cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
nizhamiyah@uinsu.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sumatera Utara Jl. Williem Iskandar Psr. V Medan Estate – Medan 20731 Telp. 061- 6622925 – Fax. 061 – 661568
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Nizhamiyah
ISSN : 20864205     EISSN : 28302826     DOI : -
Core Subject : Education,
1. Profesionalisme guru dalam Pendidikan Dasar Islam 2. Pengembangan dan Desain Pembelajaran dalam Pendidikan Dasar Islam 3. Penerapan dan Pengembangan bidang studi atau mater Pelajaran Pendidikan Dasar Islam 4. Model, Strategi, dan Metode Pembelajaran dalam Pendidikan Dasar Islam 5. Manajemen pendidikan dasar dalam Pendidikan Dasar Islam 6. Penggunaan Media dan teknologi pada Pendidikan Dasar Islam 7. Integrasi berbasis Wahdatul Ulum dalam Pendidikan Dasar Islam 8. Psikologi Pembelajaran Pendidikan Dasar Islam 9. Filsafat Pendidikan Dasar Islam 10. Kebijakan dalam Pendidikan Dasar Islam
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 2(2021): NIZHAMIYAH" : 6 Documents clear
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN QUESTIONS STUDENTS HAVE PADA PEMBELAJARAN IPS DI SD/MI Aulia Rika Harahap; Aninditya Sri Nugraheni
NIZHAMIYAH Vol. 11 No. 2(2021): NIZHAMIYAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/niz.v11i2.1253

Abstract

Abstract: Development in the learning model always aims to get optimal learning outcomes. So, one of the models that the researcher developed was the Questions Students Have learning model which tested the extent of intellectual development and the characteristics of elementary school children. In learning, students get a lot of coverage, including providing direct experience to students, and being able to understand the material more deeply. This learning has implications not only for students but for teachers and the necessary infrastructure in schools. The results of the research at this stage showed good results where the development of the Questions Students Have learning model on social studies learning could stimulate interest, increase student learning motivation, require students to be actively involved and the students' response to learning. The response of students to learning models that can be expressed when learning activities are happy (90%) and those who say they are not happy are only (10%), as for the content of learning materials of students who say they are happy (80%), and who say they are not happy (20%), then the process of answering questions that stated happy or active (70%), while those who expressed displeasure (30%), and finally the learning atmosphere in class got a good response which was seen from the joy of the students (80 %) and those who expressed displeasure (20%). So it can be concluded that the Questions Students Have learning is feasible and good to use in the social studies learning model.
Sumber Belajar vs Pembelajaran Bersanad di Madrasah Ibtidaiyah Abdul Gani Jamora Nasution; Fachruddin Azmi
NIZHAMIYAH Vol. 11 No. 2(2021): NIZHAMIYAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/niz.v11i2.1255

Abstract

Abstrak: wacana pendidikan Islam terus berkembang sesuai dengan kondisi yang dialami oleh para pelaku pendidikan. Terlepas, isu dihadapkan dengan civitas akademika yang dimunculkan dari perilaku masyarakat, ataupun memang hasil dari pengkajian serius dari kalangan dunia akademik. Urgensitas fenomena ini dapat dikaitkan sebagai terbuka lebarnya aksses seluruh lapisan masyarakat dalam membahas tentang pendidikan Islam itu sendiri, yang ultimate aimsnya dipahami sebagai percepatan peningkatan kualitas pendidikan Islam. salah satu isu yang kerap dikontrakskan adalah persolan sumber belajar dengan pembelajaran bersanad yang kemudian diafirmasi pada tataran madrasah ibtidaiyah sebagai lembaga formal tingkat dasar. Karena, wacana ini terus menggelinding yang kemudian mengharuskan sebuah kajian serius, artikel ini memberikan sebuah substansi krusial terhadap tersebut. yang pada akhirnya, bahwa sumber belajar dalam dunia pendidikan bermakna filosofis dipahami apa saja yang memberikan informasi terhadap ilmu pengetahuan. Sedangkan pembelajaran bersanad dipahami sebagai aktivitas pembelajaran yang memiliki akses ketersambungan ilmu pengetahuan. Inilah kemudian, disandingkan dengan posisi strategisnya masa pendidkan dasar yang harus dikelola dengan baik agar tidak terjebak pada shock informasi.Kata Kunci: Sumber, Pembelajaran, Bersanad
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TITO (TIME TOKEN) TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS III-A SDN 25 BILAH HILIR TAHUN AJARAN 2021/ 2022 Widya Rizka; Yusnaili Budianti; Tri Indah Kusumawati
NIZHAMIYAH Vol. 11 No. 2(2021): NIZHAMIYAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/niz.v11i2.1284

