cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Agrotech
Published by Universitas Alkhairaat
ISSN : 1858134X     EISSN : 26217236     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrotech merupakan media informasi berupa hasil penelitian, studi kepustakaan, gagasan, aplikasi teori dan kajian analisis dari bidang ilmu agronomi, ilmu tanah, ilmu hama dan penyakit tanaman, ilmu benih, pemuliaan tanaman, agribisnis pertanian dan ekofisiologi yang diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu. Jurnal Agrotech terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan juni dan desember.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 2 (2022)" : 8 Documents clear
ANALISIS KERAGAMAN GENETIK DAN HERITABILITAS BEBERAPA KULTIVAR PADI GOGO LOKAL Sakka Samudin; Usman Made; Mustakim; Samsudiar; Vivi Ferianti
Jurnal Agrotech Vol 12 No 2 (2022)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v12i2.92

Abstract

Sulawesi Tengah merupakan salah satu provinsi yang kaya akan plasma nutfah padi gogo lokal, hanya saja belum teridentifikasi. Identifikasi dan seleksi sangat perlu untuk dilakukan untuk memperoleh plasma nuthfah padi gogo lokal yang memiliki genetik yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai koefisien keragaman genetik dan heritabilitas beberapa kultivar padi gogo lokal. Penelitiaan ini dilaksanakan di lahan pertanian di Desa Tamarenja pada ketinggian tempat 180 sampai 250 mdpl, dengan letak lintang LS 00o26’51.5” dan BT 119o49’50.6”, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala. Waktu penelitian dimulai dari bulan Maret sampai Agustus 20222. Penelitian ini disusun menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan tujuh Kultivar sebagai perlakuan yaitu: K1=Dongan, K2= Buncaili, K3= Pae Bohe, K4= Uva Buya , K5= Jahara, K6= Pulu Tau Leru dan K7= Pulu Konta, yang diulang sebanyak empat kali sehingga diperoleh 28 petak percobaan, dimana setiap petak percobaan terdapat 28 rumpun sehingga total keseluruhan sebanyak 748 rumpun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat yang diamati memiliki nilai koefisien keragaman genetik tergolong tinggi yaitu persentase gabah hampa, dan keragaman genetik tergolong rendah kecuali jumlah gabah/malai dan produksi tergolong agak rendah. Panjang daun, umur keluar malai, umur panen, dan jumlah gabah/malai merupakan sifat-sifat yang mempunyai nilai heritabilitas dan kemajuan genetik harapan yang tinggi.
PENGARUH PEMBERIAN NAUNGAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERONG UNGU (Solanum melongena L.) Evyn Rusdy Prasetiyo Efendi; Juli Santoso P,; Sukendah
Jurnal Agrotech Vol 12 No 2 (2022)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v12i2.94

Abstract

Terong (Solanum melongena L.) merupakan salah satu jenis sayuran yang digemari oleh masyarakat dan memiliki tingkat permintaan pasar yang terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi pemberian naungan dan varietas terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terong ungu. Penelitian dilaksanakan di Desa Tarik, Kecamatan Tarik Kab. Sidoarjo. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2021 – Maret 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan dua faktor yaitu naungan (petak utama) dan varietas (anak petak). Perlakuan naungan terdiri dari tiga taraf yaitu Naungan 0%, Naungan 25% dan Naungan 50%. Perlakuan varietas terdiri dari tiga taraf yaitu Antaboga, Mustang dan Ratih ungu. Berdasarkan taraf tersebut diperoleh 9 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 27 satuan percobaan. Hasil penelitian nenunjukkan bahwa kombinasi naungan dan varietas berpengaruh terhadap jumlah daun. Kombinasi perlakuan pemberian naungan 0% dengan Mustang dan perlakuan pemberian naungan 0% dengan Antaboga memberikan hasil jumlah daun terbanyak.
POTENSI DAUN PEPAYA ( Carica papaya L.) SEBAGAI RACUN KONTAK DAN PENOLAK MAKAN TERHADAP Spodoptera Frugiperda Siti Juleha; Lutfi Afifah; Sugiarto; Tatang Surjana; Anton Yustiano
Jurnal Agrotech Vol 12 No 2 (2022)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v12i2.95

