cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
J@TI (TEKNIK INDUSTRI)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25021516     DOI : -
Core Subject : Engineering,
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri [e-ISSN 2502-1516] merupakan jurnal nasional yang mengangkat tulisan-tulisan penelitian dalam disiplin ilmu teknik industri. Pertama kali terbit sejak tahun 2006 hingga saat ini dengan frekuensi terbit tiga (3) kali dalam setahun. Setiap edisi terbitan berisi 8 artikel jurnal. Terbit setiap Januari, Mei, dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Volume 12, No. 1, Januari 2017" : 8 Documents clear
ANALISIS FAKTOR PENDORONG REALISASI MANFAAT IMPLEMENTASI ERP DI PERUSAHAAN INDONESIA M., Iqbal Yulizar; Govindaraju, Rajesri
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 12, No. 1, Januari 2017
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.007 KB) | DOI: 10.14710/jati.12.1.07-14

Abstract

Pengelolaan implementasi ERP pada fase post project yaitu fase ketika ERP telah digunakan secara integral dalam perusahaan, menentukan terealisasinya manfaat dari implementasi ERP, karenanya terkait pengelolaan pada fase post project ini dibutuhkan kajian lebih lanjut untuk mengetahui upaya-upaya merealisasikan manfaat dari implementasi ERP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mengukur manfaat implementasi ERP dan mengetahui sejauh mana perusahaan-perusahaan Indonesia merealisasikan manfaat implementasi ERP, serta memberikan rekomendasi bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia dalam menjalani fase post project agar manfaat dari implementasi ERP dapat direalisasikan. Model pengelolaan pada fase post project yang dikembangkan dalam penelitian ini didasarkan pada penelitian-penelitian sebelumnya yang mengkaji kelompok aktivitas pada fase post project, dimana institutionalized ERP system dan improved ERP system dapat mendorong perusahaan untuk merealisasikan manfaat implementasi ERP.AbstractManagement of ERP implementation phase is the phase when the project post ERP has been used integrally within the company, determine the realization of the benefits of an ERP implementation, hence related to the management phase of this project post further study is needed to determine the efforts to realize the benefits of ERP implementation. This study aims to determine how to measure the benefits of ERP implementation and determine the extent of Indonesian companies realize the benefits of ERP implementation, as well as provide recommendations to firms in Indonesia in carrying out post-project phase in order to benefit from the ERP implementation can be realized. Model management in the post-phase project being developed in this study was based on previous studies that assess the activity group on post-phase project, which institutionalized the ERP system and improved ERP system can encourage firms to realize the benefits of ERP implementation.
DESAIN STASIUN KERJA DAN POSTUR KERJA DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS BIOMEKANIK UNTUK MENGURANGI BEBAN STATIS DAN KELUHAN PADA OTOT Purwaningsih, Ratna; P., Dyah Ayu; Susanto, Novie
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 12, No. 1, Januari 2017
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.843 KB) | DOI: 10.14710/jati.12.1.15-22