Abstract

Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitiatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III-A SDN 25 Bilah Hilir Kecamatan Bilah Kabupaten Labuhanbatu dan  juga melibatkan guru kelas III-A sebagai sumber informasi di dalam kelas penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa dalam implementasi model pembelajaran kooperatif tipe Tito (Time Token) terhadap keterampilan berbicara siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas III-A SDN 25 Bilah Hilir terdapat tiga tahap dalam penerapan model pembelajaran kooperaif tipe time token yaitu: a) tahap persiapan, b) tahap penyajian dan c) tahap tindak lanjut. Dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe time token dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa, khususnya pada indikator kepercayaan diri dan kelancaran dan adapun faktor pendukung dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe time token yaitu: a) guru, b) peserta didik yang menguasai materi dan berani, c) buku paket yang digunakan dalam pembelajaran, d) kupon sebagai media utama dan juga media lain yang berhubungan dengan materi pembelajaran, sedangkan faktor penghambat dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe time token yaitu: a) peserta didik yang masih memiliki rasa malu dan b) peserta didik yang kurang menguasai materi pembelajaran. Kata Kunci: Implementasi model pembelajaran kooperatif tipe Tito (Time Token), Keterampilan berbicara, Bahasa Indonesia.
Media Pembelajaran Matematika Menggunakan Kinemater Dimasa Pademi Covid-19 Handa Yeni; Adam Mudinillah Mudinillah
NIZHAMIYAH Vol. 11 No. 2(2021): NIZHAMIYAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/niz.v11i2.1251

Abstract

Abstrak: Pandemi covid-19 melanda Indonesia sudah hampir dua tahun pandemi covid-19 berasal dari negara cina lebih tepatnya di uhan cina, pandemic covid -19 digadang-gadang merupakan penyakit yang mematikan, penyakit ini berupa virus yang bisa menular melalui benda yang di pegang dan berbicara secara langsung. Pandemi covid-19 menimbulkan keresahan bagi masyarakat, karena dari covid-19 menimbulkan barbagai dampak terhadap kehidupan di dunia, semenjak dunia dilanda musibah wabah penyakit yang di sebut dengan covid-19 semua aktifitas masyarakat di luar rumah terhenti, semua kegitan di pindahkan di rumah saja, lembaga yang sangat merasakan dampak dari covid-19 ini adalah sekolah sekolah yang dahulunya dilaksanakan secara tatap muka namun sekarang proses pembelajaran dikalukan secara daring atau online, selama pembelajaran online siswa tidak bisa mengikuti pembelajaran dengan baik, karena banyak fator yang menyebabkan terkendalanya siswa pada saat belajar, pembelajaran selama daring siswa atau bahkan mahasiswa mengikuti pemeblajaran melalui aplikasi yang terdapat di laptop atau smartphone saja. Pembelajaran pada masa pandemi ini tidak efektif dan kondusif, maka dari semua kendala proses selama pembelajaran tersebut guru dituntut aktif dalam menyampaikan materi supaya bisa memahami materi yang diajarkan, selain itu guru juga dituntut kreatif dalam pembuatan media pembelajaran untuk mata pelajaran matematik SD Negeri 13 bintunggan dan media yang dibuat oleh guru tersebut harus menarik agar siswa lebih tertarik dalam belajar dan membantu siswa memahami materi.dalam pembuatan media pembelajaran guru bisa memanfaatkan aplikasi yang sudah tesedia salah satunya yaitu aplikasi kinemaster. Untuk membut video pembelajaran untuk mempermudah siswa Kata Kunci: KineMaster, Media Pembelajaran, Peserta Didik
PENGARUH MODEL COOPERATIVE SCRIPT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Duma Sari Siregar; Salminawati Salminawati; Riris Nurkholidah Rambe
NIZHAMIYAH Vol. 11 No. 2(2021): NIZHAMIYAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/niz.v11i2.1252

