Articles
15 Documents
Search results for
, issue
"Vol 15, No 2 (2018): September 2018"
:
15 Documents
clear
MASTERPLAN SISTEM PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK DI WILAYAH PERKOTAAN KABUPATEN SUKOHARJO
Oktiawan, Wiharyanto;
Hardyanti, Nurandani;
Damayanti, Poerborini
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 15, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (553.969 KB)
|
DOI: 10.14710/presipitasi.v15i2.69-78
Di Indonesia, air limbah domestik merupakan pencemar terbesar yang masuk ke badan air.Pemantauan dan pengendalian air buangan dapat dilakukan salah satunya denganmeningkatkan pelayanan dalam hal sanitasi. Pemerintah menetapkan target terhadap tahun2015-2019 antara lain 100% capaian pelayanan akses air minum, 0% proporsi rumah tanggayang menempati hunian dan permukiman tidak layak (kumuh) di kawasan perkotaan dan 100%capaian pelayanan akses sanitasi. Perencanaan masterplan ini bertujuan untuk menyediakanfasilitas sanitasi yang memadai dalam pengelolaan air limbah domestik terutama di wilayahperkotaan Kabupaten Sukoharjo. Masterplan ini akan mengkaji aspek teknis-teknologis dalamperencanaan pengelolaan air limbah domestik. Pada masterplan ini direncanakan akandibangun 3 buah IPAL skala perkotaan dan 8 buah IPAL skala permukiman besar yang akanmelayani 20% penduduk perkotaan Kabupaten Sukoharjo. IPAL skala perkotaan direncanakanterdapat 2 buah di Kecamatan Grogol dan 1 buah di Kecamatan Kartasura. IPAL skalapermukiman besar direncanakan terletak di Kecamatan Kartasura, Kecamatan Gatak, 2 buah diKecamatan Baki, masing-masing 1 buah di Kecamatan Bendosari, Gatak, Polokarto danKecamatan Sukoharjo. Selain itu, untuk pelayanan sistem setempat direncanakan 3 (tiga)daerah pelayanan IPLT yang dibangun secara bertahap. Tahap pertama yaitu optimalisasi IPLTEksisting (IPLT Mojorejo), tahap kedua yaitu pembangunan IPLT di Desa Bekonang KecamatanMojolaban, dan tahap ketiga pembangunan IPLT di Desa Grajegan Kecamatan Tawangsari.IPLT direncanakan dapat melayani sekitar 70% penduduk perkotaan.
STUDI PENGELOLAAN SAMPAH PLASTIK DI PANTAI KUTA SEBAGAI BAHAN BAKAR MINYAK
Wedayani, Ni Made
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 15, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (263.358 KB)
|
DOI: 10.14710/presipitasi.v15i2.122-126
Sampah plastik merupakan salah satu indikator pencemar pantai, terlebih pada musim tertentu sampah plastik di lautan akan singgah ke tepi pantai sehingga mengganggu fungsi pantai sebagai tempat rekreasi. Permasalahan sampah ini juga menjadi masalah bagi sebagian pantai di Bali termsuk Pantai Kuta. Sebagai salah satu ikon wisata Bali sudah seharusnya Pantai kuta terbebas dari sampah plastik, sehingga pengolahan sampah plastik dirasa perlu untuk diusahakan. Adapun alternatif penanganan sampah plastik yang saat ini banyak diteliti dan dikembangkan adalah mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar. Mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak dapat dilakukan dengan proses cracking. Ada tiga macam proses yaitu hydro cracking, thermal cracking dan catalytic cracking. Bahan bakar dihasilkan dari cracking sampah plastik tergantung pada jenis plastik, proses retak yang digunakan, katalis jenis, suhu pyrolisis dan suhu kondensor. Bahan bakar dari sampah plastik ini diharapkan dapat mensubstitusi bahan bakar solar. Selain diubah menjadi bahan bakar, plastik juga dapat diolah menjadi bahan pembuat karbon aktif
APLIKASI BOX MODEL SEDERHANA UNTUK ESTIMASI KONSENTRASI POLUTAN BLACK CARBON DI ATMOSFER
Huboyo, Haryono Setiyo;
Samadikun, Budi Prasetyo
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 15, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (304.828 KB)
|
DOI: 10.14710/presipitasi.v15i2.148-151
