anugrah dibuktikan melalui observasi sebelum menggunakan model pembelajaran make a match pada kelas eksperimen diperoleh dengan nilai rata-rata 7,26 dengan nilai terendah 5, dan nilai tertinggi 9, modusnya 8, dan mediannya 8. Kemudian menggunakan model kelompok diperoleh dengan nilai rata-rata 8,11 dengan nilai terendah 5 dan nilai tertinggi 12, modusnya 8, mediannya 8, dan simpangan baku 1,761.  2) Penggunaan model pembelajaran make a match terhadap perkembangan sosial anak usia 5-6 tahun diperoleh dengan nilai rata-rata 17,53 dengan nilai terendah 15 dan nilai tertinggi 20, modusnya 18 dan mediannya 18. Jadi, perkembangan sosial anak usia 5-6 tahun di TK Anugrah menggunakan model pembelajaran make a match sudah berkembang secara optimal, Kedua Terdapat pengaruh model pembelajaran Make A Match terhadap perkembangan sosial anak usia sebesar 0,05 didapat ttabel pada a diperoleh nilai thitung = 24.8969 dengan taraf  dt 17 diperoleh nilai ttabel = 2,10982. Karena thitung>ttabel maka H0 : ditolak, Ha : diterimaKata kunci: Perkembangan sosial; Make A Match; Paud Abstract  This study aims to determine the development and social influence of children aged 5-6 years in the use of the make a match learning model. The research used is quantitative (Quasi Experimental Design), using 2 classes, namely experimental and control. The total population is 38 children. Sampling in this study used total sampling, namely taking the entire population as a sample. This research instrument uses observation sheets, data analysis techniques, using normality, homogeneity and hypothesis tests. The results of this study are: First, the social development of children aged 5-6 years in Anugrah Kindergarten is proven through observation before using the make a match learning model in the experimental class obtained with an average value of 7.26 with the lowest score of 5, and the highest score of 9, the mode is 8 , and the median is 8. Then using the group model, the average value is 8.11 with the lowest value 5 and the highest value being 12, the mode is 8, the median is 8, and the standard deviation is 1.761. 2) The use of the make a match learning model on the social development of children aged 5-6 years is obtained with an average value of 17.53 with the lowest score of 15 and the highest score of 20, the mode is 18 and the median is 18. So, the social development of children aged 5-6 years in Kindergarten Anugrah using the make a match learning model has developed optimally, Second There is the effect of the Make A Match learning model on the social development of children aged 0.05, obtained ttable in , the value of tcount = 24.8969 with dt level of 17 obtained the value of ttable = 2 ,10982. Because tcount > t table then H0 : rejected, Ha : acceptedKeywords: Social development; Make A Match; Paud 
Penerapan Metode Hafalan Juz ‘Amma Dengan Gerakan Tangan Pada Anak Usia Dini di Tk Darul Qur’an Karang Tengah Desi Febriani; Enjang Burhanudin Yusuf
JURNAL RAUDHAH Vol 9, No 2 (2021): RAUDHAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/raudhah.v9i2.1307