Abstract

Abstrak: Pelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1. Hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia tanpa menggunakan Model Pembelajaran Cooperative Script di MIS Bidayatul Hidayah 1 Percut Sei Tuan, 2. Hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan Model Cooperative Script di MIS Bidayatul Hidayah 1 Percut Sei Tuan, 3. Pengaruh model Cooperative Script terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IV MIS Bidayatul Hidayah 1 Percut Sei Tuan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperimen Design menggunakan dua kelas yaitu kelas yaitu eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan dari penelitian yang telah di laksanakan pada kelas IV MIS Bidayatul Hidayah 1 Percut Sei Tuan, menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari penerapan model pembelajaran Cooperative Script terhadap hasil belajar siswa kelas IV MIS Bidayatul Hidayah 1 Percut Sei Tuan. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis data diperoleh nilai pretes 53,33 dan postes 87 pada kelas Eksperimen, dengan selirih rata-rata kenaikan belajar 33,67. Sedangkan analisis data diperoleh nilai pretes 53 dan postes 75,67 pada kelas Kontrol, dengan selisih rata-rata kenaikan hasil belajar 22,67. Berdasarkan dari hasil uji t dimana diperoleh Sig. (2.tailed)<0,05(0,00<0,05). Kata Kunci: Model Pembelajaran Cooperative Script, Hasil Belajar Siswa 
HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH DENGAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DI SEKOLAH DASAR NEGERI KECAMATAN MEDAN MARELAN KOTA MEDAN Ulfah Sari Rezeki; Tina Sheba Cornelia; Siti Zahara. H Harahap
NIZHAMIYAH Vol. 11 No. 2(2021): NIZHAMIYAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/niz.v11i2.1310

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan manajemen kepala sekolah dengan kompetensi profesional guru di sekolah dasar negeri se-kec. Sei Tuan Kota Medan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan expost facto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh sekolah dasar negeri se-kec. sei tuan yang berjumlah 66 sekolah. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik tes yang di dukung dengan studi dokumentasi. Teknik analisa data dalam mengetahui kemampuan manajemn kepala sekolah dan kompetensi profesional guru digunakan teknik analisa data deskriptif untuk mengetahui hubungan manajemen kepala sekolah dengan kompetensi profesional guru diolah menggunakan teknik koefisien korelasi dengan bantuan SPSS for Windows 16.0. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: (1) kemampuan manajemen kepala sekolah yang terdiri dari aspek perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan dalam nilai 9,25, (2) kompetensi profesional guru yang terdiri dari aspek menguasai materi mata pelajaran, mengasai SK dan KD pada mata pelajaran yang diampu, mengembangkan materi pembelajran, mengembangkan sikap keprofesionalan dan memanfaatkan TIK dengan nilai rata-rata sebesar 11,72 ,(3) hubungan antara kemampuan manajemen kepala sekolah dengan kompetensi profesional guru menunjukkan bahwa faktor kemampuan manajemen kepala sekolah memberikan sumbangan positif sebesar 0,417, dapat diartikan bahwa 41% kompetensi profesional guru dipengaruhi oleh manajemen kepala sekolah. Hal itu juga dapat diartikan bahwa sebesar 59% merupakan pengaruh dari variabel lain yang tidak diteliti seperti kemampuan guru dalam mengembangkan profesionalitasnya, ketersediaan fasilitas pendukung yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran, dukungan moril dan material dari kepemimpinan   sekolah.

Page 1 of 1 | Total Record : 6