Abstract

Pekerjaan manual masih banyak ditemui  pada berbagai aktivitas kerja. Pekerjaan manual yang dikerjakan secara berulang (repetitive) dengan gerakan kerja monoton dan waktu kerja yang lama berpotensi menimbulkan kelelahan kerja. Pada gerak monoton repetitive terjadi pembebanan otot yang terus menerus. Postur kerja yang salah membuat kelelahan menjadi lebih cepat terjadi.  Postur kerja yang  tidak baik ini seringkali diakibatkan oleh desain fasilitas kerja yang kurang memperhatikan kesesuaian dengan penggunanya. Pada pekerja laundry aktivitas menyetrika pakaian merupakan kerja repetitive monoton yang kurang didukung fasilitas yang sesuai. Postur kerja dengan berdiri dan terjadi twist serta seringkali membungkuk. Operator setrika harus melakukan kegiatan setrika selama lebih dari 8 jam. Penelitian bertujuan melakukan redesain pada stasiun kerja setrika agar diperoleh postur kerja yang baik. Perancangan stasiun kerja  menggunakan software Jack 8.2. Stasiun kerja yang terdiri dari meja dan kursi dirancang dengan memperhatikan antropometri dan kebutuhan gerak operator. Evaluasi desain dilakukan dengan mengevaluasi postur kerja dengan menggunakan analisis biomekanik, menggunakan analisis toolkit yang meliputi analisisi SSP, LBA, RULA, dan OWAS. Dari hasil evaluasi, dihasilkan postur usulan yang diberikan adalah, pekerja duduk pada kursi dengan posisi tubuh tegap, arah kepala sejajar dengan arah objek yang dikenai pekerjaan, dan pekerja dihindarkan dari posisi kerja membungkuk dan twist. Abstract(The Design of Working Station and Working Posture Using Biomechanic Analysis to Reduce Static Load and Musculoskeletal Disorder).The work that is done manually is usually done repeatedly with monotonous movements and long working hours. If the muscle’s working too hard, the muscle will be found damage and fatigue. The right working posture can improve the worker’s ability to finish the job. Wrong posture is often caused by the facility design that unsuitable to operator. In the laundry workers ironing clothes activity is monotonous and repetitive work which is lacking in appropriate facilities. Work posture by standing up, often bent and twist. Ironing operator do their activities for more than 8 hours. The research aims to redesign the work station in order to obtain a good working posture. The design of work stations using Jack software 8.2. Work station consisting of a table and chairs designed with anthropometric and consider the motion of operator. Work station design used Jack Software 8.2. Evaluation of work posture used biomechanic analysis covering analysis of SSP, LBA, RULA, and OWAS. The result of evaluation is a posture suggested that the worker should sit on a chair with a sturdy body, the head is parallel toward to the direction of the object, and workers are prevented from bending and twist position. 
PENGARUH DISTRAKSI DAN KUALITAS TIDUR TERHADAP TINGKAT KEWASPADAAN PENGEMUDI BRT KORIDOR I (MANGKANG – PENGGARON) Budiawan, Wiwik; Sriyanto, Sriyanto; Hermanda, Inggriet
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 12, No. 1, Januari 2017
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.2 KB) | DOI: 10.14710/jati.12.1.43-48

Abstract

Kecelakaan merupakan masalah yang belum terselesaikan di jalan raya. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya jumlah korban kecelakaan yang ada dijalan raya, walaupun jumlah kecelakaannya yang terjadi setiap tahunnya menurun namun jumlah korbannya berbanding terbalik dengan jumlah kecelakaan yang terjadi. Salah satu yang menyebabkan hal ini terjadi adalah angkutan – angkutan yang dapat mengangkut banyak orang, salah satunya Bus Rapid Transit (BRT). Faktor yang sangat berpengaruh terhadap kecelakaan yang tinggi adalah Driver error, dimana tingkat kewaspadaan yang rendah menyebabkan pengemudi tidak fokus mengemudi. Tingkat kewaspadaan dapat diukur menggunakan software Psychomotor Vigilance Test (PVT) Hal yang dapat mengurangi tingkat kewaspadaan adalah kualitas tidur yang rendah yang dapat diukur menggunakan kuisioner  Pittsburgh Sleep Quaity Index (PSQI). Selain kualitas tidur faktor lain yang mempengaruhi tingkat kewaspadaan adalah distraksi, yang dapat diukur menggunakan kuisioner Susceptibility to Driver Distraction Questinnaire (SDDQ). Kedua faktor ini akan dihubungkan dengan tingkat kewaspadaan menggunakan regresi  linier majemuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kewaspadaan dipengaruhi oleh kualitas tidur sebelum pengemudi bekerja, sedangkan sesudah bekerja tingkat kewaspadaan dipengaruhi distraksi.AbstractAccident is a problem that not finish yet at the road. This fact can be evidence by the increasing of number victim’s accident at the road. Although number of accidents are decrease every years but the number of victims are increased. One type of vehicle in the road is public transportation that can accommodate many people. That’s way public transportation can make many victims if an accident. One type of public transportation in Semarang is Bus Rapid Transit (BRT). Driver error is a factor for increased number of accident, vigilance extent for driver error has an influence with accident in the road. If the driver has a low level of vigilance can make driver not focused on driving. Level of vigilance can be measured by software Psychomotor Vigilance Test (PVT). Factors that can make vigilance level for driver decreased are quality of sleep and distraction. Quality of sleep can measured by   Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire. Then Distraction for driver can be measured by Susceptibility to Driver Distraction Questionnaire (SDDQ). Both of these factors will be linked to the level of vigilance using linear regression. The results showed that the level of inattention is affected by the quality of the driver's sleep before work, after work while the level of vigilance is affected distraction.
EVALUASI KESIAPAN IMPLEMENTASI ISO 31000:2009 PADA DEPARTEMEN TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS DIPONEGORO Handayani, Naniek Utami; Sari, Diana Puspita; Irawan, Dhindi Oxiana; Afdi, Zihramna
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 12, No. 1, Januari 2017
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.191 KB) | DOI: 10.14710/jati.12.1.23-34