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis metode hafalan Juz ‘Amma dengan gerakan tangan di TK Darul Qur’an Karang Tengah Kecamatan Baturraden. Jenis metode penelitian ini adalah penelitian lapangan atau field research dimana peneliti terjun langsung ke lapangan guna untuk memperoleh data dan informasi yang terkait dengan penelitian. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif. Subyek dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah, guru, siswa dan wali murid. Sedangkan obyek dalam penelitian ini yaitu penerapan hafalan juz ‘amma dengan gerakan tangan pada anak usia dini. Teknik pengumpulan datanya dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis datanya dengan reduksi data, sajian data, dan verifikasi data. Tujuan dari penerapan metode hafalan juz ‘amma dengan gerakan tangan yaitu untuk mengetahui penerapan hafalan juz ‘amma dengan gerakan tangan pada anak usia dini. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa penerapan hafalan juz ‘amma dengan gerakan tangan memudahkan setiap guru dalam membimbing anak untuk hafalan, memudahkan anak untuk mengingat hafalan yang telah diajarkan, memudahkan anak memahami makna dari ayat yang di hafal, melatih fisik motorik anak melalui gerakan tangan dan mendekatkan anak dengan kecintaan terhaap Al-Qur’an.Kata Kunci : Hafalan Juz ‘Amma, Gerakan Tangan, Anak-anak, TK Darul Qur’an Al Karim Abstract  This study aims to describe and analyze the method of memorizing Juz 'Amma with hand movements in Darul Qur'an Kindergarten Karang Tengah, Baturraden District. This type of research method is field research or field research where researchers go directly to the field in order to obtain data and information related to research. The approach used is a qualitative approach. The subjects in this study were principals, teachers, students and guardians of students. While the object in this study is the application of memorizing juz 'amma with hand movements in early childhood. Data collection techniques with interviews, observation and documentation. While the data analysis technique is data reduction, data presentation, and data verification. The purpose of applying the method of memorizing juz 'amma with hand movements is to find out the application of memorizing juz 'amma with hand movements in early childhood. The results of the study show that the application of memorizing juz 'amma with hand movements makes it easier for every teacher to guide children to rote, makes it easier for children to remember what has been taught, makes it easier for children to understand the meaning of memorized verses, trains children's physical motor skills through hand movements and draws closer. children with a love for the Qur'an.Keywords: Memorizing Juz 'Amma, Hand Movement, Children, Darul Qur'an Al Karim Kindergarten 
Strategi Guru Dalam Menangani Anak Yang Hiperaktif Melalui Terapi Permainan Puzzle Pada Kelompok A di Tk Swasta It Jabal Noor Medan Krio Nunzairina Nunzairina; Abdul Aziz Rusman; Dian Pertiwi
JURNAL RAUDHAH Vol 9, No 2 (2021): RAUDHAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/raudhah.v9i2.1301

Abstract

 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru dalam menangani anak yang hiperaktif melalui terapi permainan puzzle pada kelompok A di TK Swasta IT Jabal Noor Medan Krio. Penelitian yang digunakan adalah penelitian jenis kualitatif. Subjek yang digunakan yaitu hanya anak hiperaktif pada kelompok A usia 4-5 tahun TK Swasta IT Jabal Noor yang berjumlah 3 orang anak. Penelitian ini menggunakan strategi guru dalam menangani anak yang hiperaktif melalui terapi permainan puzzle. Hasil penelitian siklus I diperoleh data perubahan anak yang hiperaktif perkembangan anak masih rendah. Dari 3 orang anak, 2 orang anak dikategorikan mulai berkembang dan 1 orang anak berkembang  sesuai harapan . Pada siklus II dilaksanakan dengan memperbaiki kesulitan anak dalam mengukiti strategi guru dalam permainan puzzle untuk memperoleh peningkatan yang maksimal. Pada siklus ke II terjadi peningkatan yang signitifkan, dari 1 anak kriteria berkembang sangat baik sebanyak 2 orang , sedangkan kriteria berkembang sesuai harapan sebanyak 1 orang anak. Anak yang memperoleh kriteria mulai berkembang tidak ada dan anak yang memperoleh kriteria belum berkembang tidak ada.Kata Kunci : Anak Hiperaktif, Terapi, Permainan Puzzle AbstractThe purpose of this study was to determine the teacher's strategy in dealing with hyperactive children through puzzle game therapy in group A at the IT Jabal Noor Private Kindergarten Medan Krio. The research used is a qualitative type of research. The subjects used were only hyperactive children in group A aged 4-5 years in Jabal Noor IT Private Kindergarten, totaling 3 children. This study uses the teacher's strategy in dealing with hyperactive children through puzzle game therapy.  The results of the research cycle I obtained data on changes in children who are hyperactive, child development is still low. Of the 3 children, 2 children were categorized as starting to develop and 1 child developing as expected. In cycle II, it was carried out by correcting the difficulties of children in following the teacher's strategy in puzzle games to obtain maximum improvement. In the second cycle there was a significant increase, from 1 child the criteria developed very well as many as 2 people, while the criteria developed according to expectations as many as 1 child. There are no children who get the criteria for starting to develop and there are no children who get the criteria for not developing.Keywords: Hyperactive Child, Therapy, Puzzle Games 
Implementasi Model Pembelajaran Sentra Dalam Mengembangkan Multiple Intellegensi Anak Usia Dini di RA Azzahra Lampung Timur Sefriyanti sefriyanti; Raden Rachmy Diana
JURNAL RAUDHAH Vol 9, No 2 (2021): RAUDHAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/raudhah.v9i2.1308