Abstract

Kemunculan hama baru Spodoptera frugiperda dapat merusak hingga 80% tanaman jagung sebagai inang utamanya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendapatkan konsentrasi pestisida nabati ekstrak daun pepaya terbaik yang mampu meningkatkan mortalitas ulat grayak (Spodoptera frugiperda) pada tanaman jagung. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal yang terdiri dari 6 perlakuan dengan 4 kali ulangan : A (Kontrol) ; B (Insektisida deltametrin 1 ml/lt) ; C (Ekstrak daun pepaya 20 g/l) ; D (Ekstrak daun pepaya 40 g/l) ; E (Ekstrak daun pepaya 60 g/l) ; F (Ekstrak daun pepaya 80 g/l). Pengaplikasian melalui pada larva. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak daun pepaya berpengaruh terhadap mortalitas, persentase larva berhenti makan. Pemberian ekstrak daun pepaya dengan konsentrasi 80g/l memberikan mortalitas tertinggi sebesar 100,00% serta mematikan 50% larva uji lebih singkat dengan rata-rata kematian 6 jam setelah aplikasi berdasarkan analiss probit LT50. Perlakuan ekstrak daun pepaya konsentrasi 80 g/l dapat direkomendasikan untuk pengendalian hama S.frugiperda yang dapat menekan populasi larva S. frugiperda.
EFEKTIVITAS AIR FERMENTASI LIMBAH ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) VARIETAS MAXIPRO Andhika Arya Billah; Hayatul Rahmi
Jurnal Agrotech Vol 12 No 2 (2022)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v12i2.96

Abstract

Tanaman buncis (Phaseolus vulgaris L.) merupakan komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan oleh petani karena pangsa pasar yang besar, namun produktifitasnya yang masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi air fermentasi limbah organik yang memberikan pertumbuhan dan hasil tertinggi tanaman buncis (Phaseolus vulgaris L.) paling optimal. Penelitian dilakukan di Desa Sukaluyu, Kecamatan Teluk Jambe Timur, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa barat, Indonesia pada bulan Febuari-Maret 2022. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ekperimental Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yang terdiri dari 7 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu: d1 (konsentrasi POC nasa 2 ml/l), d2 (konsentrasi air fermentasi limbah organik 0 ml/l), d3 (konsentrasi air fermentasi limbah organik100 ml/l), d4 (konsentrasi air fermentasi limbah organik 200 ml/l), d5 (konsentrasi air fermentasi limbah organik 300 ml/l, d6 (konsentrasi air fermentasi limbah organik 400 ml/l), d7 (konsentrasi air fermentasi limbah organik 500 ml/l), d8 (Pupuk NPK 350 kg/ha). Perlakuan d4 (konsentrasi air fermentasi limbah organik 200 ml/l) memberikan hasil tertinggi pada parameter tinggi tanaman dan parameter jumlah daun, namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Bedasarkan hasil tersebut dapat disimpulakan bahwa pemberian air fermentasi limbah organik berbagai konsentrasi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun.
IDENTIFIKASI DAN PENGARUH PENGENDALIAN HAMA KUTU DAUN Rhopalosiphum maidis Fitch (HEMIPTERA: APHIDIDAE) PADA PERTANAMAN JAGUNG Azizah Nurul Hawiyah; Lutfi Afifah; Slamet Abadi; Dwi Priyo Prabowo; Budi Irfan; Aditya Bagus Widiawan
Jurnal Agrotech Vol 12 No 2 (2022)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v12i2.98

Abstract

Serangan hama masih menjadi permasalahan penting dalam proses budidaya, adapun upaya pengendalian hama akan memberikan pengaruh terhadap intensitas serangan hama. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan teknik pengendalian yang mampu menekan intensitas serangan hama kutu daun pada tanaman jagung. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yang terdiri dari 4 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan yang dimaksud diantaranya Kontrol (K), Pengendalian Kombinasi (PK), Pengendalian Biointensif (PB), dan Pengendalian Sintetik (PS). Hasil penelitian dengan analisis ragam menggunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) taraf nyata 5% menunjukkan bahwa perlakuan PS memberikan nilai intensitas serangan hama kutu daun terendah (4,17% - 8,33%) diikuti oleh PB (5,83% - 57,50%), PK (9,17% - 59,17%), dan K (18,33% - 90,00%). Perlakuan PK memberikan hasil panen tertinggi sebesar 23,22 kg/petak diikuti oleh PS 22,20 kg/petak, PB 20,03 kg/petak dan K 18,90 kg/petak. Adapun hasil analisis korelasi antara serangan hama dengan hasil panen menunjukkan bahwa hama kutu daun tidak secara nyata berpengaruh terhadap hasil panen dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0,031. Oleh karena itu, pengendalian sintetik dapat direkomendasikan sebagai alternatif teknik pengendalian dalam menekan intensitas serangan hama kutu daun.
PENGARUH PANJANG STEK DAN KONSENTRASI HORMON IBA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT STEK TANAMAN KELOR (Moringa oleifera L.) Wahyu Aditiya Pratama; Bambang Prijanto; Juli Santoso Pikir
Jurnal Agrotech Vol 12 No 2 (2022)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v12i2.99