Abstract

Departemen Teknik Industri sebagai bagian dari Fakultas Teknik Universitas Diponegoro dituntut untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saingnya agar mampu melaksanakan tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi dan menghasilkan lulusan yang dapat diterima pada lapangan kerja. Sebagai institusi pendidikan Departemen Teknik Industri tidak terlepas dari berbagai tantangan dan risiko terhadap kegagalan manajemen kegiatan terkait Tri Dharma Perguruan Tinggi. Risiko-risiko tersebut dapat menyebabkan kerugian yang jika tidak diantisipasi dapat menurunkan daya saing dan kredibilitas institusi. Tingkat kerugian akibat risiko yang dihadapi sangat bervariasi bergantung penyebab dan dampaknya terhadap institusi. Pada institusi pendidikan, risiko yang dihadapi tidak sekedar berupa finansial tetapi juga ketidakefektifan proses belajar mengajar, kegagalan mahasiswa dalam memperoleh kelulusan, dan rendahnya peluang lulusan untuk mendapatkan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesiapan implementasi Manajemen Risiko ISO 31000:2009 pada Departemen Teknik Industri. Tujuan implementasi manajemen risiko adalah menjaga agar aktivitas operasional yang dilakukan tidak menimbulkan kerugian yang melebihi kemampuan entitas untuk menyerap kerugian tersebut ataupun membahayakan kelangsungan proses pencapaian visi. Penelitian ini berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, peningkatan kualitas proses belajar mengajar dan peningkatan kualitas output lulusan. Penelitian dilakukan dengan metode wawancara dan observasi langsung. Berdasarkan hasil wawancara didapatkan 45 risiko yang mungkin terjadi pada Departemen Teknik Industri. Risiko-risiko tersebut didapat dari 6 konteks atau sasaran  yang terkait dengan tujuan yang ingin dicapai oleh Departemen Teknik Industri. Hasil dari pengolahan data menunjukkan terdapat 2 risiko dengan tingkat extremely high, 9 risiko dengan tingkat high, 27 risiko dengan tingkat medium, dan 7 risiko dengan tingkat low. Mitigasi risiko dilakukan untuk risiko dengan tingkat extremely high dan high.AbstractDepartment of Industrial Engineering as part of the Faculty of Engineering, University of Diponegoro required to continuously improve the quality and competitiveness to be able to carry out the taskof Tri Dharma Universities and produce graduates who can be accepted in the field of employment. As an educational institution of the Department of Industrial Engineering is inseparable from the various challenges and risks to management failures related activities Tri Dharma Universities. The risks that can cause harm if not anticipated can lower the competitiveness and credibility of institutions. The level of loss due to the risk of facing the highly variable dependent causes and its impact on the institution. In educational institutions, the risks faced not only be financial but also the ineffectiveness of teaching and learning, student failure in obtaining the graduation, and the low chances of graduates to get jobs. This study aimed to evaluate the readiness of the implementation of ISO 31000 : 2009 Risk Management in the Department of Industrial Engineering. The purpose of implementation of risk management is to keep operational activities that do not result in losses that exceed the entity's ability to absorb such losses or endanger the continuation of the process of achieving the vision. This research focuses on improving the quality of human resources, improving the quality of teaching and learning processes and improving the quality of graduate output. Research conducted by interview and direct observation. Based on the results of interviews obtained 45 risks that may occur in the Department of Industrial Engineering. These risks come from 6 context or goal related to the objectives to be achieved by the Department of Industrial Engineering. The results of processing the data shows that there are two risks with extremely high levels, 9 risk with high levels, 27 medium risk level, and 7 risks with low leve ls. Risk mitigation is done to extremely high level risk and high level risk.
IDENTIFIKASI KEPENTINGAN RELATIF KONSUMEN TERHADAP ROBOT REHABILITASI PASIEN PASCA STROKE DENGAN MENGGUNAKAN CONJOINT ANALYSIS Hasan Mastrisiswadi; Herianto Herianto
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri Volume 12, No. 1, Januari 2017
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.459 KB) | DOI: 10.14710/jati.12.1.35-42