Abstract

AbstrakModel Pembelajaran Sentra merupakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada anak dan pembelajarannya dilakukan di dalam lingkaran ( Circle Time) dan sentra. Di dalam sentra bermain anak akan mengeksplor kemampuan dirinya sesuai minat dan bakat sehingga mampu menstimulasi seluruh aspek kecerdasan anak ( multiple intellegensi) melalui bermain yang terarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran sentra mampu mengembangkan multiple intellegensi anak di RA Azzahra Lampung Timur. Subyek penelitian ini ini terdiri dari Kepala Sekolah, Guru sentra kelompok B dan Anak didik yang berjumlah 15 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, melalui data kegiatan anak dan ruang sentra yang ada, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles Huberman terdiri atas mereduksi data, penyajian data dan penarik kesimpulan. Sentra yang diterapkan di RA Azzahra diantaranya; sentra persiapan, sentra seni, sentra balok, sentra bahan alam, dan sentra bermain peran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model pembelajaran sentra di RA Azzahra Lampung Timur untuk mengembangkan multiple intellegensi anak mampu terlaksana dengan baik melalui beberapa tahapan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan pembelajaran tersusun secara sistematis dan terencana sesuai dengan kurikulum dan standart Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) usia 5-6 tahun.Kata kunci: model pembelajaran sentra, multiple intellegence, anak usia dini  AbstractThis study aims to determine the kinesthetic intelligence, gross motor development, and the relationship between kinesthetic intelligence and gross motor development of children aged 5-6 years at RA Karya Panda Budi. This research is a correlational quantitative research. The sample in this study were 30 people. The research instrument used a questionnaire sheet. The data analysis technique in this research is to test the correlation hypothesis using the product moment formula. This research proves that: (1) as many as 10 children 5-6 years at RA Karya Panca Budi have low category kinesthetic intelligence, 16 people are in the medium category and 4 people are in the high category; (2) as many as 5 children 5-6 years at RA Karya Panca Budi had gross motor development starting to develop, as many as 18 people were developing according to expectations, and as many as 7 people were categorized as very well developed; and (3) there is a significant relationship between kinesthetic intelligence and gross motor development of children aged 5-6   years in RA Karya Panca Budi.Keywords: early childhood; kinesthetic intelligence; gross motor development 
Pengembangan Media Roda Putar Dengan Kardus Bekas Untuk Meningkatkan Kemampuan Bercerita Anak Usia 5-6 Tahun di Ra Al- Washliyah Kec. Ujung Padang Kab. Simalungun Masganti sit; Hilda Putri Amallia; Sri Wahyuni
JURNAL RAUDHAH Vol 9, No 2 (2021): RAUDHAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/raudhah.v9i2.1302

Abstract

AbstrakKemampuan bercerita anak usia 5-6 tahun di RA Al-Washliyah Ujung Padang selama ini cenderung monoton, hanya menggunakan media yang sama yaitu buku cerita saja. Penelitian ini bertujuan untuk Mengembangkan proses penggunaan, kepraktisan, media roda putar untuk meningkatkan kemampuan bercerita anak usia 5-6 Tahun. Penelitian dilakukan  di RA Al-Washliyah Jalan Rivai Pekan Kecamatan Ujung Padang Kabupaten Simalungun.  Ujung Padang, pada tanggal 7 September  2020, jumlah anak yang diteliti sebanyak 20 anak. Metode penelitian ini adalah R and D (Research and Development) yang diadaptasi dari model pengembangan Sugiyono. Data penelitian ini diperoleh menggunakan angket validasi dari ahli desain media dan ahli materi, serta menggunakan lembar observasi. Dari hasil uji kelayakan yang dilakukan oleh validator media dengan persentase 100% dengan kategori sangat layak. Hasil uji kelayakan yang dilakukan oleh validator materi mendapatkan persentase 90% dengan kategori sangat layak. Hasil uji coba anak pada tahap I persentase kemampuan bercerita 20%, pada uji coba tahap II persentase kemampuan bercerita 65%. Pada kemampuan bercerita anak meningkat dengan klasifikasi sangat tinggi memperoleh rata-rata skor 71, sehingga media roda putar kita dapat dikatakan efektif untuk meningkatkan kemampuan bercerita anak.Kata Kunci: Media Roda Putar, Kemampuan Bercerita Anak Usia Dini Abstract  The storytelling skills of children aged 5-6 years at RA Al-Washliyah Ujung Padang tend to be monotonous, only using the same media, namely story books. This study aims to develop the process of using, practicality, swivel wheel media to improve the storytelling ability of children aged 5-6 years. The research was conducted at RA Al-Washliyah Jalan Rivai Pekan, Ujung Padang District, Simalungun Regency. Ujung Padang, on September 7, 2020, the number of children studied was 20 children. This research method is R and D (Research and Development) which is adapted from Sugiyono's development model. The research data was obtained using a validation questionnaire from media design experts and material experts, and using observation sheets. From the results of the feasibility test conducted by the media validator with a percentage of 100% with a very feasible category. The results of the feasibility test conducted by the material validator get a percentage of 90% with a very decent category. The results of the trial of children in stage I the percentage of storytelling ability was 20%, in the trial stage II the percentage of storytelling ability was 65%. In children's storytelling ability increased with a very high classification obtaining an average score of 71, so that our rotating wheel media can be said to be effective in improving children's storytelling abilities.Keywords: Spin Wheel Media, Early Childhood Storytelling Ability
Kesejahteraan Psikologi Orang Tua Dalam Mendampingi Belajar Anak Usia Dini Selama Pandemi Covid-19 Musyafa ali; Raden rachmy Diana
JURNAL RAUDHAH Vol 9, No 2 (2021): RAUDHAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/raudhah.v9i2.1279