Abstract

Tanaman kelor memiliki banyak manfaat untuk tubuh manusia. Pengadaan bibit tanaman kelor dengan stek batang dapat dilakukan sebagai upaya pemenuhan kebutuhan pasar. Keberhasilan pembibitan tanaman kelor perlu ditingkatkan dengan mencari metode paling efektif khususnya dalam memilih panjang stek dan konsentrasi zat pengatur tumbuh. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui panjang stek batang dan konsentrasi hormon IBA yang paling efektif dalam meningkatkan keberhasilan stek batang tanaman kelor. Pelaksanaan penelitian bertempat di Green House Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur tanggal 01 April 2021 sampai dengan 31 Juni 2021. Penelitian menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor, yaitu panjang stek batang dan konsentrasi hormon IBA yang dikombinasi menjadi 12 perlakuan dengan tiga kali ulangan. Hasil analisis ragam penelitian tidak didapati adanya pengaruh nyata kombinasi perlakuan panjang stek dan konsentrasi hormon IBA terhadap semua parameter pengamatan. Panjang stek batang 50 cm dan pemberian konsentrasi hormon IBA 100 ppm secara faktor tunggal memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik.
PENGARUH PENGGUNAAN DAYA LAMPU LED (Light Emitting Diode) DAN MEDIA TANAM SECARA INDOOR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.) Yoga Wahyu Krisdianto; Hadi Suhardjono; Makhziah
Jurnal Agrotech Vol 12 No 2 (2022)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v12i2.100

Abstract

Tanaman bayam merah memiliki kandungan gizi lebih yang baik dibandingkan dengan tanaman bayam hijau. Permintaan bayam merah di pasar perkotaan tergolong cukup tinggi. Produksi bayam merah secara indoor di perkotaan membutuhkan cahaya yang lebih dikarenakan intensitas cahaya yang kurang dalam bangunan perkotaan. Hal tersebut dapat diatasi dengan penambahan lampu LED karena memiliki spektrum cahaya yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Penelitian dilaksanakan untuk mengetahui daya lampu LED dan media tanam yang efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil secara optimal tanaman bayam merah. Penelitian dilakukan bulan Oktober sampai Desember 2021 di Desa Bolorejo, Kauman, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur serta di Laboratorium Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Jawa Timur. Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi dua faktor, daya lampu LED dan media tanam dengan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh nyata kombinasi perlakuan lampu led dengan media tanam hanya pada karakter berat basah dan kering, serta kadar klorofil bayam merah. Perlakuan daya lampu LED memiliki pengaruh nyata hanya pada tinggi tanaman dan jumlah daun. Tidak ada pengaruh nyata perlakuan media tanam pada semua karakter pengamatan. Lampu LED 6 watt dan media tanah kompos merupakan hasil terbaik pada berat basah dan kering bayam merah.
PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI HORMON TUMBUH TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG PULUT Jumardin; Arfan; Febrianti
Jurnal Agrotech Vol 12 No 2 (2022)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v12i2.131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui tentang pengaruh berbagai konsentrasi hormon tumbuh terhadap pertumbuhan tanaman jagung pulut. Diharapkan hasil Penelitian ini dapat dijadikan bahan informasi tentang pengaruh berbagai konsentrasi hormon tumbuh terhadap pertumbuhan tanaman jagung pulut dan untuk dijadikan pembanding bagi Penelitian selanjutnya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor. Pengelompokan berdasarkan sinar matahari. Adapun perlakuan yang dicobakan yaitu konsentrasi berbagai hormon tumbuh sebagai berikut:K0 =Tanpa hormon tumbuh (Kontrol), K₁=10 cc/liter air, K₂= 15 cc/liter air, K₃ = 20 cc/liter air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi hormon tumbuh tidak berkorelasi positif terhadap peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pulut dan perlakuan konsentrasi 150 mil/liter air memberikan pengaruh yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya terhadap pertumbuhan jagung pulut.

Page 1 of 1 | Total Record : 8