Abstract

Robot rehabilitasi pasien pasca stroke saat ini telah dikembangkan oleh negara-negara maju di dunia, tidak terkecuali Indonesia meskipun sebagai negara berkembang. Salah satu pengembang robot rehabilitasi pasien pasca stroke itu berada di Universitas Gadjah Mada yang telah melakukan penelitian beberapa tahun ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kepentingan relatif konsumen terhadap robot rehabilitasi pasien pasca stroke untuk kemudian digunakan sebagai bahan masukan dalam pengembangan robot selanjutnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Conjoint Analysis. Metode ini memiliki keunggulan dalam menganalisis trade off antar atribut. Dari hasil pengolahan Conjoint Analysis dengan bantuan program SPSS, dapat diketahui bahwa kebutuhan konsumen paling tinggi terhadap robot rehabilitasi pasien stroke adalah  dapat dipasangkan ke tangan pasien dengan mudah, baru setelah itu kemampuannya untuk dipakai di kedua tangan (kanan dan kiri) dan material yang digunakan dalam pembuatan robot haruslah aman bagi pasien.AbstractPost-stroke rehabilitation robot has been developed in the world, including Indonesia as a developing country. One of this robot developers is Universitas Gadjah Mada who has conducted research for post stroke rehabilitation robot in recent years. This study aims to identify the consumer’s relative importance of the  post-stroke rehabilitation robot that can be used for the next robot development. The method used in this study is Conjoint Analysis. This method has the advantage in analyzing trade-offs between attributes. From this research, we have known that the highest rank of the robot consumer needs are: can be attached to the patient's hand with ease, the ability to be used in both hands (right and left) and the movement of the robot which can be varied according to the needs of the patient.
PENGARUH PENENTUAN JUMLAH PEMESANAN PADA BULLWHIP EFFECT Puji Lestari; Liong Irena; I Gede Agus Widyadana
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri Volume 12, No. 1, Januari 2017
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.073 KB) | DOI: 10.14710/jati.12.1.49-56

Abstract

Bullwhip effect adalah suatu kondisi dimana terjadi peningkatan variasi permintaan dalam suatu rantai pasok. Bullwhip effect ini dapat diakibatkan oleh beberapa faktor salah satunya yaitu jumlah pemesanan. Jumlah pemesanan yang dilakukan oleh masing-masing pemasok akan mempengaruhi jumlah pemesanan pada pemasok yang lain. Perbedaan jumlah pemesanan antar pemasok ini akan menimbulkan bullwhip effect. Penelitian ini akan menunjukkan pengaruh penentuan jumlah pemesanan terhadap bullwhip effect dengan menggunakan metode Silver Meal dan Lot For Lot. Hasil yang diperoleh diukur dengan melihat perbedaan biaya per unit pada keseluruhan rantai pasok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pihak pembeli lebih baik menggunakan metode Silver Meal karena variasi permintaan masih mewakili permintaan yang sebenarnya sedangkan pada pihak penjual lebih baik menggunakan Lot For Lot karena variasi permintaan sudah tidak dapat mewakili permintaan sebenarnya. Penggunaan metode Lot For Lot pada pihak penjual menyebabkan variasi permintaan yang sudah tidak mewakili permintaan sebenarnya tidak diperhitungkan. AbstractBullwhip effect is the increased variability of demand in supply chain. Order quantity could be a factor that cause bullwhip effect. Deciding order quantity by an actor in supply chain will affect the order quantity by the other actors. Different order quantity is known as bullwhip effect. This research will show the effect of lot sizing, Silver Meal and Lot For Lot, on bullwhip effect. The result could be seen on the cost per unit in supply chain. The result shows that Silver Meal is better used by a buyer because demand variation could present the real demand, while Lot For Lot is better used by a seller because demand variation could not present the real demand. Using Lot For Lot causes the demand variation is not included. 
ANALISA PENGARUH PENGENDALIAN KINERJA PROYEK TERHADAP MUTU PROYEK KONSTRUKSI DENGAN MENGGUNAKAN UJI STATISTIKA Rochman, Fatchur; Wahyuni, Hana Catur
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 12, No. 1, Januari 2017
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.065 KB) | DOI: 10.14710/jati.12.1.01-06