Abstract

AbstrakPeran ganda orang tua selama pandemi memberikan dampak pada psikologi orang tua. Peran sebagai pekerja seakligus guru bagi anak memberikan dampak selama masa pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kesejahteraan psikologi orang tua dalam mendampingi belajar anak selama pandemi covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian lapnagan dengan pendekatan kuantitatif, adapun pengambilan data dengan menggunakan wawancara pada wali murid siswa PAUD Wadas Kelir. Adapun dalam menganalisis data peneliti menggunakan tiga tahap yakni mereduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwasanya kesejahteraan psikologi orang tua dalam mendampingi belajar anak di masa pandemi belum terpenuhi, hal ini dapat dilihat bahwasanya tiga dari enam indikator kesejahteraan psikologi orang tua belum terpenuhi, hal ini ditunjukan dengan berbagai perasaan yang dirasakan oleh orang tua yakni, marah, stres, sedih, resah, kesal, perasaan bingung dan merasa terbebani. Perasaan-perasaan tersubut menunjukan bahwasanya kesejahteraan psikologi orang tua belum terpenuhi secara sepenuhnya, ketika perasaan itu ditarik dalam ranah kesejahteraan psikologi maka selfacceptance,  positive relation with others dan environmental mastery orang tua belum terpenuhi.Kata Kunci : Kesejahteraan psikologi, orang tua, pembelajaran, anak usia dini AbstractThe dual role of parents during the pandemic has an impact on the psychology of parents. The role as a worker as well as a teacher for children has an impact during the pandemic. This study aims to find out how the psychological well-being of parents in accompanying children's learning during the covid-19 pandemic. This research is a field research with a quantitative approach, while data collection using interviews with the guardians of PAUD Wadas Kelir students. Meanwhile, in analyzing the data, the researcher used three stages, namely reducing, presenting data and drawing conclusions. The results of this study indicate that the psychological well-being of parents in assisting children's learning during the pandemic has not been fulfilled, it can be seen that three of the six indicators of the psychological well-being of parents have not been met, this is indicated by the various feelings felt by parents, namely anger. , stress, sadness, restlessness, upset, feeling confused and feeling burdened. These feelings indicate that the psychological well-being of parents has not been fully fulfilled, when these feelings are drawn into the realm of psychological well-being, the self-acceptance, positive relations with others and the environmental mastery of parents have not been fulfilled.Keywords: Psychological well-being, parents, learning, early childhood 
Peran Orang Tua Dalam Mengembangkan Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun Pada Masa Pandemi Di Desa Ujung Teran Kecamatan Merdeka Kabupaten Karo Junaidi Arsyad; Fauziah Nasution; Ayu windari Br Tarigan
JURNAL RAUDHAH Vol 9, No 2 (2021): RAUDHAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/raudhah.v9i2.1303

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilaksanakan di Desa Ujung Teran Kecamatan Merdeka Kabupaten Karo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan antara lain sebagai berikut: (1) Peran orang tua dalam mengembangkan kreativitas anak usia 5-6 tahun di Desa Ujung Teran (2) hambatan apa yang dihadapi orang tua dalam mengembangkan kreativitas anak usia 5-6 tahun di Desa Ujung Teran. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif yang bertujuan untuk memperoleh data secara lengkap, rinci dan mendalam. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian data yang telah dikumpulkan diolah melalui (1) Reduksi data (2) penyajian data (3) penarikan kesimpulan. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah orang tua di Desa Ujung Teran yang memiliki anak usia 5-6 tahun. Objek dalam penelitian ini yaitu anak usia 5-6 tahun di Desa Ujung Teran. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) Peran orang tua dala mengembangkan kreativitas anak sudah cukup baik namun masih perlu ditingkatkan lagi (2) Hambatan yang dihadapi orang tua dalam mengembangkan kreativitas anak usia 5-6 tahun karena keterbatasan waktu dan kurangnya pemahaman orang tua dalam mengembangkan kreativitas pada diri anak.Kata kunci: Peran Orang Tua, Kreativitas Anak Abstract  This research was conducted in Ujung Teran Village, Merdeka District, Karo Regency. This study aims to describe, among others, the following: (1) The role of parents in developing the creativity of children aged 5-6 years in Ujung Teran Village (2) what obstacles parents face in developing the creativity of children aged 5-6 years in Ujung Village Teran. This type of research is qualitative with descriptive method which aims to obtain complete, detailed and in-depth data. Data collection techniques in this study using the methods of observation, interviews, and documentation. Then the data that has been collected is processed through (1) data reduction (2) data presentation (3) drawing conclusions. The subjects used in this study were parents in Ujung Teran Village who had children aged 5-6 years. The object of this research is children aged 5-6 years in Ujung Teran Village. The results of this study concluded that: (1) The role of parents in developing children's creativity is quite good but still needs to be improved (2) Barriers faced by parents in developing the creativity of children aged 5-6 years due to time constraints and lack of understanding of parents in develop creativity in children. Keywords: The Role of Parents, Children's Creativity
Penanaman Nilai Moral (Religius) Anak Usia Dini Melalui Shalat Dhuha Di Tk IT Muhandis Aceh Tenggara Hamidatun Nisa Tambak; Fatma wati
JURNAL RAUDHAH Vol 9, No 2 (2021): RAUDHAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/raudhah.v9i2.1299

Abstract

AbstrakKuisioner dalam penelitian ini terdiri dari 15 item pernyataan tentang penerapan shalat dhuha dan 20 item pernyataan tentang perkembangan moral anak usia dini. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara menyebarkan kuisioner kepada para responden yang telah terpilih sebagai sampel penelitian. Selanjutnya, setelah responden mengisi kuisioner tersebut, lalau dikumpulkan kembali dan dilakukan analisis. Pada penerapan shalat dhuha ada 2 indikator yang diukur, yaitu indikator  pemberian kebebasan (pembolehan yang sifatnya toleran), proteksi (tidak ada hubungan apabila anak melanggar peraturan serta kurangnya control terhadap prilaku dan kegiatan anak sehari-hari) dan indikator yang kedua adalah submission (penyerahan). sebesar 38,75%. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman keagamaan memiliki hubungan yang “sedang” dalam pembentukan moral anak usia dini di TKIT Muhandis Aceh Tenggara perkembangan moral anak dapat disimpulkan bahwa penanaman keagamaan yang  permisif memiliki hubungan yang “sedang” dengan nilai rata-rata sebesar 38,75%. Sedangkan pekembangan moral anak usia dini di TK IT Muhandis juga memiliki kategori “sedang” dengan nilai rata-rata sebesar 59,99%.Kata Kunci:  Penerapan shalat dhuha, Moral (religius), Anak Usia Dini. Abstract          The questionnaire in this study consisted of 15 statement items about the implementation of the dhuha prayer and 20 statement items about the moral development of early childhood. Data collection in this study was carried out by distributing questionnaires to the respondents who had been selected as research samples. Furthermore, after the respondents filled out the questionnaire, they were collected again and analyzed. In the implementation of the dhuha prayer, there are 2 indicators that are measured, namely the indicator of giving freedom (tolerant permission), protection (no relationship if the child violates the rules and lack of control over the behavior and daily activities of the child) and the second indicator is submission (submission). ). by 38.75%. This shows that religious understanding has a "moderate" relationship in the moral formation of early childhood at TKIT Muhandis Aceh Tenggara. It can be concluded that permissive religious cultivation has a "moderate" relationship with an average value of 38.75%. Meanwhile, the moral development of early childhood at TKIT Muhandis also has a "medium" category with an average value of 59.99%.Keywords: Implementation of dhuha prayer, Moral (religious), Early Childhood 

Page 1 of 1 | Total Record : 10