Box Model adalah salah satu pemodelan kualitas udara yang menggunakan formulasi matematis parameter-parameter yang mempengaruhi konsentrasi polutan di udara yaitu berupa arah dan kecepatan angin, serta ketinggian. Black carbon adalah komponen utama jelaga dan dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil dan biomassa yang tidak sempurna serta memiliki dampak pemanasan pada iklim 460-1500 kali lebih kuat dari CO2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui estimasi konsentrasi polutan black carbon di atmosfer dengan menggunakan pemodelan Box Model. Pengukuran PM2.5 menggunakan HVAS (High Volume Air Sampler) dengan metode gravimetri kemudian pengujian black carbon pada PM2,5 menggunakan metode reflektansi dengan menggunakan EEL Smokestain Reflectometer, kemudian melakukan perhitungan estimasi black carbon dengan box model. Pengambilan sampel dilakukan pada lima titik yang tersebar di kota Semarang sebanyak tiga kali pengukuran. Hasil penelitian didapatkan bahwa rata-rata perhitungan estimasi black carbon menggunakan box model tidak jauh berbeda atau relatif sama dengan rata-rata hasil pengujian black carbon yang didapatkan dari sampel pengukuran di lapangan
POTENSI GAS RUMAH KACA CO2 PADA PENGOLAHAN MUNICIPAL SOLID WASTE DENGAN METODE BIODRYING
Hardyanti, Nurandani;
Hadiwidodo, Mochtar;
Saraswati, Lutfi
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 15, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (439.412 KB)
|
DOI: 10.14710/presipitasi.v15i2.86-93
Jumlah sampah di Indonesia semakin meningkat, seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Namun, pengolahan sampah di Indonesia masih berupa penimbunan sampah di TPA yang menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Oleh karena itu diperlukan suatu pengolahan sampah alternatif yang dapat meminimalisir pencemaran salah satunya adalah pencemaran udara. Biodrying merupakan salah satu metode yang menawarkan solusi berkelanjutan untuk pengolahan sampah perkotaan. Namun, proses biodrying masih menghasilkan gas rumah kaca. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh penambahan debit udara dan variasi debit udara terhadap parameter emisi gas rumah kaca, terutama CO2 pada pengolahan Municipal Solid Waste (MSW) dengan metode biodrying dan mengetahui berapa besar debit udara yang optimum untuk menghasilkan emisi gas CO2 yang paling minimum pada pengolahan Municipal Solid Waste (MSW) dengan metode biodrying. Variasi debit udara pada penelitian ini adalah 0 l/m, 2 l/m, 3 l/m, 4 l/m, 5 l/m dan 6 l/m. Pengambilan sampel emisi dilakukan pada hari ke-1,ke-2, ke-15 dan ke-30. Hasil dari penelitian ini adalah proses biodrying menghasilkan emisi dengan rata-rata CO2 sebesar 6214,66 ppm. Penambahan debit udara pada proses biodrying mampu menurunkan emisi CO2 sebesar 74,5%. Debit optimum yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebesar 6 liter/menit
PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) STUDI KASUSPT. HOLCIM INDONESIA, TBK NAROGONG PLANT
Utami, Khurnia Tri;
Syafrudin, Syafrudin
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 15, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (294.903 KB)
|
DOI: 10.14710/presipitasi.v15i2.127-132
PT Holcim Indonesia, Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri semen. Dalam kegiatan produsksinya, PT Holcim Indonesia, Tbk menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), baik limbah padat maupun limbah cair. Pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun tersebut berpedoman pada Peraturan Pemerintah No 101 tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Pengelolaan limbah padat bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dilakukan oleh PT Holcim Indonesia, Tbk meliputi identifikasi dan inventarisasi, pengemasan, pelabelan dan pemberian simbol, penyimpanan, pengangkutan internal maupun kepada pihak ketiga dan pemanfaatan limbah B3. PT Holcim Indonesia Tbk. memanfaatkan sebagian besar limbah B3 yang dihasilkan dan limbah B3 dari pihak ketiga untuk digunakan sebagai substitusi bahan bakar maupun bahan baku di dalam proses produksi. Pemanfaatan yang dilakukan sesuai dengan peraturan dan izin yang berlaku.Â
Peningkatan Stabilitas Lereng Lapisan Tanah Liat Penahan Lindi TPA dengan Penambahan Limbah Bangunan
Budihardjo, Mochamad Arief
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 15, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (721.32 KB)
|
DOI: 10.14710/presipitasi.v15i2.152-157
Liner merupakan komponen terpenting dalam fasilitas tempat pengolahan akhir (TPA) sampah untuk mencegah lindi mencemari tanah. Bahan yang sering digunakan sebagai liner adalah tanah lempung yang memiliki permeabilitas rendah. Salah satu tanah lempung alami yang dapat digunakan sebagai liner TPA adalah bentonit. Bentonit memiliki permeabilitas yang sangat rendah, namun stabilitas gesernya tidak begitu kuat sehingga berpotensi mengalami keruntuhan apabila digunakan di daerah lereng.Di sisi lain, limbah bangunan yang berupa pecahan batu bata, campuran pasir dan semen, serta beton memiliki kuat geser yang tinggi dan berpotensi sebagai campuran bentonit. Pada penelitian ini, limbah bangunan sebanyak 5%, 10%, dan 15% ditambahkan pada bentonit untuk meningkatkan kekuatan geser bentonit sehingga didapatkan campuran bahan semi kedap dengan stabilitas yang lebih tinggi dan permeabilitas rendah. Hasil uji stabilitas geser yang dilakukan pada tegangan normal 50 kPa , 100 kPa, dan 200 kPa menunjukkan bahwa semakin meningkatnya konsentrasi campuran bahan bangunan, maka semakin meningkat pula nilai tegangan geser yang dihasilkan
BIO-PESTISIDA BERBASIS EKSTRAK TEMBAKAU DARI LIMBAH PUNTUNG ROKOK UNTUK TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum)
Siswoyo, Eko;
Masturah, Rahmah;
Fahmi, Nurul
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 15, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (528.3 KB)
|
DOI: 10.14710/presipitasi.v15i2.94-99
Keberadaan limbah puntung rokok belum dimanfaatkan dengan baik dan hingga saat ini hanya dibuang sebagai sampah. Padahal tembakau dari limbah puntung rokok ini mempunyai potensi untuk dijadikan bio-pestisida untuk kegiatan pertaian yang ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas dan efisiensi tembakau dari puntung rokok sebagai bio-pestisida, mengetahui residu pada tomat diukur dengan instrumen Kromatografi Spektrometer-Massa (GC-MS) dan mengetahui intensitas serangan hama melalui metode ekstraksi maserasi. Senyawa kimia diperoleh dengan membandingkan daerah puncak kromatogram untuk setiap sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa Alkaloid dan Terpenoid sebagai bentuk senyawa kimia yang terkandung pada bio-pestisida. Residu biopestisida yang terdeteksi adalah asam heksadekanoat dan asam dodecanoik, kedua senyawa ini termasuk dalam asam lemak jenuh. Intensitas serangan hama pada tanaman tomat dengan penggunaan biopestisida pada tanaman yang terserang ulat adalah sebesar 21% termasuk dalam kategori sedang. Sedangkan untuk intensitas serangan hama pada tanaman tanpa penggunaan biopestisida adalah sebesar 69% dan termasuk dalam kategori serangan hama puso (paling berat). Hasil ini menunjukkan bahwa limbah puntung rokok mempunyai potensi yang cukup baik untuk dijadikan bio-pestisida menggantikan petisida yang ada di pasaran.
ANALISIS FLUKTUASI PEMAKAIAN AIR PDAM TIRTA MOEDAL KOTA SEMARANG WILAYAH STUDI DMA TEJOSARI DAN MEGA BUKIT MAS
Prasasti, Riski Adyan;
Samudro, Ganjar
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 15, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (314.385 KB)
|
DOI: 10.14710/presipitasi.v15i2.106-113
Setiap wilayah memiliki pemakaian air yang berbeda-beda pada setiap jam dan hari sebagai fluktuasi pemakaian air. Dengan pemakaian air yang berbeda-beda, maka sistem penyediaan air membutuhkan suplai air yang berbeda pula, sesuai dengan fluktuasi pemakaian air tiap wilayah. Dengan mengetahui fluktuasi pemakaian air, maka operasi sistem penyediaan air minum dapat direncanakan untuk memenuhi kebutuhan air. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan operasional sistem penyediaan air secara efisien berdasarkan fluktuasi pemakaian air. Dalam penelitian ini, wilayah kajian adalah DMA Tejosari dan Mega Bukit Mas, PDAM Tirta Moedal Kota Semarang Cabang Semarang Selatan. Pengambilan data didapatkan dari pembacaan meter induk di wilayah studi selama tujuh hari. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa jam puncak penggunaan air berada pada jam pertama air mengalir, dengan faktor jam puncak secara berturut-turut adalah 1,64 dan 1,68. Sedangkan untuk faktor harian maksimum kedua DMA sebesar 1,25. Selain untuk mengetahui faktor jam puncak dan harian maksimum, pembacaan meter induk juga bertujuan untuk mengetahui volume reservoir yang dibutuhkan yaitu sebesar 628,25 m3Â untuk DMA Tejosari.
EVALUASI KINERJA INSTALASI PENGOLAHAN AIR MINUM (IPAM) KARANGPILANG I PDAM SURYA SEMBADA KOTA SURABAYA SECARA KUANTITATIF
Bhaskoro, R. Gagak Eko;
Ramadhan, Tutut Eko
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 15, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (449.2 KB)
|
DOI: 10.14710/presipitasi.v15i2.62-68
IPAM Karangpilang I merupakan salah satu instalasi pengolahan air yang di miliki PDAM Kota Surabaya yang melayani kebutuhan air bersih di Kota Surabaya dengan kapasitas 1.450 L/det. Supaya IPAM tetap dapat beroperasi secara optimal, maka diperlukan evaluasi terhadap IPAM ini. Penelitian bertujuan untuk : 1) Mengukur kinerja tiap-tiap unit Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Karangpilang I Kota Surabaya; 2) Membandingkan kualitas air produksi yang dihasilkan oleh IPAM Karangpilang I dengan standar PERMENKES No.492 2010; 3) Menganalisa hasil evaluasi IPAM Karangpilang I. Evaluasi IPAM dilakukan dengan observasi, wawancara, studi literatur, praktik lapangan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Kinerja setiap unit operasi belum berjalan secara optimal, yaitu pada unit Koagulasi, Sedimentasi, Filtrasi. Kualitas air produksi IPAM Karangpilang I sesuai dengan dengan Permenkes No 492 tahun 2010 tentang Kualitas Air. Berdasarkan hasil evaluasi secara keseluruhan instalasi IPAM Karangpilang I pada saat eksisting sudah dapat mengolah air dengan baik sehingga air yang diolah dapat memenuhi baku mutu air.
KAJIAN PERUBAHAN TATAGUNA LAHAN TERHADAP TINGKAT BAHAYA EROSI DI DAS DENGKENG
Sarminingsih, Anik
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 15, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (467.361 KB)
|
DOI: 10.14710/presipitasi.v15i2.158-164
Daerah Aliran Sungai (DAS) Dengkeng merupakan salah satu Sub DAS Bengawan Solo Hulu, yang sebagian besar wilayahnya berada di kabupaten Klaten Jawa Tengah.DAS Dengkeng terindikasi sebagai salah satu DAS kritis dengan potensi rawan banjir cukup besar.Salah satu penyebab banjir adalah sungai yang semakin dangkal akibat erosi dan sedimentasi.Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi perubahan tataguna lahan terhadap tingkat bahaya erosi.Prediksi Erosi didasarkan pada penelitian Wischmeier dan Smith yang menyajikan Persamaan Universal Soil Loss (USLE).Jumlah sedimen yang diangkut di sungai dengan mengalikan tingkat erosi dengan rasio pengiriman sedimen (SDR).Potensi erosi dan sedimentasi mengacu pada penggunaan lahan yang berbeda, yaitu 1990, 2000 dan 2011. Secara umum di DAS Dengkeng telah terjadi peningkatan rata-rata tingkat erosi dari 70.60 Â ton / ha / tahun pada tahun 1999 menjadi 76.82 ton / ha / tahun. 2011atau jika diklasifikasikan berdasarkan tingkat bahaya erosi dengan solum tanah dangkal, maka TBE tergolongsedang menuju ke berat.Peningkatan laju erosi tidak terlampu signifikan karena mayoritas penggunaan lahan adalah sawah.TBE yang tergolong berat berada pada wilayah lahan kering dengan kelerengan curam.