Abstract

Dalam proyek konstruksi perencanaan dan pengendalian merupakan fungsi yang paling pokok dalam mewujudkan keberhasilan suatu kegiatan di proyek konstruksi. Keberhasilan suatu proyek tidak lepas dengan serangkaian aktivitas yang meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan. Pengendalian, pengawasan serta pengukuran kinerja perlu dilakukan karena untuk mengetahui apakah dalam pelaksanaan pekerjaan terdapat penyimpangan dengan apa yang sudah ditetapkan. Maka dalam hal ini perlu dilakukan analisa untuk mengetahui indikator pengaruh pengendalian kinerja proyek (Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Biaya, dan Waktu) terhadap Mutu proyek konstruksi menggunakan uji statistika.Hasil penelitian menunjukkan secara simultan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel Keselamatan dan Kesehatan Kerja (X1), variabel Biaya (X2), dan variabel Waktu (X3) secara simultan terhadap Mutu (Y1) ditunjukkan nilai Fhitung sebesar (25.755) lebih besar dari Ftabel (2.71) dengan tingkat signifikasi sebesar 0.000 yang lebih kecil dari sig. (α) sebesar 0.05.Untuk secara parsial variabel Keselamatan dan Kesehatan Kerja (X1) menunjukkan nilai thitung sebesar 3.672 dengan tingkat signifikasi sebesar 0.000 lebih besar dari ttabel 1.98667 dan prosentase sebesar (37%), variabel Biaya (X2) menunjukkan nilai thitung sebesar 1.705 dengan tingkat signifikasi sebesar 0.092 lebih kecil dari ttabel 1.98667 dan prosentase sebesar (17%), dan variabel Waktu (X3) menunjukkan nilai thitung sebesar 1.705 dengan tingkat signifikasi sebesar 0.334 lebih kecil dari ttabel 1.98667 dan prosentase sebesar (17%). AbstractIn the construction project planning and controlling is the most basic function in realizing the success of an activity in construction project. A success a project cannot be separated by a series of activities which is included the stages of planning, implementation and controlling. Controlling, monitoring and performance measurement needs to be done as to determine whether there are deviation in the work implementation of what has been set. Then, in this case needs to be analyzed to know the effect of controlling project performance indicators (Occupational Safety and Health, Cost and Time) toward the quality of construction project.The result of the research shows there is simultaneously a positive and significant influence between the variables of Occupational Safety and Health (X1), a Cost variable (X2) and a Time variable (X3) simultaneously toward Quality (Y1) is showed the value Fcount (25.755) is larger than Ftable (2.71) with significance level of 0.000 is smaller than sig. (α) of 0.05.For the partial variable of Occupational Safety and Health (X1) indicates tcount amounted to 3.672 with significance level amount of 0.000 is larger than ttable 1.98667 and a percentage of (37%), a cost variable (X2) indicates tcount amounted to 1.705 with significance level amount of 0.092 is smaller than ttable 1.98667 and a percentage of (17%), and a time variable (X3) is showed value of tcount amounted to 1.705 with significance level amount of 0.334 is smaller than ttable 1.98667 and a percentage amount of (17%).
PENGEMBANGAN STRATEGI PARIWISATA BERBASIS ECOTOURISM PADA KLASTER PARIWISATA BOROBUDUR-DIENG, JAWA TENGAH Susanty, Aries; Puspitasari, Nia Budi; Valinda, Conni
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 12, No. 1, Januari 2017
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.206 KB) | DOI: 10.14710/jati.12.1.57-76

