cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
RAUDHAH
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 188 Documents
VARIABEL PENELITIAN Sangkot Nasution
JURNAL RAUDHAH Vol 5, No 2 (2017): RAUDHAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.75 KB) | DOI: 10.30829/raudhah.v5i2.182

Abstract

Dalam suatu penelitian perumusan variabel merupakan salah satu unsur yang penting karena suatu proses pengumpulan fakta atau pengukuran dapat dilakukan dengan baik, bila dapat dirumuskan variabel penelitian dengan tegas. Proses perumusan variabel ini diawali dari perumusan konsep tentang segala sesuatu yang menjadi sasaran penelitian. Konsep yang dimaksud adalah istilah dan definisi yang digunakan untuk menggambarkan secara abstrak tentang kejadian dan keadaan suatu kelompok atauindividu tertentu yang menjadi sasaran penelitian. (Effendi: 1989: 3)
KONTAK AWAL UMAT ISLAM DENGAN PUSAT PERADABAN DUNIA Humaida Hasibuan
JURNAL RAUDHAH Vol 4, No 2 (2016): RAUDHAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.103 KB) | DOI: 10.30829/raudhah.v4i2.55

Abstract

The source of the human intellect is the Creator God Almighty. The Persian and Roman civilization as world civilization melatari the beginning of Islamic civilization. Muslim intellectual development from a historical point of view continued development of keintelektualan past. Along with that, a muslim tailor, adding ideas, thoughts and ideas of their own into the historical development of such intellectual process called naturalization. If ever, Muslims shut down and has no desire to adopt knowledge from outside Islam, then there are probably Muslims achieve the progress of civilization in time that fast. Past contributions gives a fairly significant influence on the progress and the intellectual brilliance of early Muslims.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM MUHAMMAD ABDUH Fatkhur Rohman
JURNAL RAUDHAH Vol 4, No 1 (2016): RAUDHAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.624 KB) | DOI: 10.30829/raudhah.v4i1.63

Abstract

This brief writing will parse the thought of Muhammad Abduh about Islamic education. Muhammad Abduh thinking about education is considered the beginning of the resurrection of the Muslims in the early 19th century. This is proven by the large number of writings he published in the magazine al-Manar and al-Urwat al-Wusqa ', so that it becomes the reference for the reformer in the Islamic world. He thought about education among islam contained in the system and structure of educational institutions, educational curricula and learning methods. According to the view of Muhammad Abduh, Islam is a religion which is a very rational, appreciate the human reason, since the intellect is the one of human potential, and Islam is highly recommend to use common sense. It is these Muhammad Abduh gives a very high award against reason and evelopment of science.
UPAYA MENINGKATKAN KECERDASAN INTERPERSONAL ANAK MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA KELOMPOK B DI TK PUTRI LISTIO T.A 2017/2018 Muhammad Aziz
JURNAL RAUDHAH Vol 6, No 1 (2018): RAUDHAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.137 KB) | DOI: 10.30829/raudhah.v6i1.272

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui 1) kecerdasan anak kelompok B sebelum Menggunakan metode demonstrasi di TK. Islam Terpadu Putri Listio, 2) pelaksanaan metode demonstrasi dalam meningkatkan kecerdasan interpersonal anak kelompok B di TK. Islam Terpadu Putri Listio, 3) ada peningkatan kecerdasan interpersonal setelah menggunaka metode demonstrasi pada anak kelompok B di TK. Islam Terpadu Putri Listio. Jenis penelitian yang digunakan adalah PTK. Subyek dalam penelitian ini sebanyak 13 orang anak. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah lembar observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kecerdasan interpersonal anak meningkat setelah adanya tindakan melalui metode demonstrasi. Pada saat dilakukan observasi pratindakan, persentase kecerdasan interpersonal sebesar 23,1%, kemudian mengalami peningkatan pada Siklus I sebesar 61,5% dan pada pelaksanaan Siklus II juga mengalami peningkatan sebesar 76,9%. Langkah-langkah yang ditempuh sehingga kecerdasan interpersonal anak meningkat adalah: kegiatan pra-pengembangan, kegiatan pengembangan, dan kegiatan penutup.  Kata kunci:  Kecerdasan Interpersonal, Metode Demonstrasi            
UPAYA MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI ANAK USIA DINI MELALUI METODE BERCERITA DI KELOMPOK B RA AN-NIDA Sri Wahyuni
JURNAL RAUDHAH Vol 5, No 2 (2017): RAUDHAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.563 KB) | DOI: 10.30829/raudhah.v5i2.177

Abstract

Dalam Proses pendidikan anak usia dini seluruh kecerdasan anak akanterstimulus, baik yang bersifat akademik ataupun bukan. Anak-anak tidakhanya selalu diberi pembelajaran dalam hal membaca atau menulis saja,tetapi kecerdasan intrapersonal juga harus dikembangkan. PerkembanganInterpersonal yang dimaksud ialah anak mampu mengembangkankepercayaan dirinya dengan meningkatkan kemampuan yang dimilikinya.Permasalahan yang terjadi adalah (1) Penerapan pembelajaran yangdilakukan di sekolah masih cenderung (teacher- centered) bukanpembelajaran yang berorientasi pada aktivitas anak ( student-centered). (2) Kurang aktif nya siswa dalam mengeksplorasi kemampuan dalammenyampaikan materi pembelajaran. (3) Anak belum mampu untukmandiri dalam kegiatan belajar. (4) Kurangnya penerapan metodepembelajaran yang kreatif, inovatif dan menyenangkan. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui kemampuan anak melalui metode berceritadalam meningkatkan kepercayaan diri pada anak usia dini. Penelitian inidilakukan secara kualitatif dengan menggunakan Siklus I dan siklus IIdengan jumlah sampel sebanyak 20 orang siswa.
Peran Bimbingan dan Konseling dalam Memaksimalkan Kemampuan Emosi Anak Usia Dini Ahmad Syukri Sitorus
JURNAL RAUDHAH Vol 5, No 1 (2017): RAUDHAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.77 KB) | DOI: 10.30829/raudhah.v5i1.138