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi saat ini dari pariwisata di Kawasan Borobudur dan kawasan Dataran Tinggi Dieng, merumuskan prioritas strategi ecotourism yang sesuai dengan kondisi pariwisata untuk kedua kawasan pariwisata, dan merumuskan prioritas strategi ecotourism untuk klaster pariwisata Borobudur-Dieng. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan beberapa metode, yaitu External Factors Evaluation Matrix (EFEM), Internal Factors Evaluation Matrix (IFEM), Analisis SWOT, dan Multi Attribute Utility Theory (MAUT). Data-data primer yang digunakan dalam penelitiian diperoleh dengan cara penyebaran kuesioner dan wawancara kepada sejumlah ahli, masyarakat lokal, dan wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan Borobudur memiliki performansi yang baik dengan nilai EFEM 3,003 dan IFEM 2,75 sehingga usulan strategi berupa strategi SO. Berdasarkan hasil evaluasi MAUT, strategi terbaik untuk kawawan Borobudur adalah  melakukan promosi menggunakan media internet. Adapun Kawasan Dataran Tinggi Dieng memiliki nilai EFEM sebesar 2,89 dan IFEM 2,335 sehingga usulan strategi terbaik dari strategi WO. Selanjutnya, berdasarkan hasil evaluasi MAUT, strategi terbaik untuk kawasan Dataran Tinggi Dieng adalah menjaga kebersihan lingkungan objek wisata. Adapun hasil evalusi MAUT untuk klaster pariwisata Borobudur-Dieng menunjukkan bahwa strategi terbaik adalah  pemerintah perlu merancang suatu paket-paket wisata yang memadukan kedua kawasan tersebut secara terintegrasi.AbstractThis study aims to evaluate the current condition of  tourism of  Borobudur and Dieng Higlands region, formulate the priority strategy of ecotourism in accordance with the condition of  both of two regions, and formulate the priority strategy of ecotourism for cluster tourism of Borobudur-Dieng. This research was conducted using several methods, namely External Factors Evaluation Matrix (EFEM), Internal Factors Evaluation Matrix (IFEM), SWOT Analysis, and Multi Attribute Utility Theory (MAUT). Primary data  for this study were collected through questionnaire and interview with some experts, local communitites, and visitors. The results of data processing showed that the performance of Borobudur region was good enough with EFEM value 3.003 and IFEM value 2 75; thus we can propose the SO strategy for Borobudur region.  MAUT evaluation for Borobudur region showed that the best strategy was to conduct promotion through internet. Meanwhile EFEM value and IFEM value of Dieng Highlands region were 2.89 and 2.335 respectively, thus the best proposed strategy was WO. MAUT evaluation for Dieng Highlands region showed that the best strategy was to maintain the cleanliness of tourism destinations. Thus, MAUT evaluation for cluster tourism of Borobudur-Dieng showed that the best strategy was the government should provide tour packages that include both regions simultaneously.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 3 (2025): September 2025 Vol 20, No 2 (2025): Mei 2025 Vol 20, No 1 (2025): Januari 2025 Vol 19, No 3 (2024): September 2024 Vol 19, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 19, No 1 (2024): Januari 2024 Vol 19, No 2 (2024): Article In-Press Vol 18, No 3 (2023): September 2023 Vol 18, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 18, No 1 (2023): Januari 2023 Vol 17, No 3 (2022): September 2022 Vol 17, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 17, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 16, No 4 (2021): Edisi Khusus ACISE 2021 Vol 16, No 3 (2021): September 2021 Vol 16, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 16, No 1 (2021): Januari 2021 Vol 15, No 3 (2020): September 2020 Vol 15, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 15, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 14, No 3 (2019): September 2019 Vol 14, No 2 (2019): Mei 2019 Vol 14, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 13, No 3 (2018): September 2018 Volume 13, No. 2, Mei 2018 Volume 13, No. 1, Januari 2018 Volume 12, No. 3, September 2017 Volume 12, No. 2, Mei 2017 Volume 12, No. 1, Januari 2017 Volume 11, No. 3, September 2016 Volume 11, No. 2, Mei 2016 Volume 11, No. 1, Januari 2016 Volume 10, No. 3, September 2015 Volume 10, No. 2, Mei 2015 Volume 10, No. 1, Januari 2015 Volume 9, No.3, September 2014 Volume 9, No.2, Mei 2014 Volume 9, No.1, Januari 2014 Volume 8, No.3, September 2013 Volume 8, No.2, Mei 2013 Volume 8, No.1, Januari 2013 Volume 7, No.3, September 2012 Volume 7, No.2, Mei 2012 Volume 7, No.1, Januari 2012 Volume 6, No.3, September 2011 Volume 6, No.2, Mei 2011 Volume 6, No.1, Januari 2011 Volume 5, No.3, September 2010 Volume 5, No.2, Mei 2010 Volume 5, No.1, Januari 2010 Volume 4, No. 3, September 2009 Volume 4, No. 2, Mei 2009 Volume 4, No. 1, Januari 2009 Volume 3, No.3, September 2008 Volume 3, No.2, Tahun 2008 Volume 3, No.1, Januari 2008 Volume 2, No.2, Mei 2007 Volume 2, No.1, Januari 2007 Volume 1, No.3, September 2006 Volume 1, No.2, Mei 2006 Volume 1, No.1, Januari 2006 More Issue