Abstract

Bimbingan konseling anak merupakan kegiatan yang sengaja dilakukan dalam upaya pemberian bantuan kepada anak salah satunya untuk mengontrol emosi. Bentuk kegiatan bimbingan konseling bagi anak adalah bermain. Bermain dijadikan sebagai instrumen utama untuk menstabilkan emosi anak.
PERAN GURU DALAM MENANAMKAN KEDISIPLINAN ANAK SEJAK DINI DI KELOMPOK B TK IT AR-ROJA KECAMATAN KOTA KISARAN TIMUR Putri Utami
JURNAL RAUDHAH Vol 6, No 1 (2018): RAUDHAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.02 KB) | DOI: 10.30829/raudhah.v6i1.286

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam menanamkan kedisiplinan anak sejak dini di kelompok B TK IT Ar-Roja dengan permasalahan dan cara penyelesaiannya. Perolehan data pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif melalui wawacara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan di kelompok B TK IT Ar-Roja Kecamatan Kota Kisaran Timur dengan jumlah anak sebanyak 25 orang, dan sumber data lainnya adalah kepala sekolah, guru kelas dan guru sentra. Hasil penelitian ini mengungkapkan tiga temuan yaitu: 1) peran guru dalam menanamkan kedisiplinan anak sejak dini dengan menanamkan rasa tanggung jawab dan pembiasaan berprilaku disiplin, 2) upaya guru dalam menanamkan kedisiplinan anak sejak dini berupa membiasakan anak berlaku disiplin dalam segi waktu belajar, bermain, mencontohkan keteladanan Rasulullah, 3) kendala yang dihadapi guru dalam menanamkan kedisiplinan anak sejak dini adalah perbedaan cara mengajarkan anak di rumah, sekolah, dan orangtua yang kurang memperhatikan anaknya.Kata kunci:  Peran Guru, Kedisiplinan
EMOSI MALU (SHAME) DAN RASA BERSALAH (GUILT) DALAM PEMBELAJARAN MORAL ANAK USIA DINI NURHAYANI NURHAYANI
JURNAL RAUDHAH Vol 4, No 2 (2016): RAUDHAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (826.164 KB) | DOI: 10.30829/raudhah.v4i2.56

Abstract

Each human’s emotion develop in certain meaning. It means that loosing negative emotions in our understanding about child development  is same as loosing one of  basic colour in painter’s self; and not only the basic colour will loose but a million colours which are created from combination of colours and basic colour. Negative emotion such as shame and guil will be more useful than positive emotion when someone learn to change his behavior.Negative emotion will motivate children to learn and practice prosocial behavior. It will effect directly to children’s behavior and personality because extreme emotion gives deep effect to motivate them in doing kindness which is hoped others. Shame and guilt are not emotion which must be disappeared. Shame and guilt  will  teach moral values to children if we use correctly.
METODE PENGEMBANGAN BAHASA ANAK PRA SEKOLAH Hilda Zahra Lubis
JURNAL RAUDHAH Vol 6, No 2 (2018): RAUDHAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.831 KB) | DOI: 10.30829/raudhah.v6i2.277

Abstract

: Tujuan pengembangan bahasa anakpra sekolah adalah agar anak mampumengolah kata berdasarkan komprehensif, agar anak dapat mengekspresikan kata-kata dalam bahasa tubuh yang dapat dipahami orang lain, agar anak mengerti perkataan yang ia dengar dan ucapkan dan anak juga dapat mengartikan dan menyampaikan secara utuh kepada orang lain, dan agar anak dapat beragumentasi melalui kata-kata yamg diucapkannya. Faktor- faktor yang mempengaruhi perkembangan bahasa : 1) Kesehatan, 2) Intelegensi, 3) Status sosial, 4) Jenis Kelamin, 5) Hubungan keluarga. Metode yang digunakan dalam pengembangan bahasa anak prasekolah adalah metode cerita, metode bermai melalui permainan, metode bercakap-cakap, metode tanya jawab, metode berain peran dan metode sosio drama.Kata Kunci : Metode, Bahasa, Anak Pra Sekolah
PEMEROLEHAN BAHASA DAN GANGGUAN BAHASA PADA ANAK USIA BATITA Rina Devianty
JURNAL RAUDHAH Vol 4, No 1 (2016): RAUDHAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.239 KB) | DOI: 10.30829/raudhah.v4i1.59

Abstract

The acquisition of the language for the children under three years is very important to be noticed, especially for the parents. This article tries to identify the language acquisition for the children early in order to the reader especially parents to have the basic knowledge in helping their children to get the speaking skill optimally. Then how to know and solve the speaking interference for the children.

Page 4 of 19 | Total